Kota Wonogiri

Kota Wonogiri Informasi Kota Wonogiri Sukses Komunitas anak wonogiri dan Sekitarnya

MANTEB.com - Isak tangis serta suasana duka menyelimuti kediaman kepala pelaksana harian (Kalahar) badan penanggulangan ...
20/11/2014

MANTEB.com - Isak tangis serta suasana duka menyelimuti kediaman kepala pelaksana harian (Kalahar) badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) wonogiri muhammad ainur ridho, di dusun tandon, desa pare, kecamatan selogiri senin pagi. Bupati danar rahmanto yang memimpin prosesi pemakaman terlihat terpukul atas kepergian almarhum.ribuan pelayat dari jajaran skpd maupun kerabat dekat memadati kediaman kalahar bpbd. Nampak p**a bupati Wonogiri Danar Rahmanto, Dandim 0728 wonogiri, Letkol Inf Mirza Eka Junaidi, anggota DPRD dan jajaran SKPD kabupaten tetangga. Seperti diketahui, Muhammad Ainur ridho mengalami kecelakaan saat trabas di wilayah kabupaten karanganyar bersama bupati wonogiri danar rahmanto, minggu siang. Ia meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam kurang lebih 30 meter. Senin siang, jenasah kepala BPBD Wonogiri itu dihantarkan menuju peristirahatannya yang terakhir di kampung halamannya, kudus. Pria kelahiran 26 Oktober 1972 ini meninggal pada usia 42 tahun. Dia meninggalkan 3 anak dan seorang istri. Di mata rekan-rekan sejawatnya, pria pecinta trabas dan barang-barang antik ini dikenal loyal serta mempunyai sifat pekerja keras serta santun kepada siapapun. Kepergiannya membuat warga sekitar dan pejabat pemkab Wonogiri merasa kehilangan.dalam pidato sambutannya, bupati Wonogiri Danar Rahmanto, mengatakan sangat kehilangan akan sosok pejabat Wonogiri yang tulus mengabdikan hidupnya demi Wonogiri selama kurang lebih 21 tahun.Wisnu Tripranoto-Wonogiri TATV

Portal berita Olahraga, Seni Budaya, Pendidikan, Hukum Kriminal, Kuliner, Wisata, Politik, Ekonomi, Sosial Jawa Tengah dan DIY

Sebagai orang teknik mesin bener berita ini.. jadi tolong mulai sekarang masyarakat yang cerdas, cari info di sumber ter...
19/11/2014

Sebagai orang teknik mesin bener berita ini.. jadi tolong mulai sekarang masyarakat yang cerdas, cari info di sumber terpercaya seperti wikipedia dan blog/website yang berakhiran AC.ID / SCH.ID / GO.ID / .EDU

Ayo bikin rumah anda segar dan hijau di dalam ruangan, baik ruangan tamu, kamar tidur, meja makan.Salam AQUASCAPER WONOG...
19/11/2014

Ayo bikin rumah anda segar dan hijau di dalam ruangan, baik ruangan tamu, kamar tidur, meja makan.
Salam AQUASCAPER WONOGIRI

19/11/2014

Bisnis.com, WONOGIRI–Ratusan guru tidak tetap atau GTT di Wonogiri menuntut peningkatan kesejahteraan dan pemberian kuota penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sekitar 30%.

Jika tuntutan tak dipenuhi, mereka mengancam akan mogok mengajar selama sepekan, 24-29 November 2014.

Hal itu terungkap saat para GTT mendatangi Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (19/11/2014), sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan ditemui oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, Suharno dan beberapa pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri.

Wakil Ketua Forum GTT Wonogiri Tri Asmoro mengatakan para GTT diundang oleh Komisi IV DPRD Wonogiri sebagai tindak lanjut hearing yang dilakukan beberapa waktu lalu. Mereka berencana melakukan mogok massal tak mengajar selama sepekan.

“Kami ingin melihat respons dari para guru pegawai negeri sipil (PNS) jika guru tidak tetap (GTT) tak mengajar,” katanya.

Para GTT menuntut peningkatkan kesejahteraan. Selama ini, penghasilan yang diterima tak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bayangkan, penghasilan yang diterima setiap GTT berkisar antara Rp150.000-Rp200.000/bulan.

“Penghasilan kami jauh lebih sedikit dibanding pembantu rumah tangga (PRT). Padahal profesi guru sangat berperan dalam mendidik para generasi muda,” terang dia.

Selain itu, mereka juga menuntut pemberian kuota penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekitar 30%. Kuota PPPK diperuntukkan bagi para GTT yang berumur di atas 35 tahun. Pasalnya, mereka tak bisa lagi mengikuti proses peneriman calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, menyatakan dia akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

19/11/2014

Selamat buat di lantiknya Bpk Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebgai gubernur DKI Jakarta.
Semoga amanah dan bekerja untuk takyat dan negara.

RAKYAT CILIK NUNGANGGI MOBIL RATUSAN JUTA ANTRI BBM KEMARIN MALAM
18/11/2014

RAKYAT CILIK NUNGANGGI MOBIL RATUSAN JUTA ANTRI BBM KEMARIN MALAM

01/10/2014

Semoga Pemerintah Wonogiri bersih, jujur, pro-rakyat, adil DSB.

25/06/2014

Mungkin Pilpres tanggal 9 Juli 2014 nanti adalah pesta rakyat paling meriah setelah Pemilu 1999. Kehebohan ini tidak lepas dari figur Jokowi yang sejak menjadi Gubernur DKI tampil menjadi tokoh fenomenal dan menjadi penantang kandidat yang sudah bertahun-tahun mempersiapkan diri menjadi presiden, Prabowo Subianto. Persiapan matang Prabowo yang optimis dapat mewujudkan mimpinya mendadak mendapat tantangan tak terduga dari figur Jokowi yang populer. Persaingan kedua kubupun menjadi begitu panas.

Hingar-bingar kampanye kedua kubu, baik kampanye positif, kampanye negatif, bahkan kampanye hitam terus dilancarkan untuk untuk menggiring opini rakyat. Nyaris semua survey menjelang pilpres selalu mengunggulkan Jokowi. Akibatnya kubu Prabowo harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan. Tidak heran kalau begitu banyak kampanye hitam muncul untuk menyerang figur Jokowi agar pop**aritasnya merosot. Hi**er mengatakan. "Sebarkanlah kebohongan, sebarkanlah terus-menerus, maka kebohongan itu akan menjadi kebenaran..." Pandangan ekstrim manusia macam Hi**er ini mungkin menjadi alasan munculnya kampanye hitam yang masif dan sistematis terhadap Jokowi.

Yang dirugikan tentu saja rakyat karena fakta-fakta tentang capres jadi terdistorsi oleh kebohongan, citra palsu, dan fitnah. Penggambaran sosok Prabowo sebagai pemimpin yang tegas dan berwibawa, sementara Jokowi sebagai capres boneka yang bermental pesuruh menjadi contoh distorsi opini yang terjadi. Ada pepatah, "Don't judge the book by its cover" (jangan menilai buku dari sampulnya). Pepatah ini juga berlaku saat kita memilih capres.

Pemilihan presiden kali ini adalah pertarungan dua figur: Prabowo vs Jokowi. Keduanya tentu bukan malaikat, mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak mungkin menemukan figur sempurna tanpa cacat, cukup kita pilih siapa diantara keduanya yang lebih baik dan lebih layak untuk menjadi presiden. Sesederhana itu sebetulnya. Untuk mencari siapa yang terbaik di antara mereka, kita perlu membandingkan keduanya paling tidak dalam tiga domain ini: masa lalu (bagaimana rekam jejak dan prestasi mereka), sekarang (seperti apa karakter mereka saat ini), dan masa depan (apa visi dan misi mereka). Jadi tidak cukup hanya menilai visi dan misinya saja, atau berdasarkan rekam jejaknya saja, semuanya harus menjadi bagian dari proses pemilihan yang kita lakukan. Dengan cara ini diharapkan kita mampu menilai isi, bukan sampul, dari kedua figur calon presiden.

Masa lalu

Saya tidak akan membahas secara lengkap rekam jejak keduanya karena akan terlalu panjang. Saya hanya mengambil apa yang penting dan menonjol saja. Memahami masa lalu Prabowo tidak lepas dari karir militernya di Komando Pasukan Khusus. Pernah diterjunkan dalam pertempuran di Timor-Timor, karirnya kemudian melesat, mungkin karena faktor statusnya sebagai menantu presiden saat itu. Dia pernah menjadi Danjen Kopassus dan kemudian Pangkostrad. Sayangnya karir militer Prabowo tidak berakhir manis, atas rekomendasi DKP dia diberhentikan dari dinas kemiliteran akibat berbagai pelanggaran. Prabowo adalah satu-satunya perwira tinggi yang diberhentikan dengan alasan pelanggaran selama sejarah TNI/ABRI.

Jokowi mengawali karir kepemimpinananya sebagai Walikota Solo. Kecintaan dan kepeduliannya pada rakyat serta keberhasilannya membangun kota Solo membuat Jokowi sangat dicintai rakyat Solo. Terbukti dia terpilih memimpin Solo untuk periode yang kedua dengan suara lebih dari 90%. Selain itu berbagai penghargaan juga diraihnya selama memimpin Solo.

Setelah terpilih menjadi Gubernur DKI, Jokowi hanya sempat menjalankan tugasnya kurang dari dua tahun sebelum akhirnya diminta untuk menjadi calon presiden. Akibatnya banyak sekali pekerjaan dan program-programnya yang belum tuntas. Tentu saja kurang adil kalau kita menilai Jokowi berdasarkan apa yang belum sempat diselesaikannya, cukuplah kita menilai berdasarkan apa yang telah dilakukannya selama menjadi Gubernur DKI. Dari sudut ini kerja kerasnya meningkatkan kesejahteraan rakyat (dengan KJP dan KJS), menangani banjir (perbaikan waduk, pembersihan kali), menata rumah-rumah kumuh (kampung deret), menata transportasi untuk mengurangi kemacetan, membenahi pasar-pasar tradisional, dan lain-lain, layak mendapat apresiasi.

Sekarang

Ada yang hal yang cukup menarik dari kedua figur. Muncul pencitraan yang kuat berkembang di masyarakat bahwa Prabowo adalah pemimpin yang tegas, berwibawa, dan bersikap ksatria, sementara Jokowi hanyalah capres boneka. Pencitraan ini menurut pengamatan saya cukup berhasil. Saya bertemu dengan teman saya, seorang dosen PTN ternama di Bandung, yang jelas-jelas mengatakan akan memilih Prabowo karena bermental pemimpin sementara Jokowi cuma bermental jongos yang tidak layak memimpin negeri ini. Memang agak mengejutkan juga mengingat dengan intelektualitas seperti itu ternyata masih juga ia terjebak menilai sampul, bukan isi. Untungnya penilaian dangkal semacam ini hanya bersifat sementara karena berakar pada upaya pencitraan, bukan pada realita. Ketika fakta-fakta tentang kedua figur semakin banyak terungkap dan waktu memilih semakin dekat, orang akan lebih serius mempertimbangkan realita dan mulai meninggalkan citra palsu.

Menurut saya berbagai fakta yang muncul selama proses kampanye pilpres sedikit banyak mulai memunculkan realita yang berbeda dari stereotip kedua figur yang selama ini berkembang. Contohnya mengenai ketegasan, faktanya Jokowi dengan tegas berani mencanangkan koalisi tanpa syarat demi pemerintahan yang bersih dan kuat. Sementara Prabowo yang sebelumnya dicitrakan sebagai pemimpin yang tegas justru melakukan tawar-menawar kekuasaan dengan rekan koalisi. Hasil pencitraan berbeda dengan realita, justru Jokowi yang lebih tegas dari Prabowo. Ketegasan bukanlah tercermin dari kata-kata yang keras dan pidato yang berapi-api, tapi seperti kata Jokowi, "Tegas buat saya adalah berani memutuskan dan berani mengambil resiko..."

Demikian juga dengan citra capres boneka yang sering dialamatkan kepada Jokowi semakin lama semakin jauh dari kenyataan. Orang banyak yang memiliki persepsi bahwa Prabowo merupakan sosok pemimpin sementara Jokowi hanyalah pengikut yang menjalankan perintah tuannya. Namun dalam tiga kali kesempatan debat capres setidaknya saya mencatat sudah tiga kali Prabowo menyatakan setuju dengan pemikiran Jokowi. Lalu cara berkampanye blusukan yang biasa dilakukan oleh Jokowi beberapa kali diikuti oleh Prabowo meski dengan gaya yang agak canggung. Selain itu Prabowo juga menunjukkan sikap tidak percaya diri dengan selalu mengikuti gaya penampilan B**g Karno, sementara Jokowi selalu tampil percaya diri dengan gaya sederhana apa adanya. Cukup dengan akal sehat kita bisa menyimpulkan siapa yang bermental pemimpin dan siapa yang bermental pengikut.

Beredarnya video yang menunjukkan sikap Prabowo menolak cipika-cipiki Jokowi saat di ruang tunggu sementara saat di panggung debat justru menyambut dengan hangat membuat mata publik terbuka. Betapa sikap hangat dan ksatria yang ditampilkan oleh Prabowo di hadapan publik hanyalah suatu pencitraan palsu yang berbeda dengan kenyataan sesungguhnya.

Masa depan

Visi dan misi yang ditawarkan kedua capres saya masukkan ke dalam domain masa depan karena ini menyangkut janji politik yang ditawarkan kepada rakyat jika kelak terpilih. Meski dengan formula kata-kata yang berbeda secara umum saya menilai keduanya sama-sama menginginkan Indonesia menjadi negara yang hebat, yang jaya, yang berdaulat. Yang menarik adalah bagaimana cara untuk mencapainya karena pada titik ini keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.

Bagi Prabowo, kata kuncinya adalah pemberdayaan ekonomi. Baik dengan cara menutup kebocoran anggaran, mencegah kekayaan negara yang hilang, memberdayakan desa-desa dengan program 1 desa 1 milyar, menaikkan gaji pegawai negeri, upah buruh, dan sebagainya. Intinya bagi Prabowo Indonesia jaya melalui pemberdayaan ekonomi.

Bagi Jokowi pendekatannya berbeda. Jokowi memilih pendekatan yang lebih mendasar yaitu pemberdayaan manusia. Ini tampak nyata ketika dia merangkum seluruh visi dan misinya dalam dua kata: 'Revolusi Mental'. Fokus Jokowi pada pemberdayaan manusia juga tercermin dalam program KIS/KIP (Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indinesia Pintar) yang pada dasarnya merupakan upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Demikian p**a pada rencananya mengubah pola pendidikan yang mulai memberikan porsi lebih besar pada pendidikan karakter. Intinya, bagi Jokowi Indonesia akan hebat jika manusia-manusianya hebat. Otomatis dengan manusia yang berkualitas dan memiliki karakter, maka pemberdayaan ekonomi akan mengikuti dengan sendirinya.

Saya ambil ilustrasi sederhana. Soal korupsi, dalam jangka pendek memang menaikkan gaji bisa memberikan solusi, tapi kalau mental korup tidak diubah maka penambahan gaji hanya akan diikuti oleh naiknya kebutuhan. Jika sebelum gaji naik, mobilnya cukup Avanza maka setelah gaji naik mobil Avanza sudah terasa tidak layak lagi, maunya ganti BMW atau Lexus. Liburan juga tidak cukup ke Bali, maunya ke Singapura, dan sebagainya. Akhirnya gaji yang sudah besarpun masih terasa kurang dan kembali korupsi lagi.

Berbeda jika yang diubah adalah mental atau karakter manusianya. Memang ini bukan solusi jangka pendek, ini solusi jangka panjang. Dengan membangun manusia-manusia yang berkarakter, bermental jujur, siap hidup sederhana, dan tidak konsumtif seperti yang dicontohkan oleh Jokowi sendiri, maka berapapun gaji yang diterima (asalkan layak) akan terasa cukup. Tidak perlu mencari tambahan dengan cara korupsi.

Dengan melihat perbedaan ini saya bisa menyimpulkan bahwa apa yang ditawarkan oleh Jokowi jauh lebih baik dan memberikan solusi yang fundamental bagi persoalan bangsa. Saya pikir Jokowi mungkin mendapat bisikan malaikat sewaktu dia mengatakan "Revolusi Mental".

Jadi siapa yang anda pilih?

29/04/2014

Daya cipta kreativitas siswa SMKN 2 Kabupaten Wonigiri boleh diacungi jempol. Ini terbukti lewat karya cerdas mereka dalam mencipta mobil listrik. Dijadualkan, awal Mei nanti mobil listrik itu dipamerkan kepada publik 'kota gaplek' sana.

Kepala SMKN 2 Kabupaten Wonogiri, Dikin, Sabtu (26/4), menjelaskan, mobil listrik yang dikembangkan siswa anak didiknya sudah hampir 80 persen rampung. Dan, kini tinggal menunggu kelengkapan komponen kelistrikanya saja.

Dikatakan, siswa SMKN 2 sudah merampungkan pembuatan rangka, body mobil listrik, berikut instalasi. Sedang komponen tertentu mendatangkan dari China, khususnya untuk baterenya atau accu.

Dikin optimistis, Mei nanti mobil listrik sudah dapat dipamerkan. Sedang soal pemberian nama untuk mobil listrik itu, akan disampaikan saat peresmian bersamaan dengan Hari Jadi SMKN 2 Kabupaten Wonogiri yang jatuh pada Mei nanti.

SMKN 2 Kabupaten Wonogiri selain membuat mobil listrik, juga membuat ATV (All Terrain Vehicle) atau kendaraan roda empat untuk segala medan. Soal nama mobil listrik dan kedaraan ATV akan diumumkan saat peluncuran nanti.

Seperti diketahui, proyek mobil listrik dikembangkan Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Sebelumnya, Kementerian gencar menyosialisasi kendaraan massal berbasis listrik pada masyarakat. Ini sesuai keinginan presiden, agar Indonesia bisa menghasilkan kendaraan ramah lingkungan.

Kemenristek mendorong terwujudnya kendaraan massal berbasis listrik. Sehingga diharapkan bisa segera dinikmati masyarakat. Hingga saat ini, tahapan pengembangan mobil listrik nasional sudah memasuki tahap prototipe.

Kemenristek mengajak semua akademisi, khususnya siswa, guru, dan SMK se-Indonesia untuk mempelajari program penguasaan teknologi kunci mobil dan motor berbasis listrik. Saat ini yang akan dikembangkan yakni motor untuk niaga berbasis listrik.

Karya cerdas siswa lain, seperti mesin tepat untuk sektor pertanian dan industri. Sebagian produk sudah menembus pasar lokal. Hanya saja, tidak diproduksi secara massal.
''Yang penting ada inovasi produk, bukan nilai jualnya. Masak kita cuma jadi konsumen produk bangsa asing saja,'' ujar Dikin.

Prestasi yang ditorehkan SMKN 2 Kabupaten Wonogiri sendiri menurut Dikin sudah terbukti. Lulusan sudah masuk berbagai perusahaan ternama. Juga sejumlah perusahaan berskala besar memperdaya dalam merekrut tenaga kerja. Ada tiga SMK di Indonesia yang dipercaya perusahaan lantaran lulusan mumpuni, yakni SMK Warga dan SMK Mikael (Solo) dan SMKN 2 Wonogiri.

22/06/2013

Bbm naik dikarenakan warga masyarakt mampu yang tidak mau menggunakan pertamax,akibatnya anggaran subsidi untuk premium meningkat, dan dengan berat hati pemerintah menaikanya.

21/06/2013

Selamat ulang tahun bapak Joko Widodo

Address

Wonogiri
57683

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kota Wonogiri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share