LAMR Desa Tanjung Simpang

LAMR Desa Tanjung Simpang LAMR DTS
LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU
DESA TANJUNG SIMPANG
KECAMATAN PELANGIRAN
KAB. INDRAGIRI HILIR

Mohon Maaf Lahir Batin
22/03/2026

Mohon Maaf Lahir Batin

Dari Dulu ini adelah aktivitas Rutin Anak-anak Kecik Didesa Tanjung Simpang. Ape bile Aer naik pasang Mulai lah belame l...
04/11/2023

Dari Dulu ini adelah aktivitas Rutin Anak-anak Kecik Didesa Tanjung Simpang. Ape bile Aer naik pasang Mulai lah belame lame menunggu untuk berenang. Dah naik Aer tak lengah lagi langsong terejon di dalam paret. Sampai lupe hari dah senje sampai Mak pon datang jemput suruh balek sambil bawak kayu.
Mase kecik memang harus diberi ruang gerak sosial dan bermain agar tidak selalu fokus dengan alat komunikasi gadget atau hp. Pengaruh dunia digital sangat besar dampak negatif untuk generasi generasi kite. Anak yang sibuk dengan hp menjadi agresif atau pemarah jika tidak memegang hp, Anak menjadi tantrum bila hp diambil darinya, Anak menolak untuk berhenti bermain hp meski orang tue telah memintanye berhenti memegang hp, Tidak tertarik bermain di luar rumah atau kegiatan ekstra di sekolah, Tetap bermain hp meski sudah mengetahui dampak negatifnye, Memaksimalkan setiap kesempatan agar bisa bermain hp lebih lama dan cenderung berbohong kepada orang tue, dan Menggunakan hp untuk mengalihkan perhatian dan meminta waktu lebih untuk memegang hp.

Semoge anak anak kite selalu dilindungi Allah SWT dan nanti kelak menjadi org begune di agame dan bangse.😊😊🙏🙏

Mediasi kedua, dihadiri Kepala Desa, Ketua LAMR, Perangkat Desa, Kepala dusun Simpang Kiri, kepala Dusun Simpang Kanan, ...
16/10/2023

Mediasi kedua, dihadiri Kepala Desa, Ketua LAMR, Perangkat Desa, Kepala dusun Simpang Kiri, kepala Dusun Simpang Kanan, Kepala Dusun Selayar, Kepala Dusun Pasar Simpang, Sejumlah Ketua RT dan RW, Pihak Perusahaan dan sejumlah tokoh masyarak dan petani. tentang Penanganan dan Permintaan Masyarakat untuk mengatasi dan mengevaluasi dampak hama kumbang yang menyerang perkebunan masyarakat.
Semoga kebutuhan dan hak masyarakat cepat terealisasi.

Kepala DesaKetua Lembaga Adat Melayu Riau LAMR Tanjung SimpangKetua BPDSEKDESPERANGKAT DESART RW KEPALA DUSUN beserta ma...
13/10/2023

Kepala Desa
Ketua Lembaga Adat Melayu Riau LAMR Tanjung Simpang
Ketua BPD
SEKDES
PERANGKAT DESA
RT RW KEPALA DUSUN beserta masyarakat Dan bersama Pihak Perusahaan PT. THIP, Menindak lanjuti, survey lapangan dan musyawarah Kecil Terkait Penanganan dampak Serangan Hama Kumbang Yang terdampak terhadap Perkebunan Kelapa Masyarakat Dusun Simpang kanan Desa Tanjung Simpang.

Gendang Silat merupakan alat musik tradisional Riau yang terbuat dari bahan kayu, rotan dan juga kulit binatang. Dimana ...
20/09/2023

Gendang Silat merupakan alat musik tradisional Riau yang terbuat dari bahan kayu, rotan dan juga kulit binatang. Dimana alat musik ini berbentuk seperti gendang berkepala ganda, seperti gendang pada umumnya.

Gendang silat merupakan gendang yang terdiri dari serunai dan juga gong, dimana alat musik tersebut jika digabungkan akan menghasilkan nada yang menarik. Pada zaman dahulu, alat musik gendang silat akan dimainkan untuk instrumen pengiring silat yang sedang dimainkan.

Silat tersebut biasanya akan ditampilkan untuk menyambut kedatangan dadi raja. Pada saat ini, gendang silat juga akan dimainkan sebagai penyambut kedatangan dari para pembesar, alat yang digunakan pengiring pengantin, dan juga pengiring prosesi pernikahan Melayu pada saat mandi taman. Dan Gong merupakan alat musik tradisional Riau yang terbuat dari bahan kayu dan juga logam. Dimana alat musik ini sudah sangat terkenal di berbagai daerah yang tersebar di Indonesia, biasanya alat musik ini akan dimainkan sebagai pengiring tarian joget, seni suara dan berbagai jenis lainnya.

Seruni atau Nafiri merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Provinsi Riau di Pulau Sumatra yang bentuknya mirip dengan terompet. Alat-alat musik tersebut, menghasilkan irama dan melodi tersendiri yang berbeda dengan alat musik lainnya. Selain sebagai alat musik, nafiri juga digunakan sebagai alat komunikasi masyarakat melayu. Terutama untuk memberitahukan tentang adanya bencana, dan berita tentang kematian. Nafiri digunakan sebagai alat untuk menyatakan peperangan terhadap kerajaan lain. Selain itu juga, nafiri digunakan untuk memberitakan tentang kematian raja, diangkatnya raja.

Alat ini juga digunakan untuk mengumpulkan rakyat, agar mereka segera datang ke alun-alun istana untuk mendengarkan berita atau pengumuman dari rakyat mereka. Oleh karena itu, alat ini dijadikan sebagai barang pusaka kerajaan.

Asal usul alat musik tersebut belum begitu jelas. Jika melihat perjalanan sejarah Provinsi Riau, sejak dahulu sudah ditempati oleh orang-orang Melayu pada masa kerajaan Sriwijaya.

Orang Melayu tersebut menempati berbagai macam tempat di Selat Malaka. Pembauran yang terjadi antara masyarakat melayu dengan suku bangsa Padang, Jawa, Minangkabau, Bugis, Banjar dan Batak menyebabkan munculnya berbagai macam budaya termasuk di dalamnya alat-alat musik.

Namun, ada suatu pendapat bahwa alat musik ini berasal dari India karena mirip dengan alat musik untuk memainkan ular. Selain itu ada juga pendapat bahwa alat ini berasal dari daerah Timur Tengah karena adanya kemiripan nama yaitu naifr.

Penobatan Raja

Pada zaman kerajaan-kerajaan, nafiri merupakan salah satu alat yang penting untuk digunakan pada acara penobatan raja selain sebagai alat musik di istana.

Pada kerajaan melayu dulu alat pusaka Nobat seperti nafiri, gendang, sirih esar, dan cogan merupakan lambang negara atau yang biasa disebut dengan regelia kerajaan. Yang mana, dijadikan sebagai kekuatan spiritual dan kehormatan kerajaan bersama dengan adat istiadat.

Tanpa adanya alat-alat tersebut, penobatan seorang raja tidak dapat disahkan. Ada kepercayaan pada zaman dahulu jika kedua kekuatan spiritual tersebut rusak, maka akan hancur dan runtuhlah harkat dan harga diri bangsa tersebut.

Alat musik Melayu ini sampai sekarang Masih dilestarikan di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir.

Pemilihan Struktur Organisasi Lembaga Adat Melayu Riau LAMR DESA TANJUNG SIMPANG KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIR...
19/09/2023

Pemilihan Struktur Organisasi Lembaga Adat Melayu Riau LAMR DESA TANJUNG SIMPANG KECAMATAN PELANGIRAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR.
Lembaga Adat Melayu Riau atau LAM Riau yang disingkat LAMR adalah sebuah lembaga adat daerah yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh Melayu Riau dari berbagai latar dan profesi, yaitu pejabat pemerintahan, ulama, ilmuwan/cendekiawan dari perguruan tinggi di Riau, budayawan, seniman, sastrawan, dan orang patut-patut yang berasal dari lingkungan kekuasaan tradisional Melayu Riau. Lembaga ini didirikan pada hari Sabtu, 1 Rabiul Akhir 1390 H (6 Juni 1970 M) yang berlokasi di Pekanbaru, Riau.

Kini LAMR sudah menjadi organisasi Besar Hingga berada di setiap sudut Desa yg berada di Riau. Salah satunya Desa Tanjung Simpang.

Address

Tembilahan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LAMR Desa Tanjung Simpang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share