Love Sumbawa

Love Sumbawa Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Love Sumbawa, Public & Government Service, Sumbawa.

20/07/2016

Kini Hadir Kelas Inspirasi Sumbawa: “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi”SUMBAWA BESAR, SR (23/10/2015)Kelas Inspirasi (KI) kini hadir di Sumbawa. KI Sumbawa akan dilaksanakan 9 November mendatang dengan lokasi di 5 Sekolah Dasar wilayah Kabupaten Sumbawa. keberadaan KI ini berangkat dari niat para pemuda Sumbawa untuk membantu pemerintah memajukan dunia pendidikan NTB dan Sumbawa khususnya.Kegiatan yang ada di bawah payung Indonesia Mengajar ini telah dilaksanakan di banyak daerah di Indonesia. Bermula dari teman-teman Indonesia Mengajar dan beberapa profesional yang ingin berkonstribusi pada pendidikan Indonesia, lahirlah konsep Kelas Inspirasi.Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang diharuskan untuk cuti satu hari secara serentak mengunjungi dan mengajar di SD, yaitu pada Hari Inspirasi.Para profesional diajak untuk menceritakan mengenai profesinya. Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar. Bagi para profesional pengajar, Kelas Inspirasi dapat memberi pengalaman mengajar di depan kelas sebagai bentuk konstribusi nyata dan aktif terhadap perbaikan masa depan bangsa. Interaksi antara para profesional dengan siswa dan guru SD diharapkan dapat berkembang nantinya menjadi lebih banyak gagasan dan kegiatan yang melibatkan kontribusi kaum profesional.KI Sumbawa diinisiasi oleh Herjunot Adjie, Syamsun Hidayat dan SubhanAzharullah yang juga pernah menjadi relawan pada KI Lombok. Ketiga putra asli Sumbawa ini memimpikan akan dilaksanakannya KI di Sumbawa sejak awal 2015 lalu, dan baru dapat dilaksanakan pada akhir 2015 ini. “Orang luar saja banyak yang datang ke Sumbawa untuk berbuat sesuatu, masa’ kita diam saja,” cetus Lulu Wulandari, Koordinator Kegiatan KI Sumbawa yang merupakan ajakan sekaligus bentuk pengakuannya pada banyaknya pemuda Sumbawa yang menuai sukses di luar daerah.Ia menyadari bahwa tipikal orang Sumbawa salah satunya adalah gemar merantau. Dan ada banyak pemuda-pemudi Sumbawa yang berprestasi di ”luar” sana, tetapi sebagian besar dari mereka telah nyaman di rantauannya. “Kita harapkan dengan kegiatan KI ini mereka mau p**ang sebentar untuk bisa berbagi dan sharing pengalaman dengan adik-adik di kampungnya sendiri,” harap Lulu.Kelas Inspirasi selalu memegang 7 prinsip dasarnya, yakni, Inspiratif, Sukarela, Bebas Kepentingan, Tanpa Biaya, Siap belajar, Terlibat Langsung, Siap Bersilaturrahmi, dan Tulus. Ketujuh prinsip tersebut akan mengawal persiapan dan pelaksanaan KI Sumbawa nantinya.Memulai persiapan sejak awal Oktober, KI Sumbawa kini tengah melakukan penjaringan relawan pengajar dan dokumentator dari seluruh Indonesia. Pendaftaran yang dibuka sejak 1 Oktober hingga 2 Nopember mendatang ini mengajak para profesional untuk turut serta berbagi inspirasi. Dengan cara pendaftaran yang amat mudah yakni dengan mengisi formulir di blog KI Sumbawa (kisumbawa.blogspot.co.id), diharapkan ada banyak profesional yang akan terjaring dan bersama-sama turut bergerak memajukan pendidikan Sumbawa. “Sehari mengajar, seumur hidup menginspirasi,” demikian semboyan yang digaungkan Kelas Inspirasi selama ini. (TIM-KIS)Sumber: http://www.samawarea.com/2015/10/kini-hadir-kelas-inspirasi-sumbawa/ http://lovesumbawa.blogspot.com/2016/07/kini-hadir-kelas-inspirasi-sumbawa.html

20/07/2016

LOMBA BLOG DISPORABUDPAR 2016: Sumbawa Besar - NTBLomba Blog

TEMA1. Tema tulisan dalam Blog yang dilombakan adalah Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat. Tulisan-tulisan yang dimuat dalam blog mengulas momen-momen terbaik (best moment) terhadap unsur –unsur sebagai berikut :a. Kepemudaan, kegiatan-kegiatan kepemudaan yang selama ini dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa seperti Pemilihan Pemuda Pelopor, Hasil karya Pemuda, Tokoh Pemuda Inovatif, Kreatif dan Mandiri dan sebagainya.b. Olahraga, Kegiatan-kegiatan olahraga baik olahraga rekreasi, olahraga edukasi maupun olahraga prestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional. Tulisan mengenai Tokoh Olahraga asal Kabupaten Sumbawa juga diharapkan menjadi bagian dalam penulisan.c. Kebudayaan, Tulisan mengenai ragam budaya Sumbawa, seni tradisional Sumbawa, permainan rakyat, situs bersejarah, event budaya Sumbawa, tokoh seni dan budaya yang berasal dari Kabupaten Sumbawa.d. Pariwisata, Tulisan mengenai event pariwisata, destinasi wisata dan ragam kuliner khas Sumbawa. 2. Mengulas dengan Gaya Populer
Semua tulisan yang dimuat dalam blog disajikan dalam tulisan pop**ar (feature), kisah-kisah dan motivasi para tokoh diulas dengan gaya ringan dan komunikatif. Setiap tulisan harus disertai dengan gambar-gambar yang sesuai atau dapat juga membuat album tersendiri yang dapat di-share melalui media sosial (twitter, facebook dan lain-lain)KETENTUAN LOMBAKetentuan lomba, meliputi ;1. Lomba terbuka untuk umum (Pelajar, Mahasiswa, Masyarakat Umum);2. Setiap postingan/tulisan dalam blog dihubungkan ke tautan (link) media sosial;3. Peserta wajib menjadi follower twitter ;4. Peserta wajib memasang logo lomba di dalam setiap postingan/tulisan sebagai tanda keikutsertaan yang dapat diunduh di link http://www.sumbawakab.go.id;5. Tweet judul dan shortlink tulisan dengan mention menggunakan hastag dan atau group WhatsApp : Lomba Blog 2016;6. Pendaftaran dilakukan secara online melalui email : [email protected] dengan mencantumkan:- Nama Lengkap :- Nomor HP : (yang sudah terregistrasi dengan nama sesuai KTP)- Akun Twitter :- Nomor dan Nama yang tertera di Akun WhatsApp :- eMail :- Nama Blog :- Alamat Rumah :7. Peserta hanya boleh mendaftarkan 1 blog saja;8. Bebas menggunakan penyedia blog apapun (blogspot, wordpress, kompasiana, self-hosting dan lain-lain). Tidak diijinkan menggunakan facebook notes;9. Tulisan lomba merupakan karya orisinil peserta, jika mengutip atau menyadur wajib mencantumkan sumber/referensi.(pelanggaran akan didiskualifikasi);10. Tulisan dalam Bahasa Indonesia dengan panjang minimal 300 kata;11. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media apapun sebelumnya, atau diikutkan dalam lomba sejenis;12. Selama masa penilaian, blog harus tetap online, tulisan tidak boleh diedit maupun dihapus;13. Diharapkan menyediakan fasilitas like facebook atau sejenisnya di setiap postingan/tulisan; (untuk penentuan juara favorit)14. Penyelenggara lomba berhak mendiskualifikasi setiap materi lomba yang diikutsertakan, sebelum, selama, dan sesudah penjurian dilakukan apabila materi yang diikutsertakan tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan15. Penyelenggara lomba tidak bertanggung jawab bila dikemudian hari terdapat gugatan oleh pihak ketiga dari tulisan/gambarpeserta lomba blog;16. Tulisan/konten tidak boleh bermuatan politik/SARA, pornografi, kekerasan, judi dan melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun;17. Isi tulisan diluar tanggung jawab penyelenggara lomba;18. Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa berhak untuk menggunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) seluruh karya (postingan) peserta yang diikutsertakan dalam lomba ini untuk segala kepentingan pariwisata dan budaya;19. Lomba ini tidak dipungut biaya apapun, hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Panitia Lomba Blog Disporabudpar Kab. Sumbawa;
KRITERIA PENILAIAN
Selain ketentuan umum dan teknis seperti dijelas diatas, kriteria penilaian yang dinilai dari blog adalah :1. Penilaian dilakukan terhadap tulisan dengan porsi masing-masing unsur adalah :- Unsur Kepemudaan (25%)- Unsur Olahraga (25%)- Unsur Kebudayaan (25%)- Unsur Pariwisata (25%)2. Jika terdapat 2 tulisan atau lebih pada setiap unsur, maka yang dinilai hanya 1 (satu) tulisan yang memenuhi syarat.3. Setiap tulisan akan dinilai berdasarkan kriteria sebagai berikut :- Kesesuaian Tema (20%);- Orisinalitas Tulisan (30%);- Gaya Penulisan (20%);- Tambahan foto, ilustrasi atau video (20%);- Sharing tautan tulisan ke berbagai media sosial (10%) ;Penentuan pemenang seluruhnya ada di Keputusan Dewan Juri dan tidak dapat diganggu gugat.HADIAHHadiah-hadiah para Juara pada Lomba Blog dengan rincian sebagai berikut :· Juara I Rp. 2.000.000,- + Piagam.· Juara II Rp. 1.750.000,- + Piagam· Juara III Rp. 1.500.000,- + Piagam· Juara IV Rp. 1.000.000,- + Piagam· Juara V Rp. 750.000,- + Piagam· Juara VI Rp. 500.000,- + Piagam· Juara Favorit Rp. 500.000,- + Piagam· Selain yang juara, 36 peserta berdasarkan urutan penilaian, akan mendapatkan pulsa masing-masing Rp. 50.000,-*pajak hadiah ditanggung pemenang
TEMPAT DAN WAKTU KEGIATANWaktu dan Tempat Pelaksanaana. Tulisan dipublikasikan/di-posting di blog mulai tanggal 30 Mei s.d 30 Juli 2016;b. Masa penilaian tulisan tanggal 30 Juli – 10 Agustus 2016.c. Tautan hasil karya akan dipromosikan melalui website http://www.sumbawakab.go.id; dan Media Sosial lainnya;
d. Pengumuman pemenang Lomba akan dimumkan pada Pra Acara Upacara HUT RI di Lapangan Kantor Bupati Sumbawa dan Penyerahan Hadiah dilakukan Malam Resepsi 17 Agustus 2016 di Wisma Daerah.
INFORMASI SELENGKAPNYA DAPAT MENGHUBUNGI :1. MIRAJUDDIN : 081803636630 / 0813398036602. DONY : 0819170019993. NUNUNG : 081916909666


Sumber : Dinas Permuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa
(http://www.sumbawakab.go.id/pengumuman_detail.php?act=view&id=93) http://lovesumbawa.blogspot.com/2016/07/lomba-blog-disporabudpar-2016.html

20/07/2016

Info Sekolah Gratis: Mau share info

KABAR GEMBIRA!!!
bagi yang *PUTUS SEKOLAH SMP*

Mohon dibantu share ke saudara ataupun tetangga...

Bagi siapapun yg putus sekolah karena :
1. kendala biaya
2. bekerja stlh lulus SMP

BISA melanjutkan sekolah dengan mendaftar ke SMATJJ (SMA Terbuka Jarak Jauh) yg induknya di Prov Jatim ada SMAN 1 KEPANJEN.

Syarat umum:
1. Usia maks 18 th
2. Memiliki Ijazah SMP
3. Belum menikah
4. Memiliki Akta Kelahiran / Surat Keterangan Lahir
5. Bersedia mengisi surat pernyataan bermaterai perawatan pinjam tablet milik negara mulai masuk SMATJJ sampai lulus.

Model pembelajaran melalui LMS ( _Learning Management System_ ) yg dibuat oleh Kemendikbud Dikmen PKLK.

Siswa tidak ada jadwal ke sekolah setiap hari. Hanya ketika MOS, UTS, dan UAS saja harus datang tatap muka dengan Tutor di Induk (SMAN 1 KEPANJEN)

Proses KBM dilaksanakan online oleh siswa dipandu tutor masing" mapel melalui LMS. Seminggu 4x pertemuan online

Fasilitaa yg didapat masing" siswa:
1. Tablet ASUS lengkap dg kartu telpon Simpati AS.

2. Pulsa bulanan dari pemerintah melalui kerjasama dg telkomsel.

3. Seragam sekolah putih abu" dan pramuka.

4. Uang transport jika ada kegiatan di induk.

5. Ketika sdh lulus, Ijazah SMA tidak tertera SMA Terbuka Jarak Jauh, tetapi dibawah legalitas skolah induk, yaitu SMAN 1 KEPANJEN.

Setelah lulus bisa melanjutkan ke UNIVERSITAS TERBUKA, sesuai jurusan yang diinginkan...

Di Seluruh Indonesia hanya ada 5 titik SMATJJ ini. Papua, Sorong, Raja Ampat, Bandung, dan Kab. Malang

Pendaftaran paling lambat 20 Juni - 30 Juli 2016

More info bagi yang serius bisa
Hub :
Reni 082234457536
Ditya 083834491983 http://lovesumbawa.blogspot.com/2016/07/info-sekolah-gratis.html

20/07/2016

Budaya Sumbawa - Sastra Jontal: 5 DESEMBER 2014

SATERA JONTAL

SEJARAH SATERA JONTALSatera jontal merupakan alat komunikasi yang diwujudkan berbentuk lambang, yang di mana setiap lambang tersebut memiliki arti sendiri. Dinamakan satera jontal, karena tulisan in banyak dituliskan di atas Jontal Atau Daun Lontar. dan Satera merupakan sastera dalam bahasa Indonesianya. Daun lontar merupakan tanaman yang banyak tumbuh didataran sumbawa. Untuk menulis Satera Jontal bukan menggunakan tinta, namun bara apilah yang digunakan untuk menggores permukaan lontar tersebut sehingga berbentuklah kalimat.
Peninggalan Satera Jontal masih ada di Sumbawa, dan itu merupakan barang sejarah yang harus di lestarikan. Yang sangat disayangkan adalah generasi muda sumbawa sekarang masih awam dengan satera jontal ini.A. Hijaz HM, mengatakan Hasil penulisan satera jontal yang ditulis dalam sisir daun lontar, disusun tiga yang dinamakan Bumung. Cerita dari nenek moyang secara turun temurun, tulisan-tulisan di bumung tersebut berisikan cerita mengenai gelar dan keturunan kerajaan, Dea Datu, syair pujian ( lawas pamuji), semacam mantera untuk ilmu kebatinan ( pangeto), dan segala macam nasehat-nasehat untuk kehidupan.Menurutnya, Satera Jontal ini dibawa oleh pedagang dari bugis makasar. Namun dalam perkembangannya, pengucapan dan logatnya mengalami perubahan sesuai dengan kegunaan dan wilayah masing-masing, sehingga ada satera jontal Ano Rawi (KSB) dan Ano Siyop ( Sumbawa timur). Namun demikian tidak ada perdebetan tentang Satera Jontal karena para ahli bahasa Sumbawa sepakat bahwa perbedaan tersebut adalah kekayaan budaya tana Samawa.Satera Jontal juga memiliki beberapa kesamaan dengan Aksara BugisAksara BugisSatera JontalSeiring perkembanganya IPTEK, Satera Jontal di Sumbawa saat ini hampir punah. Budayawan muda Sumbawa Syukri Rahmat S.Ag merasa prihatin, Karena sebagian besar masyarakat Sumbawa tidak mengenali huruf daerahnya dan tidak paham sama sekali yang namanya Satera Jontal.Dalam Kaitannya dengan Budaya dan Pariwisata, Pemerintah harus membuat Trade mark atau khas Sumbawa yang tidak ada di Daerah lain. Hal ini dimaksudkan agar tamu yang datang ke Sumbawa, ketika melihat Sumbawa, melihat sesuatu yang baru, melihat sesuatu yang unik yang tidak terdapat di Daerah lain.MEMPELAJARI SATERA JONTALSebenarnya bila kita ingin mempelajari Satera Jontal ini sangat gampang, namun hanya saja kita jarang di kenalkan atau melihat Satera Jontal di dalam kehidupan kita. Maka dari sekarang kita akan belajar Satera Jontal:Dasar Dari Satera JontalHuruf Satera JontalNah kawan mungkinb sekian dulu yah dari saya…Ingat budayakan budaya kita“Suatu Duku Bangsa Akan Mati Apabila Budayanya Mati”
Sumber: https://yogaadiseptiyan.wordpress.com/ http://lovesumbawa.blogspot.com/2015/08/budaya-sumbawa-sastra-jontal.html

20/07/2016

Sejarah Sumbawa - Panglima Mayu Penjaga Laut Sumbawa: Panji atau Bendera LIPAN atau LIPAN API merupakan Bendera Perang Kesultanan Sumbawa. Bendera ini Selalu dibawa manakala pasukan Bala Cucuk menunaikan tugas pengamanan wilayah kesultanan dari ancaman musuh. Dewasa ini Bendera asli disimpan oleh pak Makadia keturunan dari Panglima Mayo sebagai hadiah dari Sultan Sumbawa karena berhasil sebagai penakluk perompak dan bajak laut yang mengganggu perairan Sumbawa

Banyak kisah yang menjadi catatan para pelaku sejarah di Kabupaten Sumbawa khususnya tentang gerak kiprah pembantu-pembantu Raja dalam mengawal daerah nya menjadi wilayah yang disegani. Haji M. Zain Anwar ( alm ) misalnya, adalah salah seorang pelaku sejarah yang memiliki sejumlah catatan tentang Sumbawa antara lain bagaimana hebatnya bala tentara kerajaan Sumbawa ketika melawan bajak laut yang selalu mengganggu dan meresahkan.Konon dahulunya perairan Sumbawa banyak dikuasai oleh bajak laut yang berlindung di Teluk Saleh bahkan konon p**a mereka dilindungi oleh Raja Kempong Dompu. Banyak pedagang yang berlayar ke Sumbawa dirompak ditengah laut baik itu yang datang dari Sulawesi, Kalimantan dan sebagainya. Mereka lalu mengadu kepada Sultan Sumbawa agar bagaimana para bajak laut itu bisa dilumpuhkan.Tersebutlah seorang pelaut ulung dari Pulau Bungin yang memiliki kedekatan pribadi dengan Sultan dan keluarganya. Ia dijuluki Panglima Mayu karena ia adalah Panglima Perang Tentara Laut Kerajaan Sumbawa. Panglima Mayu dikenal sebagai orang yang tidak banyak omong dan setiap titah Raja selalu dipatuhi dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Nama Panglima Mayu sudah dikenal hingga ke Negeri Aceh dan Banjar bahkan p**a di kerajaan-kerajaan yang berada di Sulawesi. Siapapun yang ingin menganggu kedaulatan laut kerajaan Sumbawa akan berpikir seribu kali jika mengetahui Panglima Mayu berpatroli disepanjang garis pantai.Sebelum diangkat menjadi Panglima Tentara Laut Kerajaan Sumbawa Daeng Mayu ..begitu ia akrab dipanggil, hanya mengawal perairan bagian barat Sumbawa khususnya p**au-p**au kecil yang berada dikawasan itu. Satu ketika ia sempat adu kekuatan dengan sekelompok orang di Pulau Panjang. Mereka dikenal sebagai perampok-perampok kecil oleh masarakat disekitar itu. Semua hasil tangkapan ikan masarakat dirampok bahkan sampan-sampan pun mereka ambil.Ketika seorang warga Bungin p**ang dari melaut dengan cara berenang, ributlah orang sekampung dan mereka langsung menyebut para perampok di Pulau Panjang sebagai biang keladinya. Itu pun mereka harus bersukur jika hanya ikan hasil tangkapan dan sampannya saja yang diambil. Karena juga sering terjadi para nelayan itu dibunuh oleh perampok itu.Seorang Mayu lalu mengumpulkan warga dan bersepakat membuat semacam kelompok kecil untuk menghajar para perampok itu. Suatu hari berangkatlah Daeng Mayu bersama rekan nya menyusuri pantai kemudian mengelilingi Pulau Panjang dengan berbekal 3 buah sampan layar. Dua hari dua malam kisah mencari perampok ini dilakukan Daeng Mayu dan teman-teman nya namun p**au Panjang dianggap aman saat itu.Ketika angin mulai bertiup kencang dan kelompok Mayu berniat kembali ke Bungin terlihatlah oleh mereka sejumlah orang di Gili ( Pulau ) Kalong tidak jauh dari Pulau Panjang. Ketika didekati dan turun di pantai orang-orang itu tidak dikenal nya hanya sampan yang mereka pakai dikenali sebagai milik masarakat Bungin yang beberapa waktu lalu dirampoknya.Perampok itu melakukan perlawanan terhadap Daeng Mayu dan rekan-rekannya. Namun mereka ternyata tidak bisa menandingi kemampuan bela diri dari Daeng Mayu dan kawan-kawan. Peristiwa itu berakhir dengan tewasnya para perampok tsb. Dan sejak saat itu Gili Rakit seperti diharamkan oleh masarakat untuk mendatanginya,karena disitulah para perampok itu dikuburkan. Ditambah lagi dengan cerita-cerita yang berkembang, bahwa ditempat itu selalu terdengar suara orang berteriak dan mengerang kesakitan seperti ketika mereka dihajar kelompok Daeng Mayu.Daeng Mayu memiliki ilmu bela diri yang tidak dimiliki orang lain saat itu. Ia juga jago dalam ilmu kebal, memanah dan bertarung dibawah laut. Ia sanggup tinggal berjam-jam lamanya didasar laut. Jadi jangan heran kalau sebagian masarakat Bungin dikenal juga sebagai penyelam. Semua itu adalah kemampuan yang diturunkan oleh Daeng Mayu kepada anak keturunan nya kemudian diwarisi oleh masarakat lainnya sampai hari ini.Sultan Sumbawa kala itu sudah mendengar kemampuan Daeng Mayu dan keluarga kerajaan sudah sering berkunjung ke Bungin. Tatkala Perairan Timur Sumbawa semakin terancam oleh para bajak laut, Daeng Mayu dipanggil ke Istana Raja Sumbawa. Ia diberi tugas untuk menumpas perompak atau bajak laut diperairan timur Sumbawa. Ketika itulah ia diangkat menjadi Panglima Perang dari Tentara Laut Kerajaan Sumbawa. Ia juga diberi hak untuk menggunakan bendera Perang “ Lipan Api “Dalam melaksanakan tugasnya.Panglima Mayu lalu membuat sejumlah perahu dan merekrut orang-orang yang dianggap pantas mendampinginya untuk memerangi para bajak laut itu. Dari sejumlah pertempuran yang terjadi diperairan timur Sumbawa semuanya dimenangkan oleh Panglima Mayu dan anak buahnya. Akan tetapi para bajak laut selalu lari menyelamatkan diri di Teluk Saleh diwilayah perairan Kerajaan Kempong Dompu. Lalu Raja Kempong diingatkan agar tidak melindungi para bajak laut tersebut. Namun Kerajaan Kempong tidak menggubris bahkan ketika diancam akan diserangpun tetap tidak mengindahkan peringatan Raja Sumbawa.Akhirnya Kesultanan Sumbawa memutuskan untuk berperang dengan Raja Kempong yang memiliki wilayah hingga ke Kecamatan Empang sekarang. Melalui laut ditugaskan lah Panglima Mayu dan bala tentara nya. Begitu p**a bala tentara yang menyerang lewat darat. Pertama Empang ditaklukkan setelah berhasil memukul mundur tentara Raja Kempong. Pertempuran terus berlangsung setiap harinya hingga akhirnya tentara Kerajaan Kempong bertahan di Desa Kwangko Dompu. Saat itulah Belanda turun tangan menengahi pertikaian ini dan perbatasan pun berubah ketempat pertahanan terakhir bala tentara Kerajaan Sumbawa yakni di perbatasan Sumbawa Dompu sekarang. Karena peristiwa itu p**a sebagian wilayah dompu dicaplok oleh Sumbawa mulai dari Empang hingga ke Desa Mata sekarang.(bang mek)Sumber: http://www.sumbawanews.com/node/9080 http://lovesumbawa.blogspot.com/2015/08/sejarah-sumbawa-panglima-mayu-penjaga.html

20/07/2016

Sejarah Sumbawa - Masuknya Islam di Pulau Sumbawa: Sebagaimana kita ketahui bersama sejarah pemerintahan dip**au Sumbawa adalah sejarah yang telah jauh mengakar dalam sejarah nusantara berabad –abad lamanya dan telah berinteraksi denga dunia luar hal ini diketahui dengan tercantumnya nama-nama Sumbawa, Bima dan Dompu dalam kitab Negara Kertagama yang ditulis tahun 1365 M. Tidaklah mengherankan jika dalam catatan perjalanan seorang Portugis bernama Tome Pires pada tahun 1513 disebut pelabuhan Sumbawa dan Bima sebagai pelabuhan persinggahan kapal-kapal yang berlayar ke Timur untuk membeli hasil bumi. Sehingga hal ini menjadi salah satu factor mudahnya Islam masuk kep**au Sumbawa dari jalur perniagaan melalui laut.Berbicara tentang masuknya Islam di Indonesia pada umumnya dan p**au sumbawa pada khususnya tentunya tidak lepas dari peran para ulama sekaligus pelaku niaga yang mnyebarkan Islam dengan cara damai sambil melakukan perniagaan dengan masyarakat setempat. Masuknya Islam di p**au Sumbawa terjadisejak abad ke XVI tepatnya antara tahun 1540-1550 M. Pada umumnya melalui dua jalur. Jalur pertama melalui para mubaligh dan pedagang dari Demak karena saat itu Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara menggantikan posisi Malaka yang sudah di taklukan oleh penjajah Portugis pada tahin 1511M. Jalur kedua melalui para mubaligh dan pedagang dari Sulawesi. Pada tahun 1623 Sultan Alauddin Raja Gowa yang masuk Islam pada tahun 1603 melakukan ekspansi mencari cadangan pangan untuk rakyatnya hingga ke p**au Sumbawa.
Cahaya Islam Menembus Sumbawa Pelabuhan-pelabuhan di Sumbawa sejak dulu terkenal sebagai lalulintas perniagaan baik dari Jawa maupun Sulawesi. Pada masa Sunan Giri menyebarkan Islam di tanah Jawa beliau juga mengirimkan utusan (Mission sencree) untuk menyebarkan Islam ke Timur Indonesia (luar p**au Jawa) sambil melakukan perniagaan. Salah satu muridnya yan diutus ke Smbawa dikenal dengan nama Zainul Abidin. Di dalam Buk Tuan Jurutulis (Sekretaris Kerajaan), diceritakan p**a tentang seorang pemuka Sumbawa yang sering melakukan pelayaran dan mengisahkan pada masyarakat tentang Kerajaan Demak yang aman dan tenteram dan akhirnya masyarakat mengutusnya untuk belajar disana agar kemudian ketika kembali dapat mengamalkan ilmunya untuk membangun masyarakat sumbawa.Sekembalinya dari Demak beliau datang dengan seorang mubaligh yang juga seorang pangeran. Pada tahun 1623 Sultan Alauddin Raja Gowa melakukan ekspansi mencari cadangan pangan hampir keseluruh p**au Sumbawa dibarengi dengan penyebaran agama Islam karena beliau telah memeluk agama Islam sejak 1603. Tercatat p**a dalam sejarah untuk kepentingan dagang Sultan Hasanuddin pada tahun 1650 telah mempersatukan Sumbawa dengan Makassar dan menyatakan seluruh Sumbawa telah memeluk agama Islam. Dalam Buk (catatan kerajaan Sumbawa) dinyatakan bahwa raja-raja di Sumbawa yang wafat pada permulaan penyebaran Islam dan mula-mula memeluk Agama Islam ialah : Dewa Lengit Ling Baremang (Utan), Dewa Lengit Ling Kartasari (Taliwang), Dewa Maja Paruwa (yang membuat perjanjian damai dengan Gowa) dan Dewa Lengit Ling Utan. Dengan masuk dan diterimanya Islam oleh kerajaan maka berubah p**a sistem pemerintahan kerajaan dengan berdasarkan syariat agama Islam dan kerajaan berubah menjadi Kesultanan. Sultan pertama pada kerajaan Sumbawa yaitu Sultan Harunurrasyid yang dikalangan rakyatnya dikenal dengan sebutan Dewa Dalam Bawa. Kemudian penyebaran agama Islam di Sumbawa beriringan dengan Sultan yang memerintah Kesultanan Sumbawa berikut :

* Sultan Harunurrasyid I (1674-1702)
* Sultan Jalaluddin Muhammad Syah I (1702-1725)
* Sultan Muhammad Kaharuddin I (1733-1758)
* Sultan Siti Aisyah (1759-1760)
* Datu Ungkap Sermin (1761-1762)
* Sultan Muhammad Jalaluddin Syah II (1762-1765)
* Dewa Mepaconga Mustafa (1765-1776)
* Sultan Harunurrasyid II (1777-1790)
* Sultan Shafiatuddin ( 1791- 1795)
* Sultan Muhammad Kaharuddin II (1795-1816)
* Sultan Amrullah II (1836-1882)
* Sultan Muhammad Jalaluddin III (1883-1931)
* Sultan Muhammad Kaharuddin III (1931-1958)

Jejak penyebaran Islam ditanah samawa dapat dilihat dari beberapa peninggalan sejarah diataranya : Istana Dalam Loka, Makam Sampar.

Cahaya Islam Menembus Dompu Pengaruh Islam masuk ke Dompu sejak 1628 namun sebelumnya telah masuk sedikit demi sedikit sejak 1528. Ulama yang dikenal menyebar Islam di dompu yaitu Syekh Abdul Gani yang juga menyebarkan Islam di Pulau Lombok dan pernah menjadi Imam Masjid di Masjidil Haram Makkah.Sekitar 1528 Syekh Nurdin Ulama keturunan arab menginjakkan kaki di Dompu untuk menyebarkan agama Islam sambil berdagang. Pada saat itu kerajaan Dompu dipimpin Raja Bumi Luma Na’e bergelar Dewa Ma Waa Taho dan masih dibawah penguasaan Majapahit.Kemudian Putri raja memeluk Islam dan menikah dengan Syekh Nurdin dan berganti nama menjadi Siti Hadijah, dikaruniai 3 orang anak yaitu Abdul Salam, Abdullah dan Joharmani.Pada Tahun 1545 Raja La Bata Na’e menggantikan ayahnya Raja Bumi Luwu Nae. Beliau sebelumnya belajar Islam di Kerajaan Bima, Kerajaan Gowa Makassar dan tanah Jawa. Pada masa ini Islam menjadi agama resmi kerajaan dan beliau menjadi Sultan Pertama Kesultanan Dompu bergelar Sultan Syamsuddin dan menikah dengan Joharmani. Sedangkan Syekh Abdul Salam menjadi Ulama Istana kesultanan Dompu.Pada tahun 1585 datang dan menetap saudagar sekaligus ulama Islam kedompu yang menyebarkan Islam, mereka adalah : Syekh Hasanuddin (Sumatera) yang kemudian oleh Sutan Syamsuddin diangkat menjadi salah seorang Qadi (jabatan setingkat menteri agama di Kesultanan), Syekh Abdullah (Makassar) dan Syekh Umar Al-Bantani (Madiun) dipercaya menjadi Imam Masjid di Kesultanan Dompu.Sejak saat itu Dompu menjadi kesultanan yang diperintah oleh seorang Sultan dengan sistem pemerintahan berdasarkan agama Islam. Berikut Sultan Sultan Dompu yang banyak memberi andil dalam penyebaran Islam di Dompu :1. Sultan Syamsuddin La Bata Na.E(1545)
2. Sultan jamaluddin .Manuru Doro Ngao(1640)
3. Sultan Sirajuddin.Manuru Bata(1640-1682).
4. Sultan Ahmad bergelar Manuru Kilo(1682-1686).
5. Sultan Abdul Rasul bergelar manuru Laju(1686-1701).
6. Sultan Usman Manuru Goa(1701-1702)..
7 Sutan Ahmad Syah bergelar Manuru Kempo(1702-1717).
8 Sultan Abdu Kadir Mawaa Alus(1717-1727).
9. Sultan Samsudin bergelar Mawaa Sampela(1727-1737).
10. Sultan Kamaludin. (1737)
11. Sultan Abdul Kahar Manuru Hidi. (1737-1746)
12. Sultan Abdurahman bergelar Manuru kempo II. (1746-1748)
13. Sultan Abdul Wahab bergelar Mawaa Cau. (1749-1792)
14. Sultan Abdulah bergelar Mawaa Saninu.(1793-1798)
15. Sultan Yakub bergelar Negeri Mpuri.(1798-1799)16. Sultan Abdulah Tajul Arifin I bergelar mawa`a Bou. (1799-1801)
17. Sultan Abdul Rasull II bergelar Manuru Bata.(1801-1857)
18. Sultan Muhamad Salahudin Mawaa adi. (1857-1870)
19. Sultan Abdulah II bergelar Mambora Bara Ncihi Ncawa. (1871-1882)
20. Sultan Muhamad Sirajudin bergelar Manuru Kupa. (1882-1934)
21. Sultan Muhamad Tajul Arifin bergelar Mawaa Sama (Ruma Toi). (1947-1958).Bukti peninggalan sejarah Islam di Dompu antara lain dapat di lihat dengan berdirinya Masjid Agung Baiturahman ( Masjid Raya Dompu) yang dahulunya lokasi tersebut adalah Istana Kesultanan Dompu dan makam Sultan Dompu di depan Masjid tersebut..

Cahaya Islam Menembus Bima Islam mulai masuk ke Bima pada masa akhir Kerajaan Bima antara tahun 1540-1550 melalui mubaligh dan pedagang Demak. Mengingat Bima merupakan jalur perniagaan bagian selatan wilayah nusantara dan sejak abad XV pada masa Raja Manggampo Donggo Kerajaan Bima mencapai puncak kejayaannya bahkan pada masa Raja Ma Wa’a Ndapa telah berperan dalam percaturan niaga internasional yang berpusat di sunda kelapa (Jakarta) dan bima telah memiliki perkampungan khusus di sana.Waktu tepatnya adalah pada masa pemerintahan Sunan Prapen putra Sunan Giri karena saat itu Demak giat melakukan penyiaran Islam di wilayah Indonesia Timur.Penyebaran Islam pada masa Sunan Prapen tidak berlangsung lama dan pengaruhnya tidak begitu kuat karena runtuhnya kerajaan Demak akibat Revolusi istana yang berakibat pada gugurnya Sultan Tranggano tahun 1546.Kemudian pada 1617 (1028H) ditulis di dalam BO (Catatan Lama Istana Bima) para pedangang Sulawesi datang menyebarkan Islam di Bima. Saudagar Daeng Mangali tiba dipelabuhan Sape bersama orang Luwu, Tallo dan Bone dan menghadap Ruma Bumi Jara yang memegang Sape mengantar sepucuk surat dari Ruma Bumi Jara di Bone yang mengabarkan bahwa Kerajaan Gowa, Tallo, Luwu dan Bone sudah memeluk Islam. Kemudian pada 10 Rabiul awal 1030 H (1619 M) empat orang petinggi Kerajaan Bima sepakat memeluk agama Islam dan berganti nama menjadi nama Islam :- La Kai ( Ruma Ta Ma Bata Wadu) menjadi Abdul Kahir yang kemudian menjadi Sultan Pertama Kesultanan Bima- La Mbila menjadi Jalaluddin- Bumi Jara Mbojo Sape menjadi Awaluddin- Manuru Bata menjadi Sirajuddin yang kemudian menjadi sultan Dompu.Karena pergolakan politik di Istana Abdul Kahir dan Jalaluddin hijrah ke Makassar dan memperdalam Islam disana dibawah asuhan para ulama kelahiran Minang yaitu Datuk Di Bandang dan Datuk Di Tiro.Kemudian setelah menimba Ilmu agama Islam dengan di bantu Kesultanan Makassar Abdul Kahir dan Jalaluddin melakukan ekspedisi bersenjata untuk merebut kembali Kerajaan Bima dari pemberontak dalam rombongan tersebut ikut p**a Datuk Di Bandang dan Datuk Di Tiro yang akan membantu Abdul Kahir menyebarkan Islam ditanah Bima dan sekitarnya.Setelah tiga bulan keberhasilan ekspedisi tersebut, tepatnya 15 Rabiul Awal 1050 H (1640 M) Abdul Kahir dinobatkan sebagai Sultan I Bima dengan gelar Ruma Ta Ma Bata Wadu sedang Jalaluddin menjadi Ruma Bicara (Perdana Menteri ) pertama dengan gelar Manuru Suntu.Dengan penobatan ini menjadi titik akhir sejarah kerajaan Bima dan berganti menjadi babak baru Kesultanan Bima. Mulai saat itu Bima mengamalkan falsafah dan aturan kesultanan bersasarkan agama Islam.Kesultanan Bima kemudian berdiri dan berpacu menyebarkan agama Islam hingga akhir masa kesultanan bima tahun 1951. Adapun Sultan Kesultanan Bima yang memiliki Andil dalam penyebaran Islam di Bima dan sekitarnya sebagai berikut :

* Sultan Abdul Kahir (1640)
* Sultan Abil Khair Sirajuddin (1640-1682)
* Sultan Nuruddin Abubakar Ali Syah (1682-1687)
* Sultan Jamaluddin (1687-1696)
* Sultan Hasanuddin (1696-1731)
* Sultan Alauddin Muhammad Syah ((1731-1742)
* Sultan Abdul Kadim (1743-1773)
* Sultan Abdul Hamid (1773-1819)
* Sultan Ismail (1819-1854)
* Sultan Abdullah (1854-1868)
* Sultan Abdul Aziz (1868-1881)
* Sultan Ibrahim (1881-1915)
* Sultan Muhammad Salahuddin (1915-1951)

Saksi sejarah yang merupakan bukti sejarah penyebaran Islam di Bima dapat di lihat berupa Museum Asi Mbojo ( dahulunya adalah Istana Kesultanan Bima), Masjid Kesultanan Bima, Makam Sultan pertama Bima Sultan Abdul Kahir di Dana Taraha, Makam Sultan Abil Khair Sirajuddin dan Nuruddin Abubakar Ali Syah di Tolomundu dan Makam-makam sultan lainnya yang masih dalam kompleks Masjid Kesultanan Bima.
Mataram, April 2010
IWAN Wahyudi

Sumber: http://iwan-wahyudi.com/ http://lovesumbawa.blogspot.com/2015/08/sejarah-sumbawa-masuknya-islam-di-p**au.html

Address

Sumbawa
84311

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Love Sumbawa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share