18/02/2015
Upacara tanggal 17
Sekda : Tinggalkan Ilmu Kedandapan & Rumus 703
Dorongan untuk segera merealisasikan kegiatan dan anggaran khususnya lelang serta pengadaan ditekankan Sekda Kota Semarang saat memimpin upacara tanggal 17, Selasa(17/2) di Halaman Balaikota. Upacara ini diikuti seluruh jajaran kepala SKPD, lurah, camat dan PNS lingkungan Balaikota, Gedung Juang, dan Gedung Pandanaran.
“Wis gak jamane lagi pakai ilmu gedandapan. APBD 2015 sudah digedok lebih awal tanggal 19 November 2014, kemudian DPA APBD 2015 juga sudah kita serahkan kepada semua SKPD pada 12 Januari 2015 dan proses pengadaan maupun lelang sudah Saya minta untuk dilakukan di bulan Desember lalu,” ungkap Sekda.
Tak hanya itu, Sekda Adi Tri Hananto, menanggapi pemberlakuan presensi finger print meminta seluruh PNS Kota Semarang untuk dapat meningkatkan kedisiplinan. Sistem presensi finger print ini, lanjutnya, jangan hanya formalitas jam kerja saja yang perlu ditingkatkan, namun yang terpenting juga peningkatan kinerja dalam melayani masyarakat.
“Jangan sampai ada rumusan 7 0 3, jam tujuh pagi datang absen, lalu tengah-tengah kosong, entah kerja atau nyambi yang lain lalu jam tiga sore absen. Mindset, pola pikir dan perilaku seperti ini harus kita ubah,” tegasnya. Diakui Sekda, sejak pemberlakukan presensi finger print kedisiplinan jajaran PNS menunjukkan adanya peningkatan.
Menutup sambutannya, Sekda menyampaikan ajakan untuk senantiasa mensyukuri pekerjaan sebagai PNS. Wujud syukur itu, lanjutnyadengan bekerja baik, jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, melayani masyarakat secara profesional, sopan dan hormat sekaligusmelaksanakan tugas sesuai peraturan dan yang tidak kalah pentingnya adalah kreatif dan inovatif.