16/08/2026
Mengapa Penanganan Gigitan Ular di Indonesia Masih Penuh Keterbatasan.
Penanganan gigitan ular di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari belum meratanya pembaruan pengetahuan tenaga medis dan penerapan tata laksana WHO 2016, minimnya kolaborasi tenaga kesehatan dengan organisasi snake rescue, hingga belum adanya pembelajaran khusus mengenai ular di pendidikan kedokteran. Di sisi lain, jenis dan jumlah antibisa masih terbatas, sementara antibisa dari luar negeri mahal dan memiliki masa kedaluwarsa sehingga tidak banyak rumah sakit yang mampu menyediakannya.
Tantangan berikutnya adalah kuatnya kepercayaan terhadap pengobatan tradisional, seperti dukun, obat herbal, menyayat, mengikat, menyedot, atau menyiram air panas, yang tidak menetralisir bisa dan justru dapat menunda penanganan yang tepat. Indonesia juga memiliki lebih dari 80 spesies ular berbisa tinggi dengan komposisi venom yang berbeda-beda, sehingga identifikasi jenis ular dapat menjadi tantangan bahkan bagi tenaga kesehatan. Ditambah lagi, kesadaran masyarakat terhadap bahaya ular dan upaya pencegahannya masih rendah, sementara rasa takut sering lebih dominan dibandingkan pengetahuan dan edukasi.
Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dalam penanganan gigitan ular meliputi mengenali risiko, mencegah ular masuk lingkungan, memahami tindakan yang benar saat terjadi gigitan, menghindari pertolongan tradisional yang berbahaya, serta segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Layanan Edukasi dan Penanganan Ular Gratis
Hubungi CP EXALOS INDONESIA: 089610404414
EXALOS INDONESIA
NEVER STOP RESCUING