09/06/2026
Kalau mangrove hilang, apa yang terjadi?
Abrasi makin parah. Air laut lebih mudah masuk ke daratan. Habitat ikan berkurang. Bahkan perubahan iklim bisa makin terasa dampaknya di sekitar kita.
Karena itu, menjaga mangrove bukan cuma urusan pemerintah atau pesisir — tapi tentang menjaga masa depan lingkungan dan kehidupan masyarakat. 🌿
Hari ini, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Konsultasi Publik I dan Focus Group Discussion (FGD) Data Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Provinsi Jawa Timur di Hotel Luminor Surabaya, Senin (8/6).
Forum ini menghadirkan berbagai pihak untuk berdiskusi dan memperkaya data perlindungan ekosistem mangrove di Jawa Timur, mulai dari aspek biofisik, ekologi, sosial ekonomi, tata ruang, kelembagaan, hingga pemanfaatan dan pengendalian mangrove.
Berbagai materi strategis turut dibahas, seperti:
🌱 Integrasi fungsi lindung dan budidaya mangrove dalam pembangunan daerah
🌱 Integrasi mangrove ke dalam rencana tata ruang
🌱 Pembahasan unit kesatuan lanskap mangrove Jawa Timur
🌱 Penyusunan draft dokumen RPPEM Jawa Timur
Kenapa ini penting? Karena keputusan pembangunan hari ini akan menentukan apakah mangrove tetap menjadi pelindung alami pesisir kita di masa depan.
Hutan mangrove mampu menyerap karbon hingga beberapa kali lebih besar dibanding banyak jenis hutan daratan, sekaligus menjadi “rumah” bagi berbagai biota laut. ✨
Menjaga mangrove = menjaga pesisir, ekonomi masyarakat, dan masa depan generasi berikutnya. 🌍💚