23/04/2026
Halo sobat agro 👋
Industri agro Indonesia, khususnya sektor makanan dan minuman, terus menunjukkan ketangguhannya melalui berbagai inovasi yang adaptif dan berkelanjutan. Salah satunya lewat pengembangan kemasan alternatif yang semakin beragam dan berdaya saing.
Saat ini, pelaku industri mulai memanfaatkan berbagai material kemasan seperti kertas, kaca, logam, serta plastik daur ulang seperti recycled PET (rPET). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi industri untuk menghadirkan solusi kemasan yang lebih efisien dan inovatif.
Didukung oleh fondasi industri pulp dan kertas nasional yang kuat dengan 113 perusahaan, kapasitas produksi pulp mencapai 14,48 juta ton per tahun dan kertas 25,37 juta ton per tahun, serta nilai ekspor USD 8,2 miliar dan penyerapan sekitar 1,48 juta tenaga kerja, pengembangan kemasan berbasis kertas memiliki potensi yang sangat besar di berbagai sektor.
Selain itu, inovasi juga hadir melalui bioplastik berbasis bahan hayati seperti singkong dan rumput laut. Saat ini, kapasitas industri bioplastik berbahan baku ubi kayu mencapai 8 ribu ton per tahun, sementara berbahan baku rumput laut sebesar 28 ton per tahun. Potensi ini membuka peluang besar bagi Indonesia dalam menghadirkan alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, penguatan industri terus dilakukan melalui diversifikasi bahan baku, pengembangan sektor hulu, serta inovasi produk kemasan agar industri agro Indonesia semakin maju dan berdaya saing 🌏
Yuk, dukung inovasi kemasan berkelanjutan untuk masa depan industri Indonesia!