Pemkab Bulungan

Pemkab Bulungan Pemerintah Kabupaten Bulungan
Provinsi Kalimantan Utara
https://bulungan.go.id

Nama Bulungan berasal dari sebuah Kesultanan yang pernah ada di daerah tersebut yaitu Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas. Sejak tahun 1999, kabupaten ini telah dimekarkan menjadi tiga kabupaten dan satu kota masing-masing Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan. Pada tahun 2012, keempat wilayah otonom tersebut beserta Kabupaten Tana Tidung memisahkan diri dari Kalimantan Timur dan menjadi wilayah provinsi baru Kalimantan Utara.

13/05/2026
Belajar dari Kaltim–Kaltara, Merintis Pembangunan Hijau dari DesaYogyakarta, 12 Mei 2026 - Di tengah tantangan perlindun...
12/05/2026

Belajar dari Kaltim–Kaltara, Merintis Pembangunan Hijau dari Desa

Yogyakarta, 12 Mei 2026 - Di tengah tantangan perlindungan hutan dan meningkatnya risiko bencana ekologis di berbagai wilayah Indonesia, praktik pembangunan berbasis desa di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memperlihatkan arah yang berbeda. Sejumlah daerah di kawasan ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian alam dapat dijalankan secara beriringan melalui penguatan tata kelola desa dan pelibatan aktif masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Ekspos Program SIGAP di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bertema “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah dan Desa/Kampung” yang berlangsung di Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi capaian, tantangan, dan pembelajaran dari praktik pembangunan hijau berbasis desa yang dijalankan di empat kabupaten: Bulungan, Berau, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu. Beragam praktik tersebut bertumpu pada pendekatan pemberdayaan desa yang dikenal dengan nama SIGAP

SIGAP atau Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan merupakan pendekatan pemberdayaan desa yang dikembangkan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sejak tahun 2010. Pendekatan ini dijalankan bersama pemerintah daerah dan mitra pembangunan seperti Yayasan IRE Flamma Yogyakarta, Yayasan Sanggar Inovasi Desa Yogyakarta, Yayasan NASTARI Bogor, Yayasan PIONIR Bulungan, Yayasan BIKAL Bontang, dan Gerbangmas Mahakam Ulu.

SIGAP menitikberatkan pada penguatan tata kelola desa, kepastian hak dan akses kelola sumber daya alam -- termasuk melalui skema Perhutanan Sosial -- serta pengembangan penghidupan berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa praktik pembangunan berbasis desa di Kaltim dan Kaltara memperlihatkan arah perhutanan sosial yang ideal. “Akses kelola hutan harus dibangun bersama tata kelola desa yang kuat. Ketika desa didampingi untuk merencanakan dan mengelola sumber daya alamnya, perhutanan sosial dapat menjadi instrumen nyata bagi perlindungan hutan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Perjalanan SIGAP di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara
Pendekatan SIGAP pertama kali diperkenalkan pada 2010 di di dua desa/kampung di wilayah pinggir hutan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pada 2018, praktik ini diperluas melalui inisiatif SIGAP Sejahtera yang menjangkau seluruh kampung di kabupaten tersebut. Pendampingan dilakukan untuk memperkuat perencanaan pembangunan kampung, mengembangkan ekonomi lokal, serta mendorong integrasi aspek lingkungan dalam kebijakan desa.

Pada 2022, SIGAP direplikasi di Kutai Timur,Kalimantan Timur dan Bulungan,Kalimantan Utara. Di Kutai Timur, pendekatan SIGAP berkembang dari pendampingan desa menjadi skala lanskap melalui kerangka Integrated Area Development. Sementara di Bulungan, internalisasi pembangunan hijau didorong hingga ke dokumen perencanaan daerah dan desa, termasuk RPJMD dan RPJM Desa Hijau. Secara umum, SIGAP telah diimplementasikan di 100 desa/kampung di Kabupaten Berau, 16 desa di Kutai Timur, 18 desa di Kabupaten Bulungan dengan target total 74 desa, dan 8 kampung di Mahakam Ulu dengan target 23 kampung. Adapun replikasi juga telah dilakukan di Provinsi Riau, Provinsi Bangka Belitung, dan Provinsi Papua Barat Daya.
Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan bahwa pendampingan desa berbasis SIGAP membantu pemerintah daerah menyelaraskan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan. “Bagi kami di Bulungan, menjaga hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa adalah dua agenda yang harus berjalan bersama. Pendekatan SIGAP membantu desa menyusun perencanaan yang lebih kuat, sekaligus mendukung kebijakan daerah seperti pembangunan hijau dan perhutanan sosial,” kata Syarwani.
Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, juga, menekankan peran SIGAP, dalam mendampingi masyarakat sekitar hutan untuk menekan laju deforestasi. Pendampingan dilakukan melalui tata kelola hutan berkelanjutan, perencanaan tata guna lahan, dan pengembangan komoditas masyarakat. “Pemerintah daerah juga didampingi untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung pengelolaan kawasan berkelanjutan dan penerapan prinsip-prinsip perlindungan keanekaragaman hayati,” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas juga menyampaikan bahwa kehadiran Akademi Kampung SIGAP (AKS) menjadi salah satu contoh konkret bagaimana proses pembelajaran sosial dapat berlangsung secara partisipatif dan berkelanjutan. “AKS bukan sekadar program pelatihan, melainkan ruang belajar bersama yang mempertemukan pengalaman, gagasan, dan praktik baik antar kampung agar membuka jalan bagi lahirnya kepemimpinan kampung yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan”, jelas Juniarsih.

Replikasi SIGAP hingga ke Tingkat Nasional
Acara yang mendatangkan berbagai pemangku kepentingan itu, dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Abdul Haris. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat di desa sekitar kawasan hutan menjadi kunci kelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan.. ‘’Kita berharap program-program pemberdayaan masyarakat bersinergi dengan satu tujuan, yakni memastikan kesejahteraan masyarakat yang menjaga kelestarian alam’’.
Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi, menilaipraktik pembangunan hijau yang tumbuh dari desa-desa di Kalimantan penting untuk diperhatikan dalam perumusan kebijakan nasional. “Apa yang kita lihat di Kaltim dan Kaltara menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar wacana. Ketika desa diperkuat dan pemerintah daerah memberi ruang, desa mampu menjadi motor pembangunan hijau.,” ujar Jayadi.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDT, Nugroho Setijo Nagoro, menambahkan bahwa, konektivitas wilayah dan pemerataan infrastruktur dasar dan digital masih menjadi salah satu tantangan dalampengelolaan sumber daya alam dan hilirisasi komoditas berbasis hutan. "Dengan ketersediaan layanan dasar dan infrastruktur yang memadai, potensi SDA desa/kampung dapat dikelola secara optimal oleh masyarakat. Pendekatan berbasis potensi dan pelibatan masyarakat seperti SIGAP diharapkan dapat mengakselerasi pembangunan desa- di kawasan hutan”, ujarnya
Pandangan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada sekaligus anggota Panel Ahli IRE, Arie Sujito. Menurutnya, SIGAP menempatkan warga sebagai subjek perubahan dalam pembangunan berkelanjutan. “ Pembangunan bukan hanya soal indikator, tetapi juga proses sosial. Ketika masyarakat dilibatkan sebagai pelaku utama, perubahan ekologis dan sosial bisa berjalan bersamaan,” tutur Arie.

Sementara itu, Direktur Program Terestrial YKAN Ruslandi menambahkan, bahwa salah satu kunci keberhasilan SIGAP adalah peran para pendamping di desa/kampung.. “Pendamping bekerja bersama warga desa untuk merumuskan mimpi, mengenali potensi alam dan sosial, serta mengawal perubahan secara nyata. Mereka bukan sekadar fasilitator program, tetapi juga agen perubahan di tingkat tapak,” ujarnya.
Berkaca pada keberhasilan tersebut, Ruslandi berharap praktik-praktik baik ini tidak berhenti hanya sebagai inisiatif lokal. Menurutnya, perlu ada integrasi ke dalam kebijakan nasional agar perubahan dapat terjadi lebih luas dan berkelanjutan. “Pendekatan SIGAP sangat mungkin diterapkan di Sumatera, di Papua atau daerah-daerah lain. Dengan begitu, harapannya, laju deforestasi bisa terjaga dan masyarakat hidup sejahtera,” pungkasnya.

DPRD Sampaikan Sejumlah Rekomendasi atas LKPJ Kepala Daerah 2025Wakil Ketua DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto menyampaikan rek...
12/05/2026

DPRD Sampaikan Sejumlah Rekomendasi atas LKPJ Kepala Daerah 2025

Wakil Ketua DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto menyampaikan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Datu Adil pada Senin (11/5). Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md bersama perangkat daerah terkait Pemkab.

DPRD dalam rekomendasinya menyampaikan, kondisi fiskal atau keuangan daerah Kabupaten Bulungan tahun 2026 ini mengalami penurunan dari tahun 2025. Bahkan untuk tahun-tahun berikutnya terjadi kecenderungan penurunan yang diakibatkan kebijakan strategis dari pusat.

“Hal ini tentu mempengaruhi pembangunan infrastruktur daerah yang ikut menurun,” ujarnya. DPRD pun merekomendasikan sejumlah hal. Yaitu merealisasikan belanja daerah pada kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas daerah yang belum terlaksana di tahun 2025. Lalu mengoptimalkan keuangan daerah pada sektor yang bersentuhan langsung kepada masyarakat. Terutama pada bidang kesehatan, pendidikan dan usaha ekonomi kecil dan menengah, serta sektor lain yang mendorong ekonomi masyarakat.

“DPRD memandang masih perlu diupayakan secara optimal sumber-sumber pendapatan daerah untuk menopang kemandirian fiskal pada tahun-tahun berikutnya,” pesannya. Sejumlah rekomendasi juga disampaikan DPRD terkait konflik agraria di wilayah Tanjung Palas Timur, penataan Pasar Induk, keterlambatan proses pengadaan barang dan jasa, perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan sarana kesehatan serta sarana pra sarana pendidikan.

Wabup dalam kesempatan sama menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas rekomendasi dari DPRD Bulungan. Diketahui, DPRD menerbitkan rekomendasi terhadap LKPD Kepala Daerah, sebagai bahan penyusunan perencanaan pada tahun berjalan dan tahun berikutnya. Lalu untuk penyusunan anggaran pada tahun berjalan dan tahun berikutnya. Serta untuk penyusunan peraturan daerah, peraturan kepala daerah dan atau kebijakan strategis kepala daerah.

“Rekomendasi DPRD yang disampaikan pada rapat paripurna hari ini akan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap Wabup.

Makna Paskah : Menjadi Berkat bagi SesamaSetelah Pawai Obor Paskah, Wakil Bupati (Wabup), Kilat, A.Md mengikuti Ibadah P...
12/05/2026

Makna Paskah : Menjadi Berkat bagi Sesama

Setelah Pawai Obor Paskah, Wakil Bupati (Wabup), Kilat, A.Md mengikuti Ibadah Paskah Umat Kristen bersama BAMAG (Badan Musyawarah Antar Gereja) Kabupaten Bulungan Tahun 2026 di Gereja GKII Jl S Parman, Tanjung Selor pada Sabtu (9/5). Wabup menyampaikan selamat merayakan Paskah kepada segenap umat Kristiani dan mengingatkan makna Kristus bangkit membarui kemanusiaan.

“Kami dari pemerintah daerah menyampaikan terima kasih, dukungan serta apresiasi kepada BAMAG Bulungan yang telah melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan Paskah tahun ini,” ujar Wabup. Kegiatan ibadah Paskah BAMAG mengusung subtema Umat Kristen Bangkit dan Bersatu Menjadi Berkat bagi Sesama dan Membangun Bulungan Bisa. Wabup pun berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan umat serta menguatkan kebersamaan di tengah masyarakat Bulungan.

Pemerintah Luncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti KorupsiBupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si bersama Fo...
12/05/2026

Pemerintah Luncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si bersama Forkopimda dan perangkat daerah terkait Pemkab mengikuti zoom meeting rapat koordinasi (rakor) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan KPK di Ruang Tenguyun Lantai II Kantor Bupati pada Senin (11/5). Rakor terdiri pembahasan konkret pengendalian inflasi di daerah serta launching (peluncuran) buku panduan dan bahan ajar pendidikan anti korupsi.

Rakor dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), bersama\ Mendikdasmen, Abdul Mu'ti dan Ketua KPK, Setyo Budiyanto. Wamendagri menjelaskan, pendidikan anti korupsi menjadi salah satu strategi untuk menanamkan kesadaran serta menjauhi perilaku yang menjurus ke tindakan koruptif.

“Dan kita harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, kemudian tanggung jawab, dan disiplin sejak usia dini, khususnya sejak masa PAUD dan Sekolah Dasar," ujarnya. Dengan pembentukan karakter dimulai saat usia dini diharapkan nilai-nilai integritas bisa mengakar kuat hingga dewasa.

Bupati - Wabup Meriahkan Pembukaan Turnamen BiliarBupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si didampingi Wakil Bupati, Kilat, ...
11/05/2026

Bupati - Wabup Meriahkan Pembukaan Turnamen Biliar

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si didampingi Wakil Bupati, Kilat, A.Md Membuka Turnamen Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Cup I Tahun 2026 di Power Up Billiard Arena, di Jl Sengkawit, Tanjung Selor pada Jumat (8/5). Turnamen diikuti 193 atlet biliar dari Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Turnamen yang berlangsung selamat 3 hari ini menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltara 2026 hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2027 NTT–NTB.

"Saya berharap atlet-atlet biliar asal Bulungan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional," ujar Bupati. Ketua POBSI Bulungan, Risdianto menambahkan, turnamen ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar atlet dan pecinta olahraga biliar dari Kaltara dan Kaltim.

DWP Bulungan Meriahkan Kegiatan di Kebun Raya BundayatiPertemuan rutin gabungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten ...
10/05/2026

DWP Bulungan Meriahkan Kegiatan di Kebun Raya Bundayati

Pertemuan rutin gabungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bulungan dilaksanakan di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor pada Sabtu pagi (9/5). Kegiatan dengan tema “Merajut Kebersamaan, Indahnya Berbagi dan Sehat Berdaya” ini diisi senam bersama, jalan sehat, pemeriksaan kesehatan, hingga layanan psikologi gratis.

Ketua DWP Bulungan, Lenny Marlina Risdianto menjelaskan, pertemuan rutin menjadi ajang mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan antar anggota DWP sebagai isteri Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Selain silaturrahmi, kita juga bersama-sama menikmati Kebun Raya Bundayati sebagai kebanggaan daerah,” ujarnya. Dalam kesempatan sama, Sekretaris Daerah (Sekda), Risdianto, S.Pi, M.Si menyampaikan apresiasi atas sejumlah kegiatan yang digelar. Sekda mengingatkan, DWP berperan penting sebagai wadah pemersatu sekaligus sarana penguatan kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.

“Ini menunjukkan bagaimana kekuatan peran seorang ibu dan istri dalam menjadi pemersatu serta memberikan semangat dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan,” ujarnya. Ditambahkan, DWP bukan hanya menjadi organisasi silaturahmi, tetapi juga ruang bagi anggota untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas diri.

Ratusan Pelajar Semarakkan Study Camp Vol. 4 di Kebun Raya BundayatiKomunitas Sahabat Milenial Kalimantan Utara bersama ...
09/05/2026

Ratusan Pelajar Semarakkan Study Camp Vol. 4 di Kebun Raya Bundayati

Komunitas Sahabat Milenial Kalimantan Utara bersama Komunitas Sosial Sedekah Seribu Bulungan menggelar Study Camp Vol. 4 di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor pada Sabtu (9/5). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si didampingi Bunda LIterasi, Sri Nurhandayani Syarwani.

Kegiatan diikuti lebih dari 100 peserta anak-anak dari SD, TK dan PAUD hingga siswa SMA/SMK dan mahasiswa Universitas. Study Camp Volume 4 Tahun 2026 diisi sejumlah kegiatan seperti Lomba Mewarnai, Storytelling bersama Bunda Literasi, Edukasi Lingkungan dan Workshop Daur Ulang Sampah Plastik, Sharing Session Pendidikan, Pentas Seni Pelajar, Camping hingga Outbound Pelajar.

Bupati dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan yang melibatkan anak-anak di Kebun Raya Bundayati. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapat ilmu pengetahuan di dalam ruang kelas tapi juga bisa langsung belajar di alam terbuka.

"Insya Allah adik-adik semuanya bisa melihat bagaimana bentuk pohon Ulin, bagaimana bentuk Meranti, bagaimana buah Cempedak, bagaimana dengan yang namanya buah Durian dan lain sebagainya. Insya Allah bisa disajikan di dalam kawasan Kebun Raya Bundayati ini," ujar Bupati. Dalam kesempatan itu, Bupati juga berpesan agar seluruh pihak, baik orangtua, pihak sekolah serta lingkungan masyarakat dapat bersama-sama menjaga tumbuh kembang anak secara baik.

Disebutkan laporan dari Pengadilan Agama menunjukkan angka pernikahan dini masih cukup tinggi di Bulungan. Hal tersebut ke depannya berpotensi menimbulkan kasus stunting karena kurangnya pemahaman pasangan suami isteri yang belum cukup umur terhadap kelahiran anak. Bupati juga mengingatkan agar generasi muda dijaga dari penyalahgunaan narkoba.

"Tolong anak-anak kita dijaga, diawasi dari rumah, di lingkungan sekitar, di sekolah, kita waspadai hal-hal yang berpotensi bisa mengganggu tumbuh kembang anak kita," pesan Bupati.

Bupati dan Wabup Meriahkan Pawai Obor Paskah Umat Kristiani Bulungan Badan Musyawarah Antara Gereja (BAMAG) Kabupaten Bu...
09/05/2026

Bupati dan Wabup Meriahkan Pawai Obor Paskah Umat Kristiani Bulungan

Badan Musyawarah Antara Gereja (BAMAG) Kabupaten Bulungan menggelar Pawai Obor Paskah Tahun 2026 yang dimulai dari halaman Gereja GKII Tanjung Selor di Jl S Parman pada Jumat malam (8/5). Kegiatan turut dihadiri Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si dan Wakil Bupati, Kilat, A.Md serta ratusan peserta dari puluhan gereja.

Pawai mengambil start di GKII Tanjung Selor di Jl S Parman ke Jl Soetoyo, Jl Sudirman, Jl Pahlawan, Jl SKIP, Jl Ahmad Yani dan finis kembali di GKII Tanjung Selor. Bupati pun menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang menunjukkan kekompakan serta persatuan seluruh umat Kristiani di Bulungan.

“Saya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang," ucap Bupati. Diketahui, Pawai Obor Paskah ini menjadi wujud rasa syukur atas anugerah dari Tuhan sekaligus menjadi ajang membangun kebersamaan seluruh anggota gereja di Bulungan.

Peran Strategis PGI – S Perkuat Nilai-nilai KasihPelantikan Pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – Setempat (...
08/05/2026

Peran Strategis PGI – S Perkuat Nilai-nilai Kasih

Pelantikan Pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – Setempat (PGI – S) Kabupaten Bulungan berlangsung pada Jumat pagi (8/5) di Gereja GPIB Maranatha, Tanjung Selor. Kegiatan dihadiri Bupati Bulungan, Syarwani S.Pd, M.Si yang menyampaikan selamat dan berpesan agar PGI – S terus berperan menjaga kerukunan antar umat.

Dijelaskan, amanah sebagai pengurus PGI – S merupakan sebuah panggilan pelayanan untuk membina umat, mempererat persatuan gereja-gereja, serta berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, khususnya di Bulungan.

“PGI-S memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kerukunan antar umat beragama, memperkuat nilai-nilai kasih, serta mendorong terciptanya kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan penuh toleransi,” pesan Bupati. Dilanjutkan, Pemkab senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk PGI-S, dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, maupun kemasyarakatan.

Kepengurusan yang baru juga diharapkan dapat menghadirkan program-program yang inovatif dan menyentuh langsung kebutuhan umat serta masyarakat luas.

Bulungan Ikuti Kaltara Investment Forum 2026Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengikuti Kaltara Investment Forum (KI...
08/05/2026

Bulungan Ikuti Kaltara Investment Forum 2026

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si mengikuti Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara pada Kamis pagi (7/5). Kegiatan bertema “Encouraging Sustainable Investment Growth in North Kalimantan Through Tourism and Downstreaming” ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor dalam mendukung transformasi ekonomi daerah.

KIF 2026 dibuka secara resmi oleh Gubernur Kaltara, Dr H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan investor yang hadir. Gubernur mengungkapkan, realisasi investasi di Kalimantan Utara pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai lebih dari Rp11 triliun atau sekitar 36 persen dari target tahunan sebesar Rp30,5 triliun. Capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Kaltara terus meningkat.

“Pemprov juga terus mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan melalui sektor pariwisata dan hilirisasi industri,” imbuhnya. Kedua sektor tersebut diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat struktur ekonomi yang lebih tangguh. Ditambahkan, investasi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya beli masyarakat, hingga mendukung pengendalian inflasi.

Sejumlah proyek investasi unggulan yang siap ditawarkan ke investor antara lain hilirisasi sektor perikanan seperti udang windu, bandeng, kepiting, dan rumput laut, serta pengembangan industri peternakan dan pariwisata. Selain itu, peluang investasi juga terbuka di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) yang telah diisi sejumlah tenant strategis.

Address

Tanjungselor

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

055221008

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemkab Bulungan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pemkab Bulungan:

Share