Prokopim Pemkab Trenggalek

Prokopim Pemkab Trenggalek Halaman Resmi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek

Halaman ini berisi terkait dengan segala dokumentasi maupun pemberitaan resmi dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek. Halaman dikelola oleh tim Dokumentasi dan Komunikasi Pimpinan (Dokpim) Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Ribuan Warga Saksikan Rangkaian Prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek, Mas Ipin : Masih Banyak yang Harus Dikerjakan Antusia ...
01/09/2026

Ribuan Warga Saksikan Rangkaian Prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek, Mas Ipin : Masih Banyak yang Harus Dikerjakan

Antusia warga Trenggalek sangat luar biasa menyaksikan prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek. Ribuan warga mulai dari anak sekolah hingga kawula muda hingga dewasa padati sepanjang rute kirab pusaka dan Pendopo Manggala Praja Nugraha tempat prosesi inti dilaksanakan.

Selain menunggu rombongan bupati dan parogo lain dalam kirab pusaka, warga berebut kantong Udik-Udik yang memang dibagikan bupati dan pejabat yang lain dalam kirab ini. Jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dalam prosesi kali ini Bupati Trenggalek menyiapkan 11.000 kantong Udik-Udik untuk dibagikan masyarakat.

Angka 11 ribu ini mengandung makna doa kepala daerah muda itu. Angka 11 dalam bahasa jawa itu sewelas, artinya melalui simbol Udik-Udik ini bupati muda itu berharap kawelasan sang pencipta untuk seluruh masyarakat Trenggalek. Sedangkan ribuan itu jumlah malaikat yang banyaknya ribuan.

Ditamya antusias dan keriangan warganya dalam prosesi hari jadi ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin lebih menjawab masih banyak yang harus dikerjakan. "Alhamdulillah masih banyak yang harus dikerjakan sehingga masyarakat bisa merasakan s**a cita bukan karena hanya hari jadi. Tetapi hari harinya semakin lebih baik," katanya. (Prokopim TGX)

Ikuti Prosesi Kirab Pusaka, Novita Hardini : Harapan Saya, Hari Jadi Bawa Semangat Masyarakat Songsong Masa Depan Lebih ...
01/09/2026

Ikuti Prosesi Kirab Pusaka, Novita Hardini : Harapan Saya, Hari Jadi Bawa Semangat Masyarakat Songsong Masa Depan Lebih Baik

Mengikuti kirab pusaka dalam rangka Hari Jadi 832 Trenggalek, Novita Hardini, SE., ME., Ketua Tim Penggerak PKK Trenggalek, sekaligus anggota DPR-RI Dapil VII Jatim berharap antusias warga yang melihat kirab pusaka ini dapat dapat membawa semangat untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Menurutnya prosesi hari jadi tidak hanya sebuah ritual, namun langkah spiritual untuk bisa membawa doa-doa menyelamatkan Trenggalek dari segala marabahaya, bencana, kekeringan dan kemiskinan, Senin (31/8/2026).

"Alhamdulillah ini kali pertama kita kembali lagi melaksanakan adat untuk bisa berkeliling menyapa masyarakat. Karena di tahun yang lalu akibat situasi dan kondisi, saya terbatas untuk menyapa warga seperti biasanya," kata Master of Economic UINSATU itu saat menyapa ribuan warga yang madati sepanjang rute kirab pusaka ini.

Antusias warga luar biasa, sambungnya menambahkan "hapan saya ini bisa membawa semangat seluruh masyarakat Trenggalek untuk bisa menyongsong masa depan yang lebih baik untuk Kabupaten Trenggalek," imbuhnya.

Masih menurut perempuan energik itu, "yang paling penting, prosesi ini tidak hanya perayaan,namun tetapi sebuah ritual, sebuah langkah spiritual untuk bisa membawa doa-doa menyelamatkan Trenggalek dari marabahaya, bencana, kekeringan dan kemiskinan," lanjutnya.

"Dan kami berharap Hari Jadi 832 Trenggalek ini dimudahkan oleh Allah SWT untuk bisa mencapai Kabupaten Trenggalek yang sentosa, sejahtera dan abadi," tutupnya.

2 hari sebelumnya pusaka Kabupaten Trenggalek dan juga pusaka milik Bupati Trenggalek dilakukan penjamasan atau penyucian sebelum dilakukan bedol Desa menuju Balai Desa Karangrejo Kampak dan Balai Desa Kamulan, Durenan. Untuk pusaka Kabupaten disemayamkan di Balai Desa Kamulan, tempat dimana prasasti Kamulan sebagai penanda tanggal jadinya Trenggalek. Kemudian untuk pusaka milik Bupati Trenggalek di boyong ke Balai Desa Karangrejo, Kampak untuk kembali di boyong ke Pendopo Manggala Praja Nugraha. (Prokopim TGX)

Bedol Pusaka, Mas Ipin Kirab Pusaka Bupati dan Pusaka Kabupaten ke Balai Desa Karangrejo dan KamulanMenjadi bagian dari ...
29/08/2026

Bedol Pusaka, Mas Ipin Kirab Pusaka Bupati dan Pusaka Kabupaten ke Balai Desa Karangrejo dan Kamulan

Menjadi bagian dari prosesi Hari Jadi Trenggalek, setelah dilakukan penjamasan, pusaka kabupaten dan pusaka bupati dilakukan pengirabpan, bedol dari Pendopo Agung Manggala Praja Nugraha Trenggalek.

Ada dua tempat yang berbeda, untuk pusaka-pusaka milik Bupati Trenggalek2. 2 Tombak Korowelang Sakembaran dan ageman bupati, dikirab Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ke Balai Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Sabtu (29/8/2026). Pusaka-pusaka ini disemayamkan dan di doakan sebelum dikembalikan ke Pendopo Trenggalek saat prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek pada 31 Agustus nanti.

Sama halnya dengan pusaka bupati, pusaka kabupaten 2 Tombak Biring Sakembaran, 2 Tombak Korowelang Sakembaran, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Praja, Parasamya Purna Karya Nugraha dan Pataka Jwalita Karana diboyong dan dikirab ke Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Di tempat ini pusaka-pusaka ini disemayamkan dan didoakan oleh tokoh agama dan masyarakat setempat sebelum dikembalikan ke Pendopo Trenggalek.

Dalam bedol pusaka menuju Balai Desa Kamulan, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menuturkan, "ini meneruskan yang tadi di Karangrejo Kampak. Kalau di Karangrejo tadi itu pusaka milik bupati, kalau ini pusaka kabupaten," katanya.

Jadi di sini, jelas kepala daerah muda itu "memang ditemukannya Prasasti Kamulan yang menjadi penanda Hari Jadi Trenggalek. Jadi disemayamkan pusaka di sini, terus kemudian akan didoakan oleh para Kyai dan seluruh masyarakat. Sebelum nantinya dikembalikan," imbuhnya.

Secara filosofi bahwa pusaka itu sarana untuk kita bisa mencapai tujuan. Sebenarnya kalau dalam tata pemerintahan, sarana itu berupa kepercayaan yang sudah diberikan oleh masyarakat. "Makanya kepercayaan itu semoga bisa tetap terus dijaga. Amanah, maka kita juga mohon ridho, doa semoga nanti semuanya dilancarkan," tandasnya. (Prokopim TGX)

Wahyu Makutha Rama Lakon Pagelaran Wayang Kulit di Puncak Hari Jadi 832 Trengggalek Wahyu Makutha Rama menjadi lakon yan...
29/08/2026

Wahyu Makutha Rama Lakon Pagelaran Wayang Kulit di Puncak Hari Jadi 832 Trengggalek

Wahyu Makutha Rama menjadi lakon yang dipilih dalam pagelaran wayang kulit di puncak peringatan Hari Jadi 832 Trenggalek, Senin (31/8/2026). Dibawakan dalang kondang Ki Purbo Asmoro, harapnnya lakon ini bisa menghibur masyarakat Trenggalek. Akan semakin menarik lagi karena dalam pagelaran wayang kulit ini dihadirkan duet Duo-Jo (Jo Klitik dan Jo Kluthuk) pelawak kawakan jebolan Ketoprak Siswo Budoyo.

Lakon Wahyu Makutha Rama sendiri sangat relevan dengan Tema Hari Jadi 832 Trenggalek, Hambeging Bumi. Menurut Bupati Trenggalek, "pagelaran wayang kulit lakonnya Wahyu Makutha Rama, selaras dengan Hambeging Bumi, artinya laku kesatrio sing membumi," kata Mas Ipin.

Dimana, sambung Bupati Arifin menambahkan "kesatria yang membumi nanti di ceritakan kedalam cerita lakon Wahyu Makutho Rama. Jadi Makutho Rama ini adalah laku sing membumi, sehingga mendapatkan wahyu Makutho Rama ini laku yang seperti apa?," sambungnya menambahkan.

Harapannya itu nanti yang dijadikan pitutur. Baik bagi masyarakat secara umum maupun secara khususnya yang punya tanggung jawab lebih, harus berbuat lebih baik.

Sementara itu dalangnya adalah Ki Purbo Asmoro. Beliau dalang kondang, dalang senior dan termasuk masyhur. Sudah lama saya tidak ketemu beliau, terakhir bertemu syukuran di rumahnya mbah. Dulu saya menyembelih Kerbau ketika pasca kemenangan yang pertama. "Waktu itu beliau wayangan dan sekarang kami hadirkan di sini dan semoga masyarakat Trenggalek berkenan," tutupnya. (Prokopim TGX)

Prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek Terbuka untuk MasyarakatProsesi Hari Jadi 832 Trenggalek akan menjadi prosesi paling te...
29/08/2026

Prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek Terbuka untuk Masyarakat

Prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek akan menjadi prosesi paling terbuka untuk masyarakat. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur ArĂ­fin dalam prosesi adat jamas pusaka, Sabtu (29/8/2026) menegaskan hal ini.

Menurutnya dalam prosesi hari jadi nanti masyarakat dalam hal ini petani dilibatkan menjadi pas**an prajurit tradisional (Bregodo). Ini sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo yang mengingikan Swa Sembada Pangan Nasional dan petani mempunyai peranan penting untuk mewujudkan hal tersebut.

Kemudian masyarakat bisa menyaksikan prosesi lebih dekat. Mereka bisa duduk bersama dengan Bregodo Tani, bahkan Pemkab Trenggalek telah menyiapkan puluhantumpen yang nantinya akan dimakan bersama dalam prosesi Hari Jadi.

Masyarakat juga bisa menyaksikan Tarian Tiban (meminta hujan) dan juga keseruan panjat Pinang sambil menunggu pagelaran Wayang Kulit dengan Lakon Wahyu Makutho Rama dengan dalan Ki Purbo Asmoro.

Bupati Trenggalek usai Jamas Prasasti Kamulan mengatakan " hari jadi dibuka untuk umum. Monggo nanti silahkan menyesuaikan diri. Duduk nanti bareng bersama Bergodo-Bergodo yang ada. Lenggah di sini, bisa nderek menikmati suguhan yang ada," ucap Mas Ipin.

Terus nanti, sambungnya menambahka. "dilanjutkan dengan puncaknya sambil menunggu ringgit kita ada pagelaran Tiban dan Panjat Pinang. Jadi Tiban termasuk ujub, karena Bergodo Tani keluar semua. Beliau menunjukkan doa, semoga hasil pertanian semoga bisa dapat bagus. Salah satunya ditunjang dari ketersediaan air yang cukup," tutup kepala daerah yang dipercaya menjadi Wakil Ketua APKASI itu.

Sebelum prosesi di Pendopo, masyarakat juga bisa menyaksikan prosesi Kirab Pusaka di sepanjang rute yang dipilih. Dalam kirab ini Bupati Trenggalek dan Wakil Bupati Trenggalek akan membagikan bibit pohon dan juga Udik-Udik. Disediakan sebanyak 11 ribu kantong uang yang akan dibagikan ke masyarakat di sepanjang perjalanan kirab.

11 ribu kantong ini adalah simbol doa yang dititipkan oleh Bupati Trenggalek. Dalam kondisi saat ini 11 ribu itu harapannya simbol kawelasan dari malaikat yang jumlahnya ribuan. "Jadi semoga dapat kawelasan dari Allah melalui para malaikatnya yang ribu-ribuan itu. Harapannya nanti memberikan pertolongan, ditugaskan untuk menjaga kita," tandas Mas Ipin. (Prokopim TGX)

Ini Penjelasan Mas Ipin Beberapa Pembeda dalam Prosesi Hari Jadi 832 TrenggalekPada perinsipnya esensi proses pelaksanaa...
29/08/2026

Ini Penjelasan Mas Ipin Beberapa Pembeda dalam Prosesi Hari Jadi 832 Trenggalek

Pada perinsipnya esensi proses pelaksanaan Hari Jadi Trenggalek dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda. Meskipun esensinya sama namun ada beberapa bagian yang berbeda dan ini begini penjelasan Bupati Trenggalek saat melaksanakan prosesi jamasan pusaka, Sabtu (29/8/2026).

"Pada esensinya tidak ada yang berbeda, tapi kalaupun ada doa yang kita panjatkan kita lengkapi. Contoh seperti metri bumi, tahun lalu sudah dilaksanakan. Tapi spesifik saya minta yang ditanam Beringin. Artinya rinengkuh sarwo engkang dipingin," ucap kepala daerah muda itu.

Maksud saya ini doa saya untuk seluruh masyarakat. Semoga masyarakat meminta kebaikan apapun itu di ijabahi oleh Allah. Terus kemudian nanamnya Sawo Kecik. Harapannya seluruh yang dilakukan ini nanti hasilnya sarwo becik. Semuanya jadi baik.

Terus nanti hidangan saya minta Bunga Bogenfil. Karena simbol Bunga Bogenfil itu dia mekar ketika tersakiti, mekar dikala kesulitan. Saya yakin semua orang di sini itu banyak yang mengalami kesulitan, ujian, tetapi pesannya adalah kita harus tetap mekar karena percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan pertolongan.

Kalau diantara yang lain nanti, salah satu b
Bregodo yang tidak kalah penting, karena Pak Presiden secara nasional ingin swa sembada pangan, secara serentak nanti salah satunya ada Bregodo Tani.

Kemudian Sabdotomo, nanti akan ada pesan khusus bagi para petani dan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang akan saya sampaikan. Terus nanti purak tumpengnya, selain ada Tumpeng Paes Agung ada beberapa tumpeng-tumpeng kecil yang bisa dipurak oleh masyarakat.

"Harapannya bisa lebih baik lagi dan jumlah Udik-Udik yang disebar juga lebih banyak. Kita menyiapkan 11 ribu kantong. 11 ribu artinya kawelasan saking malaikat sing jumlahe ewon-ewon. Jadi semoga dapat kawelasan dari Allah melalui para malaikatnya yang ribu-ribuan itu. Harapannya nanti memberikan pertolongan, ditugaskan untuk menjaga kita," tandas Bupati Arifin dalam penjelasannya. (Prokopim TGX)

Bupati Arifin Jamasi Pusaka Trenggalek Menjelang prosesi Haro Jadi 832 Trenggalek, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifi...
29/08/2026

Bupati Arifin Jamasi Pusaka Trenggalek

Menjelang prosesi Haro Jadi 832 Trenggalek, Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melakukan jamasan pusaka Kabupaten Trenggalek. Ada puluhan pusaka dilakukan pembersihan mulai dari pusaka para pendahulu, kemudian pusaka pribadi bupati dan juga pusaka pemberian Ngarso Dalem Sultan Hamengkubuwono X. Selain itu juga dilakuan penjamasan Nyi Sekamti, 2 Gong dari gamelan yang dimiliki Pendopo Trenggalek serta Prasasti Kamulan, penanda hari jadi Trenggalek yang telah terboyong dari Museum Tulungagung ke Trenggalek.

Pusaka yang dijamasi ini meliputi :
2 Tombak Biring Sakembaran, 2 Tombak Korowelang Sakembaran, Songsong Tunggul Nogo, Songsong Tunggul Praja, Parasamya Purna Karya Nugraha, Pataka Jwalita Karana. Pusaka-pusaka ini akan diboyong ke Balai Desa Kamulan, Durenan sebelum dikirab dalam prosesi Hari Jadi.

Kemudian 11 Pusaka Bupati dan Ageman Bupati, 2 Tombak Korowelang Sakembaran yang akan diboyong ke Desa Karangrejo, Kampak sebelum dikirab dalam prosesi hari jadi. Selai pusaka pusaka ini ada pusaka pemberian Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X yaitu Songsong Ayomsih dan Tombak Kyai Wignyomurti.

Dalam penjamasan pusaka ini Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menuturkan, "jamasan pusaka hari ini cukup komplit, semua pusaka. Kalau dulu di Tradisi Mataram itu atau kerajaan-kerajaan ada pusaka untuk pembelaan diri, ada yang menjaga secara spiritual," katanya, Sabtu (29/8/2026)

Dan kita, sambungnya menambahkan, "ada Korowelang dan Pusaka Biring. Jadi sudah komplit dan terus kemudian gamelan kita yang namanya Nyi Sekanti itu tadi juga di jamas. Besok Nyi Sekanti akan mengiringi juga semua prosesi dari gamelan itu dan langgam gamelan nanti juga akan mengiringi prosesi Mahallul Qiyam. Karena ini masuknya sasi Mulud atau Maulid Nabi, maka nanti hadir juga safaat Rosulillah kepada seluruh umat yang berbahagia merayakan Hari Jadi 832 Trenggalek," imbuhnya.

Sementara itu Doding Rahmadi, Ketua DPRD Trenggalek yang ikut dalam prosesi jamas pusaka itu menambahakañ, "ini jamasan pusaka, artinya kita membersihkan pusaka-pusaka yang ada di Kabupaten Trenggalek. Jadi pusaka-pusaka itu bermacam-macam, mulai dari tombak, patung dan sebagainya itu peninggalan - peninggalan dari pemerintahan kita Trenggalek yang terdahulu. Dan ada juga ini Prasasti Kamulan," tambah Doding.

Itu semuanya mengandung filosofi, bagaimana kita tidak boleh lupa dengan apa yang namanya sejarah leluhur kita. Tombak kita itu namanya Korowelang, disitu itu mengandung filosofi, mengandung pesan dari para leluhur kita pendiri Trenggalek, bahwa seorang pemimpin, rakyat itu harus memperhatikan 2 perkara. Perkara rakyat itu tugasnya pemimpin harus menyelesaikan perkara di rakyat.

Kemudian Welang itu Piwulang. Artinya seorang pemimpin harus juga memberikan contoh, pembelajaran, pendidikan kesehatan kepada masyarakat yang baik. "Sebagai pemimpin di Trenggalek kita harus bisa benar-benar bekerja menyelesaikan permasalahan yang ada di Trenggalek. Kemudian kayak Songsong Tunggul Naga atau payung ini simbol dimana pemimpin itu harus bisa memayungi maslakat dari Trenggalek. Baik itu secara ekonomi, kesehatan dan lain sebagainya," tutup Ketua DPRD Trenggalek ini. (Prokopim TGX)

Bupati Arifin Tinjau Perbaikan Jalan Pandean-Malasan Durenan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Fork...
28/08/2026

Bupati Arifin Tinjau Perbaikan Jalan Pandean-Malasan Durenan

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forkopimda Trenggalek tinjau pengerjaan perbaikan jalan Pandean-Malasan, Kecamatan Durenan, Jum'at (28/8/2026).

Spontanitas tidak terjadwal sebelumnya, di sela-sela kegiatan ziarah makam leluhur menjelang Hari Jadi Trenggalek, bupati muda itu menyempatkan diri meninjau jalan yang dulunya sempat viral setelah dari Tulungagung masuk Trenggalek jalan ini terlihat rusak parah. Sebenarnya ruas jalan ini sudah masuk long list perbaikan jalan yang diagendakan pemerintah Kabupaten Trenggalek. Namun karena ketidak tersediaan anggaran menjadikan perbaikan jalan ini tertunda. Apalagi ruas jalan ini masuk dalam usulan Musrenbang kecamatan .

Untuk perbaikan jalan ini Pemkab Trenggalek mendapatkan kucuran anggaran bersumber dari DAK. Nilai kontraknya sebesar Rp. 6,8 miliar untuk perbaikan sepanjang 5 km. Bupati Trenggalek dalam tinjauannya mengatakan, "pengecekan jalan ini sebenarnya tidak terencana karena kebetulan ada agenda ziarah bupati-bupati. Alhamdulillah di Durenan ada pekerjaan ruas Pandean-Malasan yang dulu sempat viral dari Tulungagung masuk Trenggalek jalannya jelek," katanya.

Ini sekarang dikerjakan, total nilai kontraknya Rp. 6,8 miliar dengan panjang sekitar 5 km. Dan juga usulan Musrenbang dan kita juga punya long list, pekerjaan-pekerjaan. Begitu ada dana yang bisa dimanfaatkan, kita langsung kita gunakan. Ini dananya semua dari DAK dan dikawal oleh anggota dewan juga, anggota DPR-RI. Saya terima kasih, sekaligus ini nanti bentuk pertanggungjawaban kalau dananya sudah kita laksanakan di tahun ini. "Semoga nanti dikerjakan dengan baik dan dikawal oleh dinas terkait," tutup Mas Ipin. (Prokopim TGX)

Ziarah Makam Tokoh dan Bupati Pendahulu Bupati Ipin Jalankan Tradisi Jelang Hari Jadi TrenggalekBupati Trenggalek, Mocha...
28/08/2026

Ziarah Makam Tokoh dan Bupati Pendahulu Bupati Ipin Jalankan Tradisi Jelang Hari Jadi Trenggalek

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifim dan jajaran Forkopimda Trenggalek lakukan ziarah makam bupati pendahulu dan beberapa tokoh-tokoh yang berjasa dalam perjalanan sejarah Kabupaten Trenggalek. Ziarah makam leluhur ini merupakan tradisi yang dijalankan di Kabupaten Trenggalek dalam rangka memperingati Hari Jadi Trenggalek.

Tujuannya tentu menghormati para pendahulu sekaligus mengenang dan menghormati jasa-jasa mereka. Saat ziarah di Makam Menak Sopal, Komplek Makam Bagongan, Kelurahan Ngantru Trenggalek, Mas Ipin menuturkan, "rutin menjelang hari jadi, kita menghormati jasa para pendahulu. Semua bupati-bupati sebelum kita, semuanya punya jasa dan semoga hal hal baik yang sudah dikerjakan bisa kita teruskan," ucapnya, Jum'at (28/8/2026).

Tujuan pertama ziarah makam leluhur ini adalah Makam Setono Galek, Kelurahan Ngantru. Di tempat ini dimakamkan Mbah Kawak tokoh penyebaran Agama Islam di Trenggalek.

Dari makam Mbah Kawak, ziarah dilanjutkan ke komplek makam Setono Gedong yang berada di Kelurahan Ngantru. Di tempat ini dimakamkan beberapa tokoh besar Trenggalek. Diantaranya Raden Doemotaroeno, Bupati Trenggalek pertama.

Kemudian ziarah dilanjutkan ke makam Mennak Sopal tokoh pertanian yang mendirikan Dam Bagong dan menjadikan sebagian besar wilayah Kabupaten Trenggalek yang tandus menjadi gemah tipah loh jinawi. Menjadi lahan subur untuk pertanian karena teraliri air dari Dam Bagongan. Karena wujud rasa syukur masyarakat petani yang teraliti air Dam Bagong selalu menggelar tradisi Nyadran Dam Bagong di Bulan Selo penanggalan Jawa.

Tempat ziarah selanjutnya, Makam Kanjeng Jimat (Mangun Negoro) yang berada di kompleks makam Margo Ayu, Desa Ngulan Kulon, Kecamatan Pogalan. Kemudian lanjut ke Makam Girilaya Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan.

Terakhir ziarah dilakukan di Makam Girimulyo Desa Sumber, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Di komplek pemakaman ini dimakamkan Adipati Widjoyo Kusumo Bupati Trenggalek yang menjabat tahun 1894 sampai dengan 1904. Sebelumnya beliau menjadi Bupati Probolinggo. Kemudian juga dimakamkan Adipati Ario Poerbonegoro, Bupati Trenggalek menjabat tahun 1904 sampai tahun 1932.

Dalam peringatan Hari Jadi 832 Trenggalek di tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengambil tema "Hambeging Bumi". Dijelaskan Bupati Trenggalek "tema hadi jadi itu bermakna dua hal. Yang pertama dari sisi kita harus berlaku selayaknya bumi. Bumi itukan di injak tapi itukan menumbuhkan. Bagi aparatur itu sebenarnya itu ciri bagaimana kita ikhlas bekerja. Apapun kondisinya kita tetap bisa menumbuhkan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat," terangnya.

Masih menurut kepala daerah muda itu, "tetapi di satu sisi lain kita tetap mengupayakan memberikan penyadaran kepada masyarakat, terkait pentingnya kita harmoni dengan alam," tutupnya. (Prokopim TGX)

Bupati Trenggalek : Ini Pesan Bagi Kita, Selama Kita Masih Lestarikan, Dengan Ijin Tuhan Alam Akan Berikan Kebaikan Mela...
26/08/2026

Bupati Trenggalek : Ini Pesan Bagi Kita, Selama Kita Masih Lestarikan, Dengan Ijin Tuhan Alam Akan Berikan Kebaikan

Melaksanakan kegiatan Metri Bumi di sumber air Sumber Gedong, Komplek Makam Punden Sari, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin diperlihatkan bukti keharmonisan antara manusia dengan alamnya. Di musim kemarau panjang masyarakat setempat masih bisa menanam padi karena debit air yang berasal dari mata air Sumber Gedong masih mengalir deras mengairi sawah masyarakat.

Hal ini dikarenakan kelestarian alam disekitar mata air Sumber Gedong tetap terjaga. Pasalnya pohon-pohon besar berusia ratusan tahun hidup lestari di sekitar sumber. "Ini pesan, selama kita masih bisa melestarikan seperti ini, alam dengan ijin Tuhan bisa memberikan kebaikan untuk kita. Baik itu berupa panen atau yang lain-lain," kata Mas Ipin saat melaksanakan upacara adat Metri Bumi di lokasi itu, Rabu (26/8).

Hal seperti inilah sebenarnya esensi dari Upacara Adat Metri Bumi yang digagas langsung oleh Bupati Trenggalek itu. Bupati yang dipercaya menjadi Wakil Ketua APKASI itu berharap dan mengajak masyarakatnya untuk bisa hidup berdampingan dengan alam dengan cara menjaganya.

Sumber-sumber air di datangi bukan berarti menjalankan kegiatan yang menyimpang dengan kaidah agama, melainkan justru sebagai bentuk upaya menjaganya. Dalam kegiatan Metri Bumi, Mas Ipin menyelimuti pohon-pohon besar di sana dengan kain batik. Hal ini ditujukan agar masyarakat mau menjaga pohon-pohon itu, karena pohon itulah yang menjaga air di sumber mata air masih mengalir.

Tidak hanya menjaga pohon yang sudah ada, kepala daerah muda itu juga menambah vegetasi pohon disekitar sumber air dengan menanam pohon beringin di sana. "Ini rangkaian dari kegiatan Hari Jadi, sama dengan yang sebelumnya. Tapi kali ini kita di Desa Gandusari, ada di Punden Sari dan sumbernya Sumber Gedong," imbuh Mas Ipin.

Disini, imbuh bupati muda itu "banyak pohon pohon yang usianya ratusan tahun. Makanya kalau kita tadi lihat, begitu masuk masih ada sawah-sawah yang meskipun musim kemarau sawahnya masih ditanam padi, karena memang sumbernya masih bagus," tutupnya. (Prokopim TGX)

Address

Trengalek

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 08:30 - 17:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 07:00 - 16:00
Friday 07:00 - 16:00

Telephone

+6282234338505

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Prokopim Pemkab Trenggalek posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Prokopim Pemkab Trenggalek:

Shortcuts

Share