15/10/2026
, KPU Kabupaten Semarang melaksanakan kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih pemula dan pelatihan simulasi TPS di SMP Al-Ittihad Poncol, Bringin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPU Kabupaten Semarang dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran demokrasi sejak dini, khususnya bagi para pelajar yang akan menjadi pemilih pemula pada Senin, (12/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Semarang, Siti Solichah, bertindak sebagai narasumber dengan didampingi jajaran sekretariat KPU Kabupaten Semarang. Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu, pengenalan proses pemungutan suara, serta tata cara pelaksanaan pemilihan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui penyampaian materi yang edukatif dan interaktif, para siswa diajak untuk memahami bahwa pemilu merupakan salah satu sarana penting dalam mewujudkan kedaulatan rakyat. Pendidikan pemilih sejak usia sekolah diharapkan mampu menumbuhkan sikap kritis, bertanggung jawab, serta kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara cerdas dan bijak ketika telah memenuhi persyaratan sebagai pemilih.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diisi dengan pelatihan simulasi TPS. Para siswa diperkenalkan dengan tahapan pemungutan dan penghitungan suara, termasuk tata cara menggunakan hak pilih serta memahami alur pelayanan di TPS. Simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai proses pemilu sehingga mereka lebih siap dan tidak merasa asing ketika nantinya berpartisipasi dalam pemilihan.
Kehadiran Siti Solichah bersama jajaran sekretariat KPU Kabupaten Semarang menjadi bentuk komitmen kelembagaan dalam memperluas pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Sinergi antara penyelenggara pemilu dan institusi pendidikan dinilai penting untuk membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan kepemiluan serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Semarang berharap para siswa SMP Al-Ittihad Poncol dapat menjadi generasi yang sadar demokrasi, memahami pentingnya pemilu yang jujur dan adil, serta mampu menjadi agen edukasi bagi lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, pendidikan pemilih pemula diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.