Kemenag Kepri

Kemenag Kepri “TERWUJUDNYA MASYARAKAT PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAAT BERAGAMA, RUKUN, CERDAS, MANDIRI, SEJAHTERA L

Salam  Pendaftaran Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2026 resmi dibuka! Kementerian Agama menghad...
02/09/2026

Salam
Pendaftaran Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2026 resmi dibuka! Kementerian Agama menghadirkan dukungan dana hingga Rp100 juta untuk mewujudkan fasilitas keagamaan yang lebih mantap dan berdaya saing.

Periode Pendaftaran: 1–4 September 2026

Saatnya ambil bagian dalam memajukan pendidikan keagamaan. Pindai kode QR pada gambar untuk melihat petunjuk teknis secara lengkap! Bisa juga cek di website simba.kemenag.go.id ya



https://www.instagram.com/p/DcyDZJlBDdF/?igsi=MWhkOHFja2w4bzIybw==

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu 🤲
29/08/2026

Innalillahi wainna ilaihi rojiuun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu 🤲

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama...
28/08/2026

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan tidak ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Menag akan berkonsentrasi dalam menjalankan tugas sebagai nahkoda Kementerian Agama.

Menag Nasaruddin Umar - Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan. Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan da...

Siaran PersKementerian Agama*Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama*Nasaruddin Umar akan fokus me...
27/08/2026

Siaran Pers
Kementerian Agama

*Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama*

Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya membantu Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Agama. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.

"Prof Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama," tegas Kamaruddin, di Jombang, Kamis (27/8/2026).

Penegasan ini disampaikan Kamaruddin menyusul besarnya dukungan kepada Menag Nasaruddin Umar untuk ikut mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang.

Menurut Kamaruddin, Menag Nasaruddin Umar berkomitmen melanjutkan tugas yang diamanahkan oleh Presiden Prabowo dalam pembinaan umat beragama. Karenanya, Menag akan terus menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama, serta pendidikan agama dan keagamaan.

"Jadi Menag akan fokus membina umat beragama. Menag menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan muktamirin. Menag berharap muktamar ke-35 NU ini akan menghasilkan program dan kepemimpinan terbaik untuk masa depan ormas terbesar di Indonesia ini. Meski demikian beliau akan tetap berkhidmat untuk NU dimanapun posisinya," sebut Kamaruddin.

"Kemenag akan terus menjalin sinergi dengan semua ormas dalam merawat kehidupan dan kerukunan umat yang menjadi fondasi penting pembangunan," tandasnya.

_Biro Humas dan Komunikasi Publik_

24/08/2026
_Siaran Pers__Kementerian Agama_Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi PeradabanDalam rangka memperin...
24/08/2026

_Siaran Pers_
_Kementerian Agama_

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/ 2026 M, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan akhlak sebagai fondasi membangun peradaban. Dengan demikian, keadilan, kekuasaan, dan kasih sayang akan tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

“Beliau memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh. Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” pesan Menag di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Menag mengatakan, fondasi akhlak tersebut menjadi kunci transformasi yang dibawa Rasulullah SAW. Perubahan yang lahir dari dakwah Nabi tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga mengubah wajah peradaban manusia.

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” jelasnya.

Menag kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW, _“Innamā bu'itstu li utammima makārimal akhlāq”_, yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Menurut Menag, pesan tersebut menjadi kunci untuk memahami perubahan yang dibawa Nabi Muhammad SAW mampu mengubah sejarah peradaban manusia. Rasulullah SAW memulai dakwahnya dengan membangun akhlak, sehingga nilai-nilai agama tidak hanya menjadi ajaran individual, tetapi juga kekuatan yang membentuk kehidupan sosial dan peradaban.

Empat belas abad lalu, kata Menag, manusia berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah. Saat itu, nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan. Yang kuat menindas yang lemah, sementara perempuan kehilangan martabatnya.

Kini, manusia telah mengalami lompatan peradaban. Ilmu pengetahuan berkembang tanpa batas dan kehidupan manusia mengalami perubahan besar. Menag mengingatkan, kemajuan tersebut merupakan anugerah yang harus disyukuri sekaligus dirawat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dialah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan,” tutur Menag.

Menag juga mengajak umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah yang perhatian kepada umatnya tetap hadir hingga akhir hayat.

“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan dan memohonkan ampun bagi umatnya,” ujar Menag.

Menag mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ia berharap momentum tersebut menjadi penguat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menghidupkan ajarannya.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” pungkasnya.

_Biro Humas dan Komunikasi Publik_

*Fakta 11 Tahun Survei Indeks Kerukunan, Tertinggi 2025*Jakarta (Kemenag) --- Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025...
22/08/2026

*Fakta 11 Tahun Survei Indeks Kerukunan, Tertinggi 2025*

Jakarta (Kemenag) --- Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 mencapai 77,89. Ini merupakan indeks tertinggi sejak kali pertama survei IKUB digelar pada 2015.

Survei IKUB yang mengusung tema Evaluasi Kerukunan Umat Beragama 2025 itu digelar Kementerian Agama bekerja sama dengan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia (UI).
Rilis hasil survei ini diumumkan pada momen Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 di Jakarta pada 22 Desember 2025. Berikut Angka KUB nasional dalam 11 tahun terakhir: 2015 (75,36), 2016 (75,47), 2017 (72,27), 2018 (70,90), 2019 (73,83), 2020 (67,46), 2021 (72,39), 2022 (73,09), 2023 (76,02), 2024 (76,47), dan 2025 (77,89)

Ada tiga indikator utama dalam pengumpulan data Survei Evaluasi KUB, yaitu: 1) Toleransi, 2) Kesetaraan, dan 3) Keberasamaan. Toleransi berkenaan dengan sikap umat beragama untuk menerima dan menghormati orang lain yang berbeda keyakinan/kepercayaan dengan dirinya. Kesetaraan terkait pandangan dan sikap hidup umat yang menganggap semua orang adalah sama dalam hak dan kewajiban. Sementara kebersamaan diartikan sebagai tindakan saling bahu membahu _(to take and give)_ dan sama-sama mengambil manfaat dari eksistensi bersama.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, kenaikan IKUB dalam lima tahun terakhir tidak dimaknai bahwa seluruh persoalan kerukunan dan kebebasan beragama telah selesai. IKUB sebesar 77,89 menunjukkan bahwa secara agregat kondisi kerukunan umat beragama berada pada kategori tinggi dan ini memang merupakan capaian tertinggi dalam 11 tahun pengukuran.

“Pada saat yang sama, kami di Kementerian Agama juga terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan dan memitigasi berbagai dinamika yang muncul di lapangan,” terang Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

“Jadi indeks kerukunan yang tinggi ini memang patut kita syukuri. Tapi bukan berarti sudah tidak ada masalah. Kita terus berupaya memitigasi dan menyelesaikan kasus yang muncul agar kerukunan umat tetap terjaga,” sambungnya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Adib Abdusshomad. Menurutnya, hasil survei menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 11 tahun telah terjadi perkembangan positif dalam toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan masyarakat Indonesia.

“Memang sampai saat ini masih terjadi persoalan kerukunan, tapi itu tidak serta-merta membatalkan kesimpulan hasil IKUB. Setiap kasus yang muncul kita upayakan penyelesaian dan mitigasi agar kerukunan tetap terjaga,” sebut Adib.

“Toleransi, kebersamaan, dan kehidupan dalam kesetaraan masyarakat Indonesia harus terus dirawat dan ditingkatkan kualitasnya,” lanjut Adib.

Adib menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak mengabaikan berbagai peristiwa yang terjadi. Setiap persoalan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama terus dipantau dan dikoordinasikan secara cermat bersama para pemangku kepentingan terkait. Berbagai pendekatan dilakukan agar setiap persoalan dapat ditangani secara proporsional, mengedepankan dialog, pencegahan eskalasi, serta penyelesaian yang berkeadilan.

“Dalam rangka merawat dan meningkatkan kualitas kerukunan, PKUB terus memperkuat instrumen deteksi dan pencegahan dini. Salah satunya melalui pengembangan Early Warning System (EWS) atau Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan,” papar Adib.

EWS, kata Adib, dirancang untuk menangkap berbagai potensi persoalan sedini mungkin. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya hadir setelah terjadi konflik, tetapi dapat melakukan langkahlangkah preventif dan mitigatif sebelum suatu persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. IKUB dan EWS bukanlah dua instrumen yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. IKUB memberikan gambaran mengenai kondisi kerukunan masyarakat secara agregat melalui dimensi toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan. Sementara itu, EWS berfungsi mendeteksi berbagai peristiwa dan potensi konflik secara lebih dini agar dapat segera dikoordinasikan dan ditangani.

“Kita tidak mengatakan Indonesia bebas dari persoalan kerukunan. Yang kita sampaikan adalah bahwa secara agregat, hasil survei menunjukkan kemajuan dalam toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan. Adapun setiap peristiwa yang terjadi tetap menjadi perhatian dan ditangani melalui mekanisme koordinasi, pemantauan, serta deteksi dan pencegahan dini,” tandasnya.

Address

Jalan Daeng Kemboja
Tanjungpinang

Telephone

+6285767317717

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kemenag Kepri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share