06/04/2019
Launching Kampung Neem (Ponpes Pertanian Al-Fatawi)
๐๐"tanah gersang"
(surga yang terpendam)๐พ๐ท๐บ
Dalam serangkaian acara launching kampung neem yang dilaksanakan di pondok pesantren pertanian al fatawi terdapat hal menarik yang dapat di ambil manfaatnya. Hal itu terkait tentang neem dan pemanfaatan tanaman lainnya.
Eh ngomong". Sudah pada tau neem itu belum.??
Kenalan dulu ya karena tak kenal maka tak sayang hehe. ๐๐
Neem merupakan tanaman yang dikenal masyarakat Indonesia sebagai pohon mimba (azadiracta indica). Tanaman ini merupakan tanaman yang memiliki sejuta manfaat dengan berbagai kandungannya. Kandungan yang paling dikenal luas dari pohon ini adalah kandungan azadiractin yang berfungsi sebagai racun bagi bebagai jenis hama dan penyakit tanaman.
Hampir semua bagian dari pohon ini dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan baku industri dan bahan pertanian......
Itu sekilas tentang neem ya. Untuk lebih jelasnya bisa cari di mbah google ya heheheh๐..
Kita tidak akan membahas detail nemm ini, yang ingin saya tekankan disini adalah temuan menarik dari serangkaian kegiatan soft launching kampung neem yang dilaksanakan oleh pondok pesantren pertanian alfatawi di desa Sletreng Kabupaten Situbondo.๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Berawal dari ngaji tani yang di berikan oleh prof Nasih yang merupakan dosen UGM dan aktif dalam pengembangan botanik. Beliau menyampaikan banyak tentang pemanfaatan neem dan bagaimana mengelolanya. Mulai dari penyiapan bibit hingga pada pengolahan daun dan pohonnya. Daun pohon neem ini memang sudah banyak di teliti di berbagai perguruan tinggi sebagai bahan utama pembuatan pestisida nabati sehingga tidak heran kalo neem sudah dikenal luas. yang lebih kereeen lagi bisa dijadikan teh juga lho hehehe.. Beliau juga menyampaikan bahwa buah dan kulit pohon neem ini manfaatnya juga besar, misalnya sebagai bahan untuk obat-obatan, salep, bahan kosmetik..
gimana kebayang kan kalo selama Ini neem yang hanya dipandang sebelah mata ternyata menyimpan sejuta manfaat.. benar benar surga yang terpendam.
Tidak hanya sampai disitu serangkaian acara soft launching ini dilanjutkan dengan ekplorasi wilayah sekitar pesantren. Semua aspek di eksplorasi mulai dari alam sekitar dan kondisi sosial masyarakat disekitar pesantren. Nah disinilah letak menariknya. Kenapa saya bilang begitu yuks simak penjelasannya..๐๐
Dari hasil eksplore ini Prof Nasir menemukan berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan lingkungan dan masyarakat sekitar seperti adanya potensi pengembangan neem, adanya tanaman buah yang dapat dikembangkan seperti srikaya dan sirsat yang tahan terhadap kekeringan serta berbagai jenis tanaman lain yang sebenarnya memiliki manfaat luar biasa. Sletreng yang notabenenya merupakan tanah gersang dengan berbagai permasalahan airnya, ternyata menyimpan sejuta potensi luar biasa.. tidak hanya itu eksplorasi ini juga memunculkan berbagai macam ide seperti:
1. Bagaimana menciptakan terobosan terhadap neem ini sehingga mampu menjadi bahan sumber pendapatan dan pengembangan sumberdaya masyarakat sekitar yang ramah lingkungan.
๐จโ๐พ
2. bagaimana mengelola gulma yang jumlahnya melimpah ruah untuk dijadikan sebagai bahan pupuk organik sehingga menghilangkan stigma di masyarakat bahwa gulma Itu musuh.โ๐
3. Manfaatkan pohon jaranan yang dapat tumbuh pada berbagai kondisi alam yang mencekik sebagai sumber pakan ulat sutra dan bahkan pupuk organik.๐๐
3. Bagaimana mengelola lahan kering yang menjadi agroforestri organik yang memikat.๐
4. Menciptakan wadah bagi warga untuk dapat mengembangakan tanaman bonsai dalam mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
5. Pemanfaatan sistem pengairan tadah hujan dengan pembuatan kolam air bawah tanah, sistem Biopori, sistem tadah dengan tong, hingga pada sistem bendungan aliran sungai dengan sistem bertingkat.
6. Memanfaatkan tanaman lokal dan langka disekitar pesantren untuk pengembangan ekonomi dan bahkan inventarisasi tanaman tersebut.
7. Memanfaatkan potensi hayati dan microorganisme lokal untuk mendukung sistem pertanian organik...
Serta masih banyak lagi ide dan gagasan yang muncul dari hasil eksplorasi tersebut..
Sementara untuk bagaimana mewujudkan ide tersebut akan saya lanjut pada episode 2 berikutnya ya _(supaya penasaran)_ wkwkwkw ...
Dari sini sudah ada pandangan bukan bahwa tanah gersang seperti di desa Sletreng ini menyimpan potensi surga luar biasa..๐๐
Oke lanjut...
Dalam acara Ini juga dilakukan demo tentang ember tumpuk sebagai upaya mengurangi sampah dan memperbaiki kesuburan tanah. Lagi lagi pembahasan ini episode 2 ya.. hihihi๐คญ๐คญ
Lanjut..
Acara launching Ini kemudian di tutup dengan closing statemen yang disampaikan dari beberapa pakar yang hadir dalam acara misalnya :
Bpk. Agus Salim (penggerak ngaji tani)
Beliau menyampaikan bagaimana mengembangkan neem untuk memberdayakan masyarakat sekitar ditinjau dari aspek sosial dan kultur masyarakat yang ada. Hal itu juga di dukung dengan adanya kondisi adat masyarakat sekitar yang begitu menghargai pohon mimba ini, meskipun belum tau pemanfaatannya wkwwkwk. Yang menarik dari apa yang beliau sampaikan adalah bagaimana kondisi masyarakat sekitar yang bisa bertahan hidup tanpa bekerja. Hal ini belum dapat dijangkau oleh nalar saya pribadi bahkan mungkin juga ilmu pengetahuan. Tetapi Hal itu bisa terjadi dikarenakan kebiasaan masyarakat untuk saling berbagi makanan dengan tetangga disekitarnya.. hemmm
benar benar surga sosial masyarakat bukan..๐ต๐ต
Selanjutnya closing statemen dari Prof. Nasih (penggerak pertanian sistem botanik).
Beliau menyampaikan dua hal yang pertama adalah bagaimana menginventarisasi tanaman lokal dan pemanfaatannya. Sehingga ini menarik dimana saat ini lokasi sletreng yang benar benar gersang mampu menyimpan potensi lokal yang luar biasa untuk dikembangkan. Potensi tersebut dapat berasal dari tanaman maupun kemungkinan agen hayati yang ada kawasan pesantren. Yang kedua beliau lebih menekankan pada peningkatan prospek neem dalam berbagai sisi serta bagaimana membangun wadah yang terus fokus pada pengembangannya.
Hemmm surga lokal juga pontensi yah ternyata wkwkw...
Statemen selanjutnya dari Alumni Ikamaja (pakar lingkungan dan tatakelola lahan)
Beliau menyampaikan bagaimana membangun potensi sletreng dengan sistem agro forestri. Sistem yang beliau tawarkan yaitu mengembangkan tanaman yang mampu menghasilkan dalam jangka pendek, menengah dan tahunan dalam satu kawasan Sletreng sehingga lahan ini dapat berproduksi secara kontinyu dengen mengedepankan pada tanaman buah.
Terakhir dari Bpk. Durrul Izza Alfatawi yang menyampaikan tentang bagaimana mengkombinasikan semua Ide yang telah ada sehinggan menjadi ledakan ide yang luar biasa dan dimulai dengan langkah mengembangkan neem ini..
Dari sini tentu kita sudah ada pandangan bahwa Sletreng memiliki surga terpendam yang luar biasa bukan...
Memang ya pepatah yang mengatakan tongkat dan batu menjadi tanaman Itu benar adanya...hehe
Soo. Intinya pesan saya mari kita mulai menggali potensi lokal disekitar kita untuk menjadi sumber kebermanfaatan untuk sesama dan lingkungan.. karena TUHAN sudah menyiapkan surga terpendam disekitar kita...
petani muda
Santri tani
๐พ๐๐๐
By: NURIL M. ARIF.