Jabez Rehabilitation

Jabez Rehabilitation Rumah Pemulihan Bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA

Tanpa disadari kita mungkin sering mengeluarkan kritik toxic pada diri sendiri. Bagaimana cara agar tidak toxic pada dir...
18/03/2022

Tanpa disadari kita mungkin sering mengeluarkan kritik toxic pada diri sendiri. Bagaimana cara agar tidak toxic pada diri?

Bersifat toxic tentunya tidak baik, tak terkecuali pada diri sendiri. Sifat ini dapat membatasi diri dan membuat kita merasa tidak mampu melakukan apa pun.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghilangkan sifat toxic pada diri sendiri.

1. Meningkatkan kepercayaan diri

Kalau kamu termasuk orang yang tidak percaya dengan diri sendiri, mulailah mencintai dirimu sendiri. Kamu pun harus memahami bahwa dirimu pasti mempunyai keahlian dan kelebihan yang orang lain tidak miliki.

Selain itu, teruslah mencari potensi yang ada dalam dirimu sampai kamu bisa percaya dengan diri sendiri. Dengan begitu, orang pun akan percaya kepadamu.

2. Mencari tahu sebab pikiran negatif

Carilah penyebab kenapa kamu memiliki pikiran yang negatif, walaupun hal ini agak sulit untuk dilakukan. Tapi mulailah dengan mencatat segala hal yang menyebabkan pikiran negatif itu muncul, contohnya seperti kurang percaya diri atau penyebab lain yang membuat kamu memiliki pikiran yang negatif.

3. Berpikir sebelum mengambil keputusan

Biasanya karena sudah emosi kita tidak bisa berpikir panjang dan langsung membuat sebuah keputusan. Mulai saat ini cobalah untuk berpikir sebelum mengambil keputusan itu. Karena bisa jadi perbuatan atau perkataan kita menyakiti orang lain, jadi latih diri kamu untuk bisa berpikir panjang sebelum bertindak. Pikirkanlah tindakanmu itu baik untuk orang lain atau tidak.

4. Merasa bersyukur

Kita hanyalah manusia biasa yang kadang s**a membandingkan diri dengan orang lain. Hal itu bisa kita hadapi dengan cara bersyukur atas hidup ini atau apa yang telah kita punya. Syukur itu tidak cuma diucapkan di lisan, tapi juga harus diwujudkan pada perbuatan kita sehari-hari agar menghindari toxic dalam diri sendiri.

Semua NARKOBA adalah pemborosan waktu.Mereka menghancurkan ingatan Andadan harga diri Anda dan segala sesuatuyang sejala...
15/03/2022

Semua NARKOBA adalah pemborosan waktu.
Mereka menghancurkan ingatan Anda
dan harga diri Anda dan segala sesuatu
yang sejalan dengan harga diri Anda.

Layanan Rehabilitasi Yayasan Generasi Jabez Indonesia
Fan Page : Jabez Rehabilitation
Telp : 022 58990771

Apa itu dopamine detox?Dopamine detox, atau dopamine fasting, adalah salah satu cara untuk membatasi kegiatan atau peril...
05/02/2022

Apa itu dopamine detox?

Dopamine detox, atau dopamine fasting, adalah salah satu cara untuk membatasi kegiatan atau perilaku yang memicu pelepasan dopamin di otak.

Saat melakukan hal yang menyenangkan, tubuhmu melepaskan senyawa kimia bernama dopamin. Misalnya, bermain game atau membuka media sosial. Tapi lama-kelamaan, kebiasaan ini bisa menjadi candu. Untuk mengatasinya, ada sebuah tren kekinian bernama dopamine detox.

Puasa dopamin adalah istilah yang diciptakan oleh Dr. Cameron Sepah, seorang pakar psikiatri di University of California, San Fransisco. Metode ini pertama kali menjadi tren di kawasan Silicon Valley, tempat banyak startup besar berada.

Dopamin sendiri adalah neurotransmiter di otak yang mampu memberikan rasa bahagia dan kesenangan. Dengan berpuasa dopamin, seseorang akan terhindar dari rasa candu atau ketergantungan terhadap sesuatu.

Tujuan Dopamine Detox?

Secara konsep, dopamine detox merupakan sebuah metode yang menitikberatkan pada perubahan perilaku kognitif.

Metode ini diyakini bisa mengembalikan ‘kehidupan normal’ setelah tubuh terbiasa menerima rangsangan dari teknologi, seperti bunyi ponsel, notifikasi media sosial, dan sebagainya.

Saat tubuh sudah ‘kecanduan’ dengan rangsangan-rangsangan tersebut, sisi emosional akan ikut terdampak. Secara tidak langsung, hal tersebut akan memengaruhi kelangsungan hidup.
Dopamine detox adalah cara efektif untuk mengurangi kecanduan. Ini menjadi penting, karena jika seseorang telah mempunyai ketergantungan berlebih pada satu kebiasaan, bisa jadi aktivitas yang lain akan terdampak.

Saat dopamin terbiasa dilepaskan dalam jumlah yang besar, tubuh secara tidak langsung akan dipaksa untuk melakukan sesuatu yang ‘menyenangkan’.

Pada kasus tertentu, seseorang akan menjadikan kebiasaan tersebut sebagai gaya hidup, yang mana jika terlewat akan berpengaruh pada kondisi emosional.

Selain itu, dengan melakukan dopamine detox, otak akan lebih optimal dalam menjalankan tugasnya. Menurut Kent Berridge, seorang profesor di bidang psikologi dan ilmu saraf, saat tak ada rangsangan yang memicu pelepasan dopamin, otak akan beristirahat dan kembali mendapat fungsi terbaiknya.

Address

Cijengkol 23, Desa Sadu, Kabupaten Bandung
Soreang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jabez Rehabilitation posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Jabez Rehabilitation:

Share

Category