30/07/2026
Kepercayaan investor bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata bergeraknya roda ekonomi yang sukses menyerap 213.217 tenaga kerja lokal dari 55.989 proyek. Secara keseluruhan, total investasi pada Semester I telah mencapai Rp48,54 Triliun, atau 48,99 persen dari target tahunan. Angka impresif ini didorong oleh capaian Triwulan II (April-Juni) sebesar Rp25,53 Triliun, yang bersumber dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Pertumbuhan ekonomi ini sangat didukung oleh sektor padat karya seperti Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Karet dan Plastik, Kayu, Mesin dan Elektronik, hingga Tekstil. Aliran dana tersebut menjadi penggerak utama pembangunan daerah, dengan Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Batang, Temanggung, dan Demak mencatatkan diri sebagai lima wilayah dengan realisasi investasi tertinggi. Arus modal ini juga tidak lepas dari kuatnya kepercayaan dunia internasional, yang didominasi oleh lima negara investor penyumbang PMA terbesar, yakni Hongkong (RRT), Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Berbagai capaian ini menjadi modal berharga untuk terus memperkuat daya saing daerah, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, dan mewujudkan semangat Ngopeni Nglakoni Jateng. Mari terus dukung iklim investasi yang sehat demi Jawa Tengah yang semakin sejahtera dan mandiri. Menurut , sektor atau wilayah mana lagi yang potensial untuk terus dikembangkan ke depannya?