Penyuluh Agama Katolik Kab. Timor Tengah Selatan

Penyuluh Agama Katolik Kab. Timor Tengah Selatan Mari bersama wujudkan kehidupan beragama yang harmonis. Mengabdi sebagai Penyuluh Agama Katolik di Kantor Kementerian Agama Kab.

Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik Hadir untuk memberikan edukasi keagamaan, konsultasi masalah sosial-keagamaan, pemberdayaan umat, dan penguatan kerukunan antarumat beragama di masyarakat. TTS di bawah naungan Kementerian Agama RI

Pesta Kelahiran Santa Perawan MariaSelasa, 8 September 2026Matius, 1:1-16, 18-23Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta ...
08/09/2026

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Selasa, 8 September 2026
Matius, 1:1-16, 18-23

Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria. Sekalipun Injil hari ini berbicara tentang silsilah Yesus Kristus dan kisah Yusuf yang dikuatkan oleh malaikat Tuhan, tetapi justru menjadi pengingat bagi kita bahwa kehadiran Yesus ke tengah-tengah dunia tidak melalui peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Ia datang melalui perjalanan sejarah yang begitu panjang dan melibatkan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dalam perjalanan itu, Maria mendapat tempat yang istimewa sebab sebab Allah sendiri yang memilihnya terlibat dalam karya keselamatan-Nya dengan menjadi Bunda Tuhan. Allah telah mempersiapkan Maria sejak kelahirannya.
Terpilihnya Maria dalam karya keselamatan Allah sesungguhnya juga mengingatkan kita bahwa Allah bisa saja melakukan karya yang besar melalui hal-hal yang dipandang sederhana. Cara yang sederhana dari Allah tampak dalam sosok Maria gadis sederhana yang Ia pilih menjadi Bunda Tuhan.
Maria mengajarkan kepada kita bahwa hidup tidak harus selalu besar di mata manusia untuk menjadi berarti di hadapan Allah. Yang penting adalah kesediaan untuk membuka hati dan membiarkan Allah berkarya dalam hidup kita.
Semoga kita juga bisa memiliki kesediaan hati seperti Maria agar hidup kita sungguh menjadi sarana keselamatan bagi diri sendiri dan sesama.
Amin.

Pesan Sabda Senin, 7 September 2026Lukas, 6:6-11
07/09/2026

Pesan Sabda
Senin, 7 September 2026
Lukas, 6:6-11

Pesan SabdaKamis, 3 September 2026Lukas, 5:1-11Simon Petrus tentunya takjub di hadapan Yesus setelah semalaman tidak mam...
03/09/2026

Pesan Sabda
Kamis, 3 September 2026
Lukas, 5:1-11

Simon Petrus tentunya takjub di hadapan Yesus setelah semalaman tidak mampu menangkap apa-apa di danau Genesaret. Oleh karena kesediaan dirinya mengikuti perintah Yesus untuk kembali bertolak lebih ke dalam dan menebarkan lagi jala di sana, ia dan para koleganya mendapatkan ikan yang berlimpah. Simon takjub bukan semata-mata karena banyaknya ikan yang didapat, tetapi karena kuasa Yesus yang bekerja pada peristiwa itu.
Peristiwa menakjubkan yang dialami Simon tentunya tidak terlepas dari rasa percaya yang sungguh pada Yesus. Bayangkan saja, Simon yang lama berprofesi sebagai nelayan dan setelah sepanjang satu malam tidak mampu menangkap apa pun di danau, harus kembali ke tengah danau hanya karena mengikuti perintah Yesus, bukankah itu merupakan bentuk kepercayaan yang utuh dari Simon akan Yesus?
Tak tanggung-tanggung, Simon akhirnya diberi tanggung jawab yang begitu besar oleh Yesus sendiri. Ia bukan lagi menjadi seorang penjala ikan, tetapi telah menjadi penjala manusia. “Menjala manusia” bukan berarti menguasai atau memaksa orang lain, tetapi membawa mereka semakin dekat kepada kasih Tuhan melalui perkataan, teladan hidup, kepedulian, dan tindakan nyata.

Kisah pengalaman iman Simon Petrus dalam Injil hari ini mengajak kita untuk memiliki kerendahan hati menyerahkan segala kekhawatiran, kegagalan, keterbatasan, dan pergumulan hidup kita kepada Tuhan. Seperti Simon Petrus yang berani percaya kepada perintah Yesus, kita pun dipanggil untuk percaya bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana yang baik bagi kita sekalipun kita harus mengulangi lagi jalan perjuangan yang sama, asal kita memiliki kesediaan diri dan keterbukaan hati dalam iman yang utuh.
Tuhan selalu mempunyai cara mengantar kita pada pengalaman menakjubkan, pada keberhasilan, sukacita, dan dalam rupa-rupa berkat lainnya. Dalam pengalaman menggembirakan itu, sesungguhnya Ia telah meletakkan tanggung jawab bagi kita untuk melangkah menjadi pribadi yang mampu menghadirkan kasih, harapan, dan berkat bagi sesama. Kita juga dipanggil menjadi penjala manusia melalui setiap teladan hidup kita, lewat pikiran, perkataan, dan perbuatan, serta melalui karya dan profesi kita.
Semoga jala yang kita pegang tidak kita pakai untuk menjerat sesama jatuh dalam kerapuhan dan kegagalan, tetapi justru memanggil mereka berjalan bersama menuju kasih dan pengharapan dari Allah sendiri.
Amin.

Pesan Sabda Rabu, 2 September 2026Lukas, 4:38-44Injil hari ini mengisahkan Yesus hadir di tengah orang-orang banyak untu...
02/09/2026

Pesan Sabda
Rabu, 2 September 2026
Lukas, 4:38-44

Injil hari ini mengisahkan Yesus hadir di tengah orang-orang banyak untuk melakukan mukjizat penyembuhan. Ia hadir dalam kuasa ilahi untuk memulihkan yang sakit, mengusir berbagai rupa roh jahat, dan melayani semuanya dengan ketulusan dan kemurahan hati.
Namun, Yesus melontarkan satu pernyataan mendalam terkait tujuan kehadiran-Nya di tengah-tengah manusia. Pernyataan : “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus”, menunjukkan bahwa penyembuhan yang Ia lakukan hanyalah bagian dari misi Yesus, bukan inti dari seluruh misi-Nya. Yesus datang bukan hanya untuk menghilangkan penderitaan jasmani, melainkan terutama untuk membawa manusia kepada keselamatan sejati, yaitu dengan mewartakan kabar baik dan memperkenalkan Kerajaan Allah.
Misi Yesus sesungguhnya jauh melampaui keinginan lahiriah manusia. Ia tidak hanya datang untuk menyembuhkan tubuh dari berbagai penyakit, tetapi juga untuk menyembuhkan hati, membebaskan manusia dari belenggu dosa, dan membawa manusia pada keselamatan. Oleh karena itu, setiap penyembuhan yang dilakukan-Nya menjadi tanda hadirnya Kerajaan Allah dan panggilan bagi kita untuk mengalami serta mewartakan kasih-Nya.
Hendaknya melalui setiap pengalaman akan kasih dan pertolongan Tuhan, kita juga memiliki keberanian dan kekuatan untuk bersaksi, menghibur, dan melayani sesama. Kita hadir untuk menyatakan kasih Allah sungguh hadir juga bagi sesama, terutama mereka yang senantiasa mengharapkan uluran tangan berbagai pihak.
Semoga setiap pengalaman kemurahan hati Allah pada kita menggerakan hati kita untuk berbagi pada sesama dan memanggil pulang kembali mereka yang telah jauh meninggalkan-Nya.
Amin.

Pesan SabdaSelasa, 1 September 2026Lukas, 4:31-37Peristiwa Yesus mengusir roh jahat dari tubuh seorang pria, saat Ia sed...
01/09/2026

Pesan Sabda
Selasa, 1 September 2026
Lukas, 4:31-37

Peristiwa Yesus mengusir roh jahat dari tubuh seorang pria, saat Ia sedang mengajar di Kapernaum, mengingatkan kita bahwa Yesus sungguh memiliki kuasa untuk membebaskan dan memulihkan kita. Kuasa-Nya bukan hanya membuat orang-orang yang menyaksikan-Nya takjub, tetapi membuat roh jahat pun tak berdaya di hadapan-Nya dan mengakui bahwa Ia sungguh kudus dari Allah.
Roh jahat yang membelenggu tubuh seorang pria dalam Injil hari ini, sesungguhnya menggambarkan berbagai rupa roh jahat yang kerap membelenggu diri kita pada masa kini. Roh itu bukan merasuk, tetapi mengikat kita dengan begitu kuat pada rasa ketakutan, kekhawatiran, kemarahan, kebencian, keserakahan, durhaka, atau pun kebiasaan-kebiasaan buruk yang sulit kita lepaskan. Kita seakan tak berdaya menghadapi gejolak demikian.
Seperti seorang pria yang membiarkan dirinya dipulihkan oleh kuasa Yesus, maka melalui kisah Injil hari ini kita dipanggil untuk hadir di hadapan Tuhan dengan segala kerendahan hati, menyerahkan segala keluh-kesah, segala keterikatan duniawi, segala kelemahan kita dalam mengolah diri, kemudian membiarkan kuasa Yesus menjamah kita, memulihkan, menguatkan kita, dan menghidupkan harapan kita.
Semoga pemulihan Tuhan mengantar kita pada pembaruan diri yang terus-menerus, bangkit dengan hati yang lebih teguh, serta menemukan kembali kekuatan, harapan, dan damai untuk menjalani setiap tugas serta tantangan kehidupan.
Amin.

Pesan SabdaSenin, 31 Agustus 2026Lukas, 4:16-30Injil hari ini membawa kita ke Nazaret, tempat Yesus dibesarkan. Di sana,...
31/08/2026

Pesan Sabda
Senin, 31 Agustus 2026
Lukas, 4:16-30

Injil hari ini membawa kita ke Nazaret, tempat Yesus dibesarkan. Di sana, di sebuah rumah ibadat, Yesus sendiri menyatakan diri-Nya hadir sebagai Dia yang datang menggenapi janji keselamatan Allah, bukan sekadar sebagai pembaca Kitab Suci.
Yesus datang membawa kabar baik, pembebasan, penyembuhan, dan pengharapan. Ia diutus terutama bagi mereka yang miskin, tertindas, tersisih, dan membutuhkan pertolongan. Dengan demikian, pelayanan Yesus menunjukkan wajah Allah yang hadir dan bekerja di tengah kehidupan manusia. Yesus tidak datang hanya untuk kelompok tertentu. Kasih dan keselamatan Allah ditujukan kepada semua orang. Akan tetapi, Yesus malah ditolak, bahkan justru ditolak di tempat asal-Nya sendiri. Mereka ingin Yesus membuktikan hal-hal ajaib yang telah Ia lakukan di tempat lain terjadi juga di Nazaret. Namun, Ia justru menegaskan bahwa karya Allah tidak dapat dibatasi oleh kepentingan, suku, tempat, atau kelompok tertentu.
Terkadang kita juga bisa bersikap seperti orang-orang Nazaret. Kita mengaku mengenal Yesus, rajin berdoa, mengikuti perayaan iman, dan aktif dalam kehidupan menggereja. Namun, tanpa sadar kita bisa saja ingin membatasi kasih Allah hanya untuk orang-orang yang kita sukai atau yang kita anggap pantas menerima kebaikan. Kita mungkin mudah mengasihi orang yang sejalan dengan kita, tetapi sulit menerima orang yang berbeda. Kita mungkin bersedia menolong mereka yang dekat dengan kita, tetapi kurang peduli kepada mereka yang berada di luar lingkaran kita yang sementara hidup dalam kesulitan. Hari ini, Yesus menunjukkan bahwa kasih Allah sesungguhnya melampaui batas-batas yang sering dibuat manusia.
Sabda Yesus juga mengajak kita untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi pembawa kabar baik. Kabar baik tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Kita dapat melakukannya dengan memberi waktu kepada orang yang kesepian, menghibur orang yang sedang berduka, membantu mereka yang berkekurangan, mengampuni yang bersalah, dan berani membela orang yang diperlakukan tidak adil. Ini merupakan cara atau bentuk nyata menghadirkan kasih Kristus.
Sekalipun terkadang pelayanan kita tidak diberi apresiasi atau pun sering dianggap tidak sejalan dengan keinginan orang yang kita layani, hendaknya kita tidak menghentikan pelayanan yang telah kita lakukan. Ketika diterima, tetaplah rendah hati. Ketika dikritik, tetaplah terbuka. Ketika ditolak, jangan kehilangan semangat. Ketika menghadapi kesulitan, jangan meninggalkan panggilan pelayanan.
Semoga Roh Tuhan senantiasa membantu dan meneguhkan kita.
Amin.

Pesan Sabda Jumat, 28 Agustus 2026Matius, 25:1-13Bijaksanalah seperti lima gadis yang selalu menyiapkan nyala pelita den...
28/08/2026

Pesan Sabda
Jumat, 28 Agustus 2026
Matius, 25:1-13

Bijaksanalah seperti lima gadis yang selalu menyiapkan nyala pelita dengan persediaan minyak tanah yang mencukupi. Mereka tampil dalam perumpamaan bukan sebagai orang yang egois yang tidak berkenan membagikan persediaan minyak tanah mereka kepada lima gadis ceroboh lainnya, tetapi mereka justru hadir sebagai orang yang sungguh bersiap diri, senantiasa berjaga-jaga, menyambut mempelai yang datang membawa mereka menuju perjamuan.
Perumpamaan tentang lima gadis bijaksana sesungguhnya menampilkan sosok orang-orang yang sungguh mau menyiapkan dirinya dalam segala situasi untuk menyambut kehadiran Tuhan. Kesediaan itu tampak dalam sikap setia, iman yang utuh tak tergoyahkan, yang senantiasa dirawat setiap hari, dan tidak pernah dibiarkan padam walau hanya sekejap mata.
Orang yang berjaga-jaga ialah orang yang setia dalam iman. Ia senantiasa menyiapkan segala persediaan yang diperlukan agar iman itu tetap bernyala, sekalipun ia berjalan di tengah kegelapan, tetap berharap sekalipun berjalan di tengah ketidakpastian hidup. Iman yang setia mengantar dan memantaskan setiap orang untuk menyambut kedatangan Tuhan yang hadir mambawa sukacita, keselamatan, dan rupa-rupa tanggung jawab dalam hidup.
Kita perlu merawat iman dengan setia yang tampak dalam keseharian kita. Setia dalam doa, jujur dan tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan kita, adil dalam berpihak, mengasihi tanpa diskriminasi, serta bermurah hati pada yang membutuhkan. Iman yang kita hidupi memang semata-mata demi keselamatan kita, tetapi hendaknya iman kita itu turut juga menuntun sesama pada jalan yang benar dan menyelamatkan.
Semoga kita pun bersedia setiap hari merawat iman kita dengan setia agar pada saatnya kita memang pantas beroleh keselamatan daripada-Nya.
Amin.

Pesan SabdaKamis, 27 Agustus 2026Matius, 24:42-51Nasihat untuk berjaga-jaga yang Yesus sampaikan pada Injil hari ini mer...
27/08/2026

Pesan Sabda
Kamis, 27 Agustus 2026
Matius, 24:42-51

Nasihat untuk berjaga-jaga yang Yesus sampaikan pada Injil hari ini merupakan sebuah panggilan untuk tetap setia dan bertanggung jawab terhadap nilai kebenaran dan kasih yang mesti kita perjuangkan dalam hidup kita. Kita menghidupi nilai kebenaran dan kasih bukan karena ketakutan atau kecemasan bila kita sedang atau tiba-tiba diawasi oleh yang lain, tetapi hendaknya karena kita sendiri yang mau memilih untuk setia.
Perumpamaan tentang hamba yang baik yang tetap setia melakukan tugasnya, meskipun tuannya belum datang, jelas mengajak kita untuk juga turut melakukan kebaikan, mengasihi sesama, mengampuni, dan melaksanakan tanggung jawab kita, bukan hanya ketika ada yang melihat, tetapi karena kita sadar bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Kita diajak untuk tidak seperti orang munafik yang hanya ingin terlihat baik saat dipandang oleh orang lain, tetapi sesungguhnya kita jauh lebih buruk di balik semuanya itu.
Nasihat untuk berjaga-jaga jadi panggilan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berahmat yang telah Tuhan sediakan bagi kita. Berjaga-jaga berarti tetap setia di setiap hari. Dengan terus berbuat baik, memberi pelayanan yang total, tulus dalam pengampunan, bekerja dengan jujur, berani berpihak pada kebenaran dan keadilan, serta kesediaan hati untuk berbagi kasih, kita sesungguhnya telah menyiapkan diri kita menyambut Tuhan. Kita sendiri melayakan diri kita di hadapan-Nya untuk memperoleh rahmat dan anugerah-Nya pada diri dan hidup kita.
Amin.

Pesan SabdaRabu, 26 Agustus 2026Matius, 23:27-32Kecaman Yesus terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi jadi keca...
26/08/2026

Pesan Sabda
Rabu, 26 Agustus 2026
Matius, 23:27-32

Kecaman Yesus terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi jadi kecaman atau teguran keras kepada kita yang masih hidup di balik topeng kemunafikan. Kita kerap ingin terlihat seperti orang saleh dan benar di hadapan banyak orang, tetapi sering kita membungkus niat busuk dan hati kita yang kotor dengan kemunafikan atau kepura-puraan.
Kecaman Yesus terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi juga jadi peringatan kepada kita bahwa Tuhan tidak hanya melihat apa yang tampak di luar diri kita atau apa yang sering kita perbuat di hadapan orang lain. Ia justru mampu melihat ke kedalaman diri kita, melihat hati, niat, dan kehidupan kita yang sebenarnya, apakah semua itu berangkat dari ketulusan yang murni atau malah dibaluti kebusukan.
Kisah Injil hari ini jelas memanggil kita untuk membangun hidup di hadapan Allah dan sesama yang berangkat dari hati yang tulus dan niat yang murni. Setiap bantuan kita, perhatian, dukungan, dan kasih yang kita curahkan kepada sesama, kesalehan hidup yang kita buat, hendaknya bukan untuk mendapat pujian hampa atau keuntungan diri, tetapi hendaknya menjadi sarana keselamatan diri kita. Allah memperhatikan kita dengan begitu jelas, maka sia-sialah kemunafikan yang kita buat, tak ada gunanyalah kepura-puraan yang kita lakukan.
Semoga kita senantiasa hidup dalam kasih Allah oleh karena hati dan niat kita dijauhi dari kemunafikan.
Amin.

Pesta Santo Bartolomeus, RasulSenin, 24 Agustus 2026Bartolomeus merupakan satu dari dua belas rasul Yesus yang juga dise...
24/08/2026

Pesta Santo Bartolomeus, Rasul
Senin, 24 Agustus 2026

Bartolomeus merupakan satu dari dua belas rasul Yesus yang juga disebut Natanael (menurut Injil Yohanes). Tradisi gereja menyamakan Natanael dan Bartolomeus karena dalam Injil Yohanes ia selalu berdampingan dengan Filipus, sama seperti posisi nama Bartolomeus yang selalu berpasangan dengan Filipus dalam Injil Sinoptik.
Rasul Bartolomeus bersama dengan Rasul Yudas Tadeus (anak Yakobus) merupakan dua sosok yang membawa warta Kristus ke Armenia sehingga keduanya dijuluki sebagai pelindung Gereja di Armenia.
Rasul Bartolomeus akhirnya mati sebagai martir di sana setelah disiksa dan dikuliti hidup-hidup.
Kisah Bartolomeus memberikan teladan pada kita soal kejujuran hati yang tulus, keberanian dalam mencari kebenaran, semangat misioner tanpa lelah, serta kesetiaan mutlak kepada Kristus hingga akhir hayatnya sebagai seorang martir. Semoga kisahnya membakar api semangat iman kita dalam berlaku jujur dan berpihak pada kebenaran sekalipun kerap ditolak dalam berbagai rupa.
Amin.

Address

Jalan Gajah Mada No. 33
Soe
85512

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Penyuluh Agama Katolik Kab. Timor Tengah Selatan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share