29/03/2020
Pandemi koronavirus di Indonesia diawali dengan temuan penderita penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) pada 2 Maret 2020. Sampai tanggal 28 Maret 2020, telah terkonfirmasi 1.155 kasus positif COVID-19. Kasus dinyatakan tersebar di 29 provinsi: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membagi orang-orang terduga COVID-19 ke dalam beberapa tingkatan status.[3]
Orang dalam pemantauan (ODP) adalah semua orang yang masuk ke Indonesia–baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA)–yang berasal dari negara yang sudah diyakini terjadi penularan antarmanusia.
Pasien dalam pengawasan (PDP) adalah ODP yang sakit dengan gejala terjangkit COVID-19, seperti demam, batuk, dan mengalami gangguan pernapasan.
Suspek adalah PDP yang diduga kuat telah melakukan kontak dengan penderita COVID-19.
Seseorang dikategorikan menderita COVID-19 apabila menunjukkan hasil positif berdasarkan pengujian laboratorium. Uji yang dilakukan yaitu reaksi berantai polimerase (PCR) dan pengurutan gen.Selain untuk suspek, pengujian laboratorium juga dapat dilakukan pada orang berstatus PDP untuk menemukan penyakit dengan cepat.[3]
Di sisi lain, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mengartikan ODP dan PDP sebagai berikut.
ODP adalah orang dengan gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.
PDP adalah orang yang mengalami gejala demam (>38 °C (100 °F)) atau riwayat demam, ISPA, dan pneumonia ringan hingga berat, serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam 14 hari terakhir.