12/10/2019
Kolom detikNews >> Oleh Ikbal Maulana
Mobil Esemka diproduksi oleh PT Solo Manufaktur Kreasi yakni perusahaan nasional yang dimiliki swasta. Jadi, mobil Esemka bukan "mobil nasional" tetapi murni inisiatif swasta yang berharap ada intervensi dari pemerintah, kata Presiden Jokowi.
Kajian terhadap perkembangan industri berbasis teknologi di Israel dan negara-negara Asia Timur, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Tiongkok menunjukkan pentingnya intervensi pemerintah. Namun, negara yang berhasil memajukan industrinya melakukan kebijakan teknologi yang merangsang pasar (market-stimulating technology policy).
Intervensi pemerintah berupa struktur pendukung (supporting structure) yang berfungsi, menyediakan pengetahuan (universitas dan litbang), SDM (universitas), pendanaan (modal ventura pemerintah), sarana pengujian (lembaga pengujian pemerintah), dan kebijakan pemerintah berupa bauran kebijakan (policy mix).
Selain pendukung, kualitas dan intensitas aktivitasnya juga penting, serta bagaimana mereka berinteraksi dan bertransaksi dengan sektor bisnis. Kebijakan industri berbasis teknologi harus mempertimbangkan penemuan kewirausahaan (entrepreneurial discovery).
Sulit bagi Indonesia membangun industri yang sama sekali baru, tapi harus dibangun dalam global value chain yang ada. Perusahaan sebesar dan seinovatif Apple saja mengambil komponen dari berbagai perusahaan lain. Jadi, bukan persoalan, suatu industri masih tergantung pasokan negara lain. Namun, bagaimana nilai tambah dibuat dan keuntungan diperoleh.
Link selengkapnya : https://news.detik.com/kolom/d-4710937/untung-esemka-bukan-mobil-nasional?tag_from=wpm_cb_kolom_list&_ga=2.74984530.1344335670.1566471651-561116936.1497038476