29/01/2024
(Humas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta'in Ahmad tekankan pentingnya netralitas ASN jelang pelaksanaan pemilu 14 Februari mendatang juga larangan menggunakan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye politik praktis.
Hal tersebut disampaikannya dihadapan 700 orang guru lulus Inpassing 2023 jenjang RA, MI, MTs dan MA pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang di Auditorium Griya Yodesia Bandungan, Senin (29/1/2024).
Mustain menjelaskan, bahwa seharusnya pemilu menjadi ajang yang disambut s**a cita oleh seluruh rakyat Indonesia dan bukan ajang untuk saling gontok-gontokan karena beda pilihan.
"Baik itu paslon 1, 2, dan 3, mareka adalah teman baik dimasa lalu. Kalaupun saat ini berkompetisi, lihat saja nanti kalau pemilunya sudah selesai akan seperti apa. Makanya biasa sajalah kita sebagai ASN ini, jangan ikut-ikutan ramai di media sosial. Meski netral kita sebagai ASN tetap boleh memilih, tidak seperti Polri ataupun TNI," katanya.
Selain himbauan netralitas ASN, Mustain juga menyampaikan betapa pentingnya kita bersyukur menjadi keluarga besar Kementerian Agama yang punya 7 program prioritas layanan mulai dari penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, kemandirian pesantren, cyber university, indeks kerukunan dan tahun kerukunan yang diibaratkan kereta api cepat.
"Dan falsafah kereta api cepat di sini adalah berangkat tepat waktu, yang terlambat akan ditinggal, hanya berhenti jika sudah sampai tujuan dan apapun yang mencoba menghalangi akan ditabrak. Maka perbanyak syukurnya, kurangi mengelunya dan bersiaplah untuk menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang bisa memposisikan diri dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.
Lebih lanjut dirinya membenarkan bahwa banyak pegawai di Kementerian Agama adalah sebuah kekuatan. Namun, kalau berbagai penyakit seperti kudis (kurang disiplin), kutil (kurang teliti), kurap (kurang rapi), asma (asal masuk saja) sudah melanda, maka bisa dipastikan bahwa banyak pegawai bukanya menjadi kekuatan tapi justru akan menjadikan beban. Karenanya, semangat kerja, kerja dan kerja harus terus tertanam di lubuk hati dan sanubari kita sebagai ASN. (shl)
jateng