19/12/2024
PRODUSER LUAR NEGERI HERAN DENGAN KEKUATAN PENONTON INDONESIA!
Film Indonesia saat ini sedang naik sekali, apalagi setelah pandemi, ada dua film Indonesia yang berhasil mencapai angka yang mustahil yaitu 10 juta penonton yang dilakukan oleh 'KKN di Desa Penari' dan 9 juta penonton yang dilakukan oleh 'Agak Lain'.
Pencapaian besar ini sangat membanggakan sekali, mengingat film Indonesia masih sering membuat penonton Indonesia sendiri skeptis, apalagi masih sering mengagungkan perfilman luar negeri.
Namun, menurut Linda Gozali, produser film 'Qodrat' dan 'Pemukiman Setan' dalam rangkaian acara JAFF Market pada 3-5 Desember 2024 kemarin pun berkata lain terkait penonton Indonesia saat ini.
Dikutip dari USS Feeds, Linda Gozali menyebutkan pegiat perfilman dari negara lain terheran-heran karena penonton Indonesia saat ini luar biasa menggila dan ramai setelah pandemi, sementara di negara mereka setelah pandemi masih sulit untuk membalikkan penonton ke bioskop lagi, kebanyakan sudah memilih untuk streaming di rumah.
Hal ini pun bisa dibuktikan dari data bahwa tahun 2024 ini, tiket yang terjual sudah mencapai 80 juta dan ini belum sampai akhir tahun 2024, masih akan berjalan. Padahal, tahun lalu tiket yang terjual cuma 59 juta saja.
Saat ini pun negara lain sudah mulai aktif untuk berinvestasi di perfilman Indonesia karena melihat potensi besar dari penonton film Indonesia.
Salah satunya Korea Selatan, studio besar CJ Entertainment yang menggarap film 'The Handmaiden' dan 'Snowpiercer' kini ikut berinvestasi di film Indonesia seperti 'Bebas', 'Jailangkung: Sandekala' dan banyak lagi.
Selain itu juga ada Barunson E&A, rumah produksi Korea Selatan untuk film 'Parasite', 'Mother', 'A Tale of Two Sisters' pun ikut berinvestasi ke film Indonesia seperti '13 Bom di Jakarta' dan 'Malam Pencabut Nyawa'.
Beberapa studio dari negara lain pun turut berinvestasi film Indonesia, seperti yang terbaru, film 'Perang Kota' di danai oleh studio dari Prancis, Norwegia, Filipina, Singapura, Kamboja, Belanda dan banyak lagi.
Kini tinggal apakah ekosistem perfilman Indonesia bisa terus berlanjut seperti saat ini? Well, jawabannya ada di kita semua sebagai penonton nya.