Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN

Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN Research Center for Quantum Physics, National Research and Innovation Agency, Indonesia

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 12-5-2026"Miscellaneous contemplations on the dynamics of nonlinear quantum systems"๐Ÿ”– PEMBICA...
08/05/2026

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 12-5-2026
"Miscellaneous contemplations on the dynamics of nonlinear quantum systems"

๐Ÿ”– PEMBICARA:
Prof. Sebastian Deffner
Department of Physics
Quantum Science Institute
University of Maryland Baltimore County (UMBC), USA

๐Ÿ—“๏ธ KAPAN?
12 Mei 2026 (Selasa)
8.30-10.00 WIB

๐Ÿก DI MANA?
Online via Zoom meeting:
https://bit.ly/kolokium-20260512
Meeting ID: 95844764627
Passcode: quantum

๐Ÿ“š ABSTRACT:
Quantum mechanics is an inherently linear theory. However, collective effects in many body quantum systems can give rise to effectively nonlinear dynamics. In this talk, we discuss whether and to what extent such nonlinear effects can be exploited to enhance the rate of quantum evolution. To this end, we compute a suitable version of the quantum speed limit for numerical and analytical examples. We find that the quantum speed limit grows with the strength of the nonlinearity, yet it does not trivially scale with the โ€œdegreeโ€ of nonlinearity. This is then further elaborated on in the context of quantum thermometry. In particular, we show that quantum thermometers that are described by nonlinear Schrรถdinger equations allow for a significantly enhanced precision, that means larger quantum Fisher information. We conclude the discussion by introducing a generalized Landau-Zener model, in which nonlinear dynamics can be leveraged to suppress excitations and coherences of the corresponding linear scenario. As a final result, we show that the nonlinear term in the evolution equation acts like an effective shortcut to adiabaticity for the linear Landau-Zener problem.

๐Ÿ“ CATATAN:
๐Ÿ“Œ Kolokium ini GRATIS dan TERBUKA untuk umum, terutama mahasiswa, dosen, dan peneliti.
๐Ÿ“Œ Mohon maaf penyelenggara tidak menyediakan sertifikat.

โœจ Like/Follow/Subscribe to our social media:
๐Ÿ”— fb.com/quantumresearch.id
๐Ÿ”— instagram.com/quantumresearch.id
๐Ÿ”— youtube.com/

Selamat kepada Dr. Suci Winarsih, peneliti Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN, beserta tim kolaborasi riset atas keberhasil...
07/05/2026

Selamat kepada Dr. Suci Winarsih, peneliti Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN, beserta tim kolaborasi riset atas keberhasilannya menjadi salah satu penerima pendanaan Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026.

Proposal T3-ID445 mengangkat topik Inovasi dan Hilirisasi Produk Rare Earth Elements melalui penelitian berjudul:

โ€œAkselerasi Hilirisasi Rare Earth Elements dari Produk Samping Pertambangan menjadi Material Magnetokalorik Strategis untuk Pendinginan Hijau dan Penguatan Nilai Tambah Industri Indonesia.โ€

Penelitian ini berangkat dari potensi produk samping pertambangan, khususnya monasit, yang mengandung unsur tanah jarang seperti La, Ce, dan Nd. Melalui riset ini, produk samping tersebut akan didorong pemanfaatannya melalui proses pemulihan, clean up, separasi, sintesis, dan validasi menjadi material magnetokalorik strategis untuk mendukung teknologi pendinginan hijau.

Riset ini tidak hanya menargetkan pengembangan material maju, tetapi juga mengintegrasikan karakterisasi performa, komputasi dan machine learning, techno-economic assessment / TEA, kajian EHS, serta rekomendasi kebijakan untuk memperkuat arah hilirisasi REE di Indonesia.

Penelitian ini merupakan kolaborasi lintas kepakaran dan lintas institusi antara Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN, Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Pusat Riset Material Energi BRIN, Departemen Fisika Universitas Indonesia, RIKEN Nishina Center, dan Faculty of Science and Technology, Sophia University.

Semoga capaian ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat riset material strategis, mendorong hilirisasi sumber daya nasional, serta mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan untuk Indonesia.

๐Ÿท๏ธ BRIN QUANTUM PHYSICS COLLOQUIUM 07-05-2026"Infrared Study of Disorder Effects in Quasi-One-Dimensional Molecular Mott...
04/05/2026

๐Ÿท๏ธ BRIN QUANTUM PHYSICS COLLOQUIUM 07-05-2026
"Infrared Study of Disorder Effects in Quasi-One-Dimensional Molecular Mott Insulators"

๐Ÿ”– SPEAKER:
Dr. M. Khalish Nuryadin
Neutron Science and Technology Center
CROSS, Japan

๐Ÿ—“๏ธ WHEN?
7 May 2026 (Thu)
13.00-14.30 WIB

๐Ÿก WHERE?
Auditorium of Building 720
BJ Habibie Science and Technology Park
Jl. Puspiptek Raya 60, South Tangerang

Zoom meeting:
https://bit.ly/kolokium-20260507
Meeting ID: 96225520055
Passcode: quantum

๐Ÿ“š ABSTRACT:
The coexistence of Mott localization and unconventional quantum states in quasi-one-dimensional (Q1D) systems challenges the understanding of the role of disorder in strongly correlated systems. Among them, (BEDT-TTF)Cu[N(CN)2]2 is a candidate for a genuine monomer Mott insulator due to its intrinsic half-filling band with a Q1D zigzag chain structure along the c-axis, BEDT-TTF abbreviated as ET hereafter. However, a spin-singlet magnetic ground state was observed below Tc โ‰ˆ 25 K, contradicting the strong on-site Coulomb repulsion U per ET monomer. This coexistence of Mott and spin-singlet states raises an open question on whether charge disproportionation or a spin-Peierls instability drives the spin-singlet formation in the Q1D chain. To address this open question, infrared reflectivity measurement probes both the charge degree of freedom in the Mott-Hubbard band and the charge-sensitive ET vibration modes. We used BL43IR at SPring-8 to provide a focused beam for polarized infrared measurements on typical small organic single crystals. X-ray irradiation on an organic single crystal can introduce controlled disorder as a random potential to the conducting ET layer and affect its electronic properties. This controlled disorder tunes the interplay between Mott localization and unconventional quantum states in this Q1D system. In this talk, we will present IR spectra under the disorder effect to reveal Mott and unconventional quantum states in the Q1D system.

๐ŸŽ‰ CERITAKU (Cerita Kuantum) 2026 | EDISI #05โ€œTimelike Entanglement Entropy: Korelasi Kuantum pada Sistem yang Terpisah o...
02/05/2026

๐ŸŽ‰ CERITAKU (Cerita Kuantum) 2026 | EDISI #05
โ€œTimelike Entanglement Entropy: Korelasi Kuantum pada Sistem yang Terpisah oleh Waktuโ€

๐Ÿ‘‹ Halo Sobat-Q, bagaimana jika dua sistem kuantum bisa saling terhubung tidak hanya melalui jarak, tetapi juga waktu? Dalam mekanika kuantum, fenomena ini dikenal sebagai "quantum entanglement" atau "keterbelitan kuantum". Namun, bagaimana jika yang terpisah adalah masa lalu dan masa depan?

โš›๏ธ Melalui "holographic duality", entanglement dapat dihitung menggunakan geometri ruang-waktu dalam relativitas umum Einstein. Besarnya "entanglement entropy" berkaitan dengan luas permukaan tertentu dalam teori gravitasi.

๐Ÿ”ญ Dalam riset terbaru yang digawangi Dr. Hadyan (peneliti pascadoktoral di BRIN-Q alumnus Fisika ITB), "timelike entanglement entropy", yaitu ukuran entanglement untuk sistem yang terpisah oleh waktu, diinvestigasi dengan cukup mendalam. Permukaan untuk menghitung entropi ini tidak hanya berada di luar lubang hitam, tetapi juga bisa masuk ke dalam lubang hitam, bahkan mendekati singularitas.

๐Ÿ•ณ๏ธ Penelitian ini mempelajari perilaku timelike entanglement entropy pada lubang hitam yang dideformasi oleh medan skalar. Dalam holografi, medan skalar ini berkaitan dengan deformasi sistem kuantum di batas dan dapat mengubah geometri lubang hitam sampai ke interiornya.

๐ŸŒ€ Simetri yang sebelumnya selalu muncul di sistem 2 dimensi menjadi rusak akibat gangguan skalar ini. Struktur korelasi antar waktu ternyata lebih sensitif terhadap detail geometri daripada yang kita kira.

๐Ÿ“Š Analisis menunjukkan bahwa deformasi medan skalar dapat memperbesar bagian real dan menekan bagian imajiner dari timelike entanglement entropy. Hasil ini juga menunjukkan bahwa analytic continuation dari entanglement entropy biasa tidak lagi sepenuhnya cocok saat deformasi skalar hadir.

๐Ÿ”ฌ Studi ini diharapkan dapat membantu kita mendekati pertanyaan besar dalam fisika: bagaimana mekanika kuantum dan gravitasi dapat disatukan, serta bagaimana korelasi antar waktu dipengaruhi oleh gravitasi. Tertarik lebih jauh? Silakan baca paper-nya, ya.

๐Ÿ“š Referensi:
H. L. Prihadi et al., JHEP 04, 174 (2026).
DOI: 10.1007/JHEP04(2026)174

๐ŸŽ‰ CERITAKU (Cerita Kuantum) 2026 | EDISI #04"Fabrikasi Nanorod-ZnO tanpa pemanasan substrat dan katalis metal"๐Ÿ‘‹ Halo Sob...
27/04/2026

๐ŸŽ‰ CERITAKU (Cerita Kuantum) 2026 | EDISI #04
"Fabrikasi Nanorod-ZnO tanpa pemanasan substrat dan katalis metal"

๐Ÿ‘‹ Halo Sobat-Q! Tahu nggak kalau material berukuran 1D seperti nanorod punya "kekuatan super"? Karena dimensinya yang sangat kecil, material ini punya luas permukaan besar dan kemampuan menjebak cahaya ("light trapping") yang luar biasa. Sangat cocok untuk sensor dan perangkat optik masa depan!

โš›๏ธ Masalahnya: Penumbuhan nanorod biasanya butuh suhu sangat tinggi dan bantuan katalis logam (seperti emas). Panas tinggi bisa merusak substrat plastik/kaca, dan sisa logam katalis seringkali "mengotori" kemurnian material sehingga performa elektroniknya terganggu.

๐Ÿ’ก Solusi Riset: Tim peneliti dari BRIN dan Telkom University berhasil mendemonstrasikan fabrikasi nanorod ZnO tanpa pemanasan substrat dan tanpa katalis! Rahasianya ada pada teknik "off-axis" Pulsed Laser Deposition* (PLD).

๐ŸŒ€ Insight Teknis: Meski dilakukan pada suhu ruang, nanorod tetap tumbuh berkat energi tinggi dari spesies hasil tembakan laser dan efek "self-shadowing" akibat posisi tembakan yang miring ("off-axis"). Area kaya Zn menjadi titik awal nukleasi, sementara aliran gas oksigen menjaga kualitas kimiawi nanorod yang terbentuk.

๐Ÿ“Š Analisis: Hasil uji "photoluminescence" menunjukkan kualitas kristal yang jempolan dengan puncak emisi UV yang kuat pada 378 nm. Menariknya, meski sudah jadi, ukuran diameter nanorod ini masih bisa "diatur ulang" melalui proses pemanasan setelahnya ("post-annealing") sesuai kebutuhan aplikasi.

๐Ÿ”ฌ Dampaknya: Terobosan ini membuka jalan untuk menumbuhkan komponen nanoteknologi langsung di atas material yang sensitif terhadap temperatur seperti plastik, kaca, atau bahkan langsung di atas detektor canggih seperti SiPM. Dengan begitu, elektronik masa depan akan jadi lebih bersih, fleksibel, dan efisien!

๐Ÿ“š Referensi:
G. G. Redhyka et al., Physica Status Solidi A 223, e202500985 (2026).
DOI: 10.1002/pssa.202500985

๐Ÿฆ Penulis Ulasan: Joko Suwardy

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 28-04-2026"Beyond Mean-Field: Modeling Atom Interactions in Compact Rotation"๐Ÿ”– PEMBICARA:Dr. ...
20/04/2026

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 28-04-2026
"Beyond Mean-Field: Modeling Atom Interactions in Compact Rotation"

๐Ÿ”– PEMBICARA:
Dr. Jessica Eastman
The Australian National University, Australia

๐Ÿ—“๏ธ KAPAN?
28 April 2026 (Selasa)
13.30-15.00 WIB

๐Ÿก DI MANA?
Online via Zoom meeting:
https://bit.ly/kolokium-20260428
Meeting ID: 940 0666 3384
Passcode: quantum

๐Ÿ“š ABSTRACT:
Atomic matter-wave interferometers have demonstrated exceptional long-term stability in precision rotation sensing under controlled laboratory conditions. Translating this performance to compact, mobile platforms could revolutionise navigation technologies. Guided matter-wave gyroscopes, which confine ultracold atomic gases in optical potentials, offer a promising route toward miniaturisation and ruggedisation. However, the tight confinement required for portability inherently enhances interatomic interactionsโ€”introducing complex many-body effects that are absent in free-space configurations. To assess the feasibility of such devices, it is essential to quantify how atom-atom interactions degrade interferometric sensitivity. We present a detailed numerical characterisation using the multi-mode truncated Wigner method, which captures quantum fluctuations and spontaneous scattering processes beyond the scope of mean-field Gross-Pitaevskii treatments. We also perform an analytical analysis using a simple few mode ansatz in order to fully understand the underlying mechanisms by which the atom-atom interactions cause significant degradation. By isolating and characterising the degradation due to phase diffusion and four-wave mixing, we identify optimal operating regimes and design parameters for guided matter-wave gyroscopes. This work lays the foundation for compact, high-precision rotation sensors suitable for mobile platforms, and highlights the necessity of many-body quantum modelling in the development of practical cold atom technologies.

๐Ÿ“ CATATAN:
๐Ÿ“Œ Kolokium ini GRATIS dan TERBUKA untuk umum, terutama mahasiswa, dosen, dan peneliti.
๐Ÿ“Œ Mohon maaf penyelenggara tidak menyediakan sertifikat.

๐ŸŽ‰ CERITAKU (Cerita Kuantum) 2026 | EDISI #03โ€œMenggerakkan 'Magnetic Defects' dengan Cahayaโ€๐Ÿ‘‹ Halo Sobat-Q, Tahukah kamu ...
18/04/2026

๐ŸŽ‰ CERITAKU (Cerita Kuantum) 2026 | EDISI #03
โ€œMenggerakkan 'Magnetic Defects' dengan Cahayaโ€

๐Ÿ‘‹ Halo Sobat-Q, Tahukah kamu bahwa cacat magnetik ("magnetic defects") di dalam material bisa digerakkan tanpa arus listrik? Salah satu magnetic defect yang paling menarik adalah skyrmion, yaitu pusaran spin superkecil yang stabil karena sifat topologinya. Skyrmion sangat menjanjikan untuk memori dan perangkat logika generasi baru dalam spintronika.

โš›๏ธ Selama ini, skyrmion umumnya digerakkan dengan arus listrik. Namun, arus ini menimbulkan hamburan elektron pada kisi material sehingga terjadi disipasi energi. Karena itu, dibutuhkan cara kendali lain yang lebih efisien dan tidak bergantung pada aliran muatan.

๐Ÿ’ก Penelitian terbaru dari tim Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN bersama peneliti Fisika ITB menawarkan alternatif berupa cahaya terpolarisasi melingkar. Cahaya ini dapat membangkitkan "skyrmion number current", yaitu arus topologis yang muncul saat tekstur spin berubah dalam ruang dan waktu. Karena bukan arus elektron biasa, pendekatan ini berpotensi memberi kontrol yang lebih rendah disipasi.

๐ŸŒ€ Menariknya, cahaya membuat profil skyrmion mengalami "breathing" anisotropik, yaitu mengembang dan mengempis berbeda pada tiap arah. Deformasi dinamis ini memunculkan arus topologis yang ikut menentukan lintasan geraknya. Hasilnya, gerak skyrmion berkembang menuju orbit stabil berupa "limit cycle".

๐Ÿ“Š Analisis menunjukkan bahwa lintasan skyrmion dapat diatur oleh parameter fisis seperti kuat medan magnet luar, kopling Heisenberg, dan konstanta redaman Gilbert. Semakin besar intensitas cahaya, semakin besar p**a kecepatan rata-rata dan perpindahan stasioner skyrmion.

๐Ÿ”ฌ Studi ini masih bersifat teoretis, tetapi memberi penjelasan topologis yang kuat bagi kontrol optik skyrmion. Jika kelak terkonfirmasi lebih lanjut, pendekatan ini dapat membuka jalan menuju perangkat spintronika yang lebih efisien dengan kendali berbasis cahaya.

๐Ÿ“š Referensi:
E. S. Fadhilla et al., Phys. Rev. B 113, 054418 (2026).
DOI: 10.1103/rmcr-l765

๐ŸŽ‰ SELAMAT HARI KUANTUM SEDUNIA 2026! ๐ŸŽŠ๐Ÿ—“๏ธ Halo Sobat-Q! Tahukah kamu, 14 April (4.14) setiap tahunnya adalah World Quantu...
14/04/2026

๐ŸŽ‰ SELAMAT HARI KUANTUM SEDUNIA 2026! ๐ŸŽŠ

๐Ÿ—“๏ธ Halo Sobat-Q! Tahukah kamu, 14 April (4.14) setiap tahunnya adalah World Quantum Day! Angka 4.14 dipilih sebagai hari kuantum dengan mengambil beberapa digit pertama dari konstant Planck dalam satuan eV.s.

๐Ÿ—’๏ธ Selain 2025 (tahun lalu) yang merupakan International Year of Quantum Science and Technology, tahun 2026 merupakan tahun penting karena tepat berjarak 100 tahun dari persamaan Schrรถdinger dan aturan Born terpublikasikan, yang menghubungkan matematika "abstrak" dalam mekanika kuantum dengan hasil-hasil riil eksperimen.

๐Ÿ”— Setiap tahunnya, laman World Quantum Day mendata berbagai kegiatan yang diselenggarakan di seluruh dunia untuk menyemarakkan Hari Kuantum: https://worldquantumday.org/

โœ๏ธ Bagaimana dengan Pusat Riset Fisika Kuantum? Kami konsisten menyelenggarakan rangkaian kolokium dan seminar spesial dengan mengundang para ahli kuantum dari seluruh dunia. Sobat-Q wajib cek situs web, follow media sosial, dan YouTube kami untuk tahu informasi terbarunya.

๐Ÿ’กNamun, pada dasarnya bagi kami tidak mesti 14 April, SETIAP HARI ADALAH HARI KUANTUM... Dan kita berharap dengan kontribusi riset kuantum yang ada di BRIN-Q semoga Indonesia tidak ketinggalan-ketinggalan amat dalam menghadapi revolusi kuantum di dunia. Cekidot yah publikasi kita di: https://quantumresearch.id/publications.html

๐Ÿ“Œ Semoga Indonesia dapat mengambil momentum Hari Kuantum 4.14 untuk menuju Indonesia Emas 2045 ๐Ÿช™, yang diprediksi sudah berada dalam masa "Quantum Era"... ketika teknologi kuantum ada di sekitar kita, dari ๐Ÿ’ป komputer kuantum, ๐Ÿ—œ๏ธ pengindraan kuantum, hingga ๐Ÿ›œ jaringan kuantum...

Halo-halo, Sobat-Q! โš›๏ธโœจKampus, sekolah, atau instansi kamu pengin ada kuliah umum, sharing session, atau diskusi seru so...
10/04/2026

Halo-halo, Sobat-Q! โš›๏ธโœจ

Kampus, sekolah, atau instansi kamu pengin ada kuliah umum, sharing session, atau diskusi seru soal riset kuantum? Saatnya ajak para peneliti dari Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN hadir langsung ke tempatmu! ๐Ÿš€

Kami siap berbagi berbagai topik menarik, mulai dari quantum matter, quantum information, quantum devices, quantum simulation, sampai topik-topik frontier lain di fisika kuantum. Cocok banget buat mahasiswa, dosen, peneliti, maupun komunitas akademik yang ingin kenalan lebih dekat dengan dunia kuantum. ๐Ÿ”ฌ๐Ÿ’ก

Yuk, cek profil para peneliti kami di:
https://quantumresearch.id/people.html
Bisa juga langsung scan QR code di slide kedua ya ๐Ÿ“ฑ

Kalau sudah menemukan topik atau peneliti yang sesuai, kirim undanganmu melalui email:
๐Ÿ“ฉ [email protected]

Mari bawa diskusi kuantum yang seru, inspiratif, dan up-to-date ke kampusmu! ๐ŸŒŒ๐Ÿ”ฅ

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 16-04-2026"Semimetal Electronics"๐Ÿ”– PEMBICARA:Dr. Ilya Belopolski(Nanyang Assistant Professor)...
07/04/2026

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 16-04-2026
"Semimetal Electronics"

๐Ÿ”– PEMBICARA:
Dr. Ilya Belopolski
(Nanyang Assistant Professor)
of Electrical and Electronic Engineering,
Nanyang Technological University, Singapore

๐Ÿ—“๏ธ KAPAN?
16 April 2026 (Kamis)
13.30-15.00 WIB

๐Ÿก DI MANA?
Online via Zoom meeting:
https://bit.ly/kolokium-20260416
Meeting ID: 98709743262
Passcode: quantum

๐Ÿ“š ABSTRACT:
Semiconductors were first measured in the 1850s, and their counter-intuitive properties confused & frustrated scientists for nearly a century. The semiconductor transistor was only invented in 1947, making semiconductors useful for computers. With the discovery of graphene in 2004, scientists became fascinated by semimetals. Our community worldwide has now explored the compensated semimetal WTe2, the Dirac semimetal Na3Bi, the polar Weyl semimetal TaAs, the Weyl ring semimetal Co2MnGa and a zoo of other materials [1-6]. Despite their fascinating physics, semimetals are not yet useful. In this talk, I argue that driving materials across the phase transitionโ€”between semimetal and semiconductorโ€”is the most natural way to operate a semimetal. We recently turned a Weyl semimetal โ€˜onโ€™ and โ€˜offโ€™ for the first time in (Cr,Bi)2Te3, using chemical doping & temperature to drive the phase transition to a semiconductor [7-8]. Now, we urgently need to find more materials exhibiting a semimetal-semiconductor transition, drive the transition at high frequency [9], and understand how such โ€˜semimetal switchesโ€™ could surpass semiconductor transistors.

๐Ÿ“ CATATAN:
๐Ÿ“Œ Kolokium ini GRATIS dan TERBUKA untuk umum, terutama mahasiswa, dosen, dan peneliti.
๐Ÿ“Œ Mohon maaf penyelenggara tidak menyediakan sertifikat.

โœจ Like/Follow/Subscribe to our social media:
๐Ÿ”— fb.com/quantumresearch.id
๐Ÿ”— instagram.com/quantumresearch.id
๐Ÿ”— youtube.com/

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 31-03-2026โ€œStrange Metals from Disorderโ€๐Ÿ”– PEMBICARA:Dr. Yili WangAsia Pacific Center for Theo...
25/03/2026

๐Ÿท๏ธ KOLOKIUM FISIKA KUANTUM 31-03-2026
โ€œStrange Metals from Disorderโ€

๐Ÿ”– PEMBICARA:
Dr. Yili Wang
Asia Pacific Center for Theoretical Physics

๐Ÿ—’๏ธ KAPAN?
31 Maret 2026 (Selasa)
13.00-14.30 WIB

๐Ÿก DI MANA?
Online via Zoom meeting:
https://bit.ly/kolokium-20260331
Meeting ID: 971 0856 3118
Passcode: quantum

๐Ÿ“š ABSTRACT:
Without a satisfactory theoretical description, strange metals remain among the most puzzling problems in modern physics. In this talk, I will show how strange-metal behaviour can arise from disorder. It has been demonstrated that Yukawa-type all-to-all interactions between electrons and scalar bosons lead to linear-in-temperature resistivity, a key hallmark of strange metals. Building on this result, I will consider QED-type random interactions, as well as more general multi-field interactions in arbitrary dimensions. I will argue that Yukawa-type and QED-type interactions in (2+1) dimensions may constitute the fundamental building blocks underlying linear resistivity.

๐Ÿ“ CATATAN:
๐Ÿ“Œ Kolokium ini GRATIS dan TERBUKA untuk umum, terutama mahasiswa, dosen, dan peneliti.
๐Ÿ“Œ Mohon maaf penyelenggara tidak menyediakan sertifikat.

๐Ÿ“ Like/Follow/Subscribe to our social media:
https://fb.com/quantumresearch.id
https://instagram.com/quantumresearch.id
https://youtube.com/

Address

Kawasan PUSPIPTEK Serpong
Serpong
15314

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN:

Share