Sahabat ARHAM

Sahabat ARHAM Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sahabat ARHAM, Public & Government Service, Tinco Citta Liliriaja, Watansoppeng.

Bismillahirraanirrahim
Assalamu" alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua

adalah seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemashalatan ummat & rakyat.

mendorong & mendukung

Segala mantan dibawa bawa ...
24/09/2019

Segala mantan dibawa bawa ...

True ๐Ÿ˜
15/04/2019

True ๐Ÿ˜

12/04/2019
*TRANSKIP DIALOG USTADZ ABDUL SOMAD DAN PRABOWO SUBIANTO*11 April 2019PS: Terimakasih Ustadz, bisa jumpa dengan saya. Sa...
12/04/2019

*TRANSKIP DIALOG USTADZ ABDUL SOMAD DAN PRABOWO SUBIANTO*

11 April 2019

PS: Terimakasih Ustadz, bisa jumpa dengan saya. Saya mengikuti, ustadz sudah banyak berkeliling di Indonesia. Nah, apa yang ustadz lihat selama keliling di Indonesia, akhir-akhir ini.

UAS: Saya susah saya bilang mengawali ceramah itu. "Mari kita dengar tausiyah dari Al-Mukarram Abdul Somad". Begitu saya naik ke atas, semua orang (mengangkat dua jari simbol Capres 2 sambil bilang): "Ustadz...". Saya bilang; "kalian kan punya jari sepuluh. Kenapa yang diangkat cuman dua".

(PS dan UAS tertawa kecil).

UAS: Itu saya ucapkan untuk menetralisir. Karena ini kan ada Panwaslu, Bawaslu.

(PS: Iya benar)

UAS: Saya tidak ingin Tabligh Akbar itu menjadi politik. Udah turun, sampai protokol bilang; "Jamaah, tolong jangan acungkan jari".

PS: Itu dimana-mana, Ustadz?

UAS: Dimana-mana pak. Bapak bisa lihat rekaman (ceramah saya). Nanti ketika saya sampaikan; "Mari kita bershalawat". Kan untuk merubah suasana. "Shalalahu 'ala Muhammad", umat begini lagi (UAS menunjukkan dengan menggoyangkan tangan dan mengacungkan dua jari).

PS: Rata-rata dimana-mana ya Ustadz?.

UAS: Rata-rata. Dari mulai ujung Aceh sampai ke Pulau Madura, sampai ke Sorong. Jadi, saya melihat ini, umat sedang berharap besar pada bapak. Itu yang saya lihat.

Jadi ada satu keranjang amanah, Ijtima Ulama mengamanahkan ini amanah Allah taala, melalui firasat Ijtihad Ulama. Tapi umat juga. Jadi ada dua dukungan, ulama dengan umat. Mereka berikan.

Dalam keranjang ini, ada pisau, ada bunga, ada buah, ada pena. Maka dua pesan Allah:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูุคูŽุฏู‘ููˆุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง

"Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang layak menerimanya..." (potongan QS An-Nisaโ€™: 58)

Bapak letakkan amanah ini, yang pisau bapak beri ke anak-anak muda, karena mereka akan pergi ke hutan berburu. Yang buah, bapak berikan ke anak-anak, agar mereka makan buah supaya fresh. Yang bunga bapak berikan kepada anak gadis, agar mereka berikan kepada suaminya yang sudah menikah. Sedangkan pena bapak berikan kepada ulama supaya menulis.

Jangan bapak berikan pisau kepada anak kecil. Dia akan melukai. Letakkan amanah ini sesuai dengan tempatnya.

Dan pesan Allah yang kedua:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุญูŽูƒูŽู…ู’ุชูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุญู’ูƒูู…ููˆุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู

"Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil..." (sambungan QS An-Nisaโ€™: 58)

Begitu Ijtima Ulama berkumpul dan umat menyambut, ini amanah sedang di pundak bapak, bapak (mesti) adil. Adil. Jangan bapak beri (ke salah satu pihak) terlalu besar, (tapi ke yang lainnya kecil). Bapak lihatlah. Dengan keadilan. Hadits Rasul:

ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ูŠูุธูู„ู‘ูู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ูููŠู’ ุธูู„ูู‘ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ูŽุง ุธูู„ู‘ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุธูู„ู‘ูู‡ู: ุงูŽู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏูู„ู...

โ€œTujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yang pertama, Imam (pemimpin) yang adil... (Hadits shahih, diriwayatkan salah satunya oleh Bukhari (No. 660, 1423, 6479, 6806))

Mudah-mudahan bapak termasuk (kedalam golongan pemimpin yang adil)

PS: Aamiin. Jadi saran Ustadz, apa yang harus saya lakukan?

UAS: Buah durian, kalau hanya sekedar berputik, orang cuek. Tapi kalau dia sudah berbuah harum ranum, maka ada orang akan melempar, monyet akan naik. Sekarang buahnya sedang harum. Maka bapak (harus) tabah, kuat, serahkan pada Allah. "Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah".

Ini jihad yang paling besar. Jihad menjadi pemimpin. Sampai-sampai kata Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan:

โ€œSeandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka mintalah pemimpin yang adil" (tertulis dalam Al-Furuโ€™, 2:120).

PS: Itu doa dari?

UAS: Imam Ahmad bin Hanbal atau Imam Hambali. Seandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka mintalah untuk Republik Indonesia itu pemimpin yang adil.

Kalau bapak adil, seluruh negeri ini akan mendapatkan keadilan.

PS: Mungkin ada lagi pesan-pesan atau harapan-harapan perjuangan kita?

UAS: Saya kan dulu selalu mengatakan kalau saya ikut Ijtima Ulama. Lalu setelah ulama berijtima dan berkumpul, jatuh pilihannya kepada bapak. Kemudian (saya) keliling-keliling kemana-mana, saya melihat umat meneriakkan; "Prabowo! Prabowo!".

Tapi saya masih.....(UAS diam tak melanjutkan kalimatnya)

UAS: Karena mata kita kadang tertipu. Di sungai kita lihat ada tongkat bengkok. Tapi ketika kita tarik, ternyata lurus. Mata menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu dengan bapak.

Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. Yang sekarang ini ulama yang masyhur. Yang di Youtube yang di TV.

Tapi ini (yang saya cari), ulama yang tidak dikenal orang. Tapi mata batin (bashirah)nya bersih. Allah bukakan hijab kepada dia. Ini ulama-ulama yang tidak perlu materi. Mungkin bapak tidak kenal mereka.

Dan saya tidak pernah tanya kepada mereka; "kira-kira saya pilih yang mana". Ngga. Saya biarkan dia baca hati saya. Ngerti ngga dia dengan hati saya.

Dan ketika datang, saya dekati telinga saya ke dia. Apa kata dia; "Saya mimpi 5 kali ketemu dia". Saya tanya; "siapa?". Dia jawab; "Prabowo".

Kalau mimpi satu kali, boleh jadi dari Syetan. Lima kali dia mimpi dia lihat bapak. Itu sinyal dari Allah.

Saya jalan lagi, saya cari lagi ke tempat lain. Ketika salaman, dekati telinga saya, dia bisiki; "Prabowo". Nama bapak dia sebut.

Ini ulama-ulama yang tidak dikenal karena hebatnya di tengah masyarakat. Bukan viral seperti saya.

Saya datang ke satu tempat. Ini unik, aneh. Dia tidak mau makan nasi kalau berasnya dibeli di pasar. Berasnya ditanam sendiri. Karena kalau beli di pasar, (khawatir ada unsur) riba. Dia hanya minum kalau sumurnya digali sendiri. Dan tidak mau menerima tamu perempuan. Dan pernah menteri datang, diusir.

Menteri datang, dia usir: "p**ang", katanya.

Saya khawatir, begitu datang saya, dianggap niatnya Somad tidak baik, diusir p**ang. Malu saya. Tapi saya tetap nekat datang.

Biasanya tamu kalau kesana, dua menit tiga menit, minta doa terus "udah, sana" (disuruh pergi).

Saya datang. Setengah jam, pak. 30 menit, dia bicara empat mata dengan saya. Di akhir pertemuan pas mau p**ang dia bilang: "Prabowo".

PS: Dia bilang begitu?

UAS: Dia bilang begitu.

Jadi, saya berpikir lama. Ini kalau saya diamkan (isyarah para ulama) sampai Pilpres usai. Kenapa mereka cerita ke saya, tiap malam saya berpikir, kenapa mereka cerita ke saya. Berarti saya harus sampaikan.

Kalau tidak, ini seumur hidup sampai saya mati dalam penyesalan. Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan?

Setelah ketemu ini, selesai, kuserahkan semuanya kepada Allah SWT. Kuserahkan semuanya kepada Engkau ya Allah, yang penting sudah kusampaikan.

Plong. Malam ini saya bisa tidur lelap.

Hanya saja, tentunya fitnah tentu banyak.

(Prabowo menyeka air matanya. Matanya sembab)

UAS: Kalau bapak memang duduk nanti menjadi Presiden. Terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Karena memang saya dari awal dari sana. Saya orang kampung. Saya masuk hutan ke hutan.

Yang kedua, jangan bapak beri saya jabatan. Apapun. Saya diantara 40 cucu mbah kakek saya, dia bilang; "cucuku yang ini, satu ini hanya sekolah agama untuk mendidik umat". Sudah. Selesai. Makanya tak pernah sekolah umum.

Jadi biarkanlah saya terbang sejauh mata memandang, saya ceramah.

Setelah bapak jadi nanti, biarlah ulama-ulama yang dekat-dekat di Jakarta ini yang menjadi (pembantu bapak).

Bapak dengarkan cakap ulama, karena ulama berijtima mendukung bapak. Dan ulama yang 'kasyaf' yang tembus mata batinnya yang melihat dalam alam ghaib pun mendukung bapak.

Maka, ini anugrah besar. Tapi juga ujian besar. Saya berharap, Allah menolong bapak dalam setiap gerak dan langkah.

PS: Terima kasih..

UAS: Saya tak bisa, hadits mengatakan:

"Tahadu tahabu". Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai. (HR. Imam Bukhari)

Saya tak kaya, tak ada duit saya untuk ngasih apa-apa ke bapak. Saya kasih dua saja. Pertama, minyak wangi Oud. Oud itu kayu gaharu. Simbolnya, supaya bapak menebarkan keharuman di negeri ini.

Yang kedua, tasbih. Oud untuk orang lain bapak harum semerbak. Tasbih, tidak bisa hati bapak kosong. Bapak harus banyak berdzikir. Ini tasbih kesayangan saya. Tasbih dari batu natural stone. Namanya Syah Ma'sud dari Persia. Paling saya sayang. Ini saya beli di Madinah.

Bapak tak perlu pegang ini didepan orang banyak. Nanti disangka orang pencitraan. Bapak cukup (shalat) tahajjud malam, bapak berdzikir, afdhal dzikir (dzikir terbaik) adalah dzikir "Laa Ilaaha Ilallah (Tiada Tuhan selain Allah)".

Laa Ilaaha Ilallah.. Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..

Mulut berdzikir, hati di sebelah kiri (telapak tangan kanan UAS menekan lama dada kiri PS sambil berdzikir).

Dengan "Laa Ilaaha Ilallah", kita hidup. Dengan "Laa Ilaaha Ilallah", kita mati. Dengan "Laa Ilaaha Ilallah" juga kita akan berjumpa bersama Rasulullah SAW.

Ini yang bisa saya sampaikan. Apa yang terjadi setelah ini, kita serahkan sama Allah SWT.

PS: Terimakasih. Terimakasih Ustadz (UAS dan PS saling bersalaman)

UAS: Sama-sama kita berdoa kepada Allah.

Ya Allah, tanaman taufik dan hidayahMu ke dalam hati kami, sehingga kami bisa berjuang menolong agamamu, dengan amal yang Kau cintai dan Kau ridhai.

Jadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia negeri yang aman, damai, tenteram, menjunjung kebhinnekaan, dibawah Panji Pancasila.

Berikan kami pemimpin yang adil dan amanah. Jangan Kau hukum kami karena dosa-dosa kami. Jangan Kau angkat pemimpin pengkhianat yang tak sayang kepada kami dan tak takut padamu ya Allah.

Jadikan negeri ini aman damai, negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Taqabalallahu Minna wa minkum. Minna wa minkum Taqabal yaa Kariim.

(Transkip oleh: Bambang Prayitno)

BEBAS DISEBAR

Terakhir, dukungan keluarga atas keputusan Anda maju jadi caleg?Terkait keluarga, tentu menjadi yang nomor satu bagi say...
11/04/2019

Terakhir, dukungan keluarga atas keputusan Anda maju jadi caleg?

Terkait keluarga, tentu menjadi yang nomor satu bagi saya. Restu dan dukungan dari keluarga, khususnya istri pasti itu paling utama. Sejak awal istri dan keluarga sudah memahami dan mengetahui pekerjaan saya yang lebih didominasi kepada urusan-urusan kepentingan rakyat. Apalagi istri saya yang selama ini selalu setia mendampingi, bahkan selalu bersama-sama melakukan berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Namun khusus dukungan untuk maju sebagai caleg, keluarga dan istri sebenarnya tidak memberi dukungan, mereka ingin saya tetap bersuara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui lembaga yang saya pimpin sekarang ini.

Jadi dukungan dan dorongan awal saya maju jadi caleg itu berasal dari sejumlah warga di dapil saya. Keluarga dan istri saya yang mendengar langsung permintaan sejumlah warga, mendengar keluh kesah, mendengar kekecewaan dan harapan mereka, disitulah keluarga dan istri kemudian memberikan restu serta dukungan untuk maju sebagai caleg, yang tentunya disertai dengan pesan dan nasehat agar tetap istiqamah di jalur perjuangan yang benar dengan cara-cara yang benar p**a.

Alhamdulillah, saya beserta keluarga dan istri saya tercinta Andi Nurul Ikhwal mendukung penuh keputusan saya untuk berjuang menjemput perubahaan.

Insya Allah, keluarga, kerabat, sahabat dan seluruh rakyat khususnya di dapil saya telah bersatu menjadi suatu kump**an semangat dan kump**an energi bagi saya untuk maju melangkah di kancah politik demi perubahaan dan kemajuan daerah, khususnya daerah yang saya wakili.

Untuk itu saya mengajak kepada rakyat Soppeng, khususnya masyarakat di daerah pemilihan Kecamatan Citta dan Liliriaja, mari kita bersama satukan langkah, bergerak bersama demi kemajuan daerah kita dan kesejahteraan masyarakatnya.

Sebagai penutup wawancara, saya memohon kepada seluruh masyarakat, memohon doanya agar saya dimampukan oleh Allah SWT, agar setiap langkah saya diberkahi serta dilindungi dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan rakyat, amiin. FSL
(Petikan wawancara khusus ARHAM [4], Caleg Partai Demokrat [14], Dapil Soppeng [4] Kec. Citta & Kec. Liliriaja.

*Ketahui ide, gagasan, program & rekam jejak caleg anda, semoga berkenan membaca wawancara khusus ini sebagai referensi dalam memilih caleg ๐Ÿ™

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
"Arham Menuju Parlemen"
https://jurnalisindonesia.id/wawancara-khusus-arham-menuju-kursi-parlemen/

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
"Ketika ARHAM Terpilih"
https://jurnalisindonesia.id/ketika-saya-terpilih/

10/04/2019

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu,ia berkata :

โ€œRasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melaknat yang memberi suap dan yang menerima suapโ€.

[HR At-Tirmidzi, 1/250; Ibnu Majah, 2313 dan Hakim, 4/102-103; dan Ahmad 2/164,190. Syaikh Al-Albani berkata,โ€Shahih.โ€ Lihat Irwaโ€™ Ghalil 8/244]

Apa yang penting Anda sampaikan kepada rakyat? Saya ingin sampaikan bahwa masyarakat sebagai pemilih bebas memilih dan m...
05/04/2019

Apa yang penting Anda sampaikan kepada rakyat?

Saya ingin sampaikan bahwa masyarakat sebagai pemilih bebas memilih dan mendukung caleg siapa saja yang mereka sukai disertai dengan alasan-alasan mengapa memilih caleg tersebut. Rakyat memilih seorang caleg tentunya memiliki harapan-harapan terhadap caleg bersangkutan setelah duduk di lembaga DPRD nantinya.

Sebelum Anda menjatuhkan pilihan terhadap salah seorang caleg maka terlebih dahulu cari tahu dan kenali siapa caleg yang Anda dukung, ketahui terlebih dahulu rekam jejaknya, apa yang telah mereka lakukan untuk kepentingan orang banyak, kemudian ketahui program, gagasan dan kelebihan kelebihan caleg yang Anda dukung lalu bandingkan dengan caleg caleg lain.

Satu hal yang paling penting saya sampaikan kepada rakyat bahwa jangan pernah memilih atau mencoblos caleg yang memberikan uang atau barang lainnya untuk dipilih di TPS nanti, karena perbuatan tersebut termasuk pelanggaran Pemilu dan dapat dipastikan bahwa caleg tersebut rusak mental dan moralnya. Perlu pemilih ingat bahwa apabila caleg memberi uang atau barang-barang kepada pemilih untuk dipilih, maka ketika caleg terpilih sebagai anggota dewan maka anggota dewan tersebut akan melupakan Anda selama lima tahun.

Jangankan mendatangi Anda seperti sewaktu butuh dukungan, kaca mobilnya pun akan ditutup saat lewat di depan rumah Anda. Itu karena suara pemilih sudah dibayar kontan sebelum pencoblosan. Nah, harapan-harapan untuk memperbaiki daerah dan masyarakat sudah hilang.

Selain itu, kalo caleg menggunakan uang atau barang untuk mendapatkan suara pemilih, maka dia akan berusaha mengembalikan uang yang digunakan tersebut dengan cara mengkorupsi uang rakyat. Nah, yang rugi kan rakyat sendiri.
(Petikan Wawancara Khusus Arham)

(Ketahui ide, gagasan, program & rekam jejak caleg anda, semoga berkenan membaca wawancara khusus ini sebagai referensi dalam memilih caleg ๐Ÿ™

"Wawancara Khusus ARHAM
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
โ€œKetika Saya Terpilihโ€
https://jurnalisindonesia.id/ketika-saya-terpilih/

โ€œMenuju Kursi Parlemenโ€
https://jurnalisindonesia.id/wawancara-khusus-arham-menuju-kursi-parlemen/

โ€œTeliti Sebelum Memilihโ€
https://jurnalisindonesia.id/teliti-sebelum-memilih

โ€œBagi-Bagi Api Nerakaโ€
https://jurnalisindonesia.id/bagi-bagi-api-neraka

Ketika Saya Terpilih
https://jurnalisindonesia.id/ketika-saya-terpilih/ )

Bulan 4
Di Dapil Soppeng 4
(Citta-Liliriaja)
ARHAM nomor urut 4
Partai Demokrat nomor 14

03/04/2019

Jangan Plih Caleg Yang Bagi Uang.

Teliti Sebelum Memilih
https://jurnalisindonesia.id/teliti-sebelum-memilih

Caleg yang melakukan cara-cara tidak benar (bagi-bagi uang, SIM, Kursi ,dll) dalam meraih simpati rakyat maka ketika dia duduk maka ia akan sibuk mengembalikan modalya.

"Politik uang adalah 'politik jual beli jabatan, politik uang adalah awal korupsi". Korupsi memiskinkan rakyat.

Di Dapil Soppeng 4, Rakyat merindukan sosok wakil rakyat atau pemimpin yang mampu hadir sebagai solusi, mampu hadir sebagai pemersatu dalam perbedaan,
Rakyat merindukan sosok pemimpin cerdas, amanah & jujur, merindukan sosok pemimpin yang berpengalaman & berakhlak.

Namun "Sejumlah elit desa" mengkhawatirkan sepak terjang saya selama ini yang konsen memberantas perilaku-perilaku buruk aparatur, seperti korupsi atau pungli, membodohi rakyat dan/atau aparat yang lebih mementingkan diri & keluarganya, lebih mementingkan kelompoknya dari pada kepentingan orang banyak.

Saya sampaikan pada rakyat bahwa hanya orang yang berpikir cerdas akan mengikut pada orang cerdas, hanya orang yang menyukai kebenaran akan mengikut pada kebenaran.

Jangan mimpi punya pemimpin bagus, jika suara anda dibeli.

Ingat tanggal 17
Bulan 4
Di Dapil Soppeng 4
(Citta-Liliriaja)
ARHAM nomor urut 4
Partai Demokrat nomor 14

(Ketahui ide, gagasan, program & rekam jejak caleg anda, semoga berkenan membaca wawancara khusus ini sebagai referensi dalam memilih caleg ๐Ÿ™
"Wawancara Khusus : Arham Menuju Parlemen"
https://jurnalisindonesia.id/wawancara-khusus-arham-menuju-kursi-parlemen/ )

Address

Tinco Citta Liliriaja
Watansoppeng

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sahabat ARHAM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share