04/06/2026
Dukung Wasdu, Karantina Jawa Tengah Dampingi Gubernur Sambut Kedatangan Perdana Jemaah Haji
Boyolali – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Jawa Tengah melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Adi Soemarmo melaksanakan pengawasan terpadu (wasdu) sekaligus mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi menyambut kedatangan perdana jemaah haji Debarkasi Solo di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, pada Rabu dini hari (03/10).
Giat wasdu dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina (HPHK), hama penyakit ikan karantina (HPIK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang berpotensi terbawa melalui barang bawaan jemaah haji dari Arab Saudi. Kedatangan jemaah haji perdana ini menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji tahun 1447 H / 2026 M melalui Debarkasi Solo. Sebanyak 358 jemaah haji asal Kabupaten Tegal tiba dengan selamat setelah menunaikan rangkaian ibadah haji.
Sebelum pelaksanaan pengawasan, petugas karantina Satpel Adi Soemarmo dan otoritas bandara mengikuti apel penyambutan kedatangan jemaah haji dipimpin langsung oleh Lutfidan dihadiri. Turut hadir Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai bentuk sinergi dan kesiapan seluruh instansi terkait dalam mendukung kelancaran proses debarkasi haji tahun 2026.
Lebih lanjut, pelaksanaan wasdu petugas karantina bersama segenap instansi terkait di Bandara Adi Soemarmo untuk memastikan proses pengawasan berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan kepada para jemaah haji. Tindakan pemeriksaan difokuskan pada barang bawaan yang berpotensi menjadi media pembawa HPHK/HPIK/OPTK sesuai ketentuan perkarantinaan yang berlaku.
Penanggung jawab Satpel Adi Soemarmo, Adri Susiani terjun langsung dalam serangkaian kegiatan wasdu dan pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pengawasan karantina pada masa debarkasi haji merupakan langkah penting dalam menjaga dan melindungi sumber daya alam hayati Indonesia. Selain melakukan pemeriksaan, petugas karantina juga memberikan edukasi kepada jemaah mengenai regulasi ketentuan pemasukan produk hewan, ikan, dan tumbuhan dari luar negeri.
“Melalui pengawasan karantina secara optimal, Karantina Jawa Tengah berkomitmen menjaga wilayah Indonesia dari ancaman masuk tersebarnya hama penyakit hewan, ikan dan tumbuhan yang dapat merugikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta kesehatan masyarakat,”ujar Susi menambahkan.
Kedatangan kloter 01 SOC perdana Debarkasi Solo yang membawa ratusan jemaah dan petugas haji asal Kabupaten Tegal tersebut berlangsung lancar dan penuh suasana haru. Sejumlah jemaah tampak melakukan sujud syukur setibanya di Bandara Adi Soemarmo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.