29/06/2019
7 Golongan yang Amalannya Laksana Debu yang Beterbangan
Dalam Al-Qur'an terdapat satu ayat yang selalu membuat takut dan gemetar para salaf dalam membacanya, karena ayat tersebut menunjukkan bahwa di hari kiamat kelak ada sebagian hamba ketika berjumpa dengan Allooh ia mendapatkan azab yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.
Ayat tersebut adalah:
Artinya:
“Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allooh yang belum pernah mereka perkirakan”.
(QS Az-Zumar; 47)
Inilah di antara orang-orang yang akan mendapatkan azab Allooh yang tak di sangka-sangka tersebut adalah 7 golongan yang di sebutkan Imam Ibnu Rajab rohimahullooh dalam bukunya:
“Al-Mahajjah fi Sair Ad-Duljah”.
7 golongan ini semuanya merasa bahwa mereka memiliki amalan sholeh yang akan menyelamatkan mereka di hadapan Allooh Ta’ala, namun ternyata amalan baik mereka tersebut terhamburkan laksana debu yang beterbangan, tanpa memiliki nilai apa pun di sisi Allooh, lalu mereka pun di timpakan azab yang tidak di sangka-sangka.
7 golongan tersebut adalah:
1.Seseorang yang memiliki banyak amalan sholeh seraya mengharapkan secara takjub dan bangga bahwa dirinya akan mendapatkan ganjaran kebaikan atasnya, sehingga di akhirat kelak amalan-amalannya tersebut berubah menjadi debu yang beterbangan, bahkan amalan ini berubah menjadi dosa baginya. Sebagaimana firman Allooh Ta’ala:
Artinya;
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”.
(QS Al-Furqan ; 23)
Tentang makna ayat:
“Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allooh yang belum pernah mereka perkirakan.
(QS Az-Zumar ; 47)
Al-Fudhail rohimahullooh berkata;
“Mereka sewaqtu di dunia beramal dengan banyak amalan sambil mengharapkan (secara takjub dan bangga) ganjaran kebaikan atasnya, namun ketika di akhirat amalan-amalan tersebut berubah menjadi dosa-dosa.
2.Seseorang yang melakukan dosa sambil meremehkannya, sehingga dosa ini menjadi sebab ia mendapatkan azab, sebagaimana dalam firman Allooh ;
Artinya;
“Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja.
"Padahal dia pada sisi Allooh adalah besar.
(QS An-Nur ; 15)
Sebagian para sahabat berkata kepada para tabi'in;
“Sesungguhnya kalian kadang melakukan suatu amalan yang nilainya lebih kecil di mata kalian daripada sehelai rambut, namun dahulu di zaman Rosulullooh shollolloihu’alaihi wasallam kami menganggapnya sebagai suatu dosa besar yang membinasakan.[1]
3.Orang yang amalan buruknya di hiasi oleh setan sebagai amalan baik, sehingga ia pun melihatnya sebagai suatu kebaikan. Allooh berfirman;
Artinya;
“Katakanlah:
“Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
(QS Al-Kahfi ; 103-104)
Ibnu ‘Uyainah rohimahullooh berkata;
“Ketika Muhammad bin Al-Munkadir rohimahullooh sedang mengalami sekarat, ia merasa ketakutan, maka orang-orang pun memanggil Abu Hazim, ketika ia datang, Ibnul-Munkadir berkata padanya:
“Sesungguhnya Allooh Ta’ala berfiman;
“Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allooh yang belum pernah mereka perkirakan.
(QS Az-Zumar ; 47)
"Dan saya sangat khawatir jika akan mendapatkan azab yang tidak pernah saya sangka sebelumnya.
Maka keduanya pun menangis.
Al-Fudhail bin ‘Iyadh rohimahullooh berkata;
“Saya di kabarkan tentang Sulaiman At-Taimi rohimahullooh ketika di katakan padanya;
“Siapakah yang bisa menyamai dirimu (dalam hal ibadah dan zuhud)?!
Ia menjawab; “Janganlah kalian berkata seperti ini, saya tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diriku di hadapan Allooh nanti, karena saya mendengar firman Allooh Ta’ala;
“Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allooh yang belum pernah mereka perkirakan.
(QS Az-Zumar ; 47).
4. (Orang-orang yang riya’ dengan amalan sholehnya)
Tentang ayat ini:
“Dan jelaslah bagi mereka azab dari Allooh yang belum pernah mereka perkirakan.
(QS Az-Zumar ; 47)
Dahulu Sufyan Ats-Tsauri rohimahullooh berkata;
“Celakalah orang-orang yang riya’ dengan (ancaman) ayat ini.
Ucapan beliau ini juga terdapat dalam hadist yang mengisahkan tentang tiga golongan yang pertama kali di jerumuskan dalam api neraka, yaitu;
"Orang yang menuntut ilmu agar di beri gelar ulama'
"Orang yang gemar bersedekah agar di sebut dermawan
"Dan orang yang berjihad agar di sebut mujahid. [2]
5.Orang yang beramal sholeh namun ia banyak menzalimi orang lain.
Ia menyangka bahwa amalannya akan menyelamatkannya di akhirat kelak, namun ternyata ia mendapatkan dari Alloih suatu azab yang tidak pernah ia sangka.
Semua amalannya di bagi-bagi kepada orang-orang yang ia zalimi, dan jika pahala amalannya telah habis terbagi, namun orang yang ia zalimi masih ada yang menuntut hak darinya, maka dosa-dosa mereka di pindahkan kepadanya, lalu ia di jerumuskan ke dalam neraka.
6.Seseorang beramal sholeh namun kurang bersyukur-, lalu di akhirat kelak akan di tanyai oleh Allooh ketika amalannya di hisab, lalu ia di tuntut untuk menebus nikmat yang ia dapatkan di dunia dengan amalannya, dan ternyata nikmat terkecil saja tidak bisa di tebus kecuali dengan seluruh amalannya, sehingga nikmat-nikmat yang belum ia tebus di mintai tebusannya namun karena amalannya telah habis, maka ia pun di azab.
Sebab itu Rosulullooh sholloolloohu’alaihi wasallam bersabda;
“Siapa yang di hisab secara detail, maka ia pasti di azab.
7.Kadangkala seseorang memiliki dosa tertentu yang menghapus semua amalannya kecuali amalan tauhid, sehingga ia pun di masukkan ke dalam neraka terlebih dahulu.
Dalam Sunan Ibnu Majah dari riwayat Tsauban secara marfu’ ;
Artinya ;
“Saya sungguh mengetahui suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat kelak dengan membawa pahala kebaikan seperti gunung-gunung Tihamah yang putih, namun Allooh ‘Azza wa Jalla menjadikannya laksana debu yang beterbangan.
Tsauban bertanya;
“Wahai Rosulullooh, sebutkan kami ciri-ciri mereka agar kami tidak termasuk dalam golongan mereka sedangkan kami mengetahui akibatnya.
Beliau bersabda;
“Mereka adalah saudara-saudara kalian, dan dari bangsa kalian.
Mereka mengerjakan ibadah malam sebagaimana kalian beribadah malam, akan tetapi mereka adalah suatu kaum yang apabila dalam ke ada'an menyendiri, mereka melakukan hal-hal yang di haramkan Allooh Ta’ala”.[3]
Ya’qub bin Syaibah dan Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan dari hadist Salim Maula Abi Hudzaifah rodhialloohu’anhuma secara marfu ‘;
“Sungguh ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat kelak dengan membawa pahala kebaikan seperti gunung-gunung Tihamah, namun ketika mereka di datangkan di hadapan Allooh ‘Azza wa Jalla, Dia menjadikan pahala amalan tersebut laksana debu yang beterbangan lalu Dia menjerumuskan mereka ke dalam neraka.
Salim berkata;
“Saya khawatir akan termasuk dari golongan mereka.
Rosulullooh melanjutkan;
“Sesungguhnya mereka dahulu berpuasa sebagaimana kalian puasa, mengerjakan sholat dan ibadah malam sebagaimana kalian mengerjakannya, namun mungkin saja mereka dahulu tatkala di dunia jika mendapati perkara haram mereka mengerjakannya, sehingga Allooh pun menghapus amalan mereka.[4]
Kadang p**a amalan bisa terhapus dengan adanya sifat rya’ yang tersembunyi dan perasa'an ujub/bangga terhadap amalan tersebut, sedangkan pelakunya tidak menyadarinya.
[1].Atsar ini ; riwayat Bukhori ; 6492 dari Anas rodhialloohu’anhu.
[2].Hadisnya dalam riwayat Muslim ; 1905, dari Abu Hurairoh rodhialloohu’anhu.
[3].HR Ibnu Majah ; 4245, Al-Bushiri berkata dalam Az-Zawaid ; Sanad hadist ini shohih, dan rawinya semuanya tsiqah.
Adapun Abu Amir Al-Alhani, maka namanya adalah Abdullah bin Ghobir.
[4].Sanadnya dho'if, juga di riwayatkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (1/177-178) dengan sanad yang dho'if.