Jaga Banten Official

Jaga Banten Official Apa Yang sudah Kita Lakukan Untuk TURUT men JAGA BANTEN

Meski 2 Kali Kalah, Ternyata Mataram Sukses Bikin Kompeni VOC Stres BeratSalah satu tujuan pemerintahan Sultan Agung dar...
15/03/2025

Meski 2 Kali Kalah, Ternyata Mataram Sukses Bikin Kompeni VOC Stres Berat

Salah satu tujuan pemerintahan Sultan Agung dari Kerajaan Mataram adalah mengusir VOC dari Pulau Jawa. Dua kali melakukan penyerangan dua kali p**a kalah, meski begitu Mataram nyata sukses membuat Belanda kelimpungan.

Bagaimana ceritanya?

Meskipun bala tentara Mataram menderita kekalahan dalam dua kali serangannya atas Batavia, namun rupanya akibat serbuan itu cukup parah dirasakan oleh Kompeni. Sebabnya adalah karena sejak itu Kompeni mengalami boikot ketat dari Mataram sehingga mereka sukar memperoleh suplai beras dan kayu bakar.

Diboikot dari Barat maupun Timur

Sebagaimana diketahui, sejak kekalahannya yang kedua pada tahun 1629, Sultan Agung Mataram mulai membuka daerah Karawang menjadi daerah persawahan dengan maksud akan dijadikan batu loncatan dan gudang pangan bagi rencana serbuan berikutnya.

Meskipun sampai wafatnya Sultan Agung serbuan itu tak pernah terwujud lagi, namun akibat yang harus diderita Batavia sama saja.

Dalam Koloniaal Archief No. ###IV antara lain dapat dijumpai keterangan bahwa Kompeni biasanya menebang kayu-kayu di hutan-hutan sebelah Barat sungai Citarum untuk keperluan kayu bakar. Juga sebagian dari beras untuk keperluan penghuni benteng Batavia diperoleh dari daerah Karawang ini. Akan tetapi kemudian Sultan Agung menempatkan pasukannya di daerah Karawang sejumlah 10 sampai 12 ribu orang.

Mereka ini menyita setiap kayu yang ditebang dan dimaksudkan untuk dikirim ke Batavia. Mereka juga mencegat perahu-perahu penduduk yang berlayar di sungai-sungai dan di sepanjang pantai; apabila perahu-perahu itu memuat beras dengan tujuan Batavia, maka beras itu pun disita p**a.

Tindakan Mataram sedemikian itu sudah tentu amat menyulitkan Kompeni, karena hubungannya dengan Banten pun kurang baik. Apalagi ketika Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Banten (1651-1683).

Seperti halnya dengan Mataram, Sultan Tirtayasa ini juga berusaha melebarkan kekuasaannya di Jawa Barat dan menganggap adanya Kompeni di Batavia sebagai penghalang. Untuk itu dia pun melancarkan boikot p**a terhadap Batavia, karena ia telah mempunyai sekutu dagang baru yaitu orang-orang Inggris yang sudah diizinkan membuka kantor dagangnya di teluk Banten.

Boikot yang diderita Kompeni dari arah Barat dan Timur ini menyebabkan mereka hampir-hampir tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk penghuni Batavia. Karena itu dikirimkanlah beberapa orang duta khusus ke Mataram untuk mengadakan perundingan, namun usaha itu tetap tidak membawa hasil.

Bahkan duta-duta itulah yang harus menderita, karena biasanya mereka malah dijadikan sandera di Mataram dan baru dibebaskan kembali kalau Sultan yakin bahwa mereka bukanlah mata-mata yang dikirim Kompeni untuk menyelidiki kekuatan Mataram. Bahkan ada di antara anggota rombongan duta itu yang dihukum mati atau harus mendekam dalam penjara Mataram selama bertahun-tahun.

Ketika Sultan Agung wafat tahun 1645 Kompeni mengira Mataram akan memperlunak sikapnya. Beberapa orang duta dikirim p**a ke Mataram tanpa hasil. Bahkan Mataram semakin memperketat boikot dan Susuhunan Mataram mengeluarkan ketentuan-ketentuan khusus bagi daerah-daerah Semarang, Demak, Jepara dan Rembang.

Di daerah-daerah yang terdapat beberapa kantor cabang VOC itu, Mataram menentukan bahwa: penduduk dilarang memperjual belikan beras lebih dari satu gantang setiap orang satu hari; dan penduduk dilarang menyimpan beras lebih dari untuk keperluan 4 — 5 hari bagi keluarganya. Bila kedapatan lebih, maka kelebihannya akan disita dan dibuang ke sungai-sungai.

Baca selengkapnya: https://intisari.grid.id/read/034227711/meski-2-kali-kalah-ternyata-mataram-sukses-bikin-kompeni-voc-stres-berat

PANGERAN KENANTUN, SULTAN BANTEN YANG MENGIZINKAN VOC MEMBUAT BENTENG DI JAYAKARTAPangeran Kenantun, atau Sultan Agung K...
14/03/2025

PANGERAN KENANTUN, SULTAN BANTEN YANG MENGIZINKAN VOC MEMBUAT BENTENG DI JAYAKARTA

Pangeran Kenantun, atau Sultan Agung Kenantun, juga dikenal dengan sebutan Pangeran Kenari adalah anak dari Maulana Mahmud, ayahnya merupakan Penguasa Banten ketiga. Nama kebesaran dan penobatan Pangeran Kenantun adalah Sultan Abdul Mufahir Muhamad Abdul Qadir.

Pangeran Kenari naik tahta pada tahun 1596 Masehi, beliau menjadi Sultan Banten ke empat setelah ayahnya wafat dalam pertempuran melawan Kesultanan Mataram. Pada saat ayahnya wafat Sultan Kenari sebenarnya sedang melaksanakan Ibadah Haji di Mekah. Sebab itulah kedatanganya ditunggu-tunggu pembesar dan rakyat Banten yang baru saja kehilangan Sultannya.

Sultan Kenari dalam sejarah Banten dikenal sebagai Raja Banten yang mendapatkan pengakuan Penguasa Mekah terhadap kekuasannya, legitimasi itu merupakan stempel bahwa Banten merupakan Negara dibawah naungan Kekhalifahan Turki Ustmani, sehingga pada masa Pangeran Kenari ini gelar Panembahan/Pangeran dalam struktur Kerajaan di Banten diganti menjadi “Sultan”.

Sebagaimana Bapaknya, pada masa Pangeran Kenari memerintah Banten, kebijakan terhadap Mataram masih tetap sama, yaitu memasng sikap permusuhan, Mataram yang kala itu ingin menguasai Banten tidak sanggup mematahkan Banten, sebab Sultan Banten keempat ini menerapkan kebijakan anti Mataram.

Pangeran Kenari memerintah Banten dari mulai tahun 1596 hingga 1651, ini berarti bahwa ia memerintah Banten selama 55 tahun, dalam masa 55 tahun itu prestasinya yang paling mencolok adalah membangun Masjid Agung Banten pada tahun 1610 Masehi. Dizamannya Masjid agung Banten ini merupakan salah satu Masjid terindah dan termegah di Jawa.

Pada masa Sultan ini juga Banten tercatat beberapa kali terlibat peperangan dengan Mataram, keduanya tidak mau mengalah. Kelak Perang Banten Vs Mataram masa Sultan ini akhirnya berhenti selepas diadakan gencatan senjata diantara kedua kerajaan.

Gencatan senjata tersebut digagas oleh seorang pedagang Belanda yang pandai berdiplomasi, Dalam Naskah Mertasinga seorang Belanda yang membantu peristiwa Gencatan Senjata itu bernama Kapiten Morgel.

Atas jasa Kapiten Morgel inilah kemudian Sultan Kenari mengijinkan VOC membuat kantor dagang di Jaya Karta, kelak Jayakarta kemudian direbut oleh VOC dari tangan Kesultanan Banten.

Pangeran Kenari wafat pada tahun 1651, proses kewafatannya diceritakan normal, karena usia dan sakit. Kelak Sultan Kenari digantikan oleh anaknya yaitu Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan yang terkenal karena berkonflik dengan anaknya sendiri.

Oleh : Cirebon

KISAH KEWAFATAN SUNAN KALIJAGA Menurut Naskah Mertasinga, di hari tuanya Sunan Kalijaga tinggal di Dalem Agung Pakungwat...
27/02/2025

KISAH KEWAFATAN SUNAN KALIJAGA

Menurut Naskah Mertasinga, di hari tuanya Sunan Kalijaga tinggal di Dalem Agung Pakungwati (Istana Kesultanan Cirebon), meskipun demikian dikomplek Istana tersebut beliau membuat bangunan baru yang dikelilingi tembok.

Pada suatu hari, Sunan Kalijaga menderita sakit kepala, maka semenjak itulah beliau didalam kediamanya ditemani oleh dua orang punakawan utusan Sultan Cirebon yang bernama Ki Memek dan Ki Cengal. Selanjutnya dikisahkan bahwa sakitnya Sunan Kalijaga menjadi semakin parah, beliaupun kemudian wafat. Kedua punakwan yang bertanggung jawab membantu Sunan Kalijaga dimasa-masa sepuhnya itu kemudian melaporkan kewafatan tuanya kepada Sultan Cirebon.

Kala itu Cirebon diperintah oleh Panembahan Ratu, cicit Sunan Gunung Jati, Raja kedua Kesultanan Cirebon. Sang Raja kemudian menyempurnakan jenazahnya, akan tetapi jenazah Sunan Kalijaga tidak dimakamkan di Cirebon. Dalam sejarah Sunan Kalijaga dimakamkan di Kadilangu Jawa Tengah.

Informasi mengenai penguburan Jenazah Sunan Kalijaga dalam naskah Mertasinga ditulis dengan bahasa kiasan, dalam naskah itu disebutkan bahwa jenazah Sunan Kalijaga raib tak berbekas, yang tertinggal hanyalah kainnya saja, dari itu Panembahan Ratu kemudian menguburkan kain penutup jenazah itu di sebelah timur mihrab Masjid Agung Cirebon.


25/02/2025
06/12/2024

Allahuma sholi ala......Karamal aba'i wal umahat

06/12/2024

Ya Hadiyu
Ya Aalimu
Ya Khobiru
Ya Mubin

×

23/11/2024

Bahan Per...
Kelebihan: Baja Per memiliki kekuatan yang tinggi dan ketangguhan yang baik. Bahan ini juga relatif mudah diolah dan dapat mempertahankan bentuknya dengan baik. Baja Per juga memiliki kemampuan untuk menahan tekanan dan benturan yang tinggi.

Kekurangan: Salah satu kekurangan Baja Per adalah rentan terhadap korosi jika tidak dirawat dengan baik. Baja ini tidak memiliki sifat tahan karat alami dan perlu dilindungi dengan baik agar tidak teroksidasi.

Kegunaan: Baja Per cocok digunakan untuk pisau, golok sembelih, atau tebas yang membutuhkan kombinasi kekuatan, ketangguhan, dan kemampuan mempertahankan bentuk yang baik. Baja Per dapat memberikan ketajaman yang baik dan dapat menahan beban berat serta tekanan yang tinggi.

Bahan Bearing...
Kelebihan: Tahan aus, kuat, dan dapat mempertahankan ketajaman tepi yang baik.
Kekurangan: Rentan terhadap korosi.
Kegunaan: Biasanya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan ketangguhan ekstrem seperti pisau survival.

Bahan K110...
Kelebihan: Tahan aus, stabil dimensi, dan memiliki kemampuan mempertahankan ketajaman tepi.
Kekurangan: Tidak sangat tahan terhadap korosi.
Kegunaan: Cocok untuk pisau yang menerima beban berat dan pisau industri.

Bahan N695...
Kelebihan: Tahan aus, mudah diolah, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi.
Kekurangan: Mungkin tidak sekuat beberapa bahan lainnya.
Kegunaan: Sering digunakan dalam pisau lipat dan pisau olahraga.

Bahan Slipner A88...
Kelebihan: Tahan aus, tahan korosi, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap panas.
Kekurangan: Sulit untuk diolah secara tradisional.
Kegunaan: Digunakan dalam pisau dapur profesional dan pisau industri.

Bahan DM05...
Kelebihan: Tahan aus, tahan korosi, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap panas.
Kekurangan: Harganya cenderung lebih tinggi.
Kegunaan: Cocok untuk pisau profesional dan pisau kustom.

Bahan VG10...
Kelebihan: Tahan aus, tahan korosi, dan memiliki retensi ketajaman tepi yang baik.
Kekurangan: Mungkin kurang tahan terhadap tekanan dan benturan.
Kegunaan: Sering digunakan dalam pisau dapur dan pisau lipat.

Bahan N690...
Kelebihan: Tahan aus, mudah diolah, dan memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi.
Kekurangan: Mungkin tidak sekuat beberapa bahan lainnya.
Kegunaan: Cocok untuk pisau lipat, pisau olahraga, dan pisau outdoor.

Bahan Vanax...
Kelebihan: Sangat tahan terhadap korosi, tahan aus, dan memiliki kemampuan mempertahankan ketajaman tepi yang luar biasa.
Kekurangan: Harganya cenderung lebih tinggi.
Kegunaan: Biasanya digunakan dalam pisau premium dengan performa tinggi.

Bahan Elmax...
Kelebihan: Tahan aus, tahan korosi, dan memiliki retensi ketajaman tepi yang baik.
Kekurangan: Sulit untuk diolah secara tradisional.
Kegunaan: Cocok untuk pisau lipat, pisau dapur, dan aplikasi industri lainnya.

Bahan M390...
Kelebihan: Sangat tahan terhadap aus, tahan korosi, dan memiliki kemampuan mempertahankan ketajaman tepi yang baik.
Kekurangan: Harganya cenderung lebih tinggi.
Kegunaan: Sering digunakan dalam pisau premium, pisau lipat, dan pisau olahraga.

Selain bahan-bahan di atas, terdapat p**a banyak bahan besi lainnya dengan karakteristik yang berbeda. Beberapa contoh tambahan termasuk D2, CPM-S30V, AUS-8, 154CM, dan sebagainya

19/10/2024

Legend of Gunung Santri

Walau bentuknya sebuah bukit, sebagian besar masyarakat menyebutnya Gunung Santri. Memang tingginya tak setinggi gunung-gunung lainnya di Banten dan Jawa Barat. Namun, perjalanan menuju puncak sangat melelahkan. Bayangkan, para peziarah harus mendaki melalui tangga yang disemen permanen dan jalur yang
meliuk-liuk sepanjang 600 meter.Gunung Santri terletak sebelah barat laut pantai utara Banten, dari Kota Serang sekitar 25 Km dan 7 Km dari Kota Cilegon, atau tidak jauh dengan pelabuhan lama Banten. Gunung Santri sebagai salah satu obyek wisata sejarah yang memiliki nilai religius.

Bagi para peziarah, ke makam Sultan Maulana Hasanuddin belum dianggap sempurna bila tidak melanjutkan ziarah ke Makam Syeikh Muhammad Sholeh yang wafat pada tahun 1550 Masehi/958 Hijriah. Biasanya, para peziarah ramai datang pada bulan Rabiul Awal (Maulid), Syawal (Idul Fitri), menjelang musim haji dan bulan Ramadan.

Keberadaan tempat ziarah di Gunung Santri ini, menjadi salah satu mata pencaharian penduduk setempat. Seperti berdagang makanan, minuman dan suvenir di sepanjang jalan masuk menuju lokasi hingga puncak gunung. Di sekitar lokasi Gunung Santri, beberapa kawasan sudah dikuasai investor dari Jakarta. Pemerintah daerah pun berencana untuk menata lokasi itu.

Bagi para santri atau peziarah yang sedang belajar agama, tentunya memiliki makna sendiri dengan keberadaan Gunung Santri, apalagi di puncaknya bersemayam seorang ulama saleh, ulama gunung yang memiliki tingkat dan derajat kewalian.

Seperti dinukilkan sejumlah ulama besar terdahulu yang mengutip ucapan Sayyidina Ali bin Abu Thalib RA bahwa sabar adalah gunung yang tak pernah terguling.

Begitulah, ibarat gunung yang kokoh semasa hidupnya Syeikh Muhammad Sholeh memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. Dalam berdakwah di wilayah Banten untuk mengawal Sultan Maulana Hasanuddin, Syeikh Muhammad Sholeh dikenal sangat sederhana dan hidup bertani.

Tingkatan ulama semacam ini dikenal sebagian kalangan sebagai

Beliau adalah Enny Rukmini Sekarningrat, mantan pejuang yg tergabung dalam batalyon U Rukmana  yang kemudian ikut hijrah...
10/10/2024

Beliau adalah Enny Rukmini Sekarningrat, mantan pejuang yg tergabung dalam batalyon U Rukmana yang kemudian ikut hijrah ke Yogyakarta.

Sekitar tahun 1950an beliau mewarisi padepokan silat milik ayahnya, dan di masa beliau padepokan silat panglipur maju pesat bahkan memiliki cabang hingga ke luar negeri.

Beliau adalah satu satunya wanita yang mewarisi dan memimpin padepokan silat kala itu.

06/10/2024

Lakon Petruk dadi Ratu adalah bukti Wong Cilik bisa menjadi Ratu.

Petruk menjadi Raja , bergelar Prabu Belgedhuwel Beh, Akronim dari Sugih Mblegedhu Rakyate dhedhel dhuwel Kabeh". Artinya Rajanya Kaya Raya, rakyatnya sampai compang camping pakaianya.

Petruk jadi Sakti karna memegang pusaka titipan, Dikisahkan, terjadilah huru-hara hilangnya pusaka Amarta yang dicuri oleh utusan Kerajaan Imanimantaka yang menyamar sebagai Gatotkaca. Dalam kekacauan itu, Petruk berhasil menyelamatkan pusaka kerajaan bernama Jamus Kalimasada. Sebuah pusaka Amarta yang sakti tiada tara. Oleh karena Petruk memegang pusaka tersebut maka ia pun berubah menjadi sosok yang sakti mandraguna. Petruk mendadak menjadi pribadi yang ampuh dan kuat tak tertandingi.

Saat menjadi Raja maka para Ndoro di penjara oleh Raja Petruk kantong Bolong. Namun akhir kisah ini Petruk disadarkan oleh Ki Semar Badranaya, Ayahnya sendiri, bahwa tugasnya mengingatkan para Ndoro akan kewajiban mereka sudah selesai. dan Petruk kembali menjadi Punakawan.

Kunjungan/ silaturahmi Koordinasi dengan DPC Kecamatan PONTANG Kabupaten Serang Jaga_Banten indonesia
01/09/2024

Kunjungan/ silaturahmi Koordinasi dengan DPC Kecamatan PONTANG Kabupaten Serang


Jaga_Banten indonesia

25/08/2024

Tukang kayu sukses bikin kursi
Tapi dia lupa bikin meja
Dia ngga atau itu bencana di akhirnya

Address

Unyur
Serang
42111

Telephone

+6287771224888

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jaga Banten Official posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category