Dawuhe'Kyai Official

Dawuhe'Kyai Official Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Dawuhe'Kyai Official, Tunggu.

di YouTube chenel Dawuhe'Kyai Official
۞ Ceramah Gus baha subtitle Indonesia
۞ Ceramah Gus baha lucu
۞ Ceramah Gus baha sejarah ulama
۞ Ceramah Gus baha tafsir jalalain
۞ۙ Ceramah Gus baha kitab nashohibul ibad Dll.

23/08/2022

رَبِّ اِنِّي مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ، وَاجْبُرْ قَلْبِي الْمُنْكَسِرَوَاجْمَعْ شَمْلِي الْمُنْدَثِرْ، اِنَّكَ أَنْتَ الرَّحْمَنُ الْمُقْتَدِرُإِكْفِنِي يَاكَافِي وَأَنَا الْعَبْدُ الْمُفْتَقِرْ،وَكَفَى بِاللهِ وَلِيَّا،وَكَفَى بِاللهِ نَصِيْرًاإِنَّ الشِرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمِ، وَمَا اللهُ يُرِيْدُ ظُلْمًا لِلْعِبَادِفَقُطِعَ دَابِرَالْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا، وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنِ

Robbi inni maghlubun fantasir

Tuhan sungguh aku sudah kalah, (kalah oleh tubuh dan nafsuku hingga tak mampu terus menerus berdzikir dan mendekat pada Mu)
maka berilah pertolongan,

Wajbur Qalbiyal munkasir,

(maka hiburlah hati yg telah hancur ini),

wajma` syamlil mundatsir
innaka antar rohmanul muqtadir

(Maka padukanlah kemuliaan dan kesempurnaan yg telah terselubung, sungguh Engkau Yang Maha Pengasih dan Maha Menentukan)

ikfini ya kafi
wa anal`abdul muftakir

(Cukupkanlah bagiku (cukupilah segala kebutuhanku) dan aku adalah Hamba yg sangat membutuhkan uluran bantuan Mu)

wa kafa billahi waliya
wa kafa billahi nashiiro

(dan cukuplah sudah Allah sebagai yg diandalkan,
dan cukuplah sudah Allah sebagai penolong)

inna syirka la zulmun `aziim
wa mallohu yuridu zulman lil `ibad
(Sungguh menduakan Allah adalah kejahatan yg besar,
dan tiadalah menginginkan kejahatan dan kegelapan bagi hamba hamba Nya)

fa quthi`a dabirul qoumil ladzina zholamu
wal hamdu lillahi robbil `alamin

(maka terputuslah segala tipu daya dan usaha mereka mereka yg berbuat kejahatan,
dan segala puji bagi Tuhan sekalian alam)

Hizib Al jailani
Saking shultonu Aulia syech Abdul Qodir Al Jaelani

Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah FitnahOleh : Gus Nadirsyah HosenBelakangan ini beredar luas kutipan yang ...
14/12/2020

Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah Fitnah

Oleh : Gus Nadirsyah Hosen

Belakangan ini beredar luas kutipan yang dikatakan berasal dari Imam Syafi’i tentang ulama mana yang harus kita ikuti. Dari kutipan baik berbentuk tulisan maupun meme (gambar) itu konon Imam Syafi’i menyarankan kepada muridnya untuk mengikuti ulama yang terkena fitnah atau dibenci oleh orang kafir.

Saya penasaran. Di kitab mana Imam Syafi’i mengatakan demikian? Saya telusuri sejumlah kitab karya Imam Syafi’i yang saya miliki, dari mulai ar-Risalah, al-Umm, Diwan dan Musnad, tapi saya tidak menjumpainya. Begitu juga sejumlah kitab babon yang ditulis oleh para murid Imam Syafi’i juga saya coba telusuri, namun saya tidak mendapatkan sanad kutipan tersebut.

Dalam bahasa Arab kutipan yang beredar itu begini teksnya:

‎سئل اﻹمام الشافعي رحمه الله : كيف نرى الحق من بين كل هذه الفتن ؟ ‎فقال :اتبع سهام العدو ترشدك إلى الحق

Imam Syafi’i ditanya: “Bagaimana kita mengetahui pengikut kebenaran di jaman yang penuh fitnah?”

Beliau menjawab: “Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka itu akan menunjukimu kepada siapa ‘Pengikut Kebenaran’ itu”.

Redaksi di atas telah dimodifikasi dalam berbagai versi yang viral sesuai kepentingan masing-masing. Misalnya yang saya temukan:

Versi pertama;

Imam Syafi’i berkata: “Carilah pemimpin yang banyak panah-panah FITNAH menuju kepadanya, IKUTILAH mereka yang banyak di FITNAH, Karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di JALAN yang BENAR.”

Versi kedua:

Imam Syafi’i pernah berkata: Nanti di akhir zaman akan banyak Ulama yang membingungkan Umat, sehingga Umat bingung memilih mana Ulama Warosatul Anbiya dan mana Ulama Suu’ yang menyesatkan Umat.

Lantas murid Imam Syafi’i bertanya: “Ulama seperti apa yang kami harus ikuti di akhir zaman wahai guru?”

Beliau menjawab: “Ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik. Dan jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik, karena ia ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari Keridhoan Allah“.

Saya menemukan p**a di internet bahwa kutipan senada yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i itu juga sering disandarkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan juga kepada Ibn Taimiyah. Jadi sebenarnya itu kutipan dari siapa?

Tapi yang jelas sejauh ini saya tidak menemukan rujukan dari kitab klasik manapun dan juga tidak mendapati sanad kutipan yang diklaim berasal dari pernyataan Imam Syafi’i. Terakhir, setelah usaha saya menelusuri lembaran kitab gagal, saya bertanya langsung kepada Syekh Ibrahim al-Shafie seorang ulama keturunan langsung dari Imam Syafi’i. Lewat WA beliau mengonfirmasi bahwa beliau pun tidak menemukan kutipan tersebut dalam kitab manapun baik dari Imam Syafi’i maupun dari murid-murid sang Imam.

Jadi, saya berani mengatakan bahwa kutipan di atas itu PALSU, sampai ada yang bisa menyebutkan sumber dan sanad kutipan tersebut dan kita verifikasi bersama kevalidannya. Wallahu 'alam...

Gus Baha :  Mencintai Rasulullah juga harus menggunakan Akal.KH Ahmad Baha’uddin Nursalim (Gus Baha) menyerukan agar ada...
11/12/2020

Gus Baha : Mencintai Rasulullah juga harus menggunakan Akal.

KH Ahmad Baha’uddin Nursalim (Gus Baha)
menyerukan agar ada juga yang mencintai Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (Saw) berdasarkan akal atau logika. Maksudnya, mencintai yang tidak hanya s**a bershalawat, tapi juga mau memikirkan keistimewaan yang dimiliki oleh Rasulullah.

“Contohnya. Coba pikirkan tentang kepribadian beliau yang amat mulia. Beliau itu bahkan mau memikirkan dan meminta maghfirah atas dosa yang tidak pernah diperbuatnya sebab saking cintanya pada umat,” jelas Gus Baha.

Makanya, Nabi paling utama itu Nabi Muhammad. Sebab beliau rela melakukan apapun kebaikan demi memikirkan orang lain, bukan dirinya ataupun keluarganya, tetapi umatnya.

Dalam bulan Rabiul Awal, umat Islam secara umum di Indonesia, merayakannya dengan peringatan Maulid Nabi.

“Ketika kita baca hadits tentang syafaat, saya bisa nangis. Sebab itu tadi. Beliau dibantu tahajjud sampai bengkak kakinya demi umat,” sebutnya.

Lebih lanjut, Gus Baha mengingatkan perangkat perjuangan berdakwah yang digunakan Nabi adalah sujud. Ia kemudian menceritakan ketika kelak seluruh Nabi tidak sanggup memberi syafaat kecuali Nabi Muhammad.

“Masyhur itu, Nabi bersujud sampai Allah memintanya untuk bangun dan akhirnya diberikan hak syafaat,” katanya.

Makanya, imbuh Gus Baha, kita semua harus banyak bersyukur dijadikan sebagai umat Nabi Muhammad. Sebab disebut sebagai ummatan marhumah (umat yang dikasihi).

“Tapi saya ulangi. Senang kepada Nabi itu jangan sekadar s**a. Tapi juga harus didasarkan pada kontruksi akal yang benar,” tandasnya.

*) Catatan:
Pesan ini pernah disampaikan kajian dalam peringatan Maulid Nabi dan Haul Habib Muhammad bin Hamid Al-Kaff di Rumah Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, Desa Demaan, Kudus, Ahad 17 November 2019

Gus Baha : Istri bukan mahram!!.Hingga kini banyak dikalangan masyarakat yang masih keliru membahasakan istri sebagai ma...
09/12/2020

Gus Baha : Istri bukan mahram!!.

Hingga kini banyak dikalangan masyarakat yang masih keliru membahasakan istri sebagai mahrom.

Belum lagi ada yang sering menyebut “maaf bukan muhrim” ketika menolak diajak salaman oleh teman wanita nya.

Muhrim dan mahrom adalah dua istilah yang berberda definisi secara hukum fiqih.

Muhrim adalah keadaan orang yang sedang berihrom ketika haji dan umroh setelah seseorang mengambil miqot dan mengucapkan niat umroh/haji.

Sedangkan definisi mahrom adalah orang yang haram dinikahi.
Akan tetapi menurut Gus Baha penggunaan istilah mahrom terhadap istri juga sering salah.

Dalam sebuah pengajian Gus baha menceritakan pengalamannya didebat oleh orang yang menganggap menyentuh istri tidak menyebabkan batal wudhu.

“Saya pernah didebat sama orang dari salah satu kelompok ormas tertentu, Pak Baha apa alasannya kalau megang istrinya itu kok batal wudhu? Wong istrinya digauli saja boleh megang itu batal wudhunya?,” ungkap Gus Baha

“Kamu tahu definisi mahrom ? tanya Gus Baha, “nggak tahu,” jawab orang itu.

“Mahrom itu orang yang haram dinikahi, yang haram dinikahi itu ya ibu, anak, bibi, keponakan.”

“Yang haram dinikahi itu namanya mahrom, Justru istri itu namanya ajnabiyah, orang lain, makanya boleh dinikah,” lanjut Gus Baha

“Kalau mahrom malah tidak boleh dinikahi, mereka akhirnya sadar selama ini membahasakan istri (sebagai) mahrom itu keliru,” pungkas Gus Baha.

Wallahu A’lam Bisshowaab**

Habib Yang Tak Pernah DiamSaat jadi Dubes ia sempatkan waktunya untuk menulis, maka lahirlah Tafsir al-Mishbah. Jabatan ...
20/11/2020

Habib Yang Tak Pernah Diam
Saat jadi Dubes ia sempatkan waktunya untuk menulis, maka lahirlah Tafsir al-Mishbah. Jabatan tidak membuatnya lupa untuk menulis.
Saat para ulama berbeda pendapat tentang Hijab, ia menulis buku tentang Hijab, tujuannya agar umat paham bahwa hijab itu ikhtilaf dikalangan ulama.
Saat para politisi, agamawan, umat kehilangan jati dirinya sebagai manusia ia menulis buku tentang Yang Dari Kita Akhlak.
Saat kekerasan, teroris marak di Indonesia atas nama agama, ia menulis buku tentang Islam Yang Disalahpahami.
Saat orang sibuk mengejar jabatan, hingga mempolitisasi agama untuk menjatuhkan lawan politiknya, ia menulis buku tafsir tentang surah al-Maidah.
Saat banyak tuduhan fitnah yang dialamatkan kepadanya, dianggap sebagai Syi'ah, tidak mewajibkan jilbab dan lain-lain ia menulis buku Islam yang Saya Pahami.
Agar umat Islam paham bahwa perpecahan adalah senjata yang paling ampuh bagi musuh Islam, dan persatuan adalah kekuatan terbesar bagi kaum muslimin, maka beliau menulis buku Mungkinkah Syiah-Sunni Bergandengan Tangan?
Untuk memberi bimbingan kepada anaknya dan orang lain tentang hakikat pernikahan, maka ia menulis buku Kado Pernikahan.
Agar tidak terlalu risau dengan pelaksanaan ibadah yang berbeda-beda, ia menulis buku 1001 Tanya jawab soal Ibadah.
Agar al-Qur'an tidak hanya menjadi bacaan semata karena ingin mengejar pahala, maka beliau menulis buku Membumikan Al-Quran supaya pesan-pesannya membumi
Kemajuan teknologi menyebabkan sebagian orang meragukan atau mempertanyakan al-Qur'an, maka beliau menulis buku Kemukjizatan Al-Qur'an
Saat berangkat Umroh, ia sempatkan waktu untuk menulis Sejarah Nabi Muhammad saw dari awal hingga akhir. Ia menghabiskan waktunya 6-7 jam untuk menulis, ketika berada di Madinah ia pun menyelesaikan tulisan tentang Sejarah Nabi Muhammad saw, lalu di depan Maqam Nabi saw ia sampaikan tulisannya tentang diri Nabi Saw, memohon izin kepada Sang agar kiranya, buku itu dapat berkah dari Nabi saw. Lewat tulisan ia memperkenalkan keagungan Nabinya, karena itu ia pun dimuliakan.
Ia melahirkan karya tulis dan generasi penerus. Prof Dr. Nasruddin Umar, MA salah satunya. Yang saat ini menjadi Imam Besar Istiqlal Jakarta.
Dibawah bimbingannya ia mendirikan Pusat Studi al-Qur'an dan sudah melahirkan banyak alumni.
Ia tak pernah diam, ia selalu bicara lewat tulisan. Kata-katanya penuh makna.
Ia seorang habib namun tidak ingin dipanggil habib karena merasa belum layak dengan gelar itu.
Ia seorang profesor, kyai, ulama tafsir alumni Al-Azhar namun ia hanya dipanggil "pak Quraish.
Rasanya sulit menemukan habib seperti beliau di Indonesia. Ia lebih memilih diam sambil membantah, membimbing, menulis. Ia seorang habib yang tidak s**a berisik.
Masih banyak lagi buku-bukunya yang lain, yang tidak saya sebutkan di sini. Nampaknya setiap tahun selalu ia terbitkan tulisannya jadi buku. Menulis adalah ibadah baginya.
Lewat tulisan ia menjawab persoalan-persoalan hidup manusia, lewat tulisan ia menyelesaikan konflik tanpa harus demo sambil shalat di jalanan. Lewat tulisan ia membantah satu pendapat tanpa harus mencaci maki dan disaksikan publik.
Tulisan-tulisannya adalah respon terhadap dinamika sosial yang terjadi khususnya di Indonesia
Ada segelintir yang membenci beliau, tetapi sangat banyak yang mencintainya.
Ungkapan terakhir saat bertemu dengan beliau ia berkata,
"JANGAN BERDEBAT DENGAN ORANG YANG BISA ANDA KALAHKAN ARGUMENTASINYA, TAPI TIDAK MAMPU ANDA KALAHKAN KEPALA BATUNYA"

--
Muhammad Tahir Alibe

Buatlah anak karena cinta bukan karena perintah maupun paksaan.Cinta❤️ akan lebih mudah di fahami sebagai kodrat illahiD...
16/11/2020

Buatlah anak karena cinta bukan karena perintah maupun paksaan.
Cinta❤️ akan lebih mudah di fahami sebagai kodrat illahi

Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).

https://youtu.be/DgWEhh2fbCs

Bulan maulid perbanyak baca sholawat ❤️Qosidah Burdah Merdu❤️Full Fashol..
14/11/2020

Bulan maulid perbanyak baca sholawat ❤️
Qosidah Burdah Merdu❤️
Full Fashol..

Burdah (Bahasa Arab: قصيدة البردة) merupakan suatu Qasidah (lagu-lagu) yang berisi syair tentang pujian/ sholawat kepada Nabi Muhammad s.a.w.. Syair tsb dici...

سَعْدُنَا بِالدُّنْيَا Sholawat sa'duna fiddunyaGus Baha menangis hingga akhir
12/11/2020

سَعْدُنَا بِالدُّنْيَا
Sholawat sa'duna fiddunya
Gus Baha menangis hingga akhir

'an_narukan_kragan_jawatengah 'duna_fiddunya اَللَّهُمَّ صَلّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نُوْرِكَ السَ...

Al Fatihah buat syaikhona ❤️
22/10/2020

Al Fatihah buat syaikhona ❤️

Gus Baha membuktikan kebenaran dakwah Mbah Maimun ZubairVido di YouTube 👇https://youtu.be/_4DIfQjXNakRais Syuriyah Pengu...
02/09/2020

Gus Baha membuktikan kebenaran dakwah Mbah Maimun Zubair
Vido di YouTube 👇
https://youtu.be/_4DIfQjXNak

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Baha'udin Nur Salim atau yang akrab disapa Gus Baha menceritakan terkait kebenaran ucapan almaghfurlah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang sekarang jadi kenyataan. Ia menegaskan bahwa ucapan Mbah Moen itu benar-benar terjadi.

Ini cerita kenangan, beliau (KH Maimoen Zubair) pernah berkata kepada saya, seperti ini, 'Ha', besok yang bawa (menyebarkan) agama itu pegawai negeri (PNS)'. Berhubung saya tidak pegawai negeri saya membantahnya bersama teman-teman," katanya sambil tertawa ringan. Ia kemudian bertanya, kalau santri kemana kiai? Mbah Maimoen kemudian menjawab, 'santri sudah pasti manfaatnya' kutip jawaban Mbah Maimoen.

Setelah bapak saya wafat tahun 2005, setelah itu saya menjadi kiai. Kemudian saya punya muhibbin yang menjadi seorang dokter," jelas Gus Baha, Senin (10/8) malam pada saat acara Haul KH Maimoen Zubair yang diselenggarakan Himpunan Mutakhorrijin Mutakhorrijat Al-Anwar (HIMMA) Kudus, Jawa Tengah. Dalam cerita tersebut ia mengatakan, bahwa muhibbin ini bertugas di Papua dan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena tugas negara, dia di kampung-kampung bisa membangun mushala, bisa menunjukkan tata cara shalat tanpa dicurigai jadi misionaris.

"Ini kisah nyata. Dia bilang, 'Gus saya ini dokter lho, lebih keren dari jenengan (kamu). Kenapa, karena saya tugas di Papua dan NTT dilindungi oleh negara. Saya di kampung-kampung bisa membangun mushala, memperlihatkan cara shalat, tanpa dicurigai jadi misionaris," terangnya. Gus Baha lebih lanjut mengungkapkan, karena dia sebagai seorang aparatur negara, maka dia di fasilitasi negara. "Saya butuh mushala, dibuatkan mushala. Butuh masjid, dibuatkan masjid," kutip Gus Baha' dari cerita muhibbin tersebut

Dikatakan, begitu juga dengan tentara-tentara yang ada di daerah-daerah minoritas. Mereka bisa membuat masjid untuk menunjukkan ke-Islaman karena mereka formal sebagai pegawai negeri.
"Tapi andaikan di daerah-daerah tersebut yang membawa adalah seorang kiai, maka tidak laku dan akan ada gesekan-gesekan. Karena dianggap kedatangannya murni karena menyebarkan agama tertentu dan akhirnya gesekan dengan agama tertentu," katanya.

Ini makanya, Syaikhuna (KH Maimoen Zubair) dulu berkata seperti itu. "Besok yang bawa (menyebarkan) agama itu pegawai negeri," jelas ulama muda Ahli Ilmu Tafsir asal Desa Narukan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Maimun

SEBELUM ANDA INGIN MENAFSIRKAN AL QUR'AN,KUASAI DULU 15 BIDANG ILMU BERIKUT INI :1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu u...
31/08/2020

SEBELUM ANDA INGIN MENAFSIRKAN AL QUR'AN,KUASAI DULU 15 BIDANG ILMU BERIKUT INI :

1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata al Quran. Mujahid rah.a. berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka tidak layak baginya berkomentar tentang ayat-ayat al Quran tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang lughat tidaklah cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jika mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Bisa jadi kata itu mempunyai arti dan maksud yang berbeda.
2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti perkataan itu. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.
3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata), Mengetahui Ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Ibnu Faris berkata, “Jika seseorang tidak mempunyai ilmu sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak hal.” Dalam Ujubatut Tafsir, Syaikh Zamakhsyari rah.a. menulis bahwa ada seseorang yang menerjemahkan ayat al Quran yang berbunyi:

“(Ingatlah) pada suatu hari (yang pada hari itu) kami panggil setiap umat dengan pemimpinya. “(Qs. Al Isra [17]:71)

Karena ketidaktahuannya tentang ilmu sharaf, ia menerjemahkan ayat itu seperti ini:“pada hari ketika manusia dipanggil dengan ibu-ibu mereka.” Ia mengira bahwa kata ‘imaam’ (pemimpin) yang merupakan bentuk mufrad (tunggal) adalah bentuk jamak dari kata ‘um’ (ibu). Jika ia memahami ilmu sharaf, tidak mungkin akan mengartikan ‘imaam’ sebagai ibu-ibu.
4. Imu Isytiqaq (akar kata, Mengetahui ilmu isytiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu ini dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakkan tangan yang basah ke atas suatu benda, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran.
5. Ilmu Ma’ani, Ilmu ini sangat penting di ketahui, karena dengan ilmu ini susunan kalimat dapat di ketahui dengan melihat maknanya.

6. Ilmu Bayaan, Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata.
7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga di sebut sebagai cabang ilmu balaghah yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir. Al Quran adalah mukjizat yang agung, maka dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan al Quran dapat di ketahui.
8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat di antara makna-makna suatu kata.
9. Ilmu Aqa’id, Ilmu yang sangat penting di pelajari ini mempelajari dasar-dasar keimanan, kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukkan bagi Allah swt. Untuk memahaminya diperlukan takwil ayat itu, seperti ayat:

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al Faht 48]:10)
10. Ushu l Fiqih, Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting, karena dengan ilmu ini kita dapat mengambil dalil
dan menggali hukum dari suatu ayat.
11. Ilmu Asbabun-Nuzul, Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat al Quran. Dengan mengetahui sebab-sebab turunnya, maka maksud suatu ayat mudah di pahami. Karena kadangkala maksud suatu ayat itu bergantung pada asbabun nuzul-nya.
12. Ilmu Nasikh Mansukh, Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum uang sudah di hapus dan hokum yang masih tetap berlaku.
13. Ilmu Fiqih, Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hukum global.
14. Ilmu Hadist, Ilmu untuk mengetahui hadist-hadist yang menafsirkan ayat-ayat al Quran.
15. Ilmu Wahbi, Ilmu khusus yang di berikan Allah kepada hamba-nya yang istimewa, sebagaimana sabda Nabi Saw..,,

“Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui.”

Juga sebagaimana disebutkan dalam riwayat, bahwa Ali r.a. pernah ditanya oleh seseorang, “Apakah rasulullah telah memberimu suatu ilmu atau nasihat khusus yang tidak di berikan kepada orang lain?” Maka ia menjawab, “Demi Allah, demi Yang menciptakan Surga dan jiwa. Aku tidak memiliki sesuatu yang khusus kecuali pemahaman al Quran yang Allah berikan kepada hamba-Nya.” Ibnu Abi Dunya berkata, “Ilmu al Quran dan pengetahuan yang didapat darinya seperti lautan yang tak bertepi.
Ilmu-ilmu yang telah diterangkan di atas adalah alat bagi para mufassir al Quran. Seseorang yang tidak memiliki ilmu-ilmu tersebut lalu menfsirkan al Quran, berarti ia telah menafsirkannya menurut pendapatnya sendiri, yang larangannya telah di sebutkan dalam banyak hadist. Para sahabat telah memperoleh ilmu bahasa Arab secara turun temurun, dan ilmu lainnya mereka dapatkan melalui cahaya Nubuwwah.

Iman Suyuthi rah.a. berkata, “Mungkin kalian berpendapat bahwa ilmu Wahbi itu berada di luar kemampuan manusia. Padahal tidak demikian, karena Allah sendiri telah menunjukkan caranya, misalnya dengan mengamalkan ilmu yang dimiliki dan tidak mencintai dunia.”
Tertulis dalam Kimia’us Sa’aadah bahwa ada tiga orang yang tidak akan mampu menafsirkan al Quran:
(1) Orang yang tidak memahami bahasa Arab.
(2) Orang yang berbuat dosa besar atau ahli bid’ah, karena perbuatan itu akan membuat hatinya menjadi gelap dan menutupi pemahamannya terhadap al Quran.
(3) Orang yang dalam aqidahnya hanya mengakui makna zhahir nash. Jika ia membaca ayat-ayat al Quran yang tidak sesuai dengan pikirannya (logikanya), maka ia akan gelisah. Orang seperti ini tidak akan mampu memahami al Quran dengan benar.
Wallohu a'lam

copas
jika ada yang mengetahui sumbernya mohon di beri tau biar Mimin koreksi

5 hal wajib di segeran Gus Baha
https://youtu.be/cigUxA9DnTs

Orang alim ga butuh istighfar?
https://youtu.be/RR2bs5lDRMo

Gus Baha bekal sebelum ajal.
Cara menghadapi Munkar nakir

https://youtu.be/r2HiPapshYI

Video terbaru Gus Baha tak kuasa menahan tangisan saat membaca sholawat قصِيدَةُ الاِسْتِغاثةِبالسيدة خديجة والسيدة فاطم...
31/08/2020

Video terbaru Gus Baha tak kuasa menahan tangisan saat membaca sholawat

قصِيدَةُ الاِسْتِغاثةِ

بالسيدة خديجة والسيدة فاطمة رضي الله عنهماوزادها السيد محمد علوي المالكي في أولها بهاتف سمعه في المعلاه ورواها الشيخ ميمون زبير الساراني عنه

Qoshidah sa’duna Fiddunya Karya Sayyid Muhammad Bin Alawy Al Maliki :

سعدنا في الدنيا * فوزنا في الأخرى
Kebahagiaan kami di Dunia
Keberuntungan kami di Akhirat

بخديجة الكبرى * وفاطمة الزهرا * * *
Dengan perantara Khodijah al Kubro
Dan Fathimah az Zahro

يا أهيل المعروف* والعطاء المألوف
Wahai pemilik kebaikan
Dan pemberian yang dis**ai

غارة للملهوف * إنكم به أدرى * * *
Berikanlah kepada orang yang berduka
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

يا أهيل المطلوب * والعطاء الموهوب
Wahai pemilik hal yang dicari
Dan pemberian yang diberikan

نفحة للمكروب * إنكم به أدرى * * *
Berikanlah kepada orang yang bersedih
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

يا أهيل الإحسان * والعطا والغفران
Wahai pemilik kemurahan hati
Pemberian, dan ampunan

عطفة للجيران * إنكم به أدرى * * *
Kasihanilah tetangga dekat
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

يا أهيل الإسعاد * والعطا والإرفاد
Wahai pemilik kebahagiaan,
Pemberian, dan pertolongan

غارة للإسعاد * إنكم به أدرى * * *
Berikanlah kepada pencari kebahagiaan
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

يا أهيل الإسعاف * والعطاء ذي هو واف
Wahai pemilik bantuan,
Dan pemberian yang mencukupi

أمنة للمختاف * إنكم به أدرى * * *
Berikanlah keamanan kepada orang yang takut
Sungguh kalian lebih mengerti

يا أهيل الجاهات * والمنح للفاقات
Wahai pemilik kemuliaan,
Pemberian bagi orang-orang miskin

والدرك للغارات * إنكم به أدرى * * *.
Capaikanlah pemberian-pemberian tersebut
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

يا أهيل الهمات * يارجال العزمات
Wahai pemilik kekuatan,
Wahai wali-wali yang memiliki kesabaran

يارجال الحملات * إنكم بي أدرى * * * .
Wahai wali-wali yang membawa (ilmu syariat)
Sungguh kalian lebih mengerti diriku

يا أهل بيت المختار * عاليين المقدار
Wahai keluarga Nabi yang terpilih
Yang tinggi-tinggi derajatnya

اشفعوا للمحتار * إنكم به أدرى *
Berikanlah syafaat kepada orang yang bingung
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

يا أهل بيت الهادي* قدوتي واسيادي
Wahai keluarga Nabi yang memberi petunjuk
Panutanku dan pemimpinku

أجزلوا لي زادي * إنكم بي أدرى *
Limpahkanlah bekal bagiku
Sungguh kalian lebih mengerti diriku

قدركم رافع عال * وعطاكم هطال
Derajat kalian tinggi sekali
Dan pemberian kalian mengalir terus menerus

وسناكم هيال * أرسلوا لي نهرا *
Kemuliaan kalian curahanku
Datangkanlah sungai untukku

أنتموا خير الناس * جودكم يشفي الباس
Kalian ialah sebaik-baiknya manusia
Kebaikan kalian bisa menyembuhkan sakit

اشفعوا للقساس * إنكـم به أدرى *
Berikanlah syafaat kepada tukang fitnah
Sungguh kalian lebih mengerti dirinya

بخديجة أمي * ذي تجلي همي
Perantara Khodijah, ibuku
Yang menghilangkan kesusahanku

اجزلي قسمي * إنك بي أدرى*
Limpahkanlah bagianku
Sungguh engkau lebih mengerti diriku

وهتفي بالزهرا * ذي تعالت قدرا
Ku memanggil perantara (Fathimah) az Zahro
Yang luhur derajat beliau

وتجلت بدرا * إنها بي أدرى * .
Yang menjelma rembulan
Sungguh beliau lebih mengerti diriku

وأبيها المختار * والمصاحب في الغار
Dan ayahnya, Nabi yang terpilih
Serta (Abu Bakar) orang yang menemani di gua

وعلي الكرار * إنهم بي أدرى *.
Dan Ali al Karror,
Merekalah orang-orang yang lebih mengerti diriku

وأهل شعب المعلاه * وللمنى في علاه
Dan penduduk negri Ma’la
Serta Mina yang tinggi derajatnya

حي تلك المولاه * إنهم بي أدرى *.
Hiduplah mereka, para pemimpin
Sungguh merekalah yang lebih mengerti diriku

وبحق السبطين * للنبي نور العين
Dan perantara dua cucu Nabi yang menjadi cahaya pelita

وبجاه العمين * إنهم بي أدرى*.
Dan dengan perantara pangkat dua paman Nabi
Sungguh merekalah yang lebih mengerti diriku

وبذات العلمين* عائشة نور العين
Dan dengan perantara pemilik dua ilmu (dunia & akhirat)
‘Aisyah cahayanya pelita

زوج خير الكونين * إنها بي أدرى *.
Yang menjadi istri sebaik-baiknya manusia di dua alam (jin & manusia)
Sungguh beliau yang lebih mengerti diriku

وبقيه الأزواج * طيبات الآراج
Dan perantara semua istri Nabi
Wanita-wanita yang bagus dan wangi

مغنيات المحتاج * إنهن بي أدرى .
Yang memberi kecukupan bagi orang yang membutuhkan
Sungguh merekalah yang lebih mengerti diriku.

'an_narukan_kragan_jawatengah 'duna_fiddunya اَللَّهُمَّ صَلّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نُوْرِكَ السَ...

Address

Tunggu
58161

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dawuhe'Kyai Official posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Dawuhe'Kyai Official:

Share