09/02/2017
YPKP 65
Berdukacita atas Meninggalnya
B**g Agus Basuki Siswowitono
Lagi, seorang korban tragedy kemanusiaan pelanggaran HAM berat peristiwa 1965/66, B**g Agus Basuki Siswowitono (70 tahun) tutup usia pada Kamis 09 Februari 2017 pukul 01.00 WIB dini hari di RSU Boyolali. Jenasah kemudian disemayamkan di Rumah Duka/tempat kelahirannya di desa Jetis, Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, kemudian dimakamkan di TPU dukuh Pundung, Ketaon, Banyudono, Jawa Tengah pada siang tadi.
B**g Agus Basuki adalah putra ketiga dari Bapak Siswowitono Anggota DPRD Kabupaten Boyolali. Bapak Siswowitono dikenal sebagai carik/juru tulis desa yang pada Oktober 1965 diculik kemudian dieksekusi tanpa proses hukum dan jenasahnya dikuburkan secara massal di kuburan massal Sonolayu, Boyolali bersama Bapak Suali Bupati Boyolali dan orang-orang yang dituduh anggota PKI.
Karena situasi mencekam di Boyolali yang dikenal sebagai basis kaum merah dimana setiap orang - pemuda pria mau pun perempuan- akan ditangkap, ditahan, disiksa dan dibunuh, maka pemuda Agus Basuki berusaha menyelamatkan diri. Sementara itu adik-adiknya yang masih kecil (semuanya ada 9 bersaudara) berusaha bersembunyi dan menyelamatkan diri di rumah saudara yang bisa dimintai tumpangan.
B**g Agus Basuki adalah salah satu saksi terjadinya penembakan petani di Ketaon oleh aparat keamanan yang disewa oleh tuan tanah yang menewaskan seorang petani Jumeri dalam peristiwa Aksi Petani (Aksi Sepihak) pelaksanaan UUPA (Undang Undang Pokok Agraria Undang-Undang Nomer 5 Tahun 1960 dan UUPBH (Undang-Undang Pendapatan Bagi Hasil Nomer 02 Tahun 1960) pada Februari 1964.
Mengenang wafatnya B**g Agus Basuki tidak bisa dipisahkan dari mengenang peristiwa pembunuhan massal 1965 dan kejahatan kemanusiaan lainnya yang dilakukan oleh aparat keamanan. Peristiwa kelam yang membuat banyak orang trauma berkepanjangan, bahkan banyak saksi mata yang merasa takut untuk bicara, karena sampai hari ini masih terus ada ujaran kebencian (hate speech) oleh kelompok intoleran yang anti Pancasila dan UUD 1945.
B**g Agus Basuki adalah kakak kandung dari Endang Kustantinah (istri Bedjo Untung Ketua YPKP 65)
Atas nama pengurus dan relawan YPKP 65 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966, ikut berduka cita dan merasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya B**g Agus Basuki, semoga arwah dan jasadnya mendapat tempat yang paling terhormat di sisi Tuhan Allah sesuai amal bhaktinya. Secara khusus, duka mendalam untuk Ibu Endang, Ibu Heru, Ibu Hambar dan Bapak Bedjo Untung serta keluarga besar Siswowitono. Juga, kepada sanak saudara, handai taulan dan Kawan-Kawan seperjuangan yang ditinggalkannya kiranya diberi kekuatan untuk tabah menghadapi cobaan.
B**g Agus Basuki kini telah meninggalkan kita untuk selamanya, namun semangat perjuangannya, kegigihannya, keteguhannya akan tetap menyala dan terus memberi inspirasi kepada Kawan-Kawan yang ditinggalkannya serta akan senantiasa dikenang sepanjang jaman.
Ikut Belasungkawa,
Aris Panji
Humas YPKP 65
YAYASAN PENELITIAN KORBAN PEMBUNUHAN 1965/1966 (YPKP 65)
Indonesian Institute for The Study of 1965/1966 Massacre
SK Menkumham No.C-125.HT.01.02.TH 2007 Tanggal 19 Januari 2007
Tambahan Berita Negara RI Nomor 45 tanggal 5 Juni 2007 , PENGURUS PUSAT
Jalan M.H.Thamrin Gang Mulia no. 21 Kp. Warung Mangga,RT 01 RW 02
Panunggangan , Kecamatan Pinang, Kab/Kota Tangerang 15143
Banten,INDONESIA Phone : (+62 -21) 53121770, Fax 021-53121770
, E-mail [email protected]; [email protected]