BRMP Kepulauan Riau

BRMP Kepulauan Riau Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau

*Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat BRMP Kepri Periode Juli Tahun 2026*Halo Sobat Tani!FYI, BRMP Kepri telah melaksanakan ...
03/09/2026

*Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat BRMP Kepri Periode Juli Tahun 2026*

Halo Sobat Tani!
FYI, BRMP Kepri telah melaksanakan Survei Kepuasan Masyarakat selama periode 01 - 31 Juli 2026, dan menghasilkan output berupa Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yaitu data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam hal memperoleh pelayanan dari BRMP Kepulauan Riau. IKM ini digunakan untuk mengukur sejauh mana kepuasan masyarakat terhadap layanan atau produk tertentu yang disediakan oleh kami. Laporan IKM ini biasanya digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas layanan atau produk, serta untuk memahami kebutuhan dan harapan masyarakat yang dilayani.

Sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, BRMP Kepulauan Riau juga secara rutin melaksanakan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Berdasarkan hasil pengukuran selama periode Juli tahun 2026, mutu pelayanan BRMP Kepulauan Riau secara umum berada pada kategori “Sangat Baik”, dengan nilai IKM bulanan 98.31.

Capaian ini menjadi cerminan dari semangat seluruh tim dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Terima kasih atas kepercayaan dan partisipasi masyarakat. Masukan Anda sangat berarti bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

*BRMP Kepri Dampingi Monev Bantuan Pemerintah Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan di Kabupaten Natuna*Natuna – B...
31/08/2026

*BRMP Kepri Dampingi Monev Bantuan Pemerintah Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan di Kabupaten Natuna*

Natuna – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau mendampingi Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Medan dalam pelaksanaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bantuan Pemerintah Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi, Kementerian Pertanian, di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau yang dilaksanakan 26-27 Agustus 2026.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dipimpin oleh Ahmad Tohir Harahap selaku Kepala BPLIP Kelas I Medan beserta staf. Dari BRMP Kepulauan Riau, kegiatan ini diikuti oleh Jonri Suhendra Sitompul selaku Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Pendampingan Modernisasi Pertanian dan Zulfawilman selaku Ketua Tim Kerja (Katimker) Pendampingan Program Wilayah I.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut staf Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) beserta staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, serta para penyuluh pertanian.

Monitoring dan evaluasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan pelaksanaan Bantuan Pemerintah (Banper) Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian berjalan sesuai dengan ketentuan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi petani dalam mendukung peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Natuna.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi penerima bantuan, yang meliputi dua lokasi Irigasi Perpompaan (Irpom), dua lokasi Irigasi Perpipaan (Irpip), serta satu unit Bangunan Konservasi.

Dua lokasi kegiatan Irigasi Perpompaan berada di Kelompok Tani Tunas Harapan, Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, dan Kelompok Tani Kelanga Jaya, Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut. Sementara itu, dua lokasi kegiatan Irigasi Perpipaan berada di Kelompok Tani Harapan, Desa Gunung Putri, Kecamatan Bunguran Batubi, serta Kelompok Tani Rantau Makmur, Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi. Adapun satu unit Bangunan Konservasi juga berada di lokasi Kelompok Tani Rantau Makmur, Desa Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi.

Monitoring yang dilakukan meliputi perkembangan pelaksanaan kegiatan, kondisi sarana dan prasarana yang telah dibangun, pemanfaatan bantuan oleh kelompok tani, serta kesiapan kelompok tani dalam mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan sarana irigasi.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan maupun pemanfaatan bantuan pemerintah.

Kepala BPLIP Kelas I Medan, Ahmad Tohir Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi di lapangan sangat penting dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bantuan yang telah diberikan serta memastikan sarana dan prasarana yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

“Bantuan pemerintah ini diharapkan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan usaha tani. Kelompok penerima juga perlu menjaga dan memelihara sarana yang telah dibangun agar dapat digunakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan monev, tim juga melakukan diskusi bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian guna menggali informasi serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Hasil monitoring tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara efektif dan memberikan manfaat yang optimal.

Sinergi antara Kementerian Pertanian melalui Ditjen LIP, BPLIP Kelas I Medan, BRMP Kepulauan Riau, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program pembangunan pertanian. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan Banper Ditjen LIP di Kabupaten Natuna dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pembangunan pertanian di wilayah Kepulauan Riau serta mendukung program Swasembada Pangan Nasional.

31/08/2026

Panen Benih Sumber Padi, Perkuat Kolaborasi Menuju Kemandirian Benih Kepri 🌾

BRMP Kepulauan Riau melaksanakan Panen Bersama Produksi Benih Sumber Padi Spesifik Lokasi Kelas Benih Pokok (SS) Tahun Anggaran 2026 di lahan Poktan Poyotomo Makmur, Bintan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini menargetkan produksi 2 ton benih sumber padi untuk mendukung pengembangan padi di Kepulauan Riau. Hasil ubinan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi data produktivitas padi di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Bintan, sekaligus memberikan gambaran objektif mengenai potensi hasil produksi padi di wilayah tersebut.

Kemandirian benih membutuhkan sinergi lintas sektor. BRMP Kepri terus mendorong produksi benih insitu—diproduksi di daerah, dikembangkan bersama petani, dan dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan Kepri.

🌾 Bersama, kita wujudkan kemandirian benih dan pertanian modern Kepulauan Riau.

Halo SobatTani! 👩‍🌾👨‍🌾Semangat bertani terus tumbuh di Provinsi Kepulauan Riau! Pada Juli 2026, realisasi Luas Tambah Ta...
31/08/2026

Halo SobatTani! 👩‍🌾👨‍🌾

Semangat bertani terus tumbuh di Provinsi Kepulauan Riau!
Pada Juli 2026, realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP) kembali menunjukkan perkembangan yang positif di berbagai kabupaten/kecamatan.

Capaian ini merupakan hasil kerja keras para petani, didukung oleh penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terus bersinergi dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta menjaga ketahanan pangan daerah.

Data LTT dan LTP Juli 2026 memberikan gambaran mengenai sebaran wilayah yang aktif melaksanakan kegiatan tanam dan panen. Informasi ini menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam penyusunan kebijakan untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan di Provinsi Kepulauan Riau.

Mari terus dukung pertanian lokal dan wujudkan Kepulauan Riau yang semakin maju, mandiri, dan berdaulat pangan!

27/08/2026

📢 SAQ PPID dalam Penilaian KIP Lingkup Kementerian Pertanian Tahun 2026

BRMP Kepulauan Riau Lakukan Submit SAQ Monev KIP 2026 SAQ PPID. Self Assessment Questionnaire (SAQ) PPID merupakan salah satu instrumen penting dalam proses penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di lingkungan Kementerian Pertanian tahun 2026.

Melalui SAQ, setiap unit kerja melakukan evaluasi dan menyampaikan gambaran pelaksanaan keterbukaan informasi publik, mulai dari penyediaan, pelayanan, hingga pengelolaan informasi publik.

Pengisian SAQ menjadi bagian dari upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, serta peningkatan kualitas layanan informasi publik di lingkungan Kementerian Pertanian.

🌾 BRMP Kepulauan Riau berkomitmen mendukung keterbukaan informasi publik yang transparan, akuntabel, dan berkualitas.





Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H 🤍“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi...
25/08/2026

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H 🤍

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
(Q.S. Al-Anbiya Ayat 107)

Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita untuk kembali meneladani akhlak dan sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga peringatan ini menginspirasi kita untuk meneladani sifat amanah, kasih sayang, dan keteguhan hati Rasulullah, serta terus menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama.

Keluarga Besar BRMP Kepulauan Riau mengucapkan:

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H / 25 Agustus 2026 M.

Mari jadikan keteladanan Rasulullah sebagai inspirasi untuk terus bekerja dengan amanah, melayani dengan sepenuh hati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

22/08/2026

Ingin mengenal lebih dekat BRMP Kepulauan Riau sekaligus mengetahui bagaimana cara memperoleh informasi publik?

Melalui video ini, kami menyajikan profil BRMP Kepri, tugas dan fungsi, layanan yang tersedia, serta prosedur permohonan informasi publik yang dapat diakses oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, BRMP Kepri terus berupaya memberikan informasi yang transparan, mudah diakses, dan informatif bagi masyarakat.

🎥 Yuk, simak video Profil, Layanan, dan Prosedur Informasi Publik BRMP Kepri sampai selesai!

Karena informasi publik adalah hak masyarakat. ✨





*Sembang Tani Jadi Ruang Kolaborasi, BRMP Kepri Dorong Modernisasi Pertanian*Tanjungpinang — Balai Besar Penerapan Moder...
22/08/2026

*Sembang Tani Jadi Ruang Kolaborasi, BRMP Kepri Dorong Modernisasi Pertanian*

Tanjungpinang — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau turut hadir dalam Forum Sembang Tani yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (20/8/2026). Mengusung tema “Bersembang untuk Mendengar, Berdiskusi, Membangun dan Bersinergi demi Kemajuan Pertanian Kepulauan Riau”, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pembangunan pertanian di Provinsi Kepulauan Riau.

Forum Sembang Tani mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, penyuluh, petani, hingga pemangku kepentingan lainnya. Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta membahas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Kepulauan Riau.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala DKPPKH Provinsi Kepulauan Riau, Rika Azmi. Dalam sambutannya, Rika menyampaikan bahwa Forum Sembang Tani memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat, masukan, maupun gagasan dalam mendukung pembangunan pertanian di Kepulauan Riau. “Saya yakin bahwa semua yang hadir dalam Forum Sembang Tani ini mempunyai ide-ide yang luar biasa yang dapat mendukung pertanian, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BRMP Kepri, Rudi, menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Namun, pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan lahan pertanian.

Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi melalui berbagai pendekatan, termasuk optimalisasi lahan yang tersedia. Di sejumlah daerah, Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan luas dan produktivitas lahan melalui berbagai program, seperti Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (OPLA).

Selain perluasan dan optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas juga perlu didukung melalui penerapan teknologi dan modernisasi pertanian. Salah satu pendekatan yang saat ini terus didorong Kementerian Pertanian adalah Pertanian Modern melalui Advanced Agricultural System (PM-AAS).

“Salah satu hal yang saat ini sedang digalakkan oleh Kementerian Pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas adalah penerapan Pertanian Modern melalui Advanced Agricultural System,” ujar Rudi. Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi pertanian modern di sejumlah daerah telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan produktivitas. Dengan penerapan yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi wilayah, pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di Kepulauan Riau. “Di beberapa daerah lain, penerapan PM-AAS mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi, bahkan mencapai 10 ton. Harapannya, penerapan PM-AAS di Provinsi Kepulauan Riau minimal dapat meningkatkan produktivitas hingga dua kali lipat dari produktivitas sebelumnya,” tegas Rudi.

Keikutsertaan BRMP Kepri dalam Forum Sembang Tani menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan seluruh pemangku kepentingan pertanian. BRMP Kepri siap berperan dalam mendukung penyediaan, penerapan, dan diseminasi inovasi teknologi pertanian yang adaptif terhadap kondisi wilayah dan sesuai dengan kebutuhan petani.

Panen Padi Gogo dan Temu Lapang, BRMP Kepri Perkuat Pendampingan Petani di Bintan UtaraBintan Utara – Panen padi gogo di...
21/08/2026

Panen Padi Gogo dan Temu Lapang, BRMP Kepri Perkuat Pendampingan Petani di Bintan Utara

Bintan Utara – Panen padi gogo di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, menjadi momentum untuk melihat potensi pengembangan padi di lahan kering sekaligus memperkuat pendampingan kepada petani melalui temu lapang bersama Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya, Poktan Sidodadi, dan Poktan Serumpun.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Kapoksi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian, LO Swasembada Kabupaten Bintan, Kepala BPP Bintan Utara, Penyuluh Pertanian Bintan Utara, serta anggota Poktan Maju Jaya, Poktan Sidodadi, dan Poktan Serumpun.

Panen padi gogo dilaksanakan pada pertanaman milik Poktan Maju Jaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan lahan kering untuk mendukung peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bintan. Pengembangan padi gogo juga dinilai relevan dengan kondisi wilayah Kepulauan Riau yang memiliki keterbatasan lahan sawah, namun masih memiliki potensi lahan kering untuk dikembangkan sebagai areal produksi pangan.

Usai panen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan temu lapang yang menjadi ruang diskusi antara petani, penyuluh, dan BRMP Kepulauan Riau. Melalui kegiatan ini, petani dapat melihat secara langsung hasil pertanaman sekaligus bertukar informasi mengenai teknik budidaya dan mengevaluasi berbagai tahapan yang telah dilakukan selama proses produksi.

Kepala BRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa pengembangan padi gogo perlu terus didorong sebagai salah satu alternatif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering di Kepulauan Riau.

“Untuk Kepri, terutama Kabupaten Bintan yang memiliki lahan baku sawah terbatas, pengembangan padi gogo merupakan salah satu solusi untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, pendampingan kepada petani perlu terus diperkuat agar teknologi budidaya yang diterapkan sesuai dengan kondisi lahan dan dapat memberikan hasil yang optimal,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, keberhasilan pertanaman padi gogo tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh konsistensi pendampingan dan keterlibatan petani dalam setiap tahapan budidaya. Menurutnya, hasil panen yang diperoleh dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kelompok tani lain yang ingin memanfaatkan lahan kering untuk pengembangan padi.

Dalam kegiatan tersebut, BRMP Kepulauan Riau memberikan pendampingan dan menyampaikan pentingnya penerapan teknologi budidaya yang disesuaikan dengan kondisi agroekosistem setempat. Padi gogo memiliki potensi untuk dikembangkan pada lahan kering maupun lahan yang tidak memiliki sistem irigasi seperti sawah, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas areal produksi padi.

Temu lapang juga menjadi sarana pertukaran informasi mengenai berbagai tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemilihan varietas, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga pelaksanaan panen.

Melalui diskusi tersebut, petani dapat menyampaikan berbagai kondisi dan kendala yang ditemui selama pertanaman. Informasi dari lapangan menjadi bahan penting bagi tim pendamping untuk menentukan teknologi dan rekomendasi budidaya yang lebih tepat sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan petani.

Selain menjadi kegiatan panen, temu lapang diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bersama sekaligus mendorong proses diseminasi inovasi teknologi pertanian. Hasil penerapan teknologi pada pertanaman padi gogo dapat menjadi contoh nyata yang dapat diamati dan dipelajari oleh petani sehingga berpotensi untuk dikembangkan pada lahan lainnya.

BRMP Kepulauan Riau terus mendorong pengembangan padi gogo secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi yang efisien, pendampingan petani, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan BRMP menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas serta memperluas penerapan inovasi pertanian di wilayah Kepulauan Riau.

Pelaksanaan panen dan temu lapang bersama Poktan Maju Jaya di Desa Lancang Kuning diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengembangan padi gogo sebagai salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan daerah. Ke depan, hasil kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi gogo di Kabupaten Bintan.

5.500 Benih Kelapa Disiapkan, BRMP Kepri Kawal Kesiapan Perbenihan Kelapa di BintanBintan – Balai Besar Penerapan Modern...
21/08/2026

5.500 Benih Kelapa Disiapkan, BRMP Kepri Kawal Kesiapan Perbenihan Kelapa di Bintan

Bintan – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau melakukan monitoring dan verifikasi pelaksanaan kegiatan perbenihan kelapa tanggal 19 Agustus 2026 di Kabupaten Bintan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan proses pembibitan dan kesiapan benih kelapa yang akan disalurkan kepada kelompok tani penerima Bantuan Pemerintah (Banper) berjalan sesuai dengan ketentuan.

Monitoring dan verifikasi dilaksanakan di Kecamatan Gunung Kijang dengan melibatkan Kepala BRMP Kepulauan Riau, Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, dan LO Swasembada Kabupaten Bintan. Tim melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi pembibitan serta berdiskusi dengan petani penangkar terkait proses penyediaan benih kelapa.

Lokasi pembibitan berada di KP. Tanjung Kapur, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan dan dikelola oleh petani penangkar Muhammad Syaidi dari Poktan Sumber Kelapa. Di lokasi tersebut telah dilakukan pembibitan sebanyak 5.500 benih kelapa yang dipersiapkan untuk mendukung penyaluran Bantuan Pemerintah (Banper) kepada kelompok tani yang telah mengajukan usulan.

Jenis kelapa yang dibibitkan merupakan kelapa dalam lokal, yang diharapkan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi agroekosistem dan potensi wilayah Kabupaten Bintan. Kegiatan pembibitan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya penyediaan bahan tanam yang dapat mendukung pengembangan komoditas kelapa di daerah.

Selain memiliki kegiatan pembibitan, Kecamatan Gunung Kijang juga memiliki potensi sumber benih kelapa yang cukup besar. Di wilayah tersebut terdapat sekitar 25 hektare Pohon Induk Terpilih (PIT) yang menjadi salah satu sumber bahan perbenihan kelapa. Keberadaan PIT tersebut menjadi modal penting dalam mendukung penyediaan benih kelapa yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Bintan.

Dalam monitoring tersebut, tim BRMP Kepulauan Riau melakukan verifikasi terhadap kondisi pembibitan, jumlah benih, serta kesiapan benih sebelum nantinya disalurkan kepada kelompok tani penerima bantuan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan proses penyediaan benih berjalan sesuai dengan rencana dan dapat mendukung pelaksanaan program secara tepat sasaran.

Kepala BRMP Kepulauan Riau menekankan pentingnya memastikan seluruh tahapan perbenihan berjalan dengan baik, mulai dari sumber benih, proses pembibitan, pemeliharaan, hingga penyaluran kepada kelompok tani.
“Monitoring dan verifikasi ini penting untuk memastikan benih yang disiapkan memenuhi persyaratan dan dapat disalurkan kepada kelompok tani sesuai dengan usulan yang telah ditetapkan. Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan tanaman kelapa di Kabupaten Bintan,” ujar Kepala BRMP Kepulauan Riau.

Menurutnya, keberadaan sumber benih lokal dan petani penangkar menjadi bagian penting dalam membangun sistem perbenihan yang berkelanjutan. Dengan dukungan pendampingan dan pengawasan yang baik, penyediaan benih diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan bantuan pemerintah, tetapi juga dapat memperkuat ketersediaan bahan tanam kelapa di daerah.

Benih kelapa yang saat ini dipersiapkan di Kecamatan Gunung Kijang direncanakan akan disalurkan kepada 50 kelompok tani di Kabupaten Bintan pada bulan November. Penyaluran tersebut diharapkan dapat memperluas pengembangan tanaman kelapa sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi lahan dan sumber daya lokal yang dimiliki daerah.

Melalui monitoring dan verifikasi secara langsung, BRMP Kepulauan Riau terus mendorong agar pelaksanaan kegiatan perbenihan dapat berjalan tepat sasaran, memenuhi standar yang ditetapkan, serta memberikan manfaat nyata bagi petani. Kolaborasi antara pemerintah, petani penangkar, penyuluh, dan kelompok tani menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan komoditas kelapa secara berkelanjutan di Kepulauan Riau.

Address

Jalan Pelabuhan Sungai Jang No. 38, Tj Ayun Sakti, Kec. Bukit Bestari
Tanjungpinang
29124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP Kepulauan Riau posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share