12/06/2026
Sibolga - Dalam upaya memperkuat pemahaman demokrasi dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya netralitas aparatur sipil negara (ASN), Bawaslu Kota Sibolga menggelar kegiatan Konsolidasi Demokrasi di Peace Coffe, Kota Sibolga, Jumat (05/06/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Dedek Irma Suryani Nasution dan Rina Ananda Purba, ASN yang bertugas di Rumah Sakit Dr. Ferdinand Lumbantobing, sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Herfisani Hutagalung, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Sibolga.
“ASN memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan. Oleh karena itu, sikap netral harus terus dijaga agar pelayanan publik tetap berjalan dengan baik dan kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi tetap terpelihara,” ujar Herfisani.
Dedek Irma Suryani Nasution mengungkapkan bahwa dalam praktiknya ASN sering berada pada posisi yang tidak mudah ketika memasuki masa pemilu. Di satu sisi ASN memiliki hak politik sebagai warga negara, namun di sisi lain mereka dibatasi oleh aturan yang mengharuskan mereka tetap netral.
“ASN harus mampu menempatkan diri secara profesional. Tantangan terbesar bukan hanya memahami aturan, tetapi juga menjaga sikap dan perilaku agar tidak menimbulkan persepsi keberpihakan di tengah masyarakat,” jelas Dedek.
Senada dengan itu, Rina Ananda Purba menyampaikan bahwa netralitas ASN harus dipahami bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari etika profesi yang melekat pada setiap aparatur negara. Ia menilai bahwa ASN yang netral akan lebih dipercaya masyarakat dalam memberikan pelayanan publik.
Sementara itu, Rina Ananda Purba menilai pemanfaatan media sosial perlu terus ditingkatkan agar informasi mengenai tugas, fungsi, serta program-program Bawaslu dapat menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda.
Herfisani Hutagalung menyampaikan apresiasi kepada para narasumber atas pandangan dan pengalaman yang dibagikan selama diskusi.