Neka Art Museum

Neka Art Museum Neka Art Museum is located in Ubud, Bali housing paintings and statues of Balinese art by local and international artists.

Neka Art Museum is located in Ubud, Bali housing the best collection of Balinese inspired art by Indonesians & international artists. The museum houses everything from Kamasan historical paintings to lush tropical modern paintings since its establishment in 1982. The museum is stablished by Suteja Neka, an Ubud native who collected Balinese art with the advice and help of painters Rudolf Bonnet and Arie Smit among others.

Halo seniman muda! 👋WAKTUNYA BERKARYA! 🖌️✨Kita mau ngenalin kalian sama komunitas kita, Young Artist Club — komunitas me...
22/04/2026

Halo seniman muda! 👋
WAKTUNYA BERKARYA! 🖌️✨
Kita mau ngenalin kalian sama komunitas kita, Young Artist Club — komunitas melukis dengan gaya khas Young Artist Style yang colorful, ekspresif, berani, dan penuh jiwa! 🎨
Yang bikin makin seru? Ini GRATIS! 🙌 Yap, nggak ada biaya apapun untuk bergabung dan belajar bareng.
Kita bernaung di bawah Neka Art Museum (NAM) & House of Aries Smit, jadi kalian belajar langsung di lingkungan yang penuh inspirasi seni. 🏛️🌺
Cocok banget buat:
✅ Pelajar yang pengen explore dunia seni
✅ Anak-anak muda yang penasaran sama Young Artist Style
✅ Siapapun yang mau nuangin kreativitas lewat lukisan!
📲 Mau join atau tahu lebih lanjut?
👉 WA: +62859-2639-6698
📧 [email protected]
🔗 nekaartmuseum.com | houseofariesmit.com
Yuk, jangan tunda lagi — karena setiap orang muda punya jiwa seni di dalam dirinya. Tinggal berani mengekspresikannya! 💪🎨

On this Easter Day, we extend our warm wishes to all who celebrate.Easter is a time of renewal and hope—marking new begi...
05/04/2026

On this Easter Day, we extend our warm wishes to all who celebrate.

Easter is a time of renewal and hope—marking new beginnings, reflection, and the enduring spirit of life. It is a moment that invites us to pause, to appreciate the beauty of growth, and to embrace compassion in our daily lives.

May this meaningful occasion bring peace, joy, and inspiration to you and your loved ones.

Warm regards,
NAM (Neka Art Museum), Neka Art Gallery, and House of Arie Smit family and team


——————
Selamat Hari Paskah bagi yang merayakan.

Paskah merupakan momen yang sarat makna—tentang harapan, pembaruan, dan semangat untuk memulai kembali. Sebuah waktu untuk merenung, mensyukuri perjalanan hidup, serta menumbuhkan kasih dan kebaikan dalam keseharian.

Semoga hari yang penuh arti ini membawa kedamaian, sukacita, dan inspirasi bagi keluarga dan orang-orang terkasih.

Salam hangat,
Keluarga dan tim NAM (Neka Art Museum), Neka Art Gallery, dan House of Arie Smit

Happy Saraswati Day to all who are celebrating.This sacred occasion marks a time to honor knowledge, the arts, and wisdo...
04/04/2026

Happy Saraswati Day to all who are celebrating.

This sacred occasion marks a time to honor knowledge, the arts, and wisdom—values deeply revered in the Hindu tradition and embodied by Goddess Saraswati as a source of inspiration and enlightenment.

May this meaningful day bring clarity of mind, peace, and a renewed spirit to continue learning and creating.

Warm regards,
The family and team of
NAM (Neka Art Museum),
House of Arie Smit, and
Neka Art Gallery



——————
Selamat Hari Raya Saraswati kepada semua yang merayakan.

Hari suci Saraswati merupakan momen untuk menghormati ilmu pengetahuan, seni, dan kebijaksanaan—nilai-nilai luhur yang dalam tradisi Hindu dipersonifikasikan melalui Dewi Saraswati sebagai sumber inspirasi dan pencerahan.

Semoga hari yang penuh makna ini membawa kejernihan pikiran, kedamaian, dan semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Salam hangat,
Keluarga dan tim
NAM (Neka Art Museum),
House of Arie Smit, dan
Neka Art Gallery

On this Good Friday, we extend our warm wishes to all who observe.May this sacred time bring reflection, peace, and comp...
03/04/2026

On this Good Friday, we extend our warm wishes to all who observe.
May this sacred time bring reflection, peace, and compassion.

— The team and family of NAM (Neka Art Museum),
Neka Art Gallery, and House of Arie Smit

——————

Dalam peringatan Jumat Agung, kami menyampaikan salam hangat kepada seluruh umat yang merayakan.
Semoga hari ini membawa kedamaian, ketenangan, dan ruang untuk refleksi.

— Tim dan keluarga NAM( Neka Art Museum),
Neka Art Gallery, dan House of Arie Smit

——————

Warmest wishes for Eid al-Fitr 1447H.From all of us at Neka Art Museum, Neka Art Gallery, and House of Arie Smit, we ext...
21/03/2026

Warmest wishes for Eid al-Fitr 1447H.

From all of us at Neka Art Museum, Neka Art Gallery, and House of Arie Smit, we extend our heartfelt greetings to everyone celebrating this special occasion. May this festive season bring peace, joy, and renewed inspiration to you and your loved ones.

Eid Mubarak.



——————

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H.

Keluarga besar Neka Art Museum, Neka Art Gallery, dan House of Arie Smit mengucapkan selamat kepada seluruh sahabat dan pengunjung yang merayakan. Semoga hari yang suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, serta semangat baru bagi kita semua.

Mohon maaf lahir dan batin.

Nyepi, the Balinese Day of Silence, marks the Saka New Year—a sacred time dedicated to self-reflection, balance, and ren...
19/03/2026

Nyepi, the Balinese Day of Silence, marks the Saka New Year—a sacred time dedicated to self-reflection, balance, and renewal. Observed through stillness, fasting, and meditation, the island comes to a complete pause, allowing space to reconnect with oneself and the universe.

May this moment of silence bring peace, clarity, and harmony to all.

Happy Nyepi Day
Çaka 1948

Warmest wishes from the family and team of Neka Art Museum, Neka Art Gallery, and House of Arie Smit.



——————

Rahajeng Rahina Nyepi
Çaka 1948

Hari Raya Nyepi merupakan Tahun Baru Saka yang dirayakan dengan keheningan sebagai momen untuk refleksi diri, penyucian, dan keseimbangan hidup. Selama Nyepi, aktivitas dihentikan sejenak sebagai bentuk perenungan dan harmoni dengan alam semesta.

Semoga keheningan ini membawa kedamaian, kejernihan, dan keseimbangan bagi kita semua.

Selamat Hari Raya Nyepi.
Salam hangat dari keluarga dan tim Neka Art Museum, Neka Art Gallery, dan House of Arie Smit.

22/02/2026

Seni lukis Bali selalu punya cara baru untuk bercerita.
Dari masa prasejarah, masa Maharsi Markandeya dan era Majaphit, masa Hindia Belanda dengan organisasi Pita Maha, sampai lahirnya Young Artist Style dan seni lukis kontemporer. Semuanya membentuk wajah Bali hari ini.
Penasaran ga sih dengan obrolan podcast kali ini?

Yuk simak video selengkapnya di Youtube NamPodcast

19/02/2026

BAGAIMANA EKSISTENSI SENI KONTEMPORER BALI KINI DAN ESOK?

Seni lukis kontemporer Bali sudah dimulai sebelum ada sekolah tinggi seni! Rudolf Bonnet sudah mengajarkan teknik Barat di studionya, tapi yang menarik adalah bagaimana seni lukis Bali mencari jati dirinya dengan memasukkan roh dan jiwa asli Bali.

Sekarang, seni lukis Bali bukan hanya tentang teknik, tapi tentang ekspresi imajinatif yang autentik. Apa rahasia di balik jati diri seni lukis kontemporer Bali?

Nantikan Podcast selengkapnya di NAM Podcast

14/02/2026

Did you know?

In 1953, a soldier came to Batavia. His name was Wilhelmus Adrianus Smit. He did not come carrying weapons, but paper, paint, and a new way of seeing the world.

After becoming an Indonesian citizen, he chose Bali as his home. Starting in 1959, Arie Smit guided children in Penestanan Village, Ubud, teaching them to paint freely, to be bold in their choice of colors, and to stay true to their imagination. From I Nyoman Tjakra to dozens of other students, a new school of art was born: the Young Artist Style of Bali.

This style is not just ordinary painting. It reflects how children see the world — through color, perspective, detail, and the courage to tell the stories of their own lives. Arie Smit did more than teach; he bought his students’ works, promoted them abroad, and opened access to international markets.

Balinese art is not merely a museum object. It moves, it breathes, and it continues to search for its future form.

WATCH THE FULL VIDEO ON NAMPODCAST

_______

Tahukan kamu?
Pada tahun 1983, seorang tantara dating ke Batavia. Tentara tersebut Bernama Wilhelmus Adrianus Smit. Ia dating ke Batavia tidak membawa senjata, melainkan membawa kertas, cat, serta cara pandang yang baru terhadap dunia.

Setelah menjadi warga negara Indonesia, ia memilih bali sebagai rumahnya. Sejak tahun 1959, Arie Smit membina anak-anak di Dusun Penestanan, Ubud, untuk melukis dengan cara yang bebas, berani memilih warna, serta jujur pada imajinasinya. Dari I Nyoman Tjakra hingga puluhan murid lainnya, lahirlah sebuah mazhab seni baru yang Bernama Young Artist Style Bali.

Gaya ini bukan sekedar lukisan biasa. Gaya ini adalah bagaimana cara pandang anak-anak melihat dunia, mulai dari warna, perspektif, detail, dan keberanian anak-anak tersebut dalam menuangkan cerita hidup mereka. Arie Smit bukan hanya mengajar, tapi juga membeli karya muridnya, mempromosikan ke luar negeri, dan membuka jaringan pasar internasional.

Seni Bali bukan sekedar benda museum. Ia bergerak, bernapas, dan terus mencari bentuk masa depannya.

TONTON VIDEO SELENGKAPNYA DI YOUTUBE NAMPODCAST

11/02/2026

Did you know?

In 1953, a soldier came to Batavia. His name was Wilhelmus Adrianus Smit. He did not come carrying weapons, but paper, paint, and a new way of seeing the world.

After becoming an Indonesian citizen, he chose Bali as his home. Starting in 1959, Arie Smit guided children in Penestanan Village, Ubud, teaching them to paint freely, to be bold in their choice of colors, and to stay true to their imagination. From I Nyoman Tjakra to dozens of other students, a new school of art was born: the Young Artist Style of Bali.

This style is not just ordinary painting. It reflects how children see the world — through color, perspective, detail, and the courage to tell the stories of their own lives. Arie Smit did more than teach; he bought his students’ works, promoted them abroad, and opened access to international markets.

Balinese art is not merely a museum object. It moves, it breathes, and it continues to search for its future form.

WATCH THE FULL VIDEO ON NAMPODCAST

__________

Tahukan kamu?
Pada tahun 1983, seorang tantara dating ke Batavia. Tentara tersebut Bernama Wilhelmus Adrianus Smit. Ia dating ke Batavia tidak membawa senjata, melainkan membawa kertas, cat, serta cara pandang yang baru terhadap dunia.

Setelah menjadi warga negara Indonesia, ia memilih bali sebagai rumahnya. Sejak tahun 1959, Arie Smit membina anak-anak di Dusun Penestanan, Ubud, untuk melukis dengan cara yang bebas, berani memilih warna, serta jujur pada imajinasinya. Dari I Nyoman Tjakra hingga puluhan murid lainnya, lahirlah sebuah mazhab seni baru yang Bernama Young Artist Style Bali.

Gaya ini bukan sekedar lukisan biasa. Gaya ini adalah bagaimana cara pandang anak-anak melihat dunia, mulai dari warna, perspektif, detail, dan keberanian anak-anak tersebut dalam menuangkan cerita hidup mereka. Arie Smit bukan hanya mengajar, tapi juga membeli karya muridnya, mempromosikan ke luar negeri, dan membuka jaringan pasar internasional.

Seni Bali bukan sekedar benda museum. Ia bergerak, bernapas, dan terus mencari bentuk masa depannya.

TONTON VIDEO SELENGKAPNYA DI YOUTUBE NAMPODCAST

11/02/2026

Seni lukis Bali selalu punya cara baru untuk bercerita.
Dari masa kolonial, Pita Maha, sampai lahirnya Young Artist Style, semuanya membentuk wajah Bali hari ini.

Penasaran ga sih dengan obrolan podcast kali ini?
Yuk simak video selengkapnya di Youtube NamPodcast













Address

Jalan Raya Campuhan Street Kedewatan Village
Ubud
80571

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 15:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6262361975074

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Neka Art Museum posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share