Potret Wonogiri

Potret Wonogiri Suatu Media Berbagi Informasi Berita Dan Tempat Wisata Daerah Wonogiri

Banjir mendadak menerjang Perumahan Emerald 5 di Dusun Semin Wetan RT 1 RW 2, Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupa...
23/02/2026

Banjir mendadak menerjang Perumahan Emerald 5 di Dusun Semin Wetan RT 1 RW 2, Desa Purworejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Minggu (22/2/2026) petang. Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Wonogiri sejak sore membuat aliran sungai di Dusun Kajar meluap dan menjebol tanggul pembatas perumahan. Akibatnya, 17 rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 40 sentimeter.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Debit air sungai yang meningkat drastis tak mampu tertahan tanggul pelindung. Begitu tanggul jebol, air bah langsung mengalir deras masuk ke kawasan perumahan. Genangan cepat meluas dan merendam rumah-rumah warga. Situasi mencekam sempat terjadi saat sejumlah warga, termasuk balita dan remaja, terjebak di dalam rumah karena takut menerobos arus banjir.

Warga menyebut banjir mulai terasa parah usai waktu maghrib. Hujan deras yang tak kunjung reda membuat air semakin tinggi. Pagar pembatas di sekitar sungai roboh, memperparah aliran air yang masuk ke area perumahan. Sekitar 14 kepala keluarga terdampak langsung dalam kejadian ini. Sebagian warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga sebelum air semakin meninggi.

Tim gabungan dari BPBD Wonogiri, SAR, relawan, serta TNI dan Polri bergerak cepat ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dengan kondisi minim cahaya dan genangan yang masih cukup tinggi.

Kepala BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyampaikan bahwa delapan warga berhasil dievakuasi, termasuk balita dan remaja yang sempat terjebak di dalam rumah. Seluruh warga terdampak dalam kondisi selamat.

Rincian dampak kejadian:
• ✓ 17 rumah terendam air setinggi ±40 cm
• ✓ 14 KK terdampak langsung
• ✓ 8 warga dievakuasi (termasuk balita dan remaja)
• ✓ Korban jiwa: Nihil
• ✓ Kerugian material besar: (masih pendataan lanjutan)

Meski tidak ada korban jiwa maupun laporan kerusakan berat, jebolnya tanggul menjadi perhatian serius warga. Mereka berharap ada perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama saat curah hujan tinggi melanda wilayah Wonogiri.

Sekitar pukul 21.30 WIB, air mulai berangsur surut. Kerja bakti dijadwalkan dilakukan keesokan harinya untuk mempercepat pemulihan lingkungan perumahan.

BPBD Wonogiri memastikan pemantauan terus dilakukan, terutama mengingat potensi hujan deras masih bisa terjadi. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan luapan sungai susulan jika intensitas hujan kembali meningkat. Aris Arianto

Sumber : Joglosemarnews.com

Praktik perjudian jenis dadu “Gajah Beri” yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kismantoro akhirnya terhenti. Aparat dar...
13/02/2026

Praktik perjudian jenis dadu “Gajah Beri” yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kismantoro akhirnya terhenti. Aparat dari Satreskrim Polres Wonogiri melakukan penggerebekan di sebuah rumah warga di Dusun Ngroto, Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Minggu (8/2/2026) malam. Lima orang langsung diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas perjudian di lingkungan mereka. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Resmob Satreskrim bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, sekitar pukul 22.00 WIB, petugas mendapati para pelaku tengah asyik bermain judi dengan sistem bandar dan pemasang taruhan.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasihumas AKP Anom Prabowo menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan saat permainan sedang berlangsung. Tanpa perlawanan berarti, para pemain langsung diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolres Wonogiri.

Lima orang yang diamankan masing-masing berinisial:
🟥 ✓ S (66)
🟥 ✓ DWS (19)
🟥 ✓ DY (31)
🟥 ✓ SND (55)
🟥 ✓ SB (45)

Dari lokasi kejadian, petugas menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam praktik perjudian tersebut, yakni:
🟦 • Tiga buah mata dadu
🟦 • Satu tutup dadu
🟦 • Satu lepek atau tatakan
🟦 • Satu lembar beberan
🟦 • Satu tikar
🟦 • Uang tunai Rp508.500

Seluruh tersangka dijerat dengan Pasal 426 KUHP tentang tindak pidana perjudian. Penyidik masih melakukan pendalaman guna melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.

Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa praktik perjudian, sekecil apa pun nominal taruhannya, tetap melanggar hukum. Aparat memastikan akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap aktivitas serupa di wilayah hukum Wonogiri.

Pihak kepolisian juga meminta peran aktif masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya. Sinergi warga dan aparat dinilai menjadi kunci menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dari praktik perjudian yang berpotensi merusak tatanan sosial.

Kasus judi dadu “Gajah Beri” di Kismantoro ini kembali membuka fakta bahwa modus perjudian tradisional masih marak terjadi secara sembunyi-sembunyi di permukiman warga. Dengan penindakan tegas ini, diharapkan efek jera muncul dan praktik serupa tidak kembali berulang. Aris Arianto

Sumber : Joglosemarnews.com

Pantai Nampu adalah salah satu destinasi wisata bahari yang terkenal di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pantai ini mena...
10/02/2026

Pantai Nampu adalah salah satu destinasi wisata bahari yang terkenal di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pantai ini menawarkan panorama alam menakjubkan dengan hamparan pasir putih, ombak yang cukup besar, serta batu karang yang mempercantik pemandangan. Suasana yang masih asri membuat Pantai Nampu menjadi pilihan wisata bagi mereka yang ingin menikmati ketenangan dan keindahan alam.
Pantai ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari luar daerah, mulai dari keluarga, komunitas pecinta alam, hingga para fotografer yang ingin mengabadikan keindahan alam. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat juga turut menjaga kebersihan dan kelestarian pantai.

Pantai Nampu bisa dikunjungi setiap hari sepanjang tahun. Namun, waktu terbaik untuk menikmati keindahannya adalah saat pagi hari untuk melihat sunrise atau sore hari menjelang sunset. Saat musim liburan, pantai ini biasanya lebih ramai dikunjungi wisatawan.

Pantai Nampu terletak di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasinya berada di ujung selatan Wonogiri dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Pantai Nampu bisa dikunjungi setiap hari sepanjang tahun. Namun, waktu terbaik untuk menikmati keindahannya adalah saat pagi hari untuk melihat sunrise atau sore hari menjelang sunset. Saat musim liburan, pantai ini biasanya lebih ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai Nampu terletak di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasinya berada di ujung selatan Wonogiri dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Pantai Nampu menjadi daya tarik wisata karena menawarkan keindahan alami yang masih terjaga, suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk kota, serta udara yang segar. Selain itu, harga tiket masuk yang terjangkau menjadikan pantai ini favorit bagi wisatawan.
Untuk mencapai Pantai Nampu, wisatawan dapat menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari pusat Kota Wonogiri atau sekitar 2-3 jam dari Solo. Jalannya cukup berliku dengan tanjakan dan turunan, namun kondisi jalan sudah cukup baik. Sesampainya di lokasi, pengunjung bisa menikmati panorama pantai, bermain pasir, berfoto, atau sekadar duduk santai menikmati deburan ombak.
Bingkaimedia.com

06/02/2026

Ini Wonogiri lho

05/02/2026

Lindu

05/02/2026

Baru tahu kalau Wonogiri sebelahan sama Australia…
Video : Anies Rasyid Baswedan

Skandal penebangan liar kembali mengguncang Wonogiri. Aparat Polres Wonogiri berhasil membongkar praktik ilegal penebang...
30/01/2026

Skandal penebangan liar kembali mengguncang Wonogiri. Aparat Polres Wonogiri berhasil membongkar praktik ilegal penebangan dan peredaran kayu sonokeling tanpa izin, sebuah bisnis gelap bernilai tinggi yang diam-diam berjalan sejak akhir 2025.

Operasi penindakan ini berujung pada penangkapan dua tersangka berinisial B dan D, serta penyitaan puluhan potong kayu sonokeling yang diduga berasal dari kawasan hutan lindung.

Kasus ini terkuak setelah laporan warga soal aktivitas mencurigakan—mulai dari suara gergaji di waktu ganjil hingga lalu lintas kendaraan pengangkut kayu yang tidak wajar. Polisi pun bergerak cepat, melakukan penyelidikan dan pengintaian intensif, layaknya membongkar penyamaran “bos besar” ala meme CEO yang menyamar, pura-pura jadi karyawan biasa.

Hasilnya, pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 04.30 WIB, tim Polres Wonogiri menyergap para pelaku di Jalan Lingkar Kota Keron Kidul, Kecamatan Wonogiri.

Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari pemantauan jalur distribusi kayu yang dicurigai berasal dari kawasan hutan.

“Berdasarkan informasi masyarakat, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti,” ujar AKP Anom Prabowo, Jumat (30/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, tersangka B berperan sebagai penebang sekaligus penjual kayu ilegal, sementara D diduga sebagai pembeli yang menguasai kayu tanpa dokumen resmi.

Aktivitas ini disebut telah berlangsung sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, dengan target utama kayu sonokeling, salah satu komoditas kayu premium bernilai ekonomi tinggi di pasar.

Jika dianalogikan, skema mereka nyaris seperti meme CEO yang menyamar yang viral: tampak biasa di permukaan, tapi di balik layar ternyata pemain utama dalam bisnis bernilai besar.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang memperkuat dugaan kejahatan kehutanan, di antaranya:

Selengkapnya -->https://vt.tiktok.com/ZSaCukxgc/

28/01/2026

Berkah Panen Raya Wonogiri di bagian dataran tinggi khususnya untuk tanaman padi pada. bulan Januari 2026 ini sangat memuaskan.karena tidak ada hama pada tanaman para petani.
Video. ini didokumentasikan dari Dusun Ngringin Basuhan Eromoko Wonogiri.

Cuaca ekstrem akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana memicu terjadinya angin kencang di sejumlah wilayah Kabup...
26/01/2026

Cuaca ekstrem akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana memicu terjadinya angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Wonogiri, Sabtu (24/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, serta gangguan jaringan listrik di lima kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Girimarto, Wuryantoro, Jatipurno, Jatisrono, dan Manyaran. Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, dengan robohnya Gedung Pertemuan Pudaksari hingga rata dengan tanah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menjelaskan, angin kencang terjadi sejak pagi hari seiring keberadaan Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia. Dampaknya cukup signifikan di wilayah Wonogiri, ditandai dengan banyaknya pohon tumbang yang menimpa rumah warga.
“Angin kencang terjadi sejak pagi hari seiring dengan adanya Siklon Tropis Luana di Samudra Hindia. Dampaknya sangat terasa di Wonogiri, dengan banyak pohon tumbang yang menimpa rumah warga,” ungkap Fuad saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).
Di Kecamatan Jatipurno, sejumlah atap rumah warga dilaporkan terangkat akibat terjangan angin. Selain itu, sebuah tiang listrik patah setelah tertimpa pohon jati. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Manyaran, di mana jaringan listrik mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang pohon, sehingga menyebabkan pemadaman di beberapa titik distribusi.
Hingga Sabtu malam, total kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp157 juta. Kerugian tersebut meliputi kerusakan rumah warga, gedung pertemuan, serta sarana dan prasarana umum. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa.
BPBD bersama personel gabungan dari TNI, Polri, PLN, dan relawan segera melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.
“Fokus utama kami adalah mengevakuasi pohon tumbang yang menutup akses jalan dan menimpa jaringan listrik guna menghindari potensi bahaya lanjutan,” tambah Fuad.

Selengkapnya --> https://vt.tiktok.com/ZSaPs2Kma/

24/01/2026

Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Rabu (21/1/2026) pagi, memicu insiden pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Dusun Nadi Kidul, RT 003 RW 05. Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat cuaca ekstrem mulai menunjukkan intensitas tinggi sejak dini hari.

Sebuah pohon berukuran besar yang berada di sekitar permukiman warga roboh akibat tidak mampu menahan terpaan angin yang terus menguat. Pohon tersebut langsung menimpa bagian atap teras rumah milik seorang warga bernama Ibu Mijem, menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada struktur bangunan.

Meski insiden ini sempat membuat warga sekitar panik, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penghuni rumah berhasil menghindar sebelum pohon sepenuhnya menimpa bangunan, sehingga risiko yang lebih besar dapat dicegah.

Camat Bulukerto, Juwariyah, menjelaskan bahwa respons cepat dilakukan sesaat setelah kejadian dilaporkan. Warga bersama perangkat desa langsung bergerak membersihkan batang dan ranting pohon yang tumbang, sekaligus mengamankan area agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.

“Dari laporan rekan-rekan di lapangan, proses penanganan awal berjalan lancar berkat gotong royong warga dan aparat setempat. Situasi bisa dikendalikan dengan cepat, sehingga dampak lanjutan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Wonogiri menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana, mulai dari pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga potensi longsor di wilayah rawan.

Sementara itu, Pemerintah Desa Nadi telah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Wonogiri serta instansi terkait, termasuk BPBD dan PMI. Pada hari yang sama, tim dari BPBD dan PMI langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan berupa sembako bagi keluarga terdampak.

Selengkapnya --> https://joglosemarnews.com/2026/01/atap-rumah-warga-wonogiri-hancur-diterjang-pohon-tumbang-angin-kencang-mengamuk-sejak-pagi/

Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memvonis dua anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus perundungan yang menewaskan ...
21/01/2026

Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memvonis dua anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus perundungan yang menewaskan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Santri Munjung, MMA (12). Kedua terdakwa divonis 2 tahun 9 bulan serta pelatihan kerja selama 3 bulan.
Hal itu sebagaimana disampaikan juru bicara PN Wonogiri, Donny. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 3 tahun.

"Tadinya dituntut (JPU) 3 tahun, (vonis) dikurangi 3 bulan, menjadi 2 tahun 9 bulan, dipotong masa tahanan. Ada pidana pelatihan kerja selama 3 bulan di Bapas Kelas II Klaten. Jangka waktunya 2 jam (pelatihan kerja) dalam sehari selama 3 bulan," kata Donny kepada awak media, Rabu (21/1/2026).

Dijelaskan, dua anak yang berhadapan dengan hukum, terbukti melakukan tindak pidana dalam dakwaan ke satu, yakni melanggar pasal 80 ayat (3) UURI nomor 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ada sejumlah pertimbangan hakim dalam memberikan vonis yang lebih ringan dari tuntutan JPU. Seperti memperhatikan kondisi anak dan keluarganya.

"Majelis hakim mempertimbangkan hal-hal tertentu bahwa para anak ini tidak berbelit-belit, kondisi keluarga korban. Intinya ada beberapa pertimbangan kami di situ, bahwa para anak ini juga masih berhak untuk memperbaiki diri. Anak-anak ini juga belum pernah dihukum, (belum pernah) dipidana sebelumnya. Itu menjadi pertimbangan majelis hakim," jelasnya.

Sejumlah barang bukti juga disita untuk dimusnahkan, seperti pakaian korban yang dikenakan. Donny menjelaskan, hal ini dilakukan untuk menghindari trauma yang timbul pada keluarga korban. Sebab, MMA adalah anak tunggal.

Donny menilai, para pihak menerima putusan dari majelis hakim tersebut. Namun PN Wonogiri tetap memberikan waktu 7 hari bagi para pihak untuk pikir-pikir putusan tersebut.

"Mereka masih diberikan waktu untuk pikir-pikir. Meski di persidangan para anak dan penasihat hukumnya menerima, JPU juga menerima, tapi tetap tidak menghilangkan upaya hukum sel

Address

Ngringin, Basuhan, Eromoko
Wonogiri
57664

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 16:00

Telephone

+6285157615589

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Potret Wonogiri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Potret Wonogiri:

Share