11/06/2026
Widyaiswara Bapelkum Semarang Dorong Penguatan Kepemimpinan Pancasila dalam PKA Angkatan 76 Kementerian Hukum
SEMARANG — Penguatan karakter kepemimpinan berbasis nilai-nilai kebangsaan menjadi salah satu fokus utama dalam Agenda 1 Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 76 BPSDM Hukum Kementerian Hukum. Selama dua hari, 9–10 Juni 2026, sebanyak 44 peserta yang terbagi dalam empat kelompok mengikuti pembelajaran secara daring. Melalui materi Kepemimpinan Pancasila, para pejabat administrator atau eselon III diajak untuk tidak hanya menjadi manajer organisasi yang efektif, tetapi juga pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap ideologi negara, persatuan bangsa, dan semangat bela negara.
Widyaiswara Balai Pelatihan Hukum Semarang, Muh Khamdan, menegaskan bahwa tantangan birokrasi modern membutuhkan sosok pemimpin yang mampu berpikir strategis sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, kepemimpinan Pancasila menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. “Seorang administrator bukan hanya pengelola program, tetapi penjaga nilai-nilai kebangsaan yang harus hadir dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.
Dalam sesi pembelajaran, peserta diajak menelusuri perjalanan panjang konsepsi Wawasan Nusantara sebagai salah satu pilar penting dalam kepemimpinan nasional. Muh Khamdan menguraikan dinamika kewilayahan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan, masa Republik Indonesia Serikat (RIS), lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Tahun 1950 melalui Mosi Integral Mohammad Natsir, hingga tonggak bersejarah Deklarasi Djuanda 1957 yang mengubah cara pandang Indonesia terhadap wilayah lautnya. Perjalanan tersebut kemudian mencapai pengakuan internasional melalui keberhasilan Indonesia memperjuangkan prinsip negara kepulauan dalam UNCLOS 1982 serta penetapan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang memperkuat kedaulatan dan kepentingan nasional di kawasan maritim.
Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Berbagai diskusi berkembang mengenai relevansi wawasan kebangsaan dan nilai bela negara dalam menghadapi tantangan birokrasi masa kini. Dari ruang-ruang virtual pelatihan tersebut, lahir kesadaran bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga dari keberanian menjaga persatuan, kedaulatan, dan masa depan Indonesia. Melalui penguatan Kepemimpinan Pancasila, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan birokrasi yang profesional sekaligus menjadi penjaga tegaknya cita-cita kebangsaan di tengah arus perubahan zaman.
Untuk informasi menarik lainnya, ikuti akun media sosial Bapelkum Semarang