BPMSP Bekasi Ditjen PKH

BPMSP Bekasi Ditjen PKH Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan (BPMSP) Merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanain RI

BALAI PENGUJIAN MUTU DAN SERTIFIKASI PAKAN
DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN
KEMENTERIAN PERTANIAN

[Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila]Hari ini, 1 Juni, hari dimana diperingati lahirnya pancasila.Pancasila bukan ...
01/06/2026

[Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila]

Hari ini, 1 Juni, hari dimana diperingati lahirnya pancasila.

Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi panduan hidup yang mempersatukan kita semua, warga Negara Republik Indonesia.

Mari bersama menjaga dan mengimplementasikan Pancasila demi Indonesia yang lebih maju.


[Selamat Memperingati Hari Raya Waisak]Semoga peringatan Hari Raya Waisak menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai...
31/05/2026

[Selamat Memperingati Hari Raya Waisak]

Semoga peringatan Hari Raya Waisak menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai kebijaksanaan, kedamaian, dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.

_Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta_🙏🏻


Wamentan Sudaryono: Produksi Pangan Naik, Impor Ditekan, Pertanian Gerakkan Ekonomi DaerahJakarta - Wakil Menteri Pertan...
29/05/2026

Wamentan Sudaryono: Produksi Pangan Naik, Impor Ditekan, Pertanian Gerakkan Ekonomi Daerah

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus ad interim Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan sektor pertanian kini menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah seiring keberhasilan pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional dan menekan impor berbagai komoditas strategis.

Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar menyebut kebijakan peningkatan produksi pangan dan pengurangan impor memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat desa.

“Dulu uang kita dipakai memperkaya negara lain lewat impor. Sekarang uang yang sama berputar di petani kita sendiri. Ini yang membuat ekonomi daerah bergerak,” kata Wamentan Sudaryono dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor yang digelar di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, sektor pertanian memiliki efek ekonomi yang sangat luas karena langsung menyerap tenaga kerja, membuka peluang usaha baru, hingga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di desa.

Ia mencontohkan keberhasilan Indonesia menghentikan impor beras konsumsi medium pada 2025 serta tercapainya swasembada jagung dan gula konsumsi telah menciptakan ruang produksi baru di dalam negeri yang sebelumnya diisi produk impor.

“Artinya ada lapangan pekerjaan baru, ada masyarakat yang tadinya tidak berdaya menjadi berdaya karena produksi meningkat,” ujar Sudaryono yang juga merupakan anak seorang petani asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah itu.

Wamentan Sudaryono mengatakan, peningkatan produksi pangan nasional dicapai melalui berbagai program percepatan produksi seperti p***anisasi, pipanisasi, perbaikan irigasi, optimalisasi lahan rawa, hingga pemberian benih unggul serta alat dan mesin pertanian. Kementerian Pertanian, lanjutnya, telah membagikan sekitar 70 ribu p***a untuk meningkatkan indeks pertanaman lahan dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun.

Repost

[Selamat Hari Raya Idul Adha 1447H]Keluarga besar BPMSP mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Hari ini bukan hanya te...
27/05/2026

[Selamat Hari Raya Idul Adha 1447H]

Keluarga besar BPMSP mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Hari ini bukan hanya tentang berkurban, tapi tentang belajar melepaskan yang kita cintai demi ketaatan kepada-Nya.

Di hari yang penuh berkah ini, semoga setiap doa dan pengorbananmu menjadi jalan pulang menuju ridha-Nya. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447H 🐐🐏🐂
Semoga hati kita semakin lapang, ikhlas, dan penuh syukur.



Kementan Kerahkan Ribuan Petugas Pastikan Kurban Aman dan Sehat Jelang IduladhaJakarta - Kementerian Pertanian (Kementan...
26/05/2026

Kementan Kerahkan Ribuan Petugas Pastikan Kurban Aman dan Sehat Jelang Iduladha

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah berjalan aman, sehat, dan kondusif melalui penguatan pengawasan hewan kurban di seluruh Indonesia. Pemerintah menegaskan seluruh proses kurban harus memenuhi aspek kesehatan hewan, keamanan pangan, kesejahteraan hewan dan sesuai dengan syariat agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengatakan Iduladha bukan hanya momentum ibadah keagamaan, tetapi juga momentum penting menjaga kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

“Kita ingin menjaga Iduladha berjalan dengan lancar dan aman karena ini merupakan ‘hari raya bagi peternak’. Proses penyembelihan hewan kurban juga kita awasi dan pantau agar terjaga dari sisi kesejahteraan hewan, kesehatan hewan, sanitasi, kondisi ekologis, serta terjaminnya daging yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Agung di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Untuk mendukung pengawasan tersebut, Kementan menerjunkan sedikitnya sebanyak 8.633 petugas pemantau hewan kurban dari berbagai unsur pemerintah, organisasi profesi veteriner, dan perguruan tinggi. Para petugas bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan pemotongan, hingga pemantauan keamanan pangan asal hewan di berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaan pemantauan dilakukan secara terpadu bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Perkumpulan Paramedik Veteriner Indonesia (PAVETI), serta civitas akademika Fakultas atau Sekolah Kedokteran Hewan di Indonesia.

Repost

26/05/2026

[Get Ready with Me]

Sobat pakan sudah tahu belum? Ini dia layanan yang ada di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan Bekasi.


Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin KuatMalang — Kementerian Per...
22/05/2026

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus memperkuat pengembangan industri perunggasan nasional yang modern, sehat, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan pembangunan Farm dan Hatchery Grand Parent Stock (GPS) Broiler milik PT Berdikari di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Langkah nyata dukungan pemerintah terlihat dalam kegiatan kunjungan lapangan atau onsite review yang dilaksanakan pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan masterplan pembangunan yang sebelumnya telah dilakukan di Jakarta, sekaligus menjadi bagian dari proses pengawalan pengembangan kawasan breeding farm nasional.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh pengembangan breeding farm GPS nasional yang sejalan dengan kebijakan pengembangan perbibitan unggas dan penerapan prinsip biosecurity sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 34 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan/atau Standar Produk dan Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pertanian.

“Pemerintah mendukung pengembangan breeding farm GPS yang memenuhi aspek teknis, biosecurity, dan tata kelola usaha sesuai Permentan Nomor 34 Tahun 2025. Pendampingan ini dilakukan agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan standar perbibitan modern dan mendukung penguatan industri perunggasan nasional,” ujar Hary Suhada.

Menurutnya, keberadaan breeding farm nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan bibit unggas berkualitas, memperkuat keberlanjutan usaha perunggasan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani masyarakat.

Repost

Tokoh Nasional Din Syamsuddin Apresiasi Mentan Amran, Indonesia Kini Tak Bergantung Impor BerasSurabaya – Tokoh nasional...
21/05/2026

Tokoh Nasional Din Syamsuddin Apresiasi Mentan Amran, Indonesia Kini Tak Bergantung Impor Beras

Surabaya – Tokoh nasional Din Syamsuddin menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas keberhasilan pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional hingga Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor beras. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara agraris sejatinya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Secara teoritis Indonesia sebagai negara besar sering disebut sebagai negara agraris, maka Indonesia tidak akan kelaparan dan tetap mampu mencapai swasembada pangan, baik beras maupun komoditas lainnya, bahkan ikan,” ujar Din Syamsuddin secara Daring dalam kegiatan di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Din Syamsuddin mengaku selama ini tidak langsung mempercayai narasi mengenai kekurangan beras nasional. Sebab, menurutnya, persoalan pangan di masa lalu tidak lepas dari adanya mafia pangan yang memanipulasi data serta mengacaukan harga bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya sejak dulu mengamati adanya mafia pangan yang memanipulasi data dan mengacaukan harga, khususnya bahan pokok yang diperlukan masyarakat. Karena itu saya percaya dengan apa yang dinyatakan Kementerian Pertanian dan Bulog yang sekarang menyimpan lebih dari 5 juta ton beras. Ini sesuatu yang patut kita syukuri,” jelasnya.

Ia menilai capaian stok cadangan beras pemerintah yang kini menembus lebih dari 5 juta ton menjadi bukti Indonesia mampu mencapai swasembada pangan tanpa harus bergantung pada impor beras seperti yang terjadi pada masa lalu.

“Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan khususnya tidak mengimpor beras. Karena itu menurut saya hasil rekayasa para mafia pada masa lampau tidak boleh terulang kembali,” tegasnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Mentan Amran yang dinilai bekerja cepat dan serius menjalankan amanat Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Repost

[Komitmen Membangun Budaya Integritas dimulai dari Peningkatan Pemahaman Bersama SNI ISO 37001:2025]Dalam membangun buda...
21/05/2026

[Komitmen Membangun Budaya Integritas dimulai dari Peningkatan Pemahaman Bersama SNI ISO 37001:2025]

Dalam membangun budaya anti korupsi, BPMSP bekerja sama dengan PT. EQA IMS SERTIFIKASI mengadakan kegiatan Inhouse Training SNI ISO 37001:2025 tentang Sistem Manajeman Anti Penyuapan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memahami perubahan standar SNI ISO 37001 :2025 sekaligus memperkuat penerapan sistem manajemen anti penyuapan di lingkungan kerja.

Dengan semangat transparansi, kepatuhan, dan profesionalisme, mari bersama menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan terpercaya.

Address

Setu
17320

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:31 - 16:31

Telephone

+628111122945

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BPMSP Bekasi Ditjen PKH posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to BPMSP Bekasi Ditjen PKH:

Share