13/08/2026
Lapangan Sangkareang menjadi saksi bahwa keberagaman bisa terasa begitu indah ketika kita memilih untuk saling merangkul, bukan saling menjauh.
Ribuan umat lintas agama tumpah ruah dalam Doa Kebangsaan bertema “Peluk Indonesia, Beda Iman, Saling Menguatkan Untuk Indonesia Raya, dari NTB untuk Indonesia.”
Hadir bersama dalam suasana penuh kebersamaan Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yuliati, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, jajaran Forkopimda NTB, serta ribuan siswa, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga besar Kementerian Agama dan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.
Kegiatan ini juga dihadiri KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, yang melalui tausiyahnya mengajak seluruh umat untuk terus merawat persaudaraan di tengah keberagaman.
Di antara ribuan wajah yang berkumpul, Keluarga Besar Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa Barat turut hadir dan membaur bersama umat lintas agama. Datang dengan satu semangat: bahwa kerukunan bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi untuk dihidupkan dalam keseharian.
Ada pesan Gus Miftah yang perlu kita bawa pulang:
“Indonesia tidak membutuhkan kita menjadi sama, tetapi Indonesia membutuhkan kita tetap bersama. Berbeda agama, berbeda cara untuk berdoa bukan berarti tidak bersaudara.”
Semangat itulah yang akan Kemenag KSB bawa pulang ke Sumbawa Barat—agar suasana hangat yang tercipta hari ini tidak berhenti di Lapangan Sangkareang, tetapi terus tumbuh di tengah masyarakat.