PMI Kabupaten Sukabumi

PMI Kabupaten Sukabumi Fanpage PMI Kab Sukabumi sebagai media informasi aktivitas kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI Kab Sukabumi

24/08/2026

Sosialisasi Pertolongan Pertama 🩹

Sosialisasi pertolongan pertama bagi guru di SMPN 1 Cisolok dalam rangka kegiatan Program School and Community Resilience (SCR).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat dan cepat ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekolah.

Bersama-sama membangun sekolah yang lebih aman, tanggap, dan siap menghadapi bencana. ❤️

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026Dengan semangat kemerdekaan, mari kita terus menj...
17/08/2026

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026

Dengan semangat kemerdekaan, mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, dan bersama-sama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Semoga semangat perjuangan para pahlawan senantiasa menjadi inspirasi bagi kita untuk terus menebar kebaikan dan memberikan manfaat bagi sesama.

“Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
🇮🇩 Merdeka! Merdeka! Merdeka!

dr. Hondo Suwito
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi

TerusTebarKebaikan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) memasang rambu-rambu jalur eva...
16/08/2026

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) memasang rambu-rambu jalur evakuasi bencana di tiga desa pesisir selatan Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026).

Pemasangan rambu tersebut dilakukan di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok. Kegiatan ini merupakan bagian dari program School and Community Resilience (SCR) yang dilaksanakan PMI Kabupaten Sukabumi bersama JRCS untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan sekolah di wilayah yang memiliki risiko bencana gempa bumi dan tsunami.

Rambu-rambu yang dipasang berfungsi sebagai petunjuk visual bagi masyarakat maupun pelajar untuk mengenali arah jalur penyelamatan ketika terjadi keadaan darurat. Keberadaan rambu diharapkan dapat membantu warga bergerak menuju lokasi aman atau titik kumpul (assembly point) dengan lebih cepat dan terarah.

Pemasangan rambu dilakukan oleh relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kabupaten Sukabumi yang berasal dari tiga desa tersebut.

Koordinator Lapangan Program SCR PMI Kabupaten Sukabumi, Dikdik Maulana, mengatakan pemasangan rambu evakuasi merupakan salah satu upaya sederhana namun penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan tsunami.

“Rambu jalur evakuasi ini bukan hanya sebagai penunjuk arah, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kesiapsiagaan harus dipersiapkan sebelum bencana terjadi. Ketika gempa kuat berpotensi memicu tsunami, masyarakat harus mengetahui ke mana harus bergerak dan lokasi aman yang dituju,” ujar Dikdik.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan atau sosialisasi. Sarana pendukung seperti rambu evakuasi juga diperlukan agar masyarakat dapat memahami jalur penyelamatan secara visual dan mengenali rute yang telah dipersiapkan.

“Dengan adanya rambu ini, warga dan pelajar diharapkan tidak kebingungan saat harus melakukan evakuasi. Jalur yang ditunjukkan dapat menjadi panduan awal menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Tentu, pemasangan rambu ini juga harus dibarengi dengan edukasi dan simulasi secara berkala,” katanya. Selengkapnya klik www.pmikabsukabumi.or.id

28/07/2026

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para penyintas kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut.

Bantuan yang disalurkan merupakan dukungan dari PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa Barat yang diteruskan melalui PMI Kabupaten Sukabumi kepada masyarakat terdampak guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para penyintas selama masa tanggap darurat.

Adapun bantuan yang diberikan meliputi hygiene kit, terpal, matras, pakaian layak pakai, masker, selimut, paket sembako, beras, minyak goreng, serta telur.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat ...
26/07/2026

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda kawasan permukiman adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7/2026). Sejumlah relawan diterjunkan untuk membantu evakuasi, asesmen, serta memberikan layanan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, mengatakan bahwa PMI segera mengaktifkan respons darurat dengan mengoptimalkan peran Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kecamatan Cisolok, yang berada di lokasi kejadian.

“Begitu menerima laporan kejadian kebakaran, Posko PMI Kabupaten Sukabumi diaktivasi, langsung mengoptimalkan peran Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) Kecamatan Cisolok yang bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan respon awal,” ujar dr. Hondo Suwito

Menurutnya, Relawan langsung melakukan asesmen awal, membantu evakuasi warga, mendukung proses pemadaman, serta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya

Selain itu, Relawan SIBAT PMI juga telah mendistribusikan makanan siap saji kepada warga terdampak sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar para penyintas yang harus mengungsi akibat rumah mereka terbakar.

Menurutnya, keberadaan relawan SIBAT yang berasal dari masyarakat setempat menjadi kekuatan utama dalam penanganan awal bencana karena memahami kondisi wilayah, akses menuju lokasi, serta kebutuhan masyarakat terdampak.

“Relawan SIBAT merupakan garda terdepan PMI di tingkat masyarakat. Mereka mampu memberikan respons awal dengan cepat sebelum bantuan lanjutan tiba. Kami mengapresiasi dedikasi seluruh relawan dan petugas gabungan yang bekerja tanpa henti dalam penanganan kebakaran ini,” tambahnya.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebutuhan mendesak masyarakat terdampak meliputi bantuan kebutuhan dasar, layanan kesehatan dan obat-obatan, dukungan air bersih dan sanitasi darurat (WASH), paket sembako, kitchen set, family kit, hygiene kit, baby kit, terpal, serta pakaian baru.

Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Sedikitnya 594 Kepala Keluarga (KK)...
17/07/2026

Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi. Sedikitnya 594 Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan, yakni Kebonpedes dan Nyalindung, terdampak akibat mengeringnya sumber mata air yang selama ini menjadi andalan warga.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Dusun Sasagaran, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, di mana sebanyak 416 KK kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Sasagaran, Deni Suwandi, mengatakan kondisi kekeringan tidak hanya dirasakan oleh ratusan keluarga tersebut. Secara keseluruhan, hampir tiga kedusunan yang dihuni sekitar 3.000 KK mulai mengalami kesulitan air bersih.

Menurutnya, sumur-sumur warga mulai mengering karena sumber resapan air yang berasal dari bendungan irigasi sudah tidak berfungsi. Bendungan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana alam tahun lalu dan hingga kini belum diperbaiki.

“Dari data di desa, hampir 3.000 KK di Sasagaran sudah mulai kesulitan air bersih. Hal ini diperparah karena kondisi bendungan irigasi yang menjadi daerah resapan air mengering akibat kerusakan bencana alam tahun lalu dan belum diperbaiki,” ujar Deni kepada Klik Sukabumi, Jumat (17/7/2026).

Selain berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat, kerusakan bendungan juga mengancam sektor pertanian. Sedikitnya 40 hektare sawah mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami gagal panen. Selngkapnya..https://pmikabsukabumi.or.id/public/news.php?slug=dampak-kemarau-kian-terasa-di-dua-wilayah-sukabumi-pmi-salurkan-15000-liter-bantuan-air-bersih

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 4 Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, tahun ajaran 2026/20...
16/07/2026

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 4 Cisande Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, tahun ajaran 2026/2027 diisi dengan kegiatan edukasi kebencanaan melalui materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilanjutkan dengan simulasi evakuasi. Kegiatan ini bertujuan membangun budaya sadar bencana sejak dini sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan pada berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, pentingnya menjaga keselamatan diri, mengenali jalur evakuasi, titik kumpul, serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Materi disampaikan secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta didik baru. Selain mendapatkan penjelasan di dalam kelas, para siswa juga mengikuti simulasi evakuasi sebagai bentuk praktik langsung menghadapi kondisi darurat.

Melalui simulasi tersebut, siswa dilatih untuk tetap tenang saat mendengar tanda peringatan, melakukan perlindungan diri sesuai prosedur, kemudian mengevakuasi diri menuju titik kumpul dengan tertib di bawah arahan guru dan fasilitator.

Salah satu guru SDN Cisande Kharunisa atau yang sering di sapa Icha, menyampaikan bahwa edukasi SPAB menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan siap menghadapi potensi bencana.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta didik memahami cara menyelamatkan diri sejak dini. Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat yang aman bagi seluruh warga sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, fasilitator SPAB dikdik Maulana menjelaskan bahwa pengenalan kesiapsiagaan bencana sejak masa MPLS merupakan langkah strategis untuk menanamkan budaya aman di lingkungan sekolah.

Dengan adanya materi SPAB di SDN Cisande dan simulasi evakuasi, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai prosedur keselamatan, sehingga mampu mengurangi risiko apabila terjadi bencana di kemudian hari. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

16/07/2026

📚🌍 Kampanye dan Promosi Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

Membangun budaya siap siaga sejak dini melalui edukasi dan aksi nyata. Bersama, wujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.

KesiapsiagaanBencana

SUKABUMI – Sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) segera diperkenalkan untuk mendukung k...
05/07/2026

SUKABUMI – Sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) segera diperkenalkan untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Inovasi tersebut bernama WargaSiaga, sebuah aplikasi yang dirancang sebagai pendamping digital bagi Relawan SIBAT dalam menjalankan berbagai kegiatan pengurangan risiko bencana di tingkat desa.

Lantas, apa sebenarnya WargaSiaga?

Bayangkan memiliki seorang pendamping yang siap diajak berdiskusi kapan saja mengenai kesiapsiagaan desa. Ketika relawan ingin mengetahui potensi risiko di wilayahnya, menyusun rencana aksi, atau mencari panduan resmi PMI, semua informasi dapat diperoleh melalui percakapan yang sederhana, cepat, dan mudah dipahami.

WargaSiaga hadir untuk membantu Relawan SIBAT mengenali berbagai ancaman bencana, memahami langkah-langkah mitigasi, hingga mendukung penyusunan rencana kesiapsiagaan berbasis kondisi desa masing-masing. Seluruh informasi disajikan secara praktis sehingga memudahkan relawan maupun masyarakat dalam meningkatkan kapasitas kebencanaan.

Menariknya, belajar mengenai kesiapsiagaan tidak lagi harus melalui buku tebal atau pelatihan yang rumit. Bersama WargaSiaga, proses belajar dapat dimulai hanya dengan bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan jawaban yang relevan sesuai kebutuhan.

Kehadiran aplikasi ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam memperkuat kapasitas Relawan SIBAT serta mendorong terwujudnya desa-desa yang lebih tangguh menghadapi bencana.

Namun, itu baru sedikit bocorannya.

Dalam beberapa hari ke depan, berbagai fitur unggulan, manfaat, dan cara kerja WargaSiaga akan diperkenalkan secara lebih lengkap kepada masyarakat. Seperti apa kemampuan aplikasi ini? Bagaimana AI dapat membantu relawan bekerja lebih efektif di lapangan?

Nantikan pengenalan WargaSiaga lebih dekat dalam beberapa hari mendatang. Siapa tahu, aplikasi ini akan menjadi sahabat baru bagi setiap relawan dan masyarakat yang peduli terhadap kesiapsiagaan bencana.

Dalam rangkaian peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia atau Red Cross and Red Crescent Day (RCRC Day...
09/05/2026

Dalam rangkaian peringatan Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia atau Red Cross and Red Crescent Day (RCRC Day) 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar edukasi dan pelatihan pertolongan pertama (Basic First Aid) bagi masyarakat di wilayah rawan bencana Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan dilaksanakan di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, serta Desa Cikahuripan dan Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat melalui Project School and Community Resilience (SCR) yang berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami.

Untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, kegiatan edukasi dilaksanakan di empat titik lokasi pada masing-masing desa, khususnya untuk menjangkau kelompok rentan masyarakat.

Pelatihan diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, lansia, relawan desa, hingga anak sekolah. Peserta mendapatkan edukasi mengenai teknik dasar pertolongan pertama, penanganan korban pingsan, luka ringan, evakuasi sederhana, hingga langkah penyelamatan awal sebelum bantuan medis tiba.

Selain penyampaian materi, PMI dan JRCS juga menghadirkan simulasi praktik langsung agar peserta mampu memahami tindakan pertolongan pertama secara cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat maupun bencana.

Program Manager School and Community Resilience (SCR), Anwar Assyubali, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas di daerah rawan bencana sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan RCRC Day 2026.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama dan memahami langkah penyelamatan awal saat terjadi kondisi darurat maupun bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan RCRC Day 2026 yang mengangkat semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya. Selengkapnya https://kabarindah.com/rangkaian-rcrc-day-2026-pmi-dan-jrcs-perkuat-kesiapsiagaan-warga-di-desa-rawan-bencana/?amp=1

Address

JLN. RAYA CIBOLANG KALER KM 7 NO 33
Sukabumi
43152

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PMI Kabupaten Sukabumi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category