Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten

Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten Karantina Banten hadir untuk melindungi negeri.

*Awas! Selundupkan Monyet Bukan Pelanggaran Biasa*HA, yang bawa 3 ekor marmoset atau monyet kecil, 1 ekor kadal Uromasty...
01/09/2026

*Awas! Selundupkan Monyet Bukan Pelanggaran Biasa*

HA, yang bawa 3 ekor marmoset atau monyet kecil, 1 ekor kadal Uromastyx, 4 ekor kadal Panama, dan 2 ekor Bearded Dragon dari Thailand terancam 10 tahun penjara.

HA diringkus di Bandara Soetta oleh Petugas Karantina Banten, Mei lalu. Hewan yang dibawa tak dilengkapi sertifikat kesehatan, tidak melaporkan, dan tidak menyerahkannya kepada petugas karantina.

Melindungi Indonesia dari ancaman penyakit dan perdagangan satwa ilegal adalah tanggung jawab bersama.

✈️ Sinergi makin solid!Karantina Banten turut menyambut Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di Bandara Soekarno-Ha...
01/09/2026

✈️ Sinergi makin solid!

Karantina Banten turut menyambut Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di Bandara Soekarno-Hatta.

Bersama, kita perkuat kolaborasi, pelayanan, dan pengawasan demi Indonesia yang aman dan terlindungi. 🇮🇩✨

Bersinergi, Melayani, Melindungi!

📢 SUARA KAMU, PERBAIKAN KAMI! 💙💛Karantina Banten berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan akun...
01/09/2026

📢 SUARA KAMU, PERBAIKAN KAMI! 💙💛

Karantina Banten berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel. ✨

Ada kritik, saran, atau pengaduan? Jangan dipendam, sampaikan! 😉
📲 https://laporkarantina.lapor.go.id/

Karena pelayanan terbaik lahir dari masukan yang berarti. 🤝

LAPOR

📦 Jastip makin ramai, e-commerce makin maju! 🚀Tapi, jangan lupa: komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan tetap wajib memenuh...
31/08/2026

📦 Jastip makin ramai, e-commerce makin maju! 🚀
Tapi, jangan lupa: komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan tetap wajib memenuhi ketentuan karantina.

🤝 Kolaborasi diperkuat, pengawasan ditingkatkan.
E-commerce boleh makin maju, biosecurity tetap nomor satu! 🇮🇩🌱🐟🐄

31/08/2026

Kalau ada aparatur saya di lapangan yang bikin susah, memperlambat, atau mencoba main-main di luar aturan, tolong jangan ragu untuk lapor.

Tapi saya minta satu hal: bantu kami dengan data dan bukti yang jelas.
​Begitu data masuk dan kebenarannya terbukti, saya jamin tidak ada toleransi. Sanksinya langsung, sesuai dosis pelanggarannya. ​Saya sedang serius berbenah.

Arahan Pak Presiden Prabowo sangat jelas: jangan pernah bikin susah masyarakat, apalagi para pelaku usaha, UMKM, dan eksportir yang sedang berjuang untuk bangsa ini.

Reposted from Mas Karding

Kepala Karantina Banten, Duma Sari M H, menjadi pengajar dalam Pelatihan Asisten Fumigasi Angkatan IV Tahun 2026. 🌱✨Upgr...
28/08/2026

Kepala Karantina Banten, Duma Sari M H, menjadi pengajar dalam Pelatihan Asisten Fumigasi Angkatan IV Tahun 2026. 🌱✨

Upgrade kompetensi, perkuat kolaborasi, bersama jaga keamanan hayati! 🛡️🇮🇩

Satu Sinergi, Jaga Pintu Negeri! 🛡️✈️🇮🇩Karantina Banten perkuat kolaborasi lintas instansi untuk cegah insider threat da...
26/08/2026

Satu Sinergi, Jaga Pintu Negeri! 🛡️✈️🇮🇩

Karantina Banten perkuat kolaborasi lintas instansi untuk cegah insider threat dan tindakan melawan hukum di Bandara Soekarno-Hatta.

Waspada bersama, Indonesia aman! 💪🇮🇩

🌙 Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 🤍12 Rabiul Awal 1448 H menjadi momentum untuk meneladani akhlak, kasih s...
25/08/2026

🌙 Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 🤍

12 Rabiul Awal 1448 H menjadi momentum untuk meneladani akhlak, kasih sayang, dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk mengikuti sunnah dan menebarkan kebaikan. ✨

🦞 222 RIBU BBL DIAMANKAN! 🚨Sinergi makin kuat! Balai Karantina Banten bersama aparat penegak hukum terus memperketat pen...
24/08/2026

🦞 222 RIBU BBL DIAMANKAN! 🚨

Sinergi makin kuat! Balai Karantina Banten bersama aparat penegak hukum terus memperketat pengawasan lalu lintas Benih Bening Lobster (BBL).

Sebanyak 222.000 ekor BBL berhasil diamankan di kawasan Pelabuhan Merak, Cilegon, yang diduga akan dikirim ke wilayah Sumatra.

Karantina hadir, lindungi sumber daya ikan negeri! 🇮🇩🌊

Siaran PersBadan Karantina IndonesiaNomor: 2208/R-barantin/08/2026Banten, 21 Agustus 2026Barantin Lepas Ekspor Rp40,8 Mi...
22/08/2026

Siaran Pers
Badan Karantina Indonesia
Nomor: 2208/R-barantin/08/2026
Banten, 21 Agustus 2026

Barantin Lepas Ekspor Rp40,8 Miliar, Karding Dorong Produk Banten Tembus Pasar Global

Tangerang - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor sejumlah komoditas unggulan asal Banten dengan total nilai mencapai Rp40,8 miliar dalam kegiatan “Merdeka Ekspor Komoditas Unggulan Banten” yang digelar di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (21/8).

Komoditas yang dilepas meliputi sarang burung walet, manggis, dan kepiting, dengan tujuan ekspor antara lain China dan Taiwan. Pelepasan ekspor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perdagangan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan sekaligus mendorong semakin banyak produk lokal Banten menembus pasar internasional.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, semangat Merdeka Ekspor harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.

“Semangat Merdeka Ekspor bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Pelayanan karantina yang cepat, akurat, profesional, dan berstandar global menjadi bagian penting agar komoditas hayati Indonesia mampu menembus dan bersaing di pasar internasional,” ujar Karding.

Menurut Karding, penguatan layanan karantina perlu berjalan beriringan dengan pendampingan kepada pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaku usaha perlu memahami persyaratan negara tujuan sejak awal agar produk yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keamanan serta dapat diterima di pasar internasional.

“UMKM lokal perlu kita dampingi melalui klinik ekspor agar komoditas Banten memenuhi persyaratan kesehatan karantina negara tujuan. Dengan kesiapan yang baik, pelaku usaha akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas pasar hingga ke tingkat internasional,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, nilai ekspor terbesar berasal dari komoditas sarang burung walet yang secara akumulatif mencapai Rp38,7 miliar. Sementara itu, nilai ekspor komoditas kepiting mencapai Rp1,9 miliar dan manggis Rp200 juta.

Karding mengatakan, angka tersebut menunjukkan bahwa komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi.

“Di balik nilai ekspor ini ada kerja keras petani, nelayan, pelaku usaha, eksportir, dan seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok. Tugas pemerintah adalah memastikan ekosistemnya semakin baik sehingga semakin banyak produk Indonesia yang mampu masuk dan bertahan di pasar global,” tutur Karding.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pengembangan UMKM berorientasi ekspor membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

“UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi Banten. Karena itu, kita harus terus mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga naik kelas dan mampu menembus pasar internasional. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Andra.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten Duma Sari M H mengatakan, Karantina Banten berkomitmen mendekatkan layanan kepada pelaku usaha, termasuk UMKM yang ingin mengembangkan pasar ekspor.

“Kami ingin layanan karantina semakin dekat dengan pelaku usaha. Melalui klinik ekspor, bazar UMKM, dan mini expo komoditas unggulan Banten, kami membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berkonsultasi dan memahami berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sebelum produknya dikirim ke pasar internasional,” kata Duma.

Menurut Duma, pendampingan sejak awal menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memahami persyaratan teknis dan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan.

“Kami berharap semakin banyak UMKM Banten yang berani melihat pasar global sebagai tujuan. Karantina Banten siap memberikan pendampingan agar pelaku usaha lebih siap memenuhi persyaratan ekspor dan mampu menjaga konsistensi kualitas produknya,” ujarnya.

Selain pelepasan ekspor, kegiatan “Merdeka Ekspor” juga dirangkaikan dengan peresmian Kantor Pelayanan Satuan Pelayanan Soekarno-Hatta. Kehadiran kantor pelayanan tersebut diharapkan semakin memperkuat akses dan kualitas layanan karantina di salah satu simpul utama lalu lintas barang dan komoditas dari dan menuju Indonesia.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Klinik Ekspor, bazar UMKM, mini expo komoditas unggulan Banten, konsultasi publik, vaksinasi rabies gratis, serta layanan Mobile X-Ray. Berbagai layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat serta pelaku usaha.

Karding menegaskan, Barantin tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan sumber daya hayati, tetapi juga memiliki peran sebagai trade facilitator dalam mendukung kelancaran perdagangan komoditas Indonesia.

“Pelayanan karantina harus mampu memberikan kepastian kepada pelaku usaha, tanpa mengurangi fungsi utama karantina dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit. Kita ingin pengawasan tetap kuat, tetapi pelayanan juga semakin cepat, profesional, transparan, dan memberikan kemudahan,” tegasnya.

Menurut Karding, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan ketika produk akan dikirim ke luar negeri. Kesiapan ekspor perlu dibangun sejak proses produksi melalui penerapan standar, pengendalian mutu, ketertelusuran, serta pemenuhan persyaratan negara tujuan.

“Ekspor yang kuat dimulai sejak produk dihasilkan dengan standar yang benar. Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha harus bekerja bersama sejak awal agar produk Indonesia tidak hanya bisa masuk ke pasar global, tetapi juga mampu bertahan dan bersaing di sana,” katanya.

Momentum “Merdeka Ekspor” di Banten menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah sebagai salah satu wilayah strategis dalam perdagangan komoditas nasional. Nilai ekspor Rp40,8 miliar yang dilepas dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan adanya potensi komoditas Banten yang dapat terus dikembangkan.

Bagi UMKM, peluang tersebut terbuka sepanjang pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk, memenuhi standar, memahami persyaratan negara tujuan, dan membangun kesiapan untuk memasuki pasar internasional.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pendampingan karantina, penguatan layanan, serta kesiapan pelaku usaha, semakin banyak produk lokal Banten diharapkan mampu naik kelas dan membawa nama Indonesia ke pasar dunia.

Narahubung
Kepala Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Badan Karantina Indonesia

Address

Gedung Karantina, Jalan C3, Kompleks Perkantoran Bandara Internasional Soekarno Hatta
Tangerang

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:00

Telephone

+628111112336

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share