23/08/2026
Enam wisatawan asal Inggris menjajal derasnya aliran Sungai Lae Renun di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, dengan kayak. Mereka menempuh lintasan sekitar 10 kilometer dalam waktu dua jam, Sabtu (22/8/2026).
Rombongan yang terdiri atas lima pria dan satu wanita itu memulai pengarungan dari sekitar jembatan Dusun Borno, Desa Sungai Raya. Mereka kemudian menyusuri aliran Lae Renun hingga garis finis di jembatan Dusun Bakal Sipoltong, Desa Sipoltong, Kecamatan Siempat Nempu Hulu.
Cuaca cerah turut mendukung perjalanan sehingga seluruh peserta dapat menyelesaikan pengarungan tanpa kendala berarti.
Salah seorang peserta, James Edward, mengaku terkesan dengan panorama alam sepanjang aliran Sungai Lae Renun. Selain menikmati pemandangan, ia juga mendapatkan pengalaman menarik saat melewati sejumlah jeram.
“Pemandangan di sepanjang aliran sungai sangat indah. Jeramnya juga cukup seru,” ujar James seusai menyelesaikan pengarungan.
Meski demikian, James menilai karakter Sungai Lae Renun relatif bersahabat dibandingkan sejumlah sungai ekstrem yang pernah mereka jelajahi sebelumnya.
Menurutnya, kondisi sungai yang cenderung dangkal dan tidak banyak memiliki turunan curam membuat tingkat kesulitan pengarungan berada pada kategori sedang.
“Kami sebenarnya mengincar aliran yang lebih deras dan menantang. Meski belum sepenuhnya sesuai ekspektasi, jalurnya masih sangat bagus untuk dinikmati,” katanya.
# # # Berpotensi Jadi Wisata Olahraga Air
Kehadiran enam wisatawan Inggris tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Dairi. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi, Iwan Taruna Berutu, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wisata sungai di daerah itu.
Menurut Iwan, Sungai Lae Renun memiliki peluang dikembangkan sebagai destinasi olahraga air, khususnya arung jeram.
“Kehadiran warga asing ini diharapkan mampu mendongkrak geliat olahraga arung jeram di Dairi,” katanya.
Iwan mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu kelancaran kegiatan tersebut, di antaranya BPBD, pemerintah kecamatan dan desa serta Polsek Tigalingga.
Enam wisatawan Inggris yang mengikuti pengarungan tersebut sebagian besar merupakan mahasiswa. Mereka terdiri atas Daniel Joshua Murray (23), Solomon James (21), Katie Jane (21), James Edward (23), James Peter (23) dan Harvey Jacob (23).
Sebelum menjajal Lae Renun, rombongan telah mengeksplorasi sejumlah sungai di Sumatera Utara. Di antaranya Sungai Bah Bolon Pematangsiantar, Bah Kuo Simalungun, Aek Silau, Sungai Asahan, Sungai Batang Toru/Aek Godang Tapanuli Utara, Aek Simonggo Parlilitan Humbang Hasundutan serta Lae Kombih di Kabupaten Pakpak Bharat.
Lae Renun menjadi salah satu lintasan dalam petualangan mereka menyusuri sungai-sungai di Sumatera Utara.
Pengarungan tersebut sekaligus menunjukkan potensi Lae Renun sebagai destinasi wisata olahraga air. Keindahan panorama dan karakter alirannya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam dan petualangan.
Jika dikembangkan dengan pengelolaan yang baik, Sungai Lae Renun berpeluang menjadi salah satu destinasi arung jeram di Dairi sekaligus memperluas pilihan wisata berbasis alam bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.