Pondok Pesantren Langitan

Pondok Pesantren Langitan Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholeh Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah Pondok Pesantren Langitan adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. KH.
(493)

Berdirinya lembaga ini jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1852, di Dusun Mandungan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Komplek Pondok Pesantren Langitan terletak di samping bengawan Solo dan berada di atas areal tanah seluas kurang lebih 7 hektar. SEJARAH

Lembaga pendidikan ini dahulunya adalah hanya sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok Pesantren

Langitan, KH. Muhammad Nur mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir kompeni (penjajah) dari tanah Jawa. Muhammad Nur mengasuh pondok ini kira-kira selama 18 tahun (1852-1870 M), kepengasuhan pondok pesantren selanjutnya dipegang oleh putranya, KH. Ahmad Sholeh. Setelah kira-kira 32 tahun mengasuh pondok pesantren Langitan (1870-1902 M.) akhirnya beliau wafat dan kepengasuhan selanjutnya diteruskan oleh putra menantu, KH. Muhammad Khozin. Ia sendiri mengasuh pondok ini selama 19 tahun (1902-1921 M.). Setelah beliau wafat matarantai kepengasuhan dilanjutkan oleh menantunya, KH. Abdul Hadi Zahid selama kurang lebih 50 tahun (1921-1971 M.), dan seterusnya kepengasuhan dipercayakan kepada adik kandungnya yaitu KH. Ahmad Marzuqi Zahid yang mengasuh pondok ini selama 29 tahun (1971-2000 M.) dan keponakan beliau, KH. Abdulloh Faqih

Perjalanan Pondok Pesantren Langitan dari periode ke periode selanjutnya senantiasa memperlihatkan peningkatan yang dinamis dan signifikan namun perkembangannya terjadi secara gradual dan kondisional. Bermula dari masa KH. Muhammad Nur yang merupakan sebuah fase perintisan, lalu diteruskan masa KH. Ahmad Sholeh dan KH. Muhammad Khozin yang dapat dikategorikan periode perkembangan. Kemudian berlanjut pada kepengasuhan KH. Abdul Hadi Zahid, KH. Ahmad Marzuqi Zahid dan KH. Abdulloh Faqih yang tidak lain adalah fase Pembaruan. Dalam rentang masa satu setengah abad Pondok Pesantren Langitan telah menunjukkan kiprah dan peran yang luar biasa, berawal dari hanya sebuah surau kecil berkembang menjadi Pondok yang representatif dan populer di mata masyarakat luas baik dalam negeri maupun manca negara. Banyak tokoh-tokoh besar dan pengasuh pondok pesantren yang dididik dan dibesarkan di Pondok Pesantren Langitan ini, seperti KH.Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy'ari, KH. Syamsul Arifin (ayah KH. As’ad Syamsul Arifin) dan lain-lain. Dengan berpegang teguh pada kaidah “Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholeh Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah” (memelihara budaya-budaya klasik yang baik dan mengambil budaya-budaya yang baru yang konstruktif), maka Pondok Pesantren Langitan dalam perjalanannya senantiasa melakukan upaya-upaya perbaikan dan kontektualisasi dalam merekonstruksi bangunan-bangunan sosio kultural, khususnya dalam hal pendidikan dan manajemen. Usaha-usaha ke arah pembaharuan dan modernisasi memang sebuah konsekwensi dari sebuah dunia yang modern. Namun Pondok Pesantren Langitan dalam hal ini mempunyai batasan-batasan yang kongkrit, pembaharuan dan modernisasi tidak boleh mengubah atau mereduksi orientasi dan idealisme pesantren.Sehingga dengan demikian Pondok Pesantren Langitan tidak sampai terombang-ambing oleh derasnya arus globalisasi, namun justru sebaliknya dapat menempatkan diri dalam posisi yang strategis, dan bahkan kadang-kadang dianggap sebagai alternatif. LOKASI DAN NAMA

Lokasi pondok berada kira-kira empat ratus meter sebelah selatan ibukota Kecamatan Widang, atau kurang lebih 30 km sebelah selatan ibukota Kabupaten Tuban, juga berbatasan dengan Desa Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dengan jarak kira-kira satu kilometer. Dengan lokasi yang setrategis ini Pondok Pesantren Langitan menjadi mudah untuk dijangkau melalui sarana angkutan umum, baik sarana transportasi bus, kereta api, atau sarana yang lain. Adapun nama Langitan itu adalah merupakan perubahan dari kata Plangitan, kombinasi dari kata plang (jawa) berarti papan nama dan wetan (jawa) yang berarti timur. Memang di sekitar daerah Widang dahulu, tatkala Pondok Pesantren Langitan ini didirikan pernah berdiri dua buah plang atau papan nama, masing-masing terletak di timur dan barat. Kemudian di dekat plang sebelah wetan dibangunlah sebuah lembaga pendidikan ini, yang kelak karena kebiasaan para pengunjung menjadikan plang wetan sebagai tanda untuk memudahkan orang mendata dan mengunjungi pondok pesantren, maka secara alamiyah pondok pesantren ini diberi nama Plangitan dan selanjutnya populer menjadi Langitan. Kebenaran kata Plangitan tersebut dikuatkan oleh sebuah cap bertuliskan kata Plangitan dalam huruf Arab dan berbahasa Melayu yang tertera dalam kitab “Fathul Mu’in” yang selesai ditulis tangan oleh KH. Ahmad Sholeh, pada hari Selasa 29 Robiul Akhir 1297 Hijriyah.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW - 1436 H / 2015 M
24/12/2015

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW - 1436 H / 2015 M

Mari menghadiri Haul Langitan ke 45.
20/11/2015

Mari menghadiri Haul Langitan ke 45.

15/11/2015

Alhamdulillah, dengan ini kami beritahukan kepada segenap kaum muslimin, bahwa peringatan Haul Langitan insyaAllah akan diselenggarakan pada:

Hari Kamis Wage, 14 Shafar 1437 H. / 26 November 2015 M. Pukul 12.00 WIB - Selesai. Bertempat di Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban Jawa Timur.

Rois Amm Langitan: “Santri yang Berjiwa Nasionalisme Adalah Santri yang Hubbul Wathon”Rois Amm Pondok Pesantren Langitan...
20/10/2015

Rois Amm Langitan: “Santri yang Berjiwa Nasionalisme Adalah Santri yang Hubbul Wathon”

Rois Amm Pondok Pesantren Langitan, Ust. Mustaqim S. Pd. I mengungkapkan, status santri yang merupakan pelajar ilmu agama sebenarnya sudah ada sejak zaman Rasulullah. Hanya saja dalam peringatan ini, yang dimaksudkan adalah santri yang punya jiwa patriotisme dan nasionalisme, yang telah tercatat dalam sejarah Resolusi Jihad.

“Santri yang berjiwa nasionalisme dan patriotisme adalah santri yang hubbul wathon, punya jiwa kepedulian pada bangsanya, sehingga patut untuk diperingati,” ungkapnya.

Demi menyambut diresmikannya Hari Santri Nasional pada 22 Oktober mendatang, Rais Amm periode 2014-2015 itu mendukung sepenuhnya peringatan tersebut. Menurutnya, peringatan ini sangat berarti untuk menumbuhkan kesadaran pada masyarakat agar mengenang peristiwa sejarah. Beliau menegaskan bahwa santri tidak hanya kalangan yang dinilai oleh pihak Belanda hanya berkutat pada jamaah dan mengaji di masjid ataupun pesantren saja, tapi juga bisa angkat senjata untuk membela bangsa.

Seperti yang diketahui, tanggal 22 Oktober menjadi peristiwa bersejarah ketika para santri mengambil peran besar dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengumuman Resolusi Jihad yang telah diputuskan oleh KH. Hasyim Asyari bersama kia-kiai lain pada tanggal tersebut menjadi awal mula pergolakan berdarah 10 November di Surabaya.

Namun, meskipun demikian, ada juga sebagian kelompok masyarakat yang menolak adanya penetapan Hari Santri Nasional. Mereka menganggap peringatan ini akan berakibat pada pengkotak-kotakan umat Islam di Indonesia, sehingga akan ada pembedaan antara santri dan non-santri. Menanggapi hal tersebut, ustadz asal Bojonegoro ini menyayangkan adanya sikap demikian. Beliau menyanggah bahwa imbas tersebut tidak akan terjadi.

“Kalo kita berpresepsi yang negatif, tentu kesemuanya akan punya potensi. Dan itu masih sebuah dugaan” lanjutnya.

Ust. Mustaqim S. Pd. I melanjutkan, untuk peringatan hari nasional baru ini Pondok Pesantren Langitan masih dalam posisi mendukung. Sebab, peringatan ini terhitung baru dan berdekatan dengan peringatan tahun baru Islam, sehingga belum ada bentuk kegiatan tertentu untuk memperingatinya.

Dalam rangka menyambut malam pergantian tahun baru Hijriyah, Pondok Pesantren Langitan menyelenggarakan Pengajian Akbar ...
14/10/2015

Dalam rangka menyambut malam pergantian tahun baru Hijriyah, Pondok Pesantren Langitan menyelenggarakan Pengajian Akbar di Mushola Agung Langitan (13/10/15). Acara yang berlangsung cukup meriah ini dihadiri oleh seluruh Majelis Masyayikh, asatidz dan semua santri dalam balutan busana serba putih.

Selain pengajian oleh KH. Su’aidi dari Sukodadi, alunan sholawat membuat para santri khusuk masyuk dalam cinta kepada Rasulullah Saw. Di tahun baru 1437 Hijriyah ini, semoga kita, para santri Langitan bisa menjadi insan-insan yang kembali terlahir dengan semangat baru, harapan-harapan baru, menjadi hamba yang lebih bertaqwa untuk selalu menggapai ridhonya. Amin.

03/04/2015

“Al-Muhafadhotu Alal Qodimis Sholeh Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah”

KETIKA NAMA NABI DISEBUTNabi Muhammad SAW, adalah Sang Matahari Dunia, yang senantiasa mencerahkan Alam Semesta dengan s...
11/03/2015

KETIKA NAMA NABI DISEBUT

Nabi Muhammad SAW, adalah Sang Matahari Dunia, yang senantiasa mencerahkan Alam Semesta dengan sinar keimanan dan ketaqwaan yang digenggamnya. Ibarat Bulan Purnama, beliau tak ubahnya cahaya di atas cahaya, yang tak pernah lekang dan lapuh oleh masa, selalu membimbing dan menunjukkan umatnya untuk memperoleh jalan terang nan benderang, yaitu jalan yang diridloi oleh Dzat Penguasa Mayapada, Allah SWT.

Sebagai umatnya, Kita harus senantiasa mengagungkan dan memuliakannya, serta selalu mengharap tumpahan rahmat dan barakahnya. Agar kelak di akhirat kita mendapatkan Syafa’atul ‘Udhma dari Sang Baginda, SAW. Adapun manivestasi rasa pengagungan kita kepada beliau Rosulillah SAW, adalah selalu meneladani perangai mulianya dan tekun menjalankan syari’atnya. Di samping itu, kita juga harus selalu menengadahkan doa shalawat kepadanya. Karena dengan media itulah, besar harapan kita untuk merasakan teduh syafaatnya kelak di penghujung masa.

Begitu pentingnya melantunkan shalawat keharibaan Baginda Nabi SAW, hingga Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa bersholawat dan berucap salam kepada Nabi SAW, sebagaimana firmanNya dalam surat al Ahzab, ayat 56:

يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما (الاحزاب

Artinya: Wahai Orang-Orang yang beriman Bersholawatlah Kamu untuk Nabi dan Ucapkanlah Salam dengan penuh kehormatan kepadaNya. (QS: Al Ahzab; 56)

Dalam hadits Nabi juga menyebutkan keistimewaan membaca shalawat, yang artinya kurang lebih demikian, “Barang siapa yang membaca shalawat kepada ku sekali, maka Allah akan (membalas) membacakan shalawat kepadanya sepuluh kali. (HR. Muslim)
Dan juga hadits yang diriwayatkan oleh At Turmudzi, yang artinya “Orang Bakhil ialah orang yang apabila namaku (Muhammad) disebut, maka ia enggan membaca shalawat kepada ku”.

Ketika nama Muhammad disebut, kemudian kita ragu tentang siapakah hakikat Muhammad itu, apakah nama Nabi atau nama orang lain yang bernama Muhammad, maka tak ada salahnya kita membaca shalawat kepada Nabi Muhammad, Rasulillah SAW. Karena pada hakikatnya, pahala shalawat akan tetap mengalir dan tercurah kepada kita. Allahu A’lam.

PERINGATAN 1000 WARI WAFATNYA KH. Abdullah Faqih
15/12/2014

PERINGATAN 1000 WARI WAFATNYA KH. Abdullah Faqih

Para santi bersama Asatidz dan Masyayikh berziarah ke makam Masyayikh, dalam rangka peringatan 1.000 hari wafat Hadlrotu...
15/12/2014

Para santi bersama Asatidz dan Masyayikh berziarah ke makam Masyayikh, dalam rangka peringatan 1.000 hari wafat Hadlrotus Syaikh KH. Abdullah Faqih, Ahad pagi (14/12/14). Acara peringatan ini diselenggarakan pada Ahad malam Senin, 14 Desember 2014 di Pondok Pesantren Langitan Widang Tuban pukul 19.00 WIB

Haul Masyayikh Langitan ke 44 Berlangsung Khidmat
09/12/2014

Haul Masyayikh Langitan ke 44 Berlangsung Khidmat

Video Haul Masyayikh Langitan ke 44

RANGKAIAN KEGIATAN SEHARI MENJELANG HAUL MASYAYIKH LANGITAN KE 44
04/12/2014

RANGKAIAN KEGIATAN SEHARI MENJELANG HAUL MASYAYIKH LANGITAN KE 44

BAKTI SOSIAL PENGOBATAN GRATIS SAMBUT HAUL MASYAYIKH PONPES LANGITAN KE 44Pembukaan Bakti Sosial Pengobatan gratis di Po...
04/12/2014

BAKTI SOSIAL PENGOBATAN GRATIS SAMBUT HAUL MASYAYIKH PONPES LANGITAN KE 44

Pembukaan Bakti Sosial Pengobatan gratis di Poskestren Langitan untuk masyarakat desa Widang dan sekitarnya dalam rangka menyambut Haul Masyayikh Pondok Pesantren Langitan.

Address

Widang Tuban
Widang
62383

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Langitan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share