BRMP D.I Yogyakarta

BRMP D.I Yogyakarta Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Daerah Istimewa Yogyakarta

03/09/2026

Mahasiswa Poltektan Pangkep Belajar Proses Expor Salak di CV. Mitra Turindo Sleman

SLEMAN, DIY. Mahasiswa Politeknik Pertanian Pangkajene Kep**auan (Pangkep) Sulawesi Selatan melaksanakan kunjungan lapang ke CV. Mitra Turindo di Wonokero, Turi, Sleman pada Sabtu, 29 Agustus 2026. CV Mitra Turindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor salak, merupakan asosiasi dari 10 Kelompok Tani di wilayah Turi dan Pakem Sleman yang telah memiliki sertifikasi produk salak organik.

Beragam hal yang dipelajari terkait budidaya salak, cara membedakan pohon salak jantan dan betina, cara penyerbukan, perawatan dan pemeliharaan serta panen dan pasca panen.

Pengamatan langsung juga dilakukan pada penyiapan produk salak ekspor yang telah menggunakan alat modern meliputi pembersihan buah, sortasi, grading, inspeksi dan packaging hingga salak siap dikirim dengan ekspedisi melalui Pelabuhan Udara Soekarno Hatta dan Ngurah Rai Bali. Sebanyak 5,4 ton buah salak dikirim dengan negara tujuan ekspor ke China dan Thailand.

Melalui kunjungan lapang ini diharapkan para mahasiswa dapat belajar bahwa potensi produk pertanian khususnya buah eksotis Indonesia mempunyai peluang pasar ekspor yang tinggi ke mancanegara. Selain menjadi sumber devisa, harga yang terjamin juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani untuk terus melestarikan keberlanjutan budidaya buah Nusantara.

03/09/2026

From Classroom to The Real World...
Great Experiences with BRMP DIY....

🕊️ TURUT BERDUKA CITA 🕊️Pimpinan dan Keluarga Besar BRMP DIY menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas ...
03/09/2026

🕊️ TURUT BERDUKA CITA 🕊️

Pimpinan dan Keluarga Besar BRMP DIY menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berp**angnya Bapak Asdianto, S.P., M.T., Kepala BRMP SDLP.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.



[08.27, 3/9/2026] Ari Widya: 🌾 JUMAT LITERASI BRMP DIY 🌾📍 Pemanfaatan Pemetaan dan Data Spasial untuk Pengelolaan Pertan...
03/09/2026

[08.27, 3/9/2026] Ari Widya: 🌾 JUMAT LITERASI BRMP DIY 🌾

📍 Pemanfaatan Pemetaan dan Data Spasial untuk Pengelolaan Pertanian Berbasis Wilayah

Pertanian modern membutuhkan data yang akurat untuk menghasilkan keputusan yang tepat. Melalui pemetaan dan pemanfaatan data spasial, pengelolaan pertanian dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan berbasis karakteristik wilayah. 🗺️🌱

Pada Jumat Literasi kali ini, BRMP DIY mengajak Sobat Tani mengenal bagaimana data spasial dapat mendukung perencanaan, pemantauan, dan pengambilan keputusan pembangunan pertanian, sehingga potensi wilayah dapat dioptimalkan untuk mewujudkan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan modern.

✨ Dari data menjadi informasi, dari informasi menjadi aksi untuk pertanian yang lebih maju!







[08.29, 3/9/2026] Ari Widya: 🌱 Why Should You Intern at BRMP DIY? 🌱

Curious about what it’s like to learn and grow in the world of modern agriculture? 🌾

Here’s what a student from the Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya has to say about their internship experience at BRMP DIY!

✨ Gain hands-on experience
🌾 Learn about modern agricultural technologies
🤝 Work with professionals and agricultural practitioners
💡 Turn knowledge from campus into real-world experience
🚀 Build skills, networks, and confidence for your future career

BRMP DIY — where agricultural knowledge meets real-world innovation.

Ready to take your learning beyond the classroom?
Your internship journey starts here! 🌱







Rilis Kementan, 2 September 2026Nomor: B-703/HM.160/7/09/2026Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petan...
03/09/2026

Rilis Kementan, 2 September 2026
Nomor: B-703/HM.160/7/09/2026

Mentan Amran: PM-AAS Gandakan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naik

Subang — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperbesar pendapatan petani. Metode yang telah diuji sekitar dua tahun tersebut menunjukkan hasil produksi yang dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan pola budidaya konvensional.

Mentan Amran mengatakan PM-AAS kini mulai diterapkan di sejumlah provinsi melalui demfarm. Hasil pengujian menunjukkan produktivitas yang sebelumnya rata-rata berada di kisaran 5–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan 13 ton per hektare.

“Hasilnya sangat menggembirakan, naik dua kali lipat. Yang dulu rata-rata 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan ada 13 ton per hektare,” kata Mentan Amran, Rabu (2/9).

Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi tersebut terutama didorong oleh optimalisasi pop**asi tanaman dalam satu hektare. PM-AAS mengatur jarak tanam sehingga jumlah tanaman dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa harus menambah luas lahan.

“Kalau pop**asi 800 ribu, 13,8 gram dikalikan 800 ribu itu sekitar 11 ton. Kalau 900 ribu sekitar 12 ton, dan 1 juta bisa mendekati 13 ton,” jelasnya.

Bagi petani, peningkatan produktivitas tersebut memberikan peluang peningkatan pendapatan yang jauh lebih besar dibandingkan tambahan biaya budidaya. Mentan Amran menyebut tambahan biaya untuk benih, pupuk, dan kebutuhan budidaya akibat peningkatan pop**asi sekitar Rp2 juta per hektare.

“Lebih tinggi Rp2 juta, tetapi penghasilannya naik Rp30 juta, Rp35 juta. Jadi bertambah biaya Rp2 juta tetapi bertambah penghasilan Rp35 juta,” ujar Mentan Amran.

Dengan harga pembelian gabah pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, kenaikan produksi dari sekitar 5 ton menjadi 10 ton per hektare berarti penerimaan kotor petani meningkat sekitar Rp32,5 juta per hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa tambahan biaya budidaya relatif kecil dibandingkan potensi tambahan penerimaan dari peningkatan produksi.

“Kalau dulu 5 ton nilainya sekitar Rp32 juta, kalau 10 ton sekitar Rp65 juta. Ada delta, sementara pengeluaran untuk menambah pop**asi ini hanya sekitar Rp2 juta per hektare,” katanya.

Selain meningkatkan pop**asi tanaman, PM-AAS menggunakan sistem direct seeding atau tanam langsung. Benih ditanam langsung tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit.

“Ini langsung direct seeding. Tidak ada lagi biaya untuk pembibitan. Pembibitan bisa memakan waktu dua sampai tiga minggu, kemudian pindah tanam. Ini langsung,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, efisiensi waktu tersebut juga membuka peluang peningkatan indeks pertanaman, terutama pada lahan yang memiliki dukungan irigasi memadai. Waktu yang lebih singkat memungkinkan lahan dimanfaatkan lebih optimal untuk penanaman berikutnya.

Untuk mempercepat penerapan PM-AAS, pemerintah menyiapkan skema subsidi benih. Mentan Amran mengatakan pemerintah menargetkan penerapan metode tersebut sedikitnya pada 1 juta hektare secara nasional pada tahun depan.

“Untuk tahun depan kita anggarkan minimal 1 juta hektare. Kita mulai sekarang, tetapi tahun depan minimal 1 juta hektare,” kata Mentan Amran.

Jika produktivitas meningkat sekitar 5 ton per hektare, penerapan PM-AAS pada 1 juta hektare berpotensi menambah produksi sekitar 5 juta ton gabah. Skala tersebut menunjukkan besarnya dampak PM-AAS jika diterapkan secara luas, sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional tanpa harus bergantung pada penambahan luas lahan.

Mentan Amran menegaskan peningkatan produktivitas merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Strategi tersebut dilakukan dengan meningkatkan produktivitas, memperkuat indeks pertanaman, menekan biaya produksi, serta memastikan harga gabah tetap memberikan keuntungan bagi petani.

“Bagaimana meningkatkan produktivitas, bagaimana meningkatkan planting index. Produktivitas naik karena pop**asinya bertambah. Pupuk ada tambahan sekitar Rp2 juta karena pop**asinya lebih banyak, tetapi setelah dihitung masih menguntungkan,” katanya.

Ia menilai kombinasi produktivitas yang meningkat, harga pupuk yang lebih terjangkau, serta HPP gabah Rp6.500 per kilogram menjadi fondasi penting untuk memperkuat keuntungan petani.

“Produktivitas naik, harga pupuk turun, harga gabah HPP Rp6.500, produktivitas naik, petani sejahtera,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, PM-AAS pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai perubahan metode tanam, tetapi bagaimana satu lahan yang sama mampu menghasilkan produksi lebih tinggi dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Solusi pertama adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Yang kedua adalah keberlanjutan swasembada pangan, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan. Dampaknya luar biasa,” tegasnya.

BRMP DIY Lantik Lima Pejabat FungsionalSLEMAN, DIY – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY melaksanakan...
03/09/2026

BRMP DIY Lantik Lima Pejabat Fungsional

SLEMAN, DIY – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi lima Pejabat Fungsional pada Rabu, 2 September 2026. Kegiatan dilaksanakan secara daring di BRMP DIY.

Pelantikan ini merupakan bagian dari pemenuhan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, yang mewajibkan setiap Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan untuk dilantik dan mengucapkan sumpah/janji jabatan sesuai agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lima pejabat yang dilantik yaitu Dwi Nur Susanti, S.Si. sebagai Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda; drh. Sutarti sebagai Medik Veteriner Ahli Muda; Defiana Prastiti, S.P., M.Sc. sebagai Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Ahli Pertama; Yoga Prasetiyo Aji, A.Md. sebagai Pengawas Bibit Ternak Terampil; dan Fx. Aribowo Septiyanto sebagai Pengawas Mutu Pakan Terampil.

Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, integritas, dan kompetensi para pejabat fungsional dalam menjalankan tugas serta memberikan kontribusi bagi pembangunan dan modernisasi pertanian.

Dengan jabatan baru, hadir p**a tanggung jawab baru untuk memberikan kinerja dan pelayanan terbaik.

🌽 SINGKIRKAN YANG MENYIMPANG, HASILKAN BENIH UNGGUL! 🌱Roguing menjadi salah satu tahapan penting dalam produksi benih ja...
03/09/2026

🌽 SINGKIRKAN YANG MENYIMPANG, HASILKAN BENIH UNGGUL! 🌱

Roguing menjadi salah satu tahapan penting dalam produksi benih jagung bermutu. Tanaman yang menyimpang dari karakter varietas diseleksi dan disingkirkan agar kemurnian varietas tetap terjaga.

Karena benih bermutu dimulai dari proses yang teliti. 💪🌽

Singkirkan yang menyimpang, pertahankan yang unggul, hasilkan benih berkualitas!

🌾 BRMP DIY | Mengawal Benih Bermutu untuk Pertanian Maju






02/09/2026

🌱 Masa Kerja Boleh Bertambah, Semangat Mengabdi Tak Boleh Berubah!

Setiap tahun masa kerja bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti perjalanan dalam mengabdi, berkarya, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Bersama BRMP DIY, mari terus menjaga semangat Loyal, BerAKHLAK, dan profesional dalam menjalankan tugas. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan dengan integritas dan tanggung jawab adalah bagian dari kontribusi untuk menghadirkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. 🇮🇩🌾

Setia dalam pengabdian, tulus dalam pelayanan, nyata dalam kontribusi.






Address

Jalan Stadion Maguwoharjo
Sleman

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP D.I Yogyakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share