31/08/2026
🚀Digitalisasi pasar rakyat bukan lagi sekadar wacana di Kabupaten Purbalingga. Jejaknya sudah dimulai sejak tahun 2022, ketika Menteri Perdagangan RI meluncurkan program “Dipasar Bangga” langsung dari Pasar Bukateja.
Hari ini, sebagai dukungan dan melanjutkan langkah tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Fasilitasi dan Pendampingan Digitalisasi Pasar Rakyat yang digelar di Kabupaten Purbalingga, pada Kamis (27/08/2026), bersama para pedagang dan pengelola pasar.
💡 Dari E-Retribusi, QRIS hingga Sistem Informasi Harga Pasar, Bukateja telah menjadi bukti bahwa pasar rakyat mampu beradaptasi dengan teknologi. Karena keberhasilan tersebut, mulai 2026 digitalisasi diperluas ke Pasar Hartono, Pasar Mandiri, dan Pasar Panican.
Ini bukan sekadar angka, ini adalah hasil kerja keras para pedagang dan pengelola pasar. Kini, digitalisasi hadir bukan untuk menggantikan cara lama, tetapi untuk mempermudah, mempercepat, memperluas akses, dan meningkatkan pelayanan pasar rakyat.
🤝 Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perdagangan RI, Bank Jateng, Anggota DPRD Komisi B, serta Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga.
Pasar rakyat semakin digital, pedagang semakin adaptif dan ekonomi Purbalingga semakin kuat. 🇮🇩