27/02/2023
Penyediaan Bahan Tanam Unggul dibahas dalam FGD Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Kakao dan Kopi Kabupaten Sigi
Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Investasi Kakao dan Kopi Berkelanjutan dengan tema "Penyediaan Bahan Tanam Unggul". Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi pada tanggal 24 Februari 2023 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan narasumber yang kompeten di bidangnya. Bupati Sigi diwakili Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Kepala Balai Penelitian Tanaman Indusri (BALITRI) Kementerian Pertanian, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah, Tim Teknis Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Sulawesi Tengah serta para petani dan kelompok tani turut hadir dalam kegiatan tersebut.
FGD yang bertujuan untuk membahas tentang investasi kakao dan kopi berkelanjutan di Kabupaten Sigi, dengan fokus pada penyediaan bahan tanam unggul, membahas mengenai strategi pengembangan tanaman kakao dan kopi yang berkelanjutan, mulai dari pemilihan bahan tanam unggul, pemilihan bibit, teknik penanaman, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Selain itu, juga dibahas mengenai pengembangan produk turunan kakao dan kopi, seperti cokelat dan kopi bubuk, serta strategi pemasaran produk tersebut agar dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kakao dan kopi di pasar.
Diharapkan dengan adanya kegiatan FGD ini, para petani dan kelompok tani di Kabupaten Sigi dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas mengenai investasi kakao dan kopi berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kakao dan kopi di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi yang diwakili oleh Asisten II Bidang Pembangunan dan ekonomi, yang juga hadir dalam FGD tersebut, menyampaikan pentingnya investasi kakao dan kopi berkelanjutan bagi daerahnya. Menurutnya, investasi tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerahnya, terutama petani dan kelompok tani. "Saat ini, produksi kakao dan kopi di Kabupaten Sigi masih sangat rendah. Oleh karena itu, kami perlu meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman kakao dan kopi di daerah kami. Kami berharap melalui kegiatan FGD ini, para petani dan kelompok tani di daerah kami dapat memperoleh informasi dan pengetahuan yang lebih luas mengenai pengembangan tanaman kakao dan kopi yang berkelanjutan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BALITRI Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan teknis dan penelitian untuk pengembangan tanaman kakao dan kopi di Kabupaten Sigi. "Kami siap memberikan dukungan teknis dan penelitian untuk pengembangan tanaman kakao dan kopi di Kabupaten Sigi. Kami berharap melalui kegiatan FGD ini, kami dapat bersama-sama menciptakan solusi yang terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao dan kopi di daerah ini," ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, kegiatan FGD tersebut sangat penting untuk menggali berbagai informasi terkait investasi kakao dan kopi berkelanjutan, serta untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, petani, dan kelompok tani dalam pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Sigi. "Saya berharap dengan adanya kegiatan FGD ini, kita dapat bersama-sama mencari solusi terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao dan kopi di Kabupaten Sigi. Serta, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani dan kelompok tani di daerah ini," ungkapnya.
Tim Teknis BSIP Sulawesi Tengah (ir. Yakob Bunga dan Hamka Biolan, SP.) juga menyampaikan pentingnya standar mutu dan keamanan produk kakao dan kopi, sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global. Untuk itu, pihaknya siap memberikan bimbingan teknis dalam hal pengembangan produk turunan kakao dan kopi, serta peningkatan mutu produk.
Kegiatan FGD ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah, petani, dan kelompok tani dalam mengembangkan sektor perkebunan di Kabupaten Sigi. Selain itu, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta membangun jaringan kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan perkebunan kakao dan kopi yang berkelanjutan.
Jayalah Pertanian Indonesia.