14/05/2026
■ Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) mengecam keras pernyataan palsu yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada 11 Mei, yang dinilai berupaya merendahkan kedaulatan Taiwan. Pernyataan tersebut mencakup penggunaan tidak tepat atas apa yang disebut “prinsip satu Cina” serta klaim bahwa partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional harus mendapat persetujuan Beijing. Taiwan menilai langkah itu bertujuan menghalangi keikutsertaannya dalam World Health Assembly (WHA) ke-79.
🔺ROC(Taiwan) menegaskan bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah negara yang berdaulat dan merdeka, serta tidak berada di bawah Republik Rakyat Tiongkok (RRT), begitu p**a sebaliknya.
🔺Taiwan juga menegaskan memiliki hak untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Cina tidak memiliki hak untuk mengomentari ataupun mencampuri hal tersebut.
🔺Setelah Perang Dunia II, Perjanjian San Francisco yang memiliki kekuatan hukum internasional menggantikan deklarasi politik seperti Deklarasi Kairo dan Proklamasi Potsdam. Perjanjian tersebut tidak memberikan kedaulatan Taiwan kepada RRT, dan RRT juga tidak pernah memerintah Taiwan. Karena itu, Taiwan disebut tidak pernah menjadi bagian dari RRT.
🔺MOFA kembali menekankan bahwa Resolusi Majelis Umum PBB 2758 dan Resolusi WHA 25.1 tidak menyebut Taiwan sama sekali. Oleh sebab itu, kedua resolusi tersebut dinilai tidak dapat dijadikan dasar untuk menghalangi partisipasi Taiwan dalam sistem PBB maupun organisasi internasional lainnya.
Taiwan juga menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang mendasar dan tidak seharusnya dipengaruhi kepentingan politik. Kontribusi Taiwan dalam pencegahan epidemi global dan kesehatan masyarakat disebut telah diakui dunia internasional, sehingga Taiwan dianggap sebagai mitra penting dan konstruktif dalam sistem kesehatan global.
MOFA mendesak Sekretariat WHO untuk menjaga profesionalisme dan netralitas, menolak campur tangan politik dari Tiongkok, serta segera mengundang Taiwan untuk berpartisipasi sebagai pengamat dalam WHA agar dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi kesehatan publik dunia.
外交部嚴正駁斥中國外交部有關台灣參與國際組織需經同意的錯誤言論,強調中華民國台灣是主權獨立國家,與中國互不隸屬。我國參與國際組織是基於主權的正當合法權利,中國無權阻撓。二戰後具國際法效力的《舊金山和約》並未將台灣交予中國,中國亦未曾統治台灣。聯合國第2758號決議及WHA第25.1號決議均未提及台灣,不能作為排除我國參與的依據。我國堅決抗議中國貶損主權的言論,並重申參與國際組織的正當地位。
■ 嚴正駁斥中國外交部錯誤言論打壓我國主權!
日前中國外交部謬稱我國參與國際組織需先經過同意,阻撓我國參加今年第79屆 ,外交部強烈抗議與譴責此種貶損我國主權的錯誤言論,並嚴正重申:
🔺中華民國台灣是主權獨立國家,與中華人民共和國互不隸屬。
🔺我國參與國際組織的權利,是基於主權的「正當合法權利」,中國無權置喙與阻撓。
🔺二戰結束後,具有國際法效力的《 #舊金山和約》取代《開羅宣言》及《波茲坦公告》等政治聲明,該和約並未將台灣交給中華人民共和國,中華人民共和國更從未統治過台灣!
🔺「聯大第2758號決議」及「WHA第25.1號決議」均未提及台灣,不能用於排除我國參與聯合國體系及其他國際組織。
外交部深信健康是基本人權,不應受政治干預,台灣醫療實力與疫情防治成果全球有目共睹,呼籲 秘書處應秉持專業與中立,拒絕中國政治干預,讓台灣為全球公衛貢獻心力!
■ MOFA condemns and denounces in the strongest terms the PRC’s Ministry of Foreign Affairs for issuing false statements on May 11 that sought to downgrade Taiwan’s sovereignty. These remarks included the inappropriate citation of China’s so-called “one China principle” and the spurious claim that Taiwan’s inclusion in international organizations required approval. They were aimed at obstructing Taiwan’s participation in the 79th World Health Assembly (WHA).
🔺The Republic of China (Taiwan) is a sovereign and independent nation and neither it nor the People’s Republic of China (PRC) is subordinate to the other.
🔺Taiwan has the right to participate in such international organizations as the United Nations. And China has no right to comment or interfere with this.
🔺Following World War II, the Treaty of San Francisco—which has the force of international law—replaced political declarations such as the Cairo Declaration and the Potsdam Proclamation. The treaty did not grant sovereignty over Taiwan to the PRC, and the PRC has never governed Taiwan. Taiwan has never been part of the PRC.
🔺MOFA once again underscores that United Nations General Assembly Resolution 2758 and WHA Resolution 25.1 make no mention of Taiwan. Thus, the resolutions cannot serve as a basis for precluding Taiwan’s participation in the UN system or other international organizations.
MOFA emphasizes that health is a fundamental human right and should not be subject to political interference. Taiwan’s contributions to global epidemic prevention and public health have been internationally recognized. It is an indispensable, constructive partner of the global health system. MOFA urges the WHO Secretariat to uphold professionalism and neutrality, reject political interference by China, and promptly invite Taiwan to participate in the WHA as an observer to enable Taiwan to make greater contributions to global public health.