04/05/2026
📊 Berita Resmi Statistik BPS Jawa Timur | 4 Mei 2026
BPS Provinsi Jawa Timur hari ini merilis data statistik terkini yang mencakup lima indikator ekonomi Jawa Timur periode April dan Maret 2026.
Inflasi Jawa Timur pada April 2026 tercatat 0,02% (m-to-m) dan 2,85% (y-on-y) — salah satu yang terendah di Indonesia. Normalisasi harga pangan pasca Ramadan dan Idulfitri 1447 H menekan harga cabai rawit (-27,36%), daging ayam ras (-10,45%), dan emas perhiasan (-4,65%), meski angkutan udara melonjak 18,38% akibat kenaikan harga avtur.
Ekspor Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat US$2,05 miliar, turun 1,89% dibanding tahun lalu. Sementara impor turun 11,47% menjadi US$2,12 miliar, sehingga neraca perdagangan mencatat defisit US$0,07 miliar. Perhiasan dan permata masih menjadi komoditas ekspor nonmigas terbesar, dengan Tiongkok sebagai negara tujuan utama.
Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur tercatat 116,46, turun 1,63% dibanding Maret 2026, dipicu pelemahan di subsektor hortikultura akibat koreksi harga cabai rawit dan bawang merah pasca Lebaran.
Di sektor pariwisata, wisatawan nusantara melonjak 28,82% menjadi 20,78 juta perjalanan berkat libur Idulfitri, sementara wisatawan mancanegara tercatat 21.068 kunjungan — naik 34,65% secara tahunan meski turun dari bulan sebelumnya akibat penutupan Bromo saat Nyepi.
Sektor transportasi ikut bergerak naik — penumpang kereta api naik 24,24% menjadi 2,58 juta orang, penumpang bandara domestik naik 42,72%, dan kedatangan penumpang pelabuhan melonjak 151,14% pada Maret 2026.
📎 Unduh data lengkap di jatim.bps.go.id/pressrelease.html