Donkey Rafles

Donkey Rafles Provinsi Banten dibentuk berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2000, Provinsi Banten merupakan daerah pemekaran dari Provinsi Jawa Barat.

Provinsi Banten dibentuk berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2000 tertanggal 17 Oktober tahun 2000. Adapun puncak perayaan terjadi pada tanggal 4 Oktober 2000 saat puluhan ribu masyarakat Banten datang ke Gedung DPR RI di Senayan Jakarta, dengan Sidang Paripurna DPR untuk pengesahan RUU Provinsi Banten. Akhirnya, masyarakat Banten pun sepakat tanggal 4 Oktober 2000 sebagai

Hari Jadi Provinsi Banten. Pada tanggal 18 November 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan di Kepali olah Gubernur pertama H. Hakamudin Djamal untuk menjalankan roda pemerintahan sampai terpilihnya Gubernur definitif.

Wagub Andika Dipercaya Bantu Urus PKL se-IndonesiaSERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dipercaya untuk membantu...
18/01/2018

Wagub Andika Dipercaya Bantu Urus PKL se-Indonesia

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dipercaya untuk membantu mengurus persoalan PKL atau pedagang kaki lima di Indonesia. Kepercayaan tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP APKLI Ali Mahsun saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus DPW APKLI Banten di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (17/1).

“Saya selaku Ketua Umum DPP APKLI memohon izin kepada rakyat Banten untuk meminta sumbangan tenaga dan pikiran dari Wakil Gubernur Banten, Pak Andika Hazrumy, untuk ikut mengurus DPP APKLI dalam upaya kami memperjuangkan nasib para PKL se-Indonesia,” kata Ali tanpa menyebut secara spesifik posisi Andika di DPP APKLI yang telah disiapkan pihaknya. Untuk diketahui, di kepengurusan DPW APKLI Banten sendiri, Andika telah resmi didapuk sebagai Ketua Dewan Pelindung.

Dalam sambutannya, Ali berulang kali memuji Andika sebagai tokoh muda yang memiliki potensi untuk banyak berkiprah membantu bangsa dan Negara dalam menangani persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. “Indonesia butuh sosok muda seperti Pak Andika. Kami di DPP APKLI melihat itu, dan semua itu mari kita mulai di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Andika dalam sambutannya mengatakan, PKL merupakan bagian dari pelaku usaha informal yang tidak dapat dilepaskan dari roda perekonomian daerah. Keberadaannya yang terus berkembang menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk dapat menata, membina dan menjawab tantangan pengelolaan Pedagang Kakilima. “PKL memiliki peran yang penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan intensitas tenaga kerja yang relatif lebih tinggi dan investasi yang lebih kecil, usaha mikro lebih fleksibel dalam menghadapi dan beradaptasi dengan perubahan pasar,” ujarnya.

Mengenai APKLI sendiri, Andika berharap, organisasi berhimpunnya para PKL tersebut dapat memberikan kontribusi besar dalam pengurangan angka pengangguran, utamanya di Provinsi Banten. Pemberdayaan PKL, kata dia, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan dan memperkuat perekonomian dari bagian terbesar rakyat Indonesia.

Pemda Diminta Ubah Mindset

Lebih jauh Andika meminta pemerintah kabupaten/ kota untuk merubah mindset atau cara pandang terhadap PKL. Alih-alih memeragi PKL dengan melakukan penertiban yang tanpa solusi, pemda justru seharusnya membantu pemasaran dan pengelolaan serta penataan PKL. Menurutnya, pemda dapat menjadikan lokasi penataan PKL sebagai daerah wisata, seperti wisata kuliner khas daerah masing-masing.

“Pemda kemudian bisa membantu mempromosikan itu. Kalau itu sukses, akan berdampak kepada peningkatan pendapatan masyarakat, kas daerah, ketertiban, keindahan, dan juga mendorong PKL lainnya untuk mudah dibina,” ujarnya.

Andika mengatakan, PKL terbukti menyerap tenaga kerja yang tidak dapat dipekerjakan pada sektor formal seperti di industri. Namun keberadaan PKL juga sering dianggap menimbulkan masalah di perihal ketertiban dan kenyamanan dalam pemukiman dan tata kota. Karena itu, lanjutnya, pengembangan PKL harus terkonsentrasi guna memudahkan penataannya.

“PKL yang telah berkelompok akan mudah dalam membentuk paguyuban dan akhirnya menjadi koperasi. Koperasi PKL yang telah terbentuk dapat berperan sebagai mediator/fasilitator untuk memenuhi kebutuhan PKL dan meningkatkan kinerjanya,” imbuhnya. (*)

Gubernur Banten Wahidin Halim melantik lima pejabat tinggi pratama hasil lelang jabatanSERANG-Gubernur Banten Wahidin Ha...
18/01/2018

Gubernur Banten Wahidin Halim melantik lima pejabat tinggi pratama hasil lelang jabatan

SERANG-Gubernur Banten Wahidin Halim har ini, Jumat (12/01/2017), melantik lima pejabat tinggi pratama hasil lelang jabatan di lingkup pemerintahan provinsi Banten yang sebelumnya telah mengikuti rangkaian seleksi. “Saya Gubernur Banten dengan ini secara resmi saya melantik saudara dalam jabatan pimpinan tinggi pratama dilingkungan Provinsi Banten. Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” ucap Gubernur Wahidin di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang. Kelima pejabat setingkat Esselon II tersebut yaitu M. Yusuf sebegai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan,Ekonomi dan Keuangan. Komarudin Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ade Ariyanto Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Gunawan Rusminto Kepala Biro Pemerintahan, dan Nana Suryana Kepala Biro Bina Infastruktur dan Sumber daya Alam. Gubernur Wahidin berharap pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing serta mampu menjabarkan visi-misi Pemerintah Provinsi Banten. “Kepada pejabat yang baru kalian harus bisa menyesuaikan diri dengan semangat Gubernur dan Wakil Gubernur,” katanya. Gubernur mengungkapkan, pejabat yang dilantik merupakan hasil rangkaian seleksi yang dilakukan Panitia Seleksi sesuai aturan yang berlaku. “Ada hak prerogratif, tapi hak itu juga berdasarkan penilaian Pansel yang akidah normanya sudah diatur. Apa yang harus dites, wawasan, psikologi, termasuk wawasan pemahaman tupoksi,” ungkap Gubernur. Pada kesempatan ini, juga dilakukan penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja para Kepala OPD dirangkaikan dengan penyerahan DPA SKPD/PPKKD tahun anggaran 2018. Gubernur juga mengungkapkan akan melakukan seleksi ulang untuk dua jabatan yang masih kosong yaitu Kepala Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan (ARTP) dan Kepala Biro Umum. Pasalnya hasil seleksi kedua jabatan tersebut tidak memenuhi persyaratan. “Kita konsisten kalau memang tidak memenuhi syarat. Nanti seleksi lagi. Waktu ya kapan-kapan juga bisa,” ungkap Gubernur seraya menekankan tetap akan melakukan evaluasi kinerja terhadap para pejabat yang sudah dilantik hasil seleksi. Gubernur WH juga mengimbau pejabat yang baru dilantik dan pejabat yang lama untuk segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab “Imbauannya, bekerja, kerja, kerja,” tegasnya. Hadir juga pada pelantikan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta, dan seluruh kepala OPD dilingkungan Pemprov Banten. Sumber : Sub. Bagian Peliputan dan Dokumentasi Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Banten

Gubernur WH : OPD Harus Bergerak Cepat Jalankan Program PembangunanSERANG - Gubernur Banten H. Wahidin Halim kembali men...
18/01/2018

Gubernur WH : OPD Harus Bergerak Cepat Jalankan Program Pembangunan

SERANG - Gubernur Banten H. Wahidin Halim kembali mengingatkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bergerak cepat dalam menjalankan sejumlah program pembangunan di Provinsi Banten. Salah satu langkah cepat dalam menjalankan program pembangunan adalah dengan menjalankan lelang pengadaan barang dan jasa baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
Gubernur mengatakan hal itu saat memimpin apel awal bulan di lapangan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Curug, Kota Serang, Senin (8/1/2017). Pada apel itu hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekretaris Daerah Ranta Soeharta, para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten.
“ULP (Unit Layanan Pengadaan-red)-nya jangan lambat. Ganti, kalau dinasnya lambat. Itu pun jadi pertimbangan kita. Kita harus bergerak cepat,” ujar Gubernur Banten menegaskan.
Proses lelang pengadaan, kata Gubernur, harus berjalan cepat agar program Pemerintah yang sudah terencana bisa terlaksana dengan baik dan sesuai target yang ditentukan Pemerintah. Oleh karenanya, Gubernur Wahidin Halim (WH) meminta OPD segera menyerahkan dokumen lelang kepada ULP untuk segera dilaksanakan proses lelangnya.
“November dan Desember harus selesai programnya,” kata Wahidin seraya mengatakan untuk pembangunan fisik baik infrastruktur maupun lainnya harus sudah berjalan paling lambat bulan Maret mendatang.
Gubernur menekankan selaku Kepala Daerah, akan terus memantau kinerja seluruh OPD setiap saat, dan akan melakukan tindakan manakala OPD tersebut tidak mau berbenah diri terutama dalam hal disiplin bekerja.
“Saya masih tetap menekankan pada prinsip disiplin. Makanya kepada Pak Wakil Gubernur, Pak Sekda, semuanya jajaran ayo kita gerakan disiplin. Karen itu bentuk tanggung jawab kita. Kerja baik, kerja keras, disiplin, saya kira itu syarat kita untuk melakukan pembangunan di Provinsi Banten ini,” ucapnya.
Memasuki awal tahun ini Gubernur WH mengingatkan agar seluruh OPD terus memacu kinerja dan tidak lalai.
“Saya minta Kabid (kepala bidang-red) harus memberikan supporting kepada kepala dinasnya. Kabid jangan ikut-ikutan, dan esselon IV termasuk didalamnya jangan tugasnya diserahkan kepada TKS (tenaga kerjsa sukarela-red), kasian mereka,” ucap Gubernur.
Gubernur menegaskan pergantian dan pelantikan pejabat dalam suatu pemerintahan adalah hal yang lumrah, karena setiap kepala pemerintahan tentu saja membutuhkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan capaian.
Gubernur berpesan agar para pejabat tidak melakukan hal-hal tidak dibenarkan. “Makanya tidak perlu kalian kasak-kusuk, cari jabatan apalagi bayar, nyuap. Tidak akan mempan. Kita terus diskusi dengan Pak Andika berkomunikasi, kita tegaskan bahwa kita selau komunikasi,” tegasnya. (***)

--

Gubernur Banten Ikut Resmikan Kereta Bandara Soekarno HattaTANGERANG  -   Gubernur Banten H. Wahidin Halim (WH) pada awa...
18/01/2018

Gubernur Banten Ikut Resmikan Kereta Bandara Soekarno Hatta

TANGERANG - Gubernur Banten H. Wahidin Halim (WH) pada awal tahun 2018 ikut Presiden Joko Widodo resmikan Kereta Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (02/01/2018).
Trek jalur KA (Kereta Api) ini meliputi Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri yang berada di wilayah DKI Jakarta, sementara yang melewati daerah Kota Tangerang, Banten, adalah Stasiun Batu Ceper dan langsung ke Bandara Soekarno Hatta.
Dalam kesempatan itu Presiden berharap setelah dilakukan resmikan Kereta Bandara Soetta bisa mengurai kemacetan dan memudahkan akses dari Kota Tangerang dan Jakarta.
Acara yang dimulai sejak pukul 08:30 WIB Presiden langsung disambut Gubernur Banten Wahidin Halim, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, dan Direktur Utama PT Railink Heru Kuswonto.
Sementara Gubernur Banten menyebutkan mudah-mudahan setelah Presiden resmikan Kereta Bandara semua pihak dapat mengambil keuntungan secara trasnportasi.
Pria yang kerap disapa WH ini menambahkan adanya moda trasnportasi Kereta Bandara Soetta dapat memudahkan masyarakat Banten yang beraktifitas ke Jakarta. Begitu juga sebaliknya, kereta api ini moderen dan sudah layak digunakan untuk sekelas Bandara Internasional Soetta.
“Akses model seperti ini sesuai dengan kebutuhan fasilitas trasnsportasi Bandara Soekarno Hatta, karena bandara ini termasuk bandara kelas internasional yang berada di Banten,” ujar Gubernur kepada wartawan, Selasa (2/1/2018).
Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan uji coba operasi sejak 26 Desember 2017 lalu dengan tarif promo sebesar Rp 30.000. Kini setelah tarif promo berakhir penumpang harus merogoh kocek sebesar Rp 70.000 untuk sekali jalan. (***)

Gubernur Banten Hadiri Haul Syech Abdul Qodir Jaelani Ke-59TANGERANG– Gubernur Banten H. Wahidin Halim menghadiri Haul  ...
02/01/2018

Gubernur Banten Hadiri Haul Syech Abdul Qodir Jaelani Ke-59

TANGERANG– Gubernur Banten H. Wahidin Halim menghadiri Haul Syech Abdul Qodir Jaelani ke-59 di Pondok Pesantren Al Istiqlahliyah, Desa S**a Manah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (31/12/2017).
Pada kesempatan itu, Gubernur mengatakan program Pemerintah Provinsi Banten antara lain sedang melakukan revitalisasi distinasi wisata religi Banten Lama. Kondisi Banten Lama yang selama ini dalam keadaan tidak beraturan ditata menjadi lebih baik.
“Para ustadz, guru ngaji, dan warga nanti bila berkunjung ke Banten Lama setelah direvitalisasi akan mendapat sausana yang indah dan rapi. Insya Allah dalam tahun anggaran ini sudah dapat diselesaikan oleh tim,” ujar Wahidin Halim.
Kalau selama ini, kata Wahidin, ada preman dan tukang palak nanti sudah tidak ada lagi. “Kalau selama ini uang parkir diminta sampai tiga kali tapi nanti kalaupun ada hanya sekali. Semua ditata dan ditertibkan agar wisata relegi ke Banten Lama dapat berjalan dengan baik dan sekaligus meningkatkan jumlah orang yang berkunjung ke sana,” ungkap Wahidin.
Selain menata Banten Lama, kata Gubernur, jalan menuju lokasi pun dirapikan agar memudahkan pengunjung membawa kendaraan dapat masuk dengan lega. “Insya Allah pada 2018 sudah dapat diselesaikan,” ucap Gubernur.
Pada acara haul tersebut hadir sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Banten dan hadir p**a Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, serta pejabat dari lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Jemaah yang hadir lebih dari sejuta orang.
“Warga yang datang dari berbagai kalangan baik yang ada di Banten maupun dari luar Banten. Ya, saya perkirakan ada sekitar 2 juta orang yang hadir,” tutur Soleh, salaha seorang pengunjung.
Acara dimulai pada Sabtu (30/12/2017) mulai pukul 20:00 sampai pukul 01:00 WIB Minggu (31/12/2017) dinihari. Pada sesi ini dilakukan pembacaan manaqiban Syech Abdul Khodir Jaelani yang dipimpin oleh seorang ustadz.
Selanjutnya acara dimulai dari pukul 07:00 sampai dengan pukul 12:00 WIB langsung dipimpin oleh KH Uci Turtusi yang juga menjadi pimpinan pondok pesantren. Seiring dengan tiba adzan sholat lohor, acara pun selesai. (***)

Gubernur Ingin Semua Jalan Rusak Bisa DiperbaikiSERANG – Gubernur Banten H. Wahidin Halim ingin menghabiskan seluruh jal...
02/01/2018

Gubernur Ingin Semua Jalan Rusak Bisa Diperbaiki

SERANG – Gubernur Banten H. Wahidin Halim ingin menghabiskan seluruh jalan rusak untuk diperbaiki agar menjadi bagus sehingga dapat digunakan oleh rakyat. “Saya akan menghabiskan jalan-jalan yang rusak berada di kabupaten dan kota di Banten,” ujar Wahidih Halim kepada wartawan di Kota Serang, Minggu (31/12/2017).
Gubernur mengatakan jalan provinsi yang tersebar di delapan kabupaten dan kota bila dalam kondisi rusak dapat menghambat aktifitas warga baik dalam melakukan kegiatan sosial maupun kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, perlu diperbaiki agar warga dapat berbagai kegiatan terurama perdagangan agar kesejahteraan meningkat.
Pada tahun anggaran 2018 ini, kata Gubernur, sudah disediakan dana sekitar Rp 1,3 triliun untuk perbaikan jalan atau infrastruktur agar jalan dan jembatan menjadi bagus. Namun, yang paling penting dalam pelaksanaan pembanguna proyek jalan dan jembatan tersebut tidak dikorupsi.
“Saya berharap dalam melaksanaan pembangunan tersebut, para pejabat dan kontraktor tidak mengkorupsi anggarannya. Kalau tidak dikorupsi pembangunan akan sesuai dengan rencana dan kuat,” tutur Wahidin yang mantan Walikota Tangerang dua periode tersebut.
Gubernur mengatakan pada tahun anggaran 2018 akan dibangun dan direhab jalan dan jembatan sepanjang 100 kilometer. “Jalan dan jembatan yang dibangun tersebut tersebar di delapan kabupaten dan kota. Doakan agar semua dapat berjalan sesuai dengan rencana,” ucap Wahidin.
Atas rencana tersebut, warga menyambut baik terutama yang berada di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. “Alhamdulillah Pak Gubernur akan memperbaiki dan membangun jalan dan memperbaiki yang rusak,” ucap Solihin.
Solihin yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek mengatakan kalau jalan bagus, akan banyak mendapatkan penumpang dan cepat menghantarkan ke tempat tujuan. “Bila jalan banyak yang rusak bikin lalulintas macet dan sepeda motor pun cepat rusak,” ujar Solihin sambil tersenyum. (***)

Wakil Gubernur Banten Bersama Walikota Tangsel Hadiri HUT Karang Taruna Tangsel Ke-8TANGSEL – Wakil Gubernur Banten Andi...
28/12/2017

Wakil Gubernur Banten Bersama Walikota Tangsel Hadiri HUT Karang Taruna Tangsel Ke-8

TANGSEL – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy hadir dalam acara peringatan HUT ke-8 Karang Taruna Tangsel di aula kantor Kecamatan Serpong Utara, Tangsel, Rabu (27/12) malam. Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani juga tampak hadir dalam acara tersebut bahkan memberikan sambutan. Dalam sambutannya di hadapan Ketua Karang Taruna Provinsi Banten yang juga Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Airin memuji Karang Taruna Tangsel sebagai organisasi pemuda di Tangsel yang aktif membantu Pemkot dan warga Tangsel dalam menangani permasalahan perkotaan.

“Terakhir, Karang Taruna Tangsel membantu kami, pemkot, dalam menangani persoalan sampah, yang memang persoalan sampah ini merupakan persoalan yang juga tidak gampang untuk ditangani di kota seperti Tangsel ini,” kata Airin disambuta riuh tepuk tangan anggota dan pengurus Karang Taruna se-Tangsel yang hadir dalam acara tersebut.

Diakui Airin, Karang Taruna Tangsel memiliki jaringan yang mengakar hingga ke tingkat kelurahan, sehingga memudahkan organisasi pemuda tersebut dalam melakukan kerja-kerja social membantu warga dan Pemkot Tangsel.

Tak berhenti hanya memberikan pujian, Airin bahkan berkenan menyumbangkan suaranya membawakan sebuah lagu dangdut terkenal berjudul Kopi Dangdut, menjelang dirinya pamit p**ang dari acara tersebut. Diiringi oleh band pengiring Karang Taruna Tangsel, Airin tampak menikmati membawakan lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi dangdut kawakan Fahmi Sahab tersebut.

Terkait pujian Airin tersebut, Ketua Karang Taruna Tangsel Abdul Rosyid membenarkan jika Karang Taruna Tangsel melalui kepengurusan di tingkat kecamatan telah melakukan upaya penanggulangan sampah untuk membantu Pemkot Tangsel mengatasi persoalan sampah. “Bentuknya mulai dari pengump**an sampah hingga industry kreatif berupa mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan yang bernilai ekonomi,” kata Rosyid.

Lebih jauh Rosyid mengungkapkan, banyak hal lain yang sudah dilakukan Karang Taruna di Tangsel terkait dengan pemberayaan pemuda dan masyarakat umum sebagai upaya ikut mengatasi persoalan pengangguran yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pemberdayaan dimaksud meliputi didorongnya para pemuda untuk menggeluti kewirausahaan.

Sementara itu, Andika Hazrumy dalam sambutannya mengaku, selaku wakil gubernur dirinya akan terus mendorong Karang Taruna di Banten untuk bisa menjadi partner atau mitra bagi pemerintah daerah seperti yang suah dilakukan Karang Taruna Tangsel. “Jadi sudah tidak jamannya lagi Karang Taruna menerima pembinaan dari pemerintah. Sekarang saatnya Karang Taruna menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” kata Andika. (*)

Gubernur Banten: Geser Kebutuhan Warga Jakarta Ke Kabupaten TangerangTANGERANG – Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengat...
28/12/2017

Gubernur Banten: Geser Kebutuhan Warga Jakarta Ke Kabupaten Tangerang

TANGERANG – Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menggeser kebutuhan DKI Jakarta ke Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menyediakan berbagai hal yang dibutuhkan warga DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Wahidin Halim di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Kabupaten Tangerang saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka hari jadi Pemerintah Kabupaten Tangerang Ke-74 tahun 2017 di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD, Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu, (27/12/2017).
Pada rapat yang dipimpin Ketua DPRD H. Mad Romli dimulai pukul 09:30 WIB, Wahidin menjelaskan kebutuhan warga DKI Jakarta dapat disediakan di Kabupaten Tangerang. “Di Jakarta tanah semakin sulit dan harganya semakin mahal sehingga sulit terjangkat oleh rakyat kecil. Nah, Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat memanfaatkan peluang tersebut,” ungkap Wahidin yang mantan Asisten Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Gubernur menjelaskan selain tempat tinggal dalam bentuk perumahan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga dapat menyediakan lokasi untuk industri. Kini industri semakin terus berkembang dan kepadatan jumlah penduduk di Jakarta sulit untuk membangun industri baru bahkan yang ada pun dipindahkan ke luar daerah.
“Nah, kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Saya harap Kabupaten Tangerang dapat dijadikan contoh untuk kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Semoga paradigma pembangunan yang akan ditempuh dan yang sudah ditempuh terus mengalami peningkatan, kerjasama lintas sektor semakin kompak, peningkatan pelayanan masyarakat semakin baik. Saya mengucapkan Dirgahayu yang Ke-74 Pemerintah Kabupaten Tangerang Gemilang,” tutur Gubernur.
Bupati Tangerang dalam sambutanya mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terlintas dibenak saat ini banyak sekali perkembangan-perkembangan maupun pembangunan yang terjadi sekarang ini. Terdapat capaian kinerja yang semakin baik, tentunya dengan berbagai macam koreksi, introspeksi, dan evaluasi, demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Tangerang Gemilang yang sesuai Visi dan Misi yang tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah-red) 25 program unggulan.
Pada setiap tahunnya APBD Kabupaten Tangerang terus mengalami peningkatan. Pada hari jadi ke-74 ini, Pemkab Tangerang mengambil tema “Menggali Tradisi, Menyemai Budaya, Menjaga Kearifan”. Saat ini Pemkab Tangerang terus melakukan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Baik dibidang pendidikan, kesehatan, dan sarana keagamaan.
"Semoga Kabupaten Tangerang ke depan lebih maju dan lebih baik, sehingga masyarakat Kabupaten Tangerang lebih sejahtera. Alhmadulilah Pemerintah Kabupaten Tangerang telah meraih banyak penghargaan. Hal ini merupakan atas dukungan dan kinerja seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah-red), dinas dan instansi serta masyarakat. Kami akan segera meresmikan Rumah Umum Sakit Daerah (RSUD) yang ketiga di Pakuhaji," ujarnya. (***)

Gubernur Menerima Anugerah Widyaiswara Ahli Utama Kehormatan dari Lembaga Administrasi Negara Republik IndonesiaPANDEGLA...
22/12/2017

Gubernur Menerima Anugerah Widyaiswara Ahli Utama Kehormatan dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia

PANDEGLANG - Gubernur Banten H. Wahidin Halim menerima Anugerah Widyaiswara Ahli Utama Kehormatan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia atas kontribusi dan dedikasi kepala daerah yang tinggi terhadap pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anugerah diberikan langsung oleh Kepala LAN Adi Suyanto kepada Gubernur Wahidin Halim pada acara peresmian empat gedung baru Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Banten, di Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Rabu (20/12/2017).

Selain meraih Anugerah Widyaiswara Ahli Utama, Wahidin Halim atau yang akrab disapa WH juga menerima sertifikat Akreditasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan dan Prajabatan dari LAN serta menerima sertifikat Akreditasi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Barang dan Jasa dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Kepala LAN RI Adi Suyanto mengatakan Anugerah Widyaiswara Ahli Utama adalah jenjang tertinggi Jabatan Fungsional Widyaiswara yang mempunyai tugas utama melakukan pendidikan pelatihan dan pengajaran (Dikjartih) dalam pelatihan ASN.

“Kami mengucapkan apresiasi kepada Pak Wahidin Halim, Gubernur Banten atas perhatian besar. Dari dulu beliau ini (Wahidin Halim-red) selalu bersama-sama dengan LAN di Komis II, beliau sering memberikan saran dan masukan kepada LAN dalam perbaikan pengembangan kompetensi ASN. Alhamdulillah saat ini menjadi Gubernur dan memberikan perhatian besar untuk pengembangan sumber daya manusia,” kata Adi.

Bahkan menurut Adi, pemberian dan anugerah kehormatan itu tidaklah sembarangan, karena dipilih sesuai persyaratan dan kriteria yang ditetapkan LAN dengan masukan dari Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI). Bahkan, Gubernur Wahidin Halim adalah Gubernur satu-satunya di Indonesia yang menerima anugerah ini.

“Kalau tidak salah ingat, Gubernur se-Indonesia yang mendapat WIdyaiswara kehormatan baru Bapak (Wahidin Halim-red). Karena sebelumnya, kita berikan kepada tiga menteri. Jadi Gubernur, Pak Wahidin ini untuk pertama kali,” ungkap Adi.

Atas penghargaan tersebut Wahidin mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dibawah kepemimpinanya bersama Wakil Gubernur Andika memiliki misi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Untuk merealisasikan misi tersebut perlu adanya dukungan SDM ASN (Sumber Daya Manusia Aparat Sipil Negara-red) yang professional, memiliki kompetensi dalam perencanaan, merealisasikan dan mengendalikan pelaksanaan program kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsinya,” jelas Wahidin.

Pada kesempatan itu, WH meresmikan empat gedung baru BPSDMD yang dibangun dari dana APBD Provinsi Banten. Rencananya gedung tersebut akan digunakan untuk penunjang pendidikan dan latihan kepemimpinan ASN di Provinsi Banten. Gubernur Wahidin berharap gedung ini bisa memperkuat lembaga BPSDMD dalam peningkatan SDM aparatur Pemerintah.

“Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan perlindungan kepada kita semua untuk mewujudkan Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan berakhlaqul karimah,” ucap Gubernur. (***)

Wagub Banten mendorong OPD Kejar Target 3 Zero HIV/AidsSERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy selaku Kepala Pelak...
19/12/2017

Wagub Banten mendorong OPD Kejar Target 3 Zero HIV/Aids

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy selaku Kepala Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Banten mengaku akan mendorong kinerja OPD atau organisais perangkat daerah Pemprov Banten dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/Aids di Banten. Hal itu mengingat, pemerintah pusat telah menetapkan target 3 zero angka HIV/Aids pada 2030 mendatang. 3 zero dimaksud adalah bebas infeksi HIV baru, bebas diksriminasi dan stigma pada pengidap HIV, serta bebas kasus kematian akibat AIDS.

“Di Banten sendiri jumlah pengidap terus bertambah setiap tahun. Keadaan ini adalah tantangan berat untuk mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) hingga tahun 2030, dimana di sektor penanganan HIV/Aids itu targetnya 3 zero,” kata Andika usai melakukan koordinasi dengan jajaran pengurus KPA Banten di ruang rapat Wakil Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (18/12).

Dikatakan Andika, selaku wakil gubernur dirinya akan meminta OPD anggota KPA Banten untuk all out melakukan upaya pencegahan dan penanganan HIV/Aids yang menjadi tupoksi atau tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Andika mencontohkan, di ranah pencegahan, dirinya akan meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pariwisata untuk lebih gencar melakukan program-program sosialisasi kepada remaja dan pelaku sektor pariwisata mengenai bahayanya HIV/Aids, sekaligus juga mengenai bagaimana menghindari terjangkit virus mematikan tersebut.

“Di ranah penanganan, saya akan meminta Dinas Kesehatan untuk lebih fokus melakukan program pengobatan kepada warga yang terjangkit. Serta kepada Dinas Sosial, saya akan meminta untuk membantu tugas penanganan pengidap HIV/Aids yang punya persoalan social,” papar Andika menambahkan.

Sekretaris KPA Provinsi Banten Encep Mukardi menambahkan, selain OPD di Pemprov Banten, keanggotaan KPA di tingkat provinsi juga terdiri dari sejumlah unsur lain, seperti unsur LSM, komunitas peduli HIV/Aids, hingga organisasi keagamaan dan lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang bersifat vertikal. “Jadi KPA itu memang kerjanya gotong royong, mulai dari kepengurusan di tingkat pusat hingga kabupaten/kota,” kata Encep.

Diungkapkan Encep, sebanyak 5.345 warga Banten yang tersebar di delapan kabupaten dan kota terjangkit virus HIV, dengan jumlah penularan sebanyak 721 orang yang baru tertular pada tahun 2016. “Ini dari keseluruhan jumlah kasus HIV/Aids di Banten yang mencapai 9.047 kasus. Artinya 54 persen kasusnya sudh ditemukan dan ditangani,” imbuhnya.

Mengenai modus penularannya sendiri, kata Encep, sejak tahun 2016 terjadi pergeseran modus penularan dari yang sebelumnya melalui jarum suntik narkoba dan perilaku homoseksual, menjadi penularan melalui hubungan s*x heteroseksual. “Jadi seperti penularan dari suami kepada istrinya. Tercatat pada tahun 2017 ini ada sebanyak 600 ibu rumah tangga yang tertular virus Aids dari 1.891 kasus yang ada, atau sekitar 12 persen penularan melalui hubungan s*x heteroseksual ini,” papar Encep menambahkan. (*)

Address

Serang

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:30
Tuesday 08:00 - 16:30
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:30
Friday 08:00 - 16:30

Telephone

+62254267117

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Donkey Rafles posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Donkey Rafles:

Share