Puri Agung Tabanan

Puri Agung Tabanan The Puri Agung Tabanan, originally was the official resident of His Majesty King of Tabanan & his Family.

It was originally built sometimes in 1256, in area called Pucangan or Buwahan, by the first King of Tabanan, Called Ida Bhatara Arya Kenceng.

17/08/2026

Prosesi pengambilan mempelai wanita ke Puri Dangin Tabanan

60 TAHUN BERLALU PAWIWAHAN AGUNG DENGAN PRINSIP LELUHUR KEMBALI DIGELAR DI PURI AGUNG SINGASANA TABANAN. ULANGI TRADISI ...
17/08/2026

60 TAHUN BERLALU PAWIWAHAN AGUNG DENGAN PRINSIP LELUHUR KEMBALI DIGELAR DI PURI AGUNG SINGASANA TABANAN. ULANGI TRADISI SAKRAL SETELAH ENAM DEKADE.

Rangkaian Upacara Pawiwahan antara keluarga dekat Puri Agung Singasana dan Puri Dangin Tabanan dimulai pada Soma, Pon, Tambir, 10 Agustus 2026, yakni Upacara Mesedek atau meminang ke Puri Dangin Tabanan.
Dilanjutkan pada Wrespati, Paing, Tambir, 13 Agustus 2026, Medarma Suaka dan Tukar Cincin.

Keunikan, sakral, dan langka dari prosesi pawiwahan ini adalah saat Upacara Pengambilan Mempelai Wanita pada Redite, Kliwon, Medangkungan, 16 Agustus 2026.
Usai Prosesi Mebaosan ( pembicraan terakhir antar keluarga ) lantas diawali dengan ritual Ngungkab Lawang ( ketuk pintu ) yang dilakukan oleh dua Sulinggih ( lanang dan istri ), dua Juru Gending yang menembangkan syair – syair Weda, serta banten dalam kategori utama.
Usai ritual Ngungkab Lawang, setelah mempelai wanita sungkem dan pamit kepada kedua orang tua dan pengelingsir setempat, kedua pasangan mempelai lantas ditandu dengan Joli ( sarana berupa kursi yang diusung ), menandakan kemegahan ritual sakral pawiwahan antar keluarga dekat kerajaan di masa lalu.
Kedua pasangan mempelai diarak ( mepeed ) menuju Puri Agung Singasana Tabanan, diiringi sebuah gamelan sakral, yakni Gong Beri. Konon Gong Beri adalah hasil alkuturasi budaya antara China dan Bali pada masa lalu, dan hanya dipentaskan saat pawiwahan keluarga dekat kerajaan dan kegiatan sakral di pura – pura. Merupakan simbol kebesaran, kehormatan, dan kewibawaan.
Gamelan ini menggunakan instrumen seperti gong berukuran khusus, klenteng ( kenong kecil bergaya China ), kendang, dan suling.
Dalam hal parade atau mepeed rangkaian upacara pawiwahan keluarga kerajaan, gamelan ini memberikan nuansa magis dan agung melalui tetabuhan ritmisnya yang khas dalam mengatur langkah barisan mepeed. Mengubah perarakan biasa menjadi seni pertunjukan adat yang sakral.
Arakan calon penganten semakin meriah dengan perlengkapan Tombak Bandrang, Tedung Agung, dan Gong Suling pada deretan akhir.

Prosesi arakan calon penganten berakhir di depan pintu masuk ( Apit Surang ) Puri Agung Singasana Tabanan berupa penyambutan kehadiran mempelai wanita dengan Banten Penyapa yang dilaksanakan oleh ibu dari mempelai pria.

Seluruh rangkaian Upacara Pawiwahan berujung pada Prosesi Mesakapan dan Widi Widana pada Buda, Pon, Medangkungan, 19 Agustus 2026.

Prosesi ini tidak berbeda jauh dengan prosesi pawiwahan di Puri Agung Singasana Tabanan pada umumnya, hanya ada tambahan berupa ritual Mesop – sopan ( saling suap makanan sebagai simbol kebersamaan, kerja sama, dan komitmen suami istri dalam membangun rumah tangga ) dan prosesi Meangget – anggetan ( memetik daun pohon merupakan bagian dari prosesi Medagang – dagangan, simbol prosesi awal membina rumah tangga, tawar menawar kehidupan, serta harapan memperoleh kesejahteraan dan rejeki ) yang dilakukan saat Upacara Widi Widana.

Tiga hari setelah seluruh rangkaian upacara pawiwahan tersebut, kedua mempelai disertai keluarga Puri Agung Singasana Tabanan bertandang ke Puri Dangin Tabanan, yang lumrah disebut dengan Ngunye.
Pada kegiatan tersebut, kedua mempelai disertai keluarga masing – masing puri melakukan persembahyangan bersama di merajan Puri Dangin Tabanan, dan dipuput oleh seorang Sulinggih.

Akan halnya, prosesi ini baru terselenggara lagi setelah 60 tahun berlalu, hal itu berkait dengan perjodohan itu sendiri. Baru setelah 60 tahun berlalu terjadi lagi pertautan asmara di antara kedua insan puri ini, sebagai kuasa dari Sang Hyang Kamajaya dan Sang Hyang Kamaratih, serta restu leluhur.
Dan besar kecilnya rangkaian upacara adalah hasil kesepakatan antara kedua keluarga besar puri. Kebetulan pada rangkaian upacara kali ini disepakati untuk menyelenggarakannya dengan prosesi utama. Sehingga ritual, sarana banten, pemuput karya, dan kelengkapan lainnya dilakukan dalam kategori utama.

Address

Jalan Srigunting No 3
Tabanan
82113

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Puri Agung Tabanan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share