01/01/2024
TIDAK SEDIKIT ORANG yang menganggap mimpi akan terwujud oleh faktor keberuntungan. Keberuntungan dianggapnya sebagai berbagai kebetulan yang secara ajaib membuat seseorang mencapai apa yang ia inginkan. Ia pun hanya melihat orang-orang yang berhasil mencapai mimpinya dengan cara itu. Bahwa orang-orang itu berhasil karena berbagai kebetulan ajaib tadi.
Dalam hidup kita mungkin sering melihat seseorang yang diterpa begitu banyak kejaiban yang mengantarkannya ke jenjang sukses. Bila keajaiban itu tidak datang pada kita, maka kita akan meratap, bahwa Tuhan tidak memberi kesempatan sebagus yang diterima oleh orang-orang sukses itu. Ini adalah cara pandang orang-orang yang terjebak dalam mimpinya, tanpa pernah terbangun untuk mewujudkannya.
Benarkah begtu? Benarkah orang sukses itu mendapat kesempatan lebih banyak dari orang lain? Benarkah orang-orang yang gagal itu karena ia tidak mendapat cukup kesempatan? Tidak. Kesempatan sesungguhnya datang menerpa kita bak air menerpa tubuh kita saat kita berjalan menembus hujan. Bila kita berjalan beriring dengan orang lain dalam hujan, kita mendapat kesempatan yang sama untuk diterpa air hujan. Seperti itulah kesempatan untuk sukses datang kepada kita.
Yang membedakan orang sukses dan orang gagal adalah persiapan. Orang sukses sudah siap dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk maju selangkah lagi dalam road map menuju mimpinya. Ketika kesempatan datang, ia langsung menangkap, kemudian mengolahnya, membuat kesempatan itu menjadi suatu langkah, atau sebuah lompatan besar. Bahkan, ia tak hanya menunggu. Ia mencari kesempatan. Lebih hebat lagi, ia menciptakan kesempatan itu.
𝔸𝕄𝔹𝕆 𝔼ℕℝ𝔼
𝓙𝓪𝓵𝓪𝓷 𝓚𝓮𝓫𝓪𝓲𝓴𝓪𝓷