O.TH Library & Bookshop

O.TH Library & Bookshop Library & Bookshop

Declare: Kamar Kerja Penerbit Jogja (1998-2007) ###vi + 352 hlm Harga 100K Bonus: poster genealogi penerbit Jogja 1984-2...
09/09/2020

Declare: Kamar Kerja Penerbit Jogja (1998-2007)
###vi + 352 hlm
Harga 100K

Bonus: poster genealogi penerbit Jogja 1984-2007

____
Sejak pertama terbit pada 2007 lalu oleh KBJ, buku ini naik cetak lagi pada 2016 oleh Octopus. Selain kaver bersulih, pada terbitan anyar juga plus denah genealogi penerbitan sejak era Salahuddin Press, 1984 silam.

Buku ini menambal kurangnya teroka ihwal dunia buku Yogya. Padahal, buku telah lama menjadi salah satu urat dari vorstenlanden ini. Meski begitu, penulisan ini tak sanggup membikin penyusun hatinya bungah. "Itupun cuma sampai 1984," kata penyusun, Lord of Chaos, Ade. "Kalau ada dana, aku ingin riset tentang perbukuan Yogya jauh lebih lama ketimbang ini," susulnya, buru-buru.

Buku ini, saya rasa, menjadi semacam karya antropologi perbukuan. Karena selain menjadi topik penulisan, penyusunnya juga bergulat jungkir balik di dalam dunia buku Yogya. Barangkali ada puluhan, atau ratusan nama orang yang disebut dalam buku ini. Mulai dari penerbit, pencetak, pembaca, atau gabungan ketigannya. Membaca buku ini juga akan memberikan pemahaman pada kita bahwa proses terciptanya buku hingga ke tangan kita tidaklah mudah.

___




.th

Pria ceking itu gemar memakai kaus putih dan bersandal jepit. Dengan potongan macam itu, ia bergerak ke mana-mana. Mengo...
26/08/2020

Pria ceking itu gemar memakai kaus putih dan bersandal jepit. Dengan potongan macam itu, ia bergerak ke mana-mana. Mengobarkan semangat, menyulut keberanian. Puisi di tangan kanan, orasi di tangan kiri. Itulah Thukul. Pria kelahiran Solo, lima puluh tujuh tahun silam. Di usia muda, ia telah menjadi pentolan Jaringan Kerja Budaya (Jaker) --salah satu divisi di tubuh PRD, partai yang pernah dipimpin Budiman, si futuris itu.

Ketika Thukul tahu wajahnya terpampang di berkala-berkala dan layar kaca, lawan yang berupaya ia jungkalkan ternyata sama dekat, nyaris seperti nadi. Sejak itu ia lebih sering bergerak ketimbang sebelumnya. Perasaan ketika tengah bersembunyi itulah yang oleh Anggi dibikin film "Istirahatlah Kata-Kata" yang diambil dari judul salah satu puisinya.

Tetapi, meski ia dikerubungi laler ijo --demikian katanya-- ia tak surut berlawan. "Dan kuhabiskan hidup untuk menentangmu," katanya yang ia guratkan dalam "Puisi Sikap". Meski ratusan jam telah ia lewati dengan merunduk, dan hanya mengakrabi "lalat, semut, kecoak" tapi ia tak surut berlawan. Walaupun mulut penguasa selalu dibenarkan dengan laras senapan, "tapi dengarlah aku tak akan minta ampun pada kemerdekaan ini," katanya, pada bait terakhir "Merontokkan Pidato".

Itu kata-katamu B**g Thukul, 22 tahun lalu. Sampai kapanpun tak akan padam. Tak akan pernah.

____



.th

Dua orang empunya O.TH sedang membincang perihal dua kematian: Sapardi dan Rosidi. Mendengar mereka mengobrol saja sudah...
01/08/2020

Dua orang empunya O.TH sedang membincang perihal dua kematian: Sapardi dan Rosidi. Mendengar mereka mengobrol saja sudah serasa kuliah berjam-jam, dan mengasyikkan. Perbincangan dimulai dari kump**an obituari Rosidi, Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari. Akhirnya menyerempet p**a pada meninggalnya Sapardi, beberapa waktu lalu--sastrawan yang mampu menyedot banyak perhatian di pengujung hayatnya. "Lantas, bagaimana dengan nasib sastrawan-sastrawan yang dianggap kiri ketika mereka berp**ang?" kata mereka. Siapa yang akan membuatkan mereka sepotong obituari?

Joe Sacco. Nama yang, bagi saya, terdengar asing. Sacco adalah seorang jurnalis. Dia datang meliput ke jantung Palestina...
22/07/2020

Joe Sacco. Nama yang, bagi saya, terdengar asing. Sacco adalah seorang jurnalis. Dia datang meliput ke jantung Palestina untuk mengais fakta-fakta kolonialisme abad XX. Ketika para jurnalis tak bisa masuk Gaza, dan memilih berpesta pora di kelab setempat, ia tak hanya berpangku tangan. Harap cemas moga bisa masuk. Ia bisa. Namun harus tanpa kartu pers, yang artinya, sama saja melepas rompi anti peluru.


Buku ini adalah laporannya tentang bagaimana konflik itu bermula. Namun, bukan dengan kata ia tuliskan laporannya, melainkan dengan medium komik!


Dan, buku yang ada dihadapan saya ini, oleh Arif Zulkifli, Pemred Majalah Tempo, merupakan salah satu buku berpengaruh bagi dia. "Memang bagus," kata Lord Adhe, ketika saya menanyakannya. "Aku punya, tapi di rumah," imbuhnya. Kini, di O.TH, selain buku itu, ada dua buku lainnya dari Sacco yang bisa p**a anda baca.





Dalam Bislangit di kaca jendela bergoyangterarah kemana wajah di kaca jendelayang dahulu jugamengecil dalam pesonaseberm...
20/07/2020

Dalam Bis


langit di kaca jendela bergoyang


terarah kemana wajah di kaca jendela
yang dahulu juga
mengecil dalam pesona


sebermula adalah kata
baru perjalanan dari kota ke kota
demikian cepat
kita pun terperanjat
waktu henti ia tiada


Sapardi, kita akan berjumpa di pemberhentian yang sama. Suatu ketika. Sampai jumpa.

B**g  kemarin tiba di Yogya, langsung tancap ke O.TH. Tapi ada yang beda. Kali ini bukan untuk singgah sementara waktu d...
15/07/2020

B**g kemarin tiba di Yogya, langsung tancap ke O.TH. Tapi ada yang beda. Kali ini bukan untuk singgah sementara waktu dan lantas pergi lagi ke Jakarta. Bukan. Kali ini, ia benar-benar meninggalkan Jakarta, kota yang, bagi dia sama persis seperti digambarkan Mochtar Lubis dalam Senja di Jakarta, selalu muram. Ia akan menetap di Yogya, bersama keluarga mungilnya. Tapi, kata dia, ternyata kepindahan itu tidak semudah yang ia bayangkan. Bagi istrinya yang tinggal di kota itu lebih lama darinya dan anaknya yang masih belia, mereka sama-sama punya banyak kenangan di Jakarta. Jakarta telah membentuk semacam jaring kehidupan. Beda bagi B**g Dodit, yang selalu membikin jarak antara dirinya dan Jakarta. Maka, untuk mengenang keriaan sekaligus kegundahannya, ia menulis esai untuk Jakarta, ini: bit.ly/tokohitam2

Membaca 'Rumah di Tanah Rempah' rasanya ada kemiripan dengan buku-buku karya Agustinus Wibowo. Sebagai sosok yang beperg...
07/07/2020

Membaca 'Rumah di Tanah Rempah' rasanya ada kemiripan dengan buku-buku karya Agustinus Wibowo. Sebagai sosok yang bepergian, Dalidjo dan Agustinus menjadi wakil mata kita. Apa yang kita tangkap, tak luput dari apa yang mereka gambarkan. Untungnya, mereka tidak sekadar menawarkan eksotisme lanskap, tapi juga kisah manusia di dalamnya yang tak jarang p**a diliputi kegetiran. Buku mereka laksana penghubung antara 'aku' dan 'kamu', 'kita' dan 'mereka'.

Betul. Lebih baik mundur, dan hidup dalam keadaan setengah tidur. Lupakan harapan akan hidup lebih baik. Terimalah nasib...
06/07/2020

Betul. Lebih baik mundur, dan hidup dalam keadaan setengah tidur. Lupakan harapan akan hidup lebih baik. Terimalah nasib. Kata
dalam 'Lupakan Allepo', "atau kita selesaikan dengan sinisme, demi uang atau kekuasaan, seperti yang dilakukan sebagian besar politisi yang aku jumpai." Maka itu, bersepakat dengan Paola jauh lebih baik, yaitu memilih dituduh seorang idealis ketimbang cap koruptor lekat di depan nama.

Ikhtiar kami memahami keindonesiaan! Kami sadar bahwa lebih dari sekadar bacaan untuk memahami hal yang begitu luas, sep...
01/07/2020

Ikhtiar kami memahami keindonesiaan! Kami sadar bahwa lebih dari sekadar bacaan untuk memahami hal yang begitu luas, seperti, Indonesia. Tetapi, telah kami tabalkan di muka ini adalah ikhtiar. Sudah barang tentu ini bukan titik akhir kami. Melalui serpihan-serpihan macam ini kami bersitatap dengan wajah Indonesia paling intim yang pernah kami cecap. Menjelajahi saban tempat, 'menyimak' kisah para penutur, membangkitkan memori masa silam, dan memahami jati diri kami. Mari, ikutlah!

Setelah berbulan-bulan terkurung pandemi, B**g  tampaknya gerah untuk segera beraktivitas. Esai perdananya di masa pande...
27/06/2020

Setelah berbulan-bulan terkurung pandemi, B**g tampaknya gerah untuk segera beraktivitas. Esai perdananya di masa pandemi ini "O'Brien" sebagai penggempur kebosanan. Esai ini menerangkan asal-usul nama Tokohitam yang ternyata bertaut erat dengan sejarah. Mengapa gerangan? Simak pranala berikut: bit.ly/tokohitam .
Tabe'

Sejak pandemi, tampaknya, berkebun jadi hobi. Orang-orang mulai memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah mereka. Di med...
23/06/2020

Sejak pandemi, tampaknya, berkebun jadi hobi. Orang-orang mulai memanfaatkan lahan kecil di sekitar rumah mereka. Di media sosial bertebaran orang-orang yang membagikan foto tumbuh-kembang kebun mereka. Tidak salah. Justru kabar baik. Orang-orang mulai peduli dengan ketahanan dapur sendiri.

Ini adalah lanskap O.TH terkini. Foto tempat ini juga diunggah sebagai status WhatsApp oleh seorang kawan, sore kemarin. Dan, kata kawan itu, beberapa jam setelah foto ini diunggah, ia mendapat banyak pesan yang mengomentari ihwal statusnya. "Sampai 20-an," katanya. "Berkebun ya?" kata dia lagi menirukan salah satu pesan.

Alih-alih kebun, bisa dibilang ini adalah percobaan proto-kebun. Lahannya kami garap asal-asalan beberapa pekan lalu. Bukan dengan cangkul, tetapi kami balik dengan arit, karena tak ada cangkul. Setelah itu, tetumbuhan seperti kacang panjang --yang kami semai dari biji kacang sisa untuk bikin sayur-- kami taburkan di atasnya. Lantas, ada kawan lagi yang membawa bibit terong, cabai, dan tomat. Kami jejalkan di sepetak lahan amat sempit itu.

Lagip**a, cara ini masih amat jauh dari benar. Misalnya, kerapatannya yang tidak pernah kami ukur, kedalaman menanam dan seberapa kuat akar akan berpaut dengan tanah, posisi lahan dengan penerimaan cahaya mentari. Untuk hal itu saja, kami abai. Jadi, ini jauh, amat jauh, dari kata kebun.

Perpanjangan waktu, kawan-kawan. Makin lama waktunya, makin banyak p**a tema yang bisa handai tolan racik ihwal serba-se...
17/06/2020

Perpanjangan waktu, kawan-kawan. Makin lama waktunya, makin banyak p**a tema yang bisa handai tolan racik ihwal serba-serbi, penanganan, dan apa saja tentang Covid 19 ini. Jadi, mari, tunggu apa lagi. Butuh informasi, colek .usd !




Address

Plosokuning 3, No. 48, Rt 13/Rw 5, Minomartani, Ngaglik, Yogyakarta
Sleman
55581

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00

Telephone

+6285785307383

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when O.TH Library & Bookshop posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to O.TH Library & Bookshop:

Share

Category