BKM Sumber Makmur

BKM Sumber Makmur KOTAKU merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya dalam percepatan penanganan permukiman kumuh dan mendukung “Gerakan 100-0-100”

27/09/2025

Beberapa jam yang lalu, Houthi Yaman menyerang Israel dengan Drone ke wilayah Eilat. 20 orang Israel dilaporkan menjadi korban.
HMS juga sedang berjuang mati matian di Gaza melawan invasi darat yang sekarang sedang dilakukan Israel dengan backup full dari AS dan Eropa.
Israel tidak akan bisa dilawan dengan Retorika, omong kosong di mimbar PBB sudah saatnya di setop, pamer pidato dan pamer bahasa Inggris di gedung PBB adalah mubazir dan sia sia.
Jika negara arab dan dunia Islam mengirim lebih banyak drone dan rudal ke Israel, atau mensuplai para pejuang dengan banyak amunisi, itu solusi lebih ril saat berhadapan dengan Israel.
Sejak tahun 1948, pidato di PBB tidak mempan, pamer Retorika ke majelis umum PBB untuk melawan Israel hanya buang buang ongkos tiket dan biaya protokoler.
Urusan dengan Israel adalah urusan kekuatan senjata dan tekanan diplomatik ril, dengan memutus semua hubungan apapun dengan Israel.
©Tengku.Z.Usman

19/07/2025
19/07/2025
21/05/2025

cara lain makan sayur bayam yang ga boring sama sekali. biasa sigeumchi namul atau korean spinach ini disajiin sebagai makanan pendamping orang Korea. udah sehat,tasty lagi. cobain deh 🤤
Recipe :
- 3 ikat daun bayam
- 1,5 daun bawang iris
- 1 sdt bawang putih halus
- 2 sdt soy sauce
- 1/4 sdt garam
- 1 sdt gula
- 1/4 sdt merica
- 1/2 sdm minyak wijen
- 1/2 sdm biji wijen sangrai

15/05/2025
15/05/2025
15/02/2023
MASALAH BANGSABERMULA DARI KEKACAUAN KARAKTERKalau diamati sejak dulu hingga sekarang, semua masalah bangsa, mulai dari ...
09/08/2022

MASALAH BANGSA
BERMULA DARI KEKACAUAN KARAKTER

Kalau diamati sejak dulu hingga sekarang, semua masalah bangsa, mulai dari susahnya mengatur masyarakat, kurang hormat pada pemimpin negara, gontok-gontokan kalangan elite, polarisasi anak bangsa, belum sehatnya bangsa, besar peran tidak terbentuknya karakter.

Karakter itu dibentuk diciptakan, sejak awal anak berkembang. Jepang butuh 4 tahun untuk membentuk karakter anak kelak menjadi somebody, menjadi seseorang. Hormat pada yang lebih tua, tahu sopan santun, tidak mengusik kepentingan umum. Anak TK membungkuk sempurna kepada sopir bus sekolah yang mengantarkannya pulang, setiap kali turun. Kebiasaan baik yang menjadi perilaku sepanjang hayatnya. Di tempat publik tidak membunyikan ring phone, supaya tidak mengganggu orang lain. Tidak bicara seenaknya, juga tidak tertawa-tawa. Kalau membuka HP pun bicaranya sepelan mungkin. Kebiasaan baik yang ditanam sejak kecil, membangun karakter elok.

Pendidikan karakter ialah internalisasi nilai dalam pendidikan. Sekolah tak cukup mengajar, melainkan juga mendidik. Sekolah bisa meraih prestasi akademik tinggi, tapi tanpa pendidikan karakter, anak didik belum tentu menjadi orang baik. Orang pintar banyak. Tapi pintar dan baik, tidak banyak. Sekolah katolik yang saya amati, tidak fokus berorientasi prestasi akademik, terlebih bagaimana menciptakan anak berkarakter mulia. Anak yang tidak egois, bukan yang mau menang sendiri, atau yang tidak memikirkan orang lain.

Prestasi akademik yang kurang, masih bisa disusulkan kemudian. Tapi kalau pendidikan karakter kurang, tak ada kesempatan kedua. Anak sudah jelek integritasnya sejak awal, mungkin kriminal, tidak tahu etiket, alih-alih beretika.

Kita cenderung fokus mendahulukan pendidikan agama, lupa mendidik karakter, sehingga kita melihat kuat tutur ayat-ayatnya, patuh ritual keagamaannya, tapi masih culas dan serong. Jumat dan Minggu penuh orang beribadat, tapi kasus korupsi tidak berkurang. Beriman belum tentu paralel dengan karakter. Film My Name is Khan bilang begitu. Bahwa di dunia hanya dua jenis manusia, yaitu orang baik, dan orang tidak baik, apapun agama, bangsa, dan statusnya.

Tidak berlebihan kalau bangsa membutuhkan pendidikan karakter. Juga Presiden Jokowi mencanangkan Revolusi Moral di awal. Buat penyelenggara negara betapa pelik mengatur anak bangsa, bahkan soal antre, soal sopan santun di jalan raya, soal tidak buang sampah sembarangan, bagaimana patuh pada aturan. Konon lebih susah mendidik anak antre ketimbang mengajarkan matematik.

Bila masa membentuk karakter itu sudah kadung terlewatkan, ketika anak didik sudah terlanjur tertanam kebiasaan tidak baik, sukar mengubahnya untuk menjadi baik. Demikian yang terjadi dalam dunia kesehatan. Masyarakat kita sudah terlanjur terbentuk perilaku tidak sehat sampai usia dewasa, sampai sudah menjadi ayah-ibu, maka generasi akan menerima warisan perilaku tidak sehat juga, ketika kurikulum sekolah pun tidak membentuk perilaku sehat.

Karena masyarakat sudah terlanjur berperilaku dan berkarakter tidak baik, inilah beban di pundak setiap penyelenggara negara. Kita tidak menginvestasi pembentukan karakter sejak sekolah perdana anak, maka kemudian menjadi ongkos yang menyisihkan anggaran negara yang tidak kecil. BPJS di awal dulu sampai tekor lebih 20 T rupiah, karena sebagian besar, kalau bukan semua peserta masyarakatnya sudah tidak sehat.

Masyarakat tidak sehat lebih disebabkan oleh perilaku tidak sehat, karena perilaku sehatnya belum atau tidak dibentuk di sekolah. Masalah menjadi sakit sebagian besar masyarakat sebab perilaku tidak sehat. Untuk mengubah perilaku tidak sehat menjadi perilaku sehat, pekerjaan yang musykil. Negara harus membayar mahal untuk itu, karena yang terjadi sudah menjadi masalah nasional. Banjir berulang akibat perilaku buang sampah ke sungai.

Sukarnya mengajak imunsiasi, memelihara lingkungan, buang sampah ke sungai, dan lalu laut kita sudah menjadi tong sampah terbesar. Tidak heran kalau masih ada orang dengan nama besar, kalangan elite, tapi kurang santun pergaulan sosialnya, dan saya menemukan banyak dalam kehidupan saya sebagai dokter. Cara bertutur kata, cara menyapa, tidak tahu berterima kasih. Pelajaran dasar anak didik di sekolah ada tiga: tahu mengucapkan kapan berterima kasih, minta tolong,dan minta maaf. Ada nama besar jumawa tidak melakukannya.

Yang masih mungkin dilakukan, ialah rekayasa sosial, social engineering. Untuk itu perlu mesin, perlu tangan besi. Seperti Singapura di awalnya dulu mendisiplinkan rakyatnya yang sebelumnya tidak berdisiplin hidup. Anak buang sampah sembarangan, orangtuanya ikut dihukum. Semua pelanggar sekecil apapun aturan pemerintah kena ganjaran denda. Kini Singapura menikmati, semua terpaksa berdisiplin dan ikut aturan. Bang Ali Sadikin pernah melakukan dengan mengganjar pembuang sampah sembarangan dengan denda besar waktu itu, tapi aturan jadi macan ompong, karena implementasinya longgar.

Jadi ke depan, perlu beberapa generasi untuk membersihkan bangsa dari kekotoran karakter buruk anak bangsa. Dengan memulai mendahulukan pendidikan karakter sejak sekolah perdana seperti Jepang melakukannya. Bukan saja beban pemerintah jadi ringan, tapi negara tidak dirongrong oleh banyak masalah bangsa yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

Kalau masih ada warga masyarakat yang tercipta tahu aturan, bertata krama, sopan santun, welas asih, tepa slira, memikirkan orang lain, elok perilakunya, itu karena buah pendidikan di rumah. Karena peran ayah-ibunya, sehingga anak taku beretiket, beretika, dan kuat imannya.

Salam berkarakter,
Dr HANDRAWAN NADESUL

10/07/2022

Review dulu gaess

Saya baru FAHAM bahwa ADA 2 SATGAS.Kewenangan nya apa ?Kenapa versi berita keduanya berbeda ?Pakdhe Indro
20/12/2021

Saya baru FAHAM bahwa ADA 2 SATGAS.
Kewenangan nya apa ?
Kenapa versi berita keduanya berbeda ?

Pakdhe Indro

OVERPANIK OMIKRONKenapa kita harus panik tentang parian omikron ? sederhana saja - karena kita gak faham APA ITU PARIAN ...
01/12/2021

OVERPANIK OMIKRON

Kenapa kita harus panik tentang parian omikron ? sederhana saja - karena kita gak faham APA ITU PARIAN ??
Parian adalah perubahan di ujung protein S-RBD saja di PIRUS YANG SAMA, masih dengan kesembuhan 97%. Parian TIDAK MERUBAH SIFAT PIRUS.

Nama parian Omikron diambil dari urutan huruf yunani, dengan 30 perubahan mutasi DI PROTEIN S-RBD saja. Terus kenapa panik ? karena para jenius pembuat paksin berbasis PROTEIN S-RBD BARU SADAR, antibody dari paksin mereka GAK MEMPAN & GAK BISA menetralkan protein S-RBD dengan 30 perubahan (makanya mereka mau bikin paksin parian omikron BARU di tahun 2022). Sementara tubuh rakyat di Indonesia yg sudah punya KEKEBALAN SEL MEMORY terhadap PIRUS UTUH (lewat inpeksi alami atau paksin pirus utuh) tetap & mampu MENETRALKAN & MENGATASI PARIAN APAPUN yg akan menginpeksi tubuh.

Masih berpikir bahwa orang asing lebih jenius ?

Logika mengalahkan kepanikan.

Pengetahuan memgalahkan ketakutan.

Address

Desa Sumberejo Kulon Kec. Ngunut
Tulungagung
66292

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 15:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 07:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BKM Sumber Makmur posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share