06/01/2024
αEαͺα©αα©αα©α α·EααΌα©αGα©
Pada tahun 1923, sembilan orang terkaya di dunia bertemu di Chicago's Edge Water Beach Hotel.
Kekayaan gabungan mereka, diperkirakan, melebihi kekayaan Pemerintah Amerika Serikat pada saat itu, Orang-orang ini pasti tahu bagaimana mencari nafkah dan mengumpulkan
kekayaan.
Menghadiri pertemuan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Presiden perusahaan baja terbesar,
2. Presiden perusahaan utilitas terbesar,
3. Presiden perusahaan gas terbesar,
4. Presiden Bursa Efek New York,
5. Presiden Bank of International Settlements,
6. Spekulan gandum terbesar,
7. Beruang terbesar di Wall Street,
8. Kepala Ekonomi Terbesar Dunia &
9. Anggota kabinet
Presiden Harding.
Mereka adalah barisan orang yang sangat mengesankan dengan ukuran orang lain.
Namun, 25 tahun kemudian, di mana sembilan raksasa industri itu?
Mari kita periksa apa yang terjadi pada mereka setelah 25 tahun kemudian.
1. Presiden perusahaan baja terbesar (Bethlehem Steel Corp),
Charles M Schwab, hidup dengan uang pinjaman selama lima tahun sebelum dia meninggal bangkrut.
2. Presiden perusahaan gas terbesar,
Howard Hubson, menjadi gila !
3. Salah satu pedagang komoditi terbesar (Wheat Speculator),
Arthur Cutten, meninggal bangkrut.
4. Presiden New York Stock Exchange,
Richard Whitney, dikirim ke penjara.
5. Anggota Kabinet Presiden AS (anggota kabinet Presiden Harding),
Albert Fall, diampuni dari penjara hanya untuk bisa p**ang dan mati dalam damai.
6. "Beruang" terbesar di Wall Street,
Jesse Livermore melakukan bunuh diri.
7. Presiden monopoli terbesar di dunia,
Ivar Krueger, melakukan bunuh diri.
8. Presiden Bank of International Settlement,
Leon Fraser, melakukan bunuh diri.
9. Presiden perusahaan utilitas terbesar,
Samuel Insull, meninggal tanpa uang sepeser pun.
Pengalaman yang dialami oleh orang orang sukses diatas menjadi pelajaran yang baik.
β Mereka lupa bagaimana "membuat" hidup menjadi berarti saat mereka sibuk dan menghasilkan uang banyak !
"Uang itu sendiri tidak jahat" memberi diri bekerja untuk menyediakan makanan serta kebutuhan keluarga dan berbagi untuk orang lapar, memberikan obat untuk orang sakit, membantu pakaian untuk orang yang membutuhkan dan segudang kebaikan lainnya adalah sangat penting.
Tapi ingat uang hanya merupakan alat tukar yang di dapat bukan karena jerih lelah kita tapi karena anugerahNya.
Kita butuh belajar dan melihat kepada orang orang yang baik dan tepat bagaimana mencari nafkah yang benar dan bagaimana kita menjalani hidup diusia produktif dengan baik.
Ada banyak dari kita yang begitu asyik dengan kehidupan profesional kita sehingga kita mengabaikan tanggung jawab keluarga, kesehatan dan sosial kita.
Jika ditanya mengapa kita melakukan ini, kita akan menjawab bahwa "Kami melakukannya untuk keluarga kami".
Namun, anak-anak kita sedang tidur saat kita meninggalkan rumah.
Mereka sudah tidur saat kita kembali ke rumah !!
Dua puluh tahun kemudian, kita akan kembali kerumah, dan menemukan mereka anak anak kita semua akan pergi untuk mengejar impian dan hidup mereka sendiri.
Siklus hidup ini yang harus dicermati agar tidak menjadi luka dikemudian hari.
Tanpa air, kapal tidak bisa bergerak.
Kapal membutuhkan air tapi jika air masuk ke kapal, kapal akan menghadapi masalah serius.
Demikian p**a kita hidup di saat produktif kita akan berusaha mengejar apa yang dibutuhkan sampai lupa waktu dan lupa diri.
Jangan biarkan keserakahan masuk ke dalam hati kita, karena apa yang dulunya kita cari sampai mengabaikan segalanya akan menghancurkan kita pada akhirnya
Kunci kesuksesan kita yang akan bertahan abadi jika kita letakkan TUHAN sebagai prioritas hidup.
Hidup hanya singkat sejauh mana kita melangkah dan mendapatkan hasil jangan melupakan Tuhan sang sumber berkat.
βAkan semudah kita membalikkan tangan ketika Tuhan mengambil kembali apa yang dititipkanNya untuk kita.
ππβ€β€ππ