OTW Alam Rahim

OTW Alam Rahim Alam RAHIM

Alam rahim adalah masa perpindahan sejak pertama dalam tulang sulbi para ayah dan rahim para ibu sebelum di lahirkan.

Tentang Alam Rahim:Semua jiwa-jiwa sebelum di kirimkan ke rahim ibu di panggil menghadap Allooh dan di ambil kesaksian d...
12/08/2020

Tentang Alam Rahim:

Semua jiwa-jiwa sebelum di kirimkan ke rahim ibu di panggil menghadap Allooh dan di ambil kesaksian dari jiwa mereka, perhatikan di sini yang bersaksi bukan ruh, jasad atau pun akal pikiran.
Peristiwa ini berlangsung di alam persaksian.

Allooh Ta’ala berkata: "
Alastu bi Robbikum?
(Bukankah aku Robbmu...
Semua jiwa mengatakan...
“Betul, kami bersaksi” Kami lakukan yang demikian itu agar di hari qiamat nanti tidak mengatakan sesungguhnya kami Bani Adam adalah orang2 yang lalai.
Berkata :
“Kami tidak pernah tahu ttg persaksian ini” (Al Qur'an [7]: 172)

Sa'at jiwa bersaksi, jiwa kita dalam kondisi mengenal Robbnya. Begitu di masukkan ke rahim ibu, dan lahir, kemudian menjadi tidak mengenal Allooh.
Yang tidak paham adalah akal raganya, tapi jiwa yang di dalam mengenal. Tapi, semakin seseorang bertambah usia, sang jiwa menjadi semakin terpuruk di dalam raga.
Menjadi lemah oleh pengaruh buruk lingkungannya.Si jiwa menjadi tidak hidup dan sang entitas yang sempat mengenal Allooh tadi menjadi tenggelam dalam dunia raga kita termasuk di dalamnya ada ego, hawa nafsu dan syahwat.

Salah satu tanda kita tidak lagi mengenal Allooh yakni tidak yakin Allooh akan menolong, ragu bahwa Allooh yang akan memberi rezeki.
Padahal ketika dalam kandungan kita di beri makan lewat plasenta, setiap bayi ada kantung kuningnya, itu adalah makanannya.
Bayangkan sejak dalam kandungan bayi itu sudah ada makanannya. Sa'at di lahirkan ada air susu ibu, semua itu ada rezekinya.
Jadi manusia ada rezekinya yang mendampingi sebagai bekal hingga ia meninggal pada sa'atnya.
Begitu besar juga sebenarnya masih ada kantung rezekinya cuma tidak kelihatan, tidak sekonkret plasenta seperti waktu bayi namun harus di upayakan. Tapi semua Allooh jamin, karena dunia ini di ciptakan bukan untuk mencari makan, tapi untuk mengenal Allooh, mengabdi pada Allooh Ta’ala.
Artinya apa?
Urusan rezeki kita itu Allooh yang jamin!
"Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.
Sehingga kalau di dunia kita hanya sibuk cari ‘makan’ sampai mati dan lupa pada tugas untuk menemukan jalan ke utamaan, maka rugi sekali.

Kenapa jiwa dilahirkan di alam bumi? Tentu ada yang dicari di alam dunia. Oleh karena itu harus berpengetahuan, harus belajar. Seperti halnya kita punya anak, kalau ia lahir lalu dibiarkan tidak sekolah, maka tidak akan pandai. Jiwa pun sama harus mengenal semua alam yang Dia buat. Memang jiwa awalnya mengenal Allah, dibekali dahulu tauhidnya, lalu disuruh dicari pengejawantahannya di seluruh alam-alam yang akan dilaluinya.

Perjalanan setelah dari alam persaksian adalah di alam rahim. DI situ jiwa mulai dimasukkan ke dalam raga, dibekali dengan empat hal yang menjadi skenario dasar yang harus dia lakoni di alam berikutnya, yaitu alam dunia. Berbekal dengan semua itu, seyogyanya manusia mencari kesejatian dirinya, menemukan sebanyak mungkin al haq, mengenali kebenaran dalam kurun waktu yang singkat ini.

”Sesungguhnya setiap orang di antara kalian, penciptaannya dikumpulkan dalam rahim ibunya, selama 40 hari berupa sperma (nuthfah), kemudian menjadi segumpal darah (’alaqah) selama 40 hari juga, kemudian menjadi segumpal daging (mudhghah) selama 40 hari juga. Lalu diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya. Dia diperintahkan menuliskan empat kata: Rezekinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.
Demi Allah yang tiada Tuhan selain-Nya, salah seorang di antara kalian mengerjakan amalan ahli surga, sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. Ternyata ia didahului oleh ketetapan Allah untuk tidak masuk surga. Kemudian dia melakukan perbuatan ahli neraka, sehingga ia pun masuk neraka.
Ada p**a salah seorang di antara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka, sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja.
Ternyata dia di dahului oleh ketetapan Allooh untuk tidak masuk neraka.
Kemudian dia melakukan perbuatan ahli surga sehingga dia pun masuk surga.
(HR Bukhori dan Muslim)

Proses pencipta'an manusia di dalam rahim di jelaskan dalam Al_qur'an surat al-Mu'minun ayat 12-14.  ''Dan, sesungguhnya...
08/01/2020

Proses pencipta'an manusia di dalam rahim di jelaskan dalam Al_qur'an surat al-Mu'minun ayat 12-14.
''Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.
"Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang di simpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah.
Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.
Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging.
Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ...."

Dari ayat tersebut dapat di simpulkan adanya enam fase terbentuknya janin dalam rahim.
Tahap pertama penciptaan janin di sebut Sulalah di mulai dari saripati mani.
Allooh menjelaskan bahwa manusia di ciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”.
Manusia bukan di ciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang di maksud dengan “ Sulalah”

Menurut riset yang telah di teliti oleh para ahli sekarang, bahwa manusia itu tercipta dari satu sperma saja. Itu sangat sedikit sekali bila di banding dengan sperma yang keluar dari laki-laki yang mencapai juta'an sperma.
Sulalah adalah kata yang paling tepat dan cocok untuk menggambarkan proses terbentuknya janin ini, karena satu dari jutaan sperma ini bergerak menuju ke rahim untuk membuahi o**m dari wanita.

Tahap ke dua di sebut Alaqoh.
“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).”
‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa – rawa (yaitu sebangsa lintah ).

Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya di foto bersama'an, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.

Tahap ke tiga, Mudghoh (Segumpal Daging).
Dalam kelanjutan surat al-Mu'minun di jelaskan
''Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.”
Tahap ke empat di tandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang.
“Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.”

Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya.
Setelah itu barulah muncul daging. Ini hanya baru di ketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat – alat fotografi.

Tahap ke lima, pembungkusan tulang dengan daging.
“Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dagin...''
Di dahulukannya pencipta'an tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya.
Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.

Tahap ke enam adalah perubahan janin ke bentuk yang lain.
“Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..''
Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter”

Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap.
Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.

Dalam sebuah hadis Rosulullooh SAW bersabda,
”Seseorang dari kamu di tempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqoh selama itu p**a (40 hari), kemudian menjadi mudhghoh selama itu p**a (40 hari); kemudian Allooh mengutus seorang malaikat lalu di perintahkan empat kalimat (hal), dan di katakan kepadanya:
Tulislah amal, rizqi dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian di tiupkan ruh padanya.”
(Hadits riwayat Imam al-Bukhori dari `Abdullah).

Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang ibu, hingga akhirnya melahirkan diusia kehamilan sembilan bulan. Sungguh Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Walloohu A'lam.

18/01/2017

Address

Darmaraj
Sumedang
45372

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OTW Alam Rahim posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share