08/06/2024
Ibu, di sudut sepi aku mengenang,
Wajah lembutmu yang selalu tenang,
Di tengah gelap, kau pancarkan terang,
Kini tiada, aku terbenam dalam ruang.
Ibu, tangismu tak pernah terlihat,
Dalam senyum kau sembunyikan lelah,
Setiap malam kau nyanyikan syair,
Meninabobokan segala resah.
Ibu, tanganmu hangat mendekap hati,
Menjaga setiap mimpi yang aku miliki,
Namun kini, dingin merasuk sunyi,
Rindu membara, tak terobati.
Ibu, suaramu masih terngiang jelas,
Menenangkan jiwa yang gundah gelisah,
Setiap nasihatmu adalah emas,
Menuntun langkah di jalan yang susah.
Ibu, maafkan segala khilaf dan salah,
Kata-kata yang mungkin membuat luka,
Kini aku hanya bisa menadah,
Doa dalam malam yang penuh duka.
Ibu, aku merindu setiap pelukan,
Menghiasi hari-hari dengan kehadiran,
Namun kini aku sendiri dalam kenangan,
Menggapai bayangmu dalam kerinduan.
Ibu, dalam setiap hembusan nafas,
Aku titipkan doa dan cinta yang tak lepas,
Sampai kita bertemu di alam yang luas,
Di sana, aku ingin memelukmu puas.